frontpage hit counter

Kekhawatiran Tragedi Srebrenica Berulang di Aleppo

Pemerintah Suriah menangguhkan proses evakuasi warga sipil dan para pejuang dari wilayah terakhir yang dikuasai oposisi. Puluhan ribu orang masih terjebak di sana

Kekhawatiran Tragedi Srebrenica Berulang di Aleppo

Terkait

Hidayatullah.com—Penderitaan yang dialami penduduk Aleppo dikhawatirkan sebagaimana kejadian 21 tahun lalu tepatnya 11 Juli 1995, saat Jenderal Rodovan Karadzic pemimpin pasukan Kristen Serbia  yang membantai lebih 8000 umat Islam Bosnia.

Banyak laporan dari agensi berita internasional ketika itu menggambarkan pembunuhan sebagai aksi terkejam, bahkan lebih kejam dari Adolf Hitler saat Perang Dunia Pertama.

Hari ini, diperkirakan ada sekitar 50.000 orang dilaporkan masih terjebak di timur wilayah Aleppo saat usaha evakusasi sedang dilakukan.

Menurut utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Suriah dan perwakilan pemerintah Prancis dalam konferensi pers mengatakan, sebagian besar dari mereka adalah penduduk sipil.

“Sebanyak 50.000 orang masih terperangkap di Aleppo, 40.000 diantaranya adalah orang awam yang tidak beruntung.

“Sisanya pula terdiri dari para pejuang yang diperkirakan berjumlah antara 1.500 sampai 5.000 orang serta anggota keluarga mereka,” Utusan PBB Staffan de Mistura dan Menteri Luar Perancis, Jean-Marc Ayrault semalam dikutip AFP.

Dalang Pembantai 8000 Muslim Bosnia Divonis Hanya 40 Tahun

AFP memberitakan, keputusan ini menyebabkan ribuan orang terjebak di wilayah tersebut, dalam kondisi yang tak pasti menanti takdir mereka.

Sebelumnya, Turki memperkirakan antara 80.000 sampai 100.000 orang sipil masih terperangkap di timur Aleppo.

Pada saat yang sama, de Mistura memperingatkan bahwa kekerasan mungkin meningkat di sebuah lagi wilayah yang dikuasai kelompok oposisi Suriah yaitu Kota Idlib.

“Jika tidak ada apapun persetujuan politik dan gencatan senjata, Idlib mungkin senasib dengan Aleppo,” katanya sambil menambahkan pihaknya kini sedang memantau perkembangan proses membawa penduduk keluar dari Aleppo.

Sementara itu, seorang pejabat Turki yang berbasis di Fastaqim, Zakaria Malahifji mengatakan, sekitar 6.000 orang telah meninggalkan Aleppo dengan bus.

Kelompok Pemantau Hak Asasi Manusia untuk Suriah (SOHR) menginformasikan, angka itu lebih mendekati 3.000 orang termasuk 600 orang pejuang Suriah.

Seorang anggota tim penyelamat, White Helmets mengatakan, ratusan orang masih menunggu untuk dipindahkan hari ini karena masalah transportasi yang tidak memadai.

“Masih banyak yang menunggu untuk dibawa keluar dari sini (Aleppo), tetapi bus yang datang untuk mengambil mereka terbatas,” kata Ibrahim al-Haj.

Tarbiyah Jihadiyah dan Pelajaran Pembantaian Muslim di Bosnia Herzegovina

Aktivis yang dikenal sebagai Abdulkahfi mengatakan, “Saya masih di sini. Bus-bus tidak terlihat dan semua orang khawatir gencatan senjata akan gagal lagi. ”

Dalam perkembangan lain, Menlu AS, John Kerry memperingatkan supaya dipastikan nasib orang sipil yang terperangkap Aleppo tidak mengulangi seperti pembantaian di Srebrenica ketika Perang Bosnia pada tahun 1995.

Dia yang mengulas tentang konvoi publik pertama keluar dari Aleepo, namun tidak menyatakan apapun rencana terbaru untuk mengakhiri sengketa di Suriah itu.*

Rep: Admin Hidcom

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !