Home Ramadhan Istimewa

 
Share |
Jutaan Warga Maroko Menyambut Lailatul Qadar di Malam 27


 
Tradisi unik lainnya yang melibatkan semua lapisan masyarakat Maroko
 

Jum'at, 17 Agustus 2012

Hidayatullah.com--Menghabiskan bulan suci Ramadhan di Maroko berbeda dari tempat lain. Selain ritual keagamaan dilakukan selama bulan ini, kebiasaan sosial tertentu di dunia Islam berbeda dari satu negara ke negara lain. Praktek Ramadhan dalam kontek Maroko adalah pengalaman yang sangat menyenangkan di mana disana dapat ditemui tradisi khas, masakan lezat, dan semangat solidaritas yang tinggi.

Setiap bulan ramadhan Maroko mempunyai tradisi unik yang tidak di temukan di negara-negara lain, di antaranya adalah  “pengajian raja” yang disebut dengan durus hasaniyyah  hingga saat ini masih tetap eksis. Pengajian tersebut di adakan oleh Raja Maroko yang dilaksanakan seminggu sekali selama bulan ramadhan, kali ini ada dua  perwakilan dari Indonesia yang menghadiri acara ini. Pertama Dr. KH. Hamdan Rasyid, MA (ketua MUI DKI Jakarta) dan Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, MA (Purek UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).

Tradisi unik lainnya yang melibatkan semua lapisan masyarakat Maroko adalah tatkala menyambut datangnnya malam Lailatul Qadar, jutaan orang Maroko mencurahkan sebagian besar waktu mereka untuk meperbanyak doa dan membaca Al-Quran selama Lailatul Qadar (Malam Seribu Bulan) yang diperingati setiap malam ke 27.

Belum jelas juga, dari mana dalil yang di jadikan  landasan bahwa datangnya malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ke 27, yang jelas acara ini sudah menjadi tradisi dan terus mengakar hingga sekarang.

Umumnya, para orangtua menyuruh anak-anaknya yang msih berumur 5 sampai 10 tahun untuk memakai pakain tradisional dan pergi ke negafa. Negafa  adalah wanita yang mepersiapkan baju pengantin untuk pernikahan. Dia memiliki semua pakaian jenis tradisional, pakaian lokal dan internasional serta aksesoris untuk menghias pengantin wanita. Setelah di dandani layaknya pasangan penganten kemudian di lanjutkan dengan foto keluarga dan sanak keluarga.

Saat ini, banyak keluarga cenderung pergi ke studio foto yang sudah menyediakan pakaian tradisional dengan komplit agar tidak mengeluarkan banyak biaya.

Kegiatan semacam ini untuk mengekspresikan kebahagiaan mereka dengan di lanjutkan mendatangi tempat kerumunan orang banyak dan tempat-tempat umum lainnya seperti taman-taman yang berada di samping jalan raya sehingga mengakibatkan jalammya arus lalu lintas menjadi macet.

Acara ini berlangsung sampai adzan maghrib tiba, setelah buka bersama warga kembali berduyun-duyun mendatangi masjid untuk melaksanakan shalat isya dan tarawih berjamaah. Mulai shaf  paling depan hingga kebelakang taka da satupun yang kosong , banyaknya jamaah malam itu menjadikan pelataran masjid di penuhi oleh jamaah tarawih, bahkan tidak sedikt yang emnjadikan taman-taman di sekitar masjid di jadikan sebagai tempat untuk shalat.

Setelah selesai shalat tarawih ereka tidak langsung pulang, hanya anak-anak kecil yang disuruh pulang kerumah, sementara orang tuannya beri’tikaf di masjid sampai jam 02.00 malam. Inilah tradisi orang Maroko saat menyambut malam Lailatul Qadar.*/Penulis Kusnadi El Ghezwa adalah mahasiswa s1 Imam Nafie Tangeir, Maroko



Red: Cholis Akbar

Share |
 
KOMENTAR
 
KIRIM KOMENTAR ANDA :
     
  Nama
  Email
  Komentar Anda
  Kode Keamanan
 
CAPTCHA Image
   
 
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA.

 

 
Info Anda
 
Busana Muslimah Syar'i

Pusat belanja online busana syar'i. Murah,berkualitas dan terpercaya.

http://www.deblishop.com/

https://www.facebook.com/DebliShop

 
Grosir Kaos Kaki

Kaos Kaki Muslimah, Kaos Kaki Wudhu dan banyak pilihan kaos kaki dengan HARGA GROSIR. Menerima pesanan Kaos Kaki Logo Sekolah.
http://grosirkaoskakionline.com, http://kaoskakisekolah.com

 
Mushaf Pena : Harga Obral

Al-Quran Elektronik, teknologi terbaru membantu Anda belajar membaca dan tadarus Al-Quran. Diskon Besar!

www.mushafpena.com

 
 
   Berita Ramadhan Istimewa Lainnya
  Nik Aziz Nikmat: Komunis Punya Pemerinta...
  Ramadhan Terakhiku yang Berbeda di Bumi ...
  Malam Spesial di Masjid Amru bin Ash
  Nikmatnya Itikaf di Mesjid UI
  Berbuka di Jepang Bisa Kenyang Sampai Su...
  "Kota Mati" di Waktu Magrib
  Kisah Puasa Ramadhan Mahasiswa Indonesia...
  Ragam Shalat Tarawih di Negeri Para Nabi
  Nikmatnya Berpuasa 18 Jam di Belgia Deng...
  Maidah ar-Rahman, Bukti Berkah Ramadhan
Kontak Kami   |  Tentang Kami   |  Iklan   |  
© 2010 Hidayatullah.Com, All Rights Reserved