Home Cermin

 
Share |
"Saya Makin Kaya Sejak Dekat Anak-Anak Yatim"


 
"Jangan pernah berprasangka negativ pada Alah"
 

Ahad, 01 Juli 2012

TUJUH tahun sudah saya merantau dari sebuah desa kecil di Sumatera ke Jakarta. Tujuannya hanya satu, mencoba peruntungan. Siapa tahu, Jakarta yang sering hanya saya dengar di televisi bisa merubah garis hidup saya.

Salah satu andalan yang hanya bisa saya lakukan di Kota paling besar di Negeri ini adalah berjualan kecil-kecilan. Ya, saya memutuskan berjualan makanan Nasi Padang, khas kampung saya.

Saya menetapkan tinggal di Jakarta Timur, dengan menyewa sebuah tempat kecil.

Ahamdulillah, meski kecil, warung saya tidak sepi. Setidaknya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Merantau dari desa ke Jakarta tujuannya adalah mengais rizki. Tentu, agar irit, semua saya lakukan sendiri. Mulai belanja, masak dan menunggu warung.

Suatu hari, di sebelah warung yang saya tempati ada musibah. Seorang bapak, meninggal dunia dengan meninggalkan anaknya masih kecil enam orang dan seorang istri. Saya memperhatikan kehidupannya pasca kematian suaminya benar-benar memprihatinkan.
Entah, apa yang menggerakkan hati saya, kala itu saya ingin membantu. Namun karena kondisi saya yang terbatas, yang memungkinkan saya adalah memberi makan mereka secara gratis. Itupun sekali dalam seminggu.

Minggu berganti bulan, bulan berganti tahun, itu saja yang saya kerjakan tanpa tahu makna dari itu. Boro-boro hadits Nabi tentang anak yatim, sholat saja masih bolong-bolong. Maklum, ketika datang dari desa, saya tak begitu mengenal makna hidup.

Tidak terasa, anak-anak yatim yang saya santuni ternyata terus berkembang. Dari enam orang jadi sembilan. Dan dari sembilan orang, kini telah mencapai 150 orang.

Subhanallah. Kalau bukan Allah Subhanahu Wata’ala, tidak mungkin bisa menggerakkan anak-anak yatim datang ke warung saya.

Setiap hari Jumat, mereka datang ke warung untuk makan bersama dan pulangnya saya beri amplop sekedarnya.

Sering juga banyak pertanyaan dari banyak orang, apakah dengan mengundang mereka makan, tidak menjadikan warung saya rugi?

Entahlah, tapi faktanya justru terbalik. Semenjak kedatangan mereka ke warung saya, rezeki yang datang menghampiri saya tidak pernah ada habisnya.

Betapa tidak, dahulu saya hanya menyewa warung kecil, kini tanah dan bangunan itu sudah saya beli. Tidak itu saja, saya bisa membeli rumah di Jakarta, menambah beberapa warung Padang lagi untuk memperlebar usaha, bahkan ditambah dengan memiliki karyawan yang semakin banyak.  Istri, anak dan keluarga bahkan semuanya bisa ikut hijrah ke Jakarta. Subhanallah. Sungguh Maha Suci Engkau Ya Allah!

Berkah Ramadhan

Satu lagi yang sunguh menambah keyakinan saya bahwa Allah  telah memberi berkah melalui anak yatim ini adalah, saya sekeluarga bersama para karyawan bisa tidur nyenyak selama bulan Ramadhan tiba.

Bayangkan saja, umumnya pengusaha makanan, akan goncang jika bulan Ramadhan telah datang. Maklum, selama seharian penuh dipastikan akan libur total. Tentu bisa dimaklumi, karena dipastikan sejak Subuh hingga Ashar, tidak ada pemasukan.

Masalahnya, jika semua kalkulasi-kalkulasi itu menggunakan akal dan logika manusia, maka Allah juga akan menggunakan kalkulasi dan logika manusia. Bukankah ada sebuah hadits mengatakan, sesungguhnya prasangka Allah sesuai dengan prasangka hambanya (manusia).

Jika kehadiran Ramadhan itu dengan kita yakini akan membuat usaha kita rugi dan bangkrut, boleh jadi Allah juga akan memberi kebangkrutan pada kita. Sebaliknya jika kita ber-khusnudzon (berbaik sangka) pada Allah, bahwa hadirnya Ramadhan tak akan pernah membangkrutkan atau merugikan usaha kita, boleh jadi pula Allah akan memberi kita rizki dari pintu lainnya.

Dan itulah kenyataannya. Selama Ramadhan, kami dan seluruh karyawan justru libur penuh dan sibuk beribadah. Bagaimana dengan karyawan, anak dan istri, bahkan uang untuk THR dan urusan mudik? Bisakah tercukupi semuanya jika selama Ramadhan tidak buka warung?

Justru sebaliknya. Allah telah melipatgandakan semua rizki saya dan keluarga sebulan sebelum datangnya bulan mulia itu.

Seperti bulan ini, sejak awal Juni hingga Juli ini saja, saya kuwalahan menerima order. Kami semua bisa tidak tidur sampai subuh hanya mengurusi order-order pesanan Nasi Padang ini. Dan biasanya, semua order mulai sepi begitu memasuki bulan Ramadhan.

Nah, kala itu, kami biasanya tinggal menghitung uang untuk bekal Idul Fitri.

Entahlah, semua ini, boleh jadi karena berkah dari anak-anak Yatim. Saat ini, saya hanya selalu mengucapkan rasa syukur, karena Allah tidak pernah bosan-bosan menolong dan menambah  kebutuhan serta rizkiku.

Saya ingat sebuah surat dalam al-Quran yang mengatakan, “مَن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً فَيُضَاعِفَهُ لَهُ وَلَهُ أَجْرٌ كَرِيمٌ

“Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak.” [QS. Al-Hadid: 11]

Jika pengalaman saya ini bisa diambil sebagai pelajaran, saya hanya ingin mengatakan satu hal, jangan pernah “berhitung” dengan Allah Subhanahu Wata’ala, karena toh, selama ini Allah tak pernah berhitung kepada kita yang  telah banyak diberi nikmat.

Akhir kata, tiada yang bisa saya katakana, kecuali ucapan,  “Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’man nashir”. (Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung).

“Ya Allah”, hanya dengan mengingat kalimat ini saya sering bersyukur dan hati ini senantiasa sejuk. Saya percaya,  semua kesulitan, ketakutan, rizki dan apa yang ada di bumi se-isinya ini hanya milik Allah. Maka jangan pernah berpaling pada yang lain!. [Kisah nyata ini diceritakan langsung Abdullah pada hidayatullah.com, di warungnya di Jakarta Timur]





.

Rep: Panji Islam
Red: Cholis Akbar

Share |
 
KOMENTAR
   
  Asep T , Ahad, 01 Juli 2012
Subhaanallooh. Kalau boleh tahu nama Warung Nasi Padang itu, ana minta dikirim ke alamat E-mail ini aseptaufikulloh@yahoo.com. Jazaakumullooh atas informasinya.
  
   
  Eko , Ahad, 01 Juli 2012
SUBHANALLOH semoga dpt memberi inspirasi bt aq dan keluarga. semoga rahmat ALLOH swt selalu terlmpah bt kta semua Aamiin
  
   
  Yanuar Kusnendar , Ahad, 01 Juli 2012
subhahanallow, Allahu Akbar, tapi banyak orang yang takut rezekinya berkurang dan tidak percaya akan janji2 Allah SWT
  
   
  Aziz , Senin, 02 Juli 2012
Subhanallah....saya mempunyai pengalaman yang intinya mirip...mohon untuk berbagi...tolong kirim alamat wr nasi padang ke f_arzie@yahoo.com
  
 
KIRIM KOMENTAR ANDA :
     
  Nama
  Email
  Komentar Anda
  Kode Keamanan
 
CAPTCHA Image
   
 
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA.

 

 
Info Anda
 
Busana Muslimah Syar'i

Pusat belanja online busana syar'i. Murah,berkualitas dan terpercaya.

http://www.deblishop.com/

https://www.facebook.com/DebliShop

 
Grosir Kaos Kaki

Kaos Kaki Muslimah, Kaos Kaki Wudhu dan banyak pilihan kaos kaki dengan HARGA GROSIR. Menerima pesanan Kaos Kaki Logo Sekolah.
http://grosirkaoskakionline.com, http://kaoskakisekolah.com

 
Mushaf Pena : Harga Obral

Al-Quran Elektronik, teknologi terbaru membantu Anda belajar membaca dan tadarus Al-Quran. Diskon Besar!

www.mushafpena.com

 
 
   Berita Cermin Lainnya
  Empat Alasan Ikut Pernikahan Mubarakah H...
  Dari Pelayan Kuil Hindu Menjadi Hamba Al...
  Marinir Amerika yang Kembali Pada Fitrah...
  Sebungkus Plastik Uang Recehan
  Dapatkan Aku Bersyukur Atas Semua Kebesa...
  Pertobatan Seorang Rapper
  Riba, Berkah Sedekah dan Laptop Merah
  Akhirnya Allah Mengirim Untukku Suami Te...
  Aku Lebih Baik, Karena Ia yang Sangat Ba...
  Hidayah dari Teras Masjid
Kontak Kami   |  Tentang Kami   |  Iklan   |  
© 2010 Hidayatullah.Com, All Rights Reserved