Home Internasional

 
Share |
Arab Israel Protes Kurikulum Sejarah


 
 

Kamis, 21 Juni 2012

Hidayatullah.comKeputusan Kementerian Pendidikan Israel untuk memasukkan dua tokoh politik terkemuka Zionis ke dalam kurikulum sejarah sekolah-sekolah Arab di Israel menuai protes.

Orang-orang Arab yang tinggal di Israel memprotes keputusan Menteri Pendidikan Gideon Sa'ar yang memasukkan nama David Ben Gurion dan Menachem Begin sebagai “topik tahun ini” untuk 2013, lansir Al Arabiya (20/6/2012).

Topik tahun ini merupakan bagian dari pelajaran, di mana siswa wajib mempelajari topik tertentu dan berpartisipasi dalam aktivitas yang tekait dengannya. Setiap tahun topik tersebut diganti.

Jamal Zahalka, warga Arab anggota Knesset, mengirimkan nota protes menuntut pembatalan pemaksaan topik Begin dan Ben Gurion kepada murid-murid di sekolah Arab. Menurutnya, pelajaran yang termasuk di dalamnya kunjungan ke museum-museum yang mengenang kedua tokoh itu, tidak hanya melecehkan identitas dan perasaan pelajar Arab, tetapi juga menyalahi sejarah mereka.

“Proyek ini membuat anak-anak menganggap pelaku kriminal [Begin dan Ben Gurion] sebagai politisi yang memiliki pinsip dan terhormat,” kata Zahalka dalam salinan surat yang didapat Al Arabiya.

“Hal ini berlawanan dengan sejarah Palestina dan ingatan masyarakat di mana Ben Gurion dan Begin adalah penyebab tragedi yang dialami rakyat Palestina,” tegasnya.

Menurut Zahalka, proyek tersebut melanggar semua perjanjian internasional yang melindungi hak budaya dari kelompok minorita agama atau etnis. “Kaum minoritas berhak melestarikan identitas mereka dan proyek ini membahayakan identitas pelajar Arab, lewat pemaksaan ideologi Zionis terhadap mereka.”

Follow-Up Committee on Arab Education (FUCAE) yang bertugas memonitor proses pendidikan di sekolah-sekolah Arab di dalam Israel, mengecam keterlibatan Kementerian Pendidikan dalam masalah yang bermuatan politik.

Bagi orang Arab, kata FUCAE dalam pernyataannya, David Ben Gurion bertanggungjawab atas pengusiran rakyat Palestina dan perampasan tanah-tanah mereka di tahun 1950an dan 960an. Sementara Menachem Begin bertanggungjawab atas serangan teroris sebelum 1948 atas rakyat Palestina dan juga pembantaian Sabra Shatila di Libanon.

Muhammad Hayadri, ketua FUCAE, menyeru kementerian agar menghentikan kebijakannya yang menyerang warga Arab di Israel, terutama para pelajarnya.

“Kami juga menuntut kementerian berkonsutasi dengan perwakilan komunitas Arab di Israel sebelum melakukan perubahan dalam kurikulum sekolah-sekolah Arab,” pungkasnya.*

 

Rep: Ama Farah
Red: Dija

Share |
 
KOMENTAR
 
KIRIM KOMENTAR ANDA :
     
  Nama
  Email
  Komentar Anda
  Kode Keamanan
 
CAPTCHA Image
   
 
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA.

 

 
Info Anda
 
Busana Muslimah Syar'i

Pusat belanja online busana syar'i. Murah,berkualitas dan terpercaya.

http://www.deblishop.com/

https://www.facebook.com/DebliShop

 
Grosir Kaos Kaki

Kaos Kaki Muslimah, Kaos Kaki Wudhu dan banyak pilihan kaos kaki dengan HARGA GROSIR. Menerima pesanan Kaos Kaki Logo Sekolah.
http://grosirkaoskakionline.com, http://kaoskakisekolah.com

 
Mushaf Pena : Harga Obral

Al-Quran Elektronik, teknologi terbaru membantu Anda belajar membaca dan tadarus Al-Quran. Diskon Besar!

www.mushafpena.com

 
 
   Berita Internasional Lainnya
  Bos IMF Cuma Jadi 'Saksi' Terkait Kasus ...
  WHO Bantu Saudi Atasi Coronavirus Sebelu...
  Adebolajo Penjagal London dari Keluarga ...
  Pramuka Homo Amerika, Jadi Anggota Boleh...
  Babi Amerika Diberi Pakan Ganja Agar Gem...
  Kasus Keracunan di Al-Azhar Kemungkinan ...
  Penculik Bebaskan Personel Keamanan Mesi...
  Diteror Ular, Puluhan Warga Iraq Tewas
  Iran Tak Akui Drone yang Ditemukan di Ba...
  Bugil ala Femen, Gadis Tunisia Ditangkap
Kontak Kami   |  Tentang Kami   |  Iklan   |  
© 2010 Hidayatullah.Com, All Rights Reserved