Home Nasional

 
Share |
Korupsi Menggila Karena Ada Faktor


 
 

Ahad, 10 Juni 2012

 

Hidayatullah.com--Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Masagung Dewanto mengatakan, praktik korupsi yang berlangsung saat ini selain karena adanya desakan dalam diri, juga karena sistem yang ada mengharuskan pelaku berbuat lancung demikian itu. 

“Hampir semua orang Indonesia yang sudah masuk ke dalam sistem ini, bisa dipastikan pernah korupsi. Sistem yang ada memang telah mengkondisikan seseorang untuk melakukan korupsi,” kata Masagung Dewanto dalam seminar nasional bertajuk “Membangun Indonesia Sejahtera”, digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah, Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (09/06/2012).

Dalam melakukan tugasnya, KPK mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2002 mengenai Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Kami dalam menjalankan tugasnya sangat hati-hati, penuh pertimbangan, dan tak bisa asal-asalan atau langsung main tangkap. Untuk itu keterlibatan masyarakat luas dalam membantu pemberantasan korupsi di Indonesia sangat diperlukan," kata Masagung Dewanto. 

Ia menilai, persoalan utama penyebab berlangsungnya praktik rasuah turun temurun ini karena desakan kesejahteraan orang atau kelompok. Sebab pada dasarnya, kata dia, korupsi adalah lingkaran yang saling mempengaruhi.

Akar korupsi selain kesejahteraan, juga karena masalah moralitas dan sistem yang tidak transparan dan akuntabel serta sikap diskresi pemangku amanah, jelasnya.

"Memberantas korupsi harus melibatkan semua kalangan masyarakat, yang di dalamnya terbangun sistem integritas nasional. Dengan ini setiap komponen bangsa sadar akan peran dan tanggungjawabnya, membangun kompetensi, dan harus ada transparansi sistem," pungkas dia.*

 

Rep: Ainuddin Chalik
Red: Cholis Akbar

Share |
 
KOMENTAR
   
  Ludi Ratjani , Senin, 11 Juni 2012
Akhlaq, system dan sanksi harus diterapkan sekaligus. Sehingga budaya meminta dikalangan biokrasi, budaya menyogok dikalangan pengusaha dan budaya pasrah dikalangan rakyat jelata dapat diperbaiki. Buat schock terapi, pancung kepala penerima suap dan pemberi suap, pasti menurun drastis masalah korupsi, walau tidak hilang semua, karena yang nekad pasti ada saja. Mari kita terapkan!
  
 
KIRIM KOMENTAR ANDA :
     
  Nama
  Email
  Komentar Anda
  Kode Keamanan
 
CAPTCHA Image
   
 
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA.

 

 
Info Anda
 
Busana Muslimah Syar'i

Pusat belanja online busana syar'i. Murah,berkualitas dan terpercaya.

http://www.deblishop.com/

https://www.facebook.com/DebliShop

 
Grosir Kaos Kaki

Kaos Kaki Muslimah, Kaos Kaki Wudhu dan banyak pilihan kaos kaki dengan HARGA GROSIR. Menerima pesanan Kaos Kaki Logo Sekolah.
http://grosirkaoskakionline.com, http://kaoskakisekolah.com

 
Mushaf Pena : Harga Obral

Al-Quran Elektronik, teknologi terbaru membantu Anda belajar membaca dan tadarus Al-Quran. Diskon Besar!

www.mushafpena.com

 
 
   Berita Nasional Lainnya
  Bantu Mereka Agar Sembuh
  Pemkot Balikpapan: Solusi Sudah ada, yan...
  PTAIN Wilayah Barat Keluhkan Kesenjangan...
  Penghuni Lokalisasi KM 17 Mengaku Belum ...
  WTS Menuntut, Pemkot Pantang Surut
  Kesenjangan Ekonomi Nasional Makin Mempr...
  Jelang Ramadhan, Penjualan Perlengkapan ...
  Pusat Fashion Muslim Lebih Prospektif Di...
  Din Syamsuddin: RUU Ormas Inkonstitusio...
  Pelunasan BPIH Telah Dimulai Hingga 12 J...
Kontak Kami   |  Tentang Kami   |  Iklan   |  
© 2010 Hidayatullah.Com, All Rights Reserved