Home Nasional

 
Share |
Kemensos: Tak Ada Rencana Relokasi Dolly ke Madura


 
Salah satu sudut prostitusi Dolly di Surabaya
 

Ahad, 03 Juni 2012

Hidayatullah.com--Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos, Samsudi, meluruskan kesalahpahaman yang timbul akibat pemberitaan media tentang penanganan lokalisasi WTS di Surabaya, Jatim.

"Tak ada rencana relokasi WTS di Dolly atau lokalisasi lain di Jatim karena itu bukan tugas Kemensos. Apalagi wacana akan dipindah ke Pulau Madura atau daerah lain, sama sekali tak dibahas. Program yang sedang dimatangkan adalah alih profesi dan mengembalikan mereka/PMKS ke kampung halaman untuk memulai hidup baru," ujar Samsudi mengoreksi berita yang ramai sebelumnya.

"Karena itu, pendekatan Kemensos bersama Pemda bersifat terpadu, tak hanya sisi rehabilitasi, tapi juga pemberdayaan sosial. Mereka dilatih keterampilan dan diberi bantuan modal untuk berwirausaha. Dukungan masyarakat dan organisasi tingkat lokal jadi penting agar program ini sukses. Untuk itu, kita akan adakan workshop bersama Pemda dan LSM/Orsos di Surabaya awal Juni nanti," jelas Samsudi.

Penjelasan Kemensos disambut positif oleh Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Ahmad Iskandar, yang beraudiensi ke Jakarta dengan beberapa anggotanya.

"Kami dapat memahami tekad Kemensos untuk membantu Pemda menangani masalah sosial di daerah, karena masalah ini mempengaruhi masyarakat luas. Kami juga sepakat dengan pendekatan terpadu, karena tidak ada rencana relokasi. Kita mau menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru," sahut Ahmad yang berasal dari dapil Madura.

Anggota Komisi E DPRD lainnya, Anisa Syakur, mendukung agar tidak ada relokasi WTS.

"Dulu pernah ada kebijakan relokasi di Pasuruan, tapi yang terjadi malah makin subur. Kita juga harus adil, jangan cuma para WTS yang direhabilitasi, tapi juga para pelanggan/pelaku ditindak tegas," seru Anisa, disambut tepuk tangan hadirin.

Rombongan DPRD Jatim menyatakan salut kepada Kemensos, karena bertindak nyata, tak hanya wacana. Pada bulan Februari lalu Mensos meluncurkan bantuan untuk pemberdayaan 153 penghuni lokalisasi Bangunsari senilai Rp 459 juta. Dalam waktu dekat, lokalisasi Bangunsari akan ditutup Pemda.

Program rehabilitasi dan pemberdayaan terpadu diharapkan dapat menuntaskan masalah prostitusi, yang bersumber dari kemiskinan di perkotaan.#/mc


Red: Cholis Akbar

Share |
 
KOMENTAR
 
KIRIM KOMENTAR ANDA :
     
  Nama
  Email
  Komentar Anda
  Kode Keamanan
 
CAPTCHA Image
   
 
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA.

 

 
Info Anda
 
Busana Muslimah Syar'i

Pusat belanja online busana syar'i. Murah,berkualitas dan terpercaya.

http://www.deblishop.com/

https://www.facebook.com/DebliShop

 
Grosir Kaos Kaki

Kaos Kaki Muslimah, Kaos Kaki Wudhu dan banyak pilihan kaos kaki dengan HARGA GROSIR. Menerima pesanan Kaos Kaki Logo Sekolah.
http://grosirkaoskakionline.com, http://kaoskakisekolah.com

 
Mushaf Pena : Harga Obral

Al-Quran Elektronik, teknologi terbaru membantu Anda belajar membaca dan tadarus Al-Quran. Diskon Besar!

www.mushafpena.com

 
 
   Berita Nasional Lainnya
  Calon Komisioner KPAI Tidak Boleh Meroko...
  Menakertrans: Pekerja Anak Dikembalikan ...
  KPAI Minta Pelajar Tidak Merayakan Kelul...
  Bantu Mereka Agar Sembuh
  Pemkot Balikpapan: Solusi Sudah ada, yan...
  PTAIN Wilayah Barat Keluhkan Kesenjangan...
  Penghuni Lokalisasi KM 17 Mengaku Belum ...
  WTS Menuntut, Pemkot Pantang Surut
  Kesenjangan Ekonomi Nasional Makin Mempr...
  Jelang Ramadhan, Penjualan Perlengkapan ...
Kontak Kami   |  Tentang Kami   |  Iklan   |  
© 2010 Hidayatullah.Com, All Rights Reserved