Home Kisah


Kiprah Dai Dewan Da’wah
 
Share |
Dakwah Roli di Lereng Merapi


 
Seni pertujunkkan sebuah kelompok keagamaan di Merapa
 
 

Rabu, 30 Mei 2012

AKHIR Mei 2011, tepat sehari keberangkatan tugas dakwah, Roli Noberto mendapat kabar menyengat dari almamaternya. Sarjana Komunikasi Islam alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah M Natsir, Jakarta, ini dipindahkan tugasnya dari semula ke Cibinong, Jawa Barat, menjadi ke Magelang, Jawa Tengah. Padahal, da’i muda dari Sumatera Barat ini sudah bersosialisasi ke Cibinong. Bahkan ia sudah mendapatkan rumah kontrakan yang bakal ditinggalinya selama setahun di sana.

Roli protes kepada Ustadz Misbahul Anam, dosen STID M Natsir yang juga mengatur penempatan para da’i. Namun, STID tetap pada sikapnya.

"Kami punya pertimbangan tertentu sampai detik-detik akhir untuk penempatan da’i. Tapi insya Allah, saya punya feeling, antum dan Madeni akan lebih baik di lereng Merapi daripada di Cibinong,’’ ujar Ustadz Misbah mendinginkan Roli.

Oleh Pembina Dewan Da’wah Kyai Kholil Badhawi,  Roli dititipkan kepada keluarga tokoh FKUI (Forum Komunikasi Umat Islam) di Dusun Demo, Kelurahan Kalibening, Kec Dukun. Di sini, Roli Noberto dikenal sebagai Ustadz Abdul Rasyid. Sedangkan Madeni tinggal bersama keluarga Sardi di depan Masjid Al Fatah, tak jauh dari kediaman Roli.

Tepat setahun kemudian, Roli berkirim SMS ke Ustadz Misbah. Bukan cepat-cepat minta ditarik ke Jakarta, dia malah mengajukan permohonan agar tugasnya di Dukun, bisa diperpanjang setahun lagi.

‘’Saya sempat heran, ada apa ini. Ternyata, dia kecantol sama kembang desa lereng Merapi,’’ tutur Ustadz Misbahul Anam, tatkala menyampaikan taushiyah walimatul urusy pernikahan Roli Noberto-Mia Marlinasari di Desa Talun, Dukun, Magelang, Ahad, 27 Mei lalu.

Walimahan pengantin berlangsung semarak. Selain keluarga mempelai, juga hadir para tokoh pendidikan dan agama setempat, termasuk para pengurus komunitas Al Barokah yang menggerakkan da’wah di sana. Juga kawan-kawan dari beberapa ormas Islam seperti FKUI, FPI, Muhammadiyah, dan NU.

Dari keluarga besar Dewan Da’wah, hadir Kyai Kholil Badhawi, Ustadz Misbahul Anam (STID  Natsir), Nurbowo (LAZIS Dewan Da’wah Pusat), Ustadz Fauzan dan Nasrul (Ketua dan Sekretaris Dewan Da’wah Magelang), Ustadz Yuli Fajar (Dewan Da’wah Jawa Tengah), dan Ustadz Madeni (Da’i Dewan Da’wah di Magelang).

Kepada Pembina Dewan Da’wah, seorang tokoh sepuh setempat berbisik-bisik. “Sebelum saya meninggal, tolong kabulkan permintaan terakhir saya kepada Dewan Da’wah. Tolong Ustadz Rasyid dan Madeni biar tinggal di Dukun sini, jangan ditarik ke Jakarta,’’ katanya terpatah-patah.

‘’Nggih, baik, insya Allah,’’ jawab Kyai Kholil, yang membuat marem tokoh tersebut.

Gencarnya pemurtadan

Sang tokoh sepuh, pembida Dewan Da’wah ini punya alasan sendiri, mengapa Rasyid dan Madeni tidak boleh buru-buru ditarik. Maklum, semenjak musibah meletusnya Gunung Merapi,  musibah lain juga menghantui warga desa, berupa serangan akidah.

Sang tokoh berharap, lereng Merapi perlu membutuhkan lebih banyak lagi da’i.  

Bersama Ustadz Roli dan Madeni, saya sempat berkeliling merekam pola gerakan deislamisasi di desa-desa di Lereng Merapi Kecamatan Dukun Magelang ini.

Di antara modusnya adalah mendampingi warga desa-desa terpencil yang masih belum atau kurang terbina dakwah Islam. Di Desa Bojong, Windusari, Tanen, dan Desa Sumber, misalnya, kalangan misionaris membuat Program Tinggal di Desa (Living In). Mereka tinggal lama di desa terseut dengan membawa kader-kader misionaris muda dari luar negeri. Sebut saja dari Amerika untuk tinggal beberapa pekan bersama keluarga Muslim di kawasan tersebut.

Seorang warga mengatakan, orang-orang muda ini datang dan mengajarkan praktik pluralisme. Misalnya, penduduk dicekoki faham bahwa semua agama benar dan baik, tujuannya sama,  sehingga tidak masalah orang Islam berpindah ke lain agama sesuai kemampuannya.

Akibatnya, pernah dalam satu keluarga, terdapat anggota yang beragama Islam dan non-Islam.

Kalangan misionaris bahkan secara terbuka door to door menawarkan kebutuhan pokok masyarakat seperti sembako (sembilan bahan pokok), alat sekolah, dan prasarana pertanian. Beberapa rumah penduduk dibangun atau direnovasi denganbantuan gereja, dengan syarat tertentu yang harus dipenuhi. Agar "legal"’, program ini dilakukan dengan memanfaatkan kekuasaan pengurus RT maupun Kepala Desa. Dengan menguasai sektor-sektor bisnis strategis, misionaris mampu menawarkan dan memberikan pekerjaan bagi anak, remaja, atau pemuda  tamatan SMP dan SMA muslim yang masih menganggur.  

Ada juga cara menarik, misalnya membuka Sanggar Seni, Lembaga Kursus dan Bimbel, atau Taman Baca gratis. Program ini menyasar anak-anak muslim mulai SD sampai SMA.

Dan terakhir melalui akulturasi budaya. Kalangan misionaris memanfaatkan budaya lokal sebagai alat penyebaran agama, misalnya rebana, kuda lumping (jathilan), topeng ireng, wayang kulit, dll.

“Jurus-jurus mereka sangat efektif sehingga di beberapa dusun telah terjadi pemurtadan besar-besaran. Bahkan ada satu dusun yang kini umat Islamnya tinggal 2 keluarga yaitu Dusun Tangkil dan Ngargomulyo,’’ ungkap Ustadz Roli.

Roli menambahkan, desa-desa yang paling rawan pemurtadan Desa Sumber, Ngargomulyo, Kalibening, Krinjing, Keningar, dan Wates. Karenanya, ia berharap aka nada banyak da’I yang dikirim ke tempat ini.*/nurbowo


Red: Cholis Akbar

Share |
 
KOMENTAR
   
  Azwar , Rabu, 30 Mei 2012
Astaghfirullah...
  
   
  Agus , Rabu, 30 Mei 2012
masyaAllah... semangat untuk ust. Roli dan Ust. Madeni mudah-mudahan kita semua diberi kemudahan...
  
   
  Marza , Ahad, 01 Juli 2012
Hebat orang kristiani, kecil tapi solit hingga punya dana yg besar. Umat islam hanya berbangga dg organisasinya, kemudian mengeluh atas ketidak berdayaannya. Tidak bisa membina umat hanya dg omongan tp juga harus punya dana yg besar. Kita bisa kalau mau krn potensi umat isklam sangat besar dinegeri ini. Ayo saudaraku kita sumbang misi dakwah ini
  
   
  Joko , Senin, 09 Juli 2012
di Amrik n Eropa banyak yg msk islam. disini koq kebalik. Ini tugas bersama umat islam utk membendung kristenisasi. mrk tdk akan sng kalo kita banyak dan kuat
  
 
KIRIM KOMENTAR ANDA :
     
  Nama
  Email
  Komentar Anda
  Kode Keamanan
 
CAPTCHA Image
   
 
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA.

 

 
Info Anda
 
Busana Muslimah Syar'i

Pusat belanja online busana syar'i. Murah,berkualitas dan terpercaya.

http://www.deblishop.com/

https://www.facebook.com/DebliShop

 
Grosir Kaos Kaki

Kaos Kaki Muslimah, Kaos Kaki Wudhu dan banyak pilihan kaos kaki dengan HARGA GROSIR. Menerima pesanan Kaos Kaki Logo Sekolah.
http://grosirkaoskakionline.com, http://kaoskakisekolah.com

 
19 Video Debat Islam-kristen

Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab ulama, serta nasyid walimah dan jihad. Kunjungi sekarang!

www.digitalhuda.com

 
Mushaf Pena : Harga Obral

Al-Quran Elektronik, teknologi terbaru membantu Anda belajar membaca dan tadarus Al-Quran. Diskon Besar!

www.mushafpena.com

 
 
   Berita Kisah Lainnya
  Usamah Bin Ladin Meledakkan Diri dan Mem...
  Usamah Bin Ladin Meledakkan Diri dan Mem...
  Sarbini Ingin Mengingat Mati di "Kuburan...
  Nikah Ramai-ramai, Aqiqah pun Ramai-rama...
  Setengah Abad Mencari Halal, Meski Hidup...
  Masyhid Kontrol Futsal, Usman Asah “Para...
  Adu Tinju dan Tendang di Ar-Rohmah Malan...
  Dari Jakarta Mau Banyak Anak, Dari Flore...
  Siddik Kelsaba, Santri Irian yang Ingin ...
  “Allah Tak Pernah Menciptakan Produk Gag...
Kontak Kami   |  Tentang Kami   |  Iklan   |  
© 2010 Hidayatullah.Com, All Rights Reserved