Home Surat Pembaca

 
Share |
Misi "Terselubung" Dibalik Fenomena K-Lovers?


 
Remaja putri berjilbab yang gandrung K-Pop
 

Selasa, 22 Mei 2012

MESKI acara sudah lewat, kehadiran grup boyband asal korea Super Junior ke Indonesia baru-baru ini, merupakan hari-hari yang menyedihkan.

Bagaimana tidak, demi mendapatkan tiket yang harganya selangit itu, ada banyak merengek kepada orangtua mereka  hingga ada yang rela tidak diberi uang saku selama tujuh bulan demi mendapatkan uang untuk membeli tiket konser. Bahkan ada yang rela menjual barang pribadinya untuk mengumpulkan uang agar bisa mendapatkan tiket konser boyband asal Korea itu. Parahnya lagi, sebagian besar remaja putri yang histeris, menangis bahkan pingsan saat berebutann tiket konser Suju (Super Junior), beragama Islam. Hal itu dapat dilihat pada cuplikan berita-berita (baik di online atau media elektronik).

Fenomena remaja seperti ini, hanyalah sebahagian kecil dari dampak kefanatikan mereka terhadap segala sesuatu yang berbau Korea. Baik itu musik, film, sampai cara berpakaian yang biasa disebut K-Lovers (Korean Lovers) dan K-Wave.

Beberapa waktu lalu, saya tanpa sengaja melihat dialog pada sebuah drama Korea yang sedang populer di Indonesia, dalam film yang berjudul  “Dream High” itu terdapat adegan saat sang ayah dari si pemeran utama, yang  melarangnya untuk masuk ke sekolah musik dengan kasar. Kemudian si anak berkata kepada ayahnya, “Ayah, ingat mathius 58:5, (dilarang menggunakan kekerasan).”

Dialog antara ayah dan anaknya itu, selain mempromosikan Bible, juga seolah-olah menunjukkan bahwa Kristen itu merupakan agama yang mengajarkan kasih sayang.  
Jika melihat perkembangan Kristen di Korea Selatan, akhir-akhir ini memang sangat pesat. Bahkan sedikit lagi menjadi agama mayoritas. Itu terbukti pada gereja di Korea yang memiliki jemaat terbesar di dunia. Dalam kurun waktu 50 tahun, gereja yang bernama Yoido Full Gospel ini, berkembang dengan pesatnya. Gereja  yang pada awalnya hanya merupakan pertemuan yang dihadiri oleh lima orang saja di kediaman seorang pastor di Korea Selatan, kini memiliki anggota lebih dari 750.000 (tujuh ratus lima puluh ribu) orang.

Artinya, gereja yang terletak di Korea selatan ini,memiliki anggota lebih dari seluruh anggota perkumpulan keagamaan di Eropa.

Berawal dari informasi itu,  saya mencoba mencari fakta yang lain dan menemuka sebuah pernyataan disebuah blog yang mengupdate informasi tentang K-Lovers yang bernama K-Pop Lovers.blogspot.com yang menampilkan grup girlband asal korea SNSD. Yang berbunyi, “Did you know, people in power have been using religion for centuries, as a means of controlling the beliefs and actions of the people they wish to rule over. How would you feel if you discovered that this is the primary reason your religion currently exists ?” (Tahukah kamu, orang yang berkuasa telah menggunakan agama selama berabad-abad sebagai satu cara untuk membatasi keyakinan dan tindakan orang-orang yang ingin memerintah bagaimana perasaan Anda jika Anda menemukan ini adalah alasan utama agamamu saat ini ada)

Nah, mungkin saja fenomena K-Lovers  merupakan alat untuk ekspansi Kristen keseluruh dunia termasuk Indonesia, mengingat demam K-Lovers tidak hanya melanda Indonesia, tapi juga seluruh dunia.

Ingatkah, Allah berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 120, “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang hingga kamu mangikuti agama mereka. Katakanlah sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar) dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang padamu, maka Allah tidak lagi menjadi penolong dan pelindung bagimu.”

Terakhir, “kristenisasi”, bukanlah hal asing bagi kita, khususnya umat Islam. Kristenisasi di Indonesia dan di dunia Internasional, sebagian besar yang menjadi korban adalah umat Islam. Hanya saja, seiring perubahan zaman, jenis dan bentuknya makin kreatif dan makin terselubung.

Menurut kristolog Abu Deedad Shihab, kaum misionaris perlu menempuh berbagai macam cara karena selama ini meresa gagal. Kini, kristenisasi diprioritaskan untuk menjauhkan umat Islam dari agamanya, baru kemudian memurtadkannya. Hal ini terbukti saat kedatangan para bintang Korea ke Indonesia yang membuat sebagian besar remaja kita tergila-gila bahkan lebih memilih mengorbankan uang saku mereka selama tujuh bulan hanya untuk membeli tiket konser.

Maka, di sinilah tugas kita sebagai muslim, yang sadar akan hal itu terutama dari kalangan mahasiswa yang merupakan kaum intelektual harapan masyarakat.

Adiyta
Mahasiswa STIE Depok

Rep: Administrator
Red: Cholis Akbar

Share |
 
KOMENTAR
   
  Anto , Selasa, 22 Mei 2012
ini krn masih bodohnya pemahaman sebagian umat muslim thd agamanya, pdhal cukup jelas setiap manusia nanti di akherat akan bersama yg dicintainya.. kalao mencintai K-pop atau K-lovers kan ckp jelas ke mananya..
  
   
  Qdb Ataboleng , Selasa, 22 Mei 2012
Begitulah ummat islam Indonesia, sering diadu domba oleh media TV indonesia yang kafir, contoh yang paling anyar di TVOne antara Imam masjid istiqlal dan Tokoh FPI. Keduanya berentam dan diketawain oleh orang kafir disampingnya tentang sikafir ledy gaga. Menangis hatiku melihat tingkah polah dari imam besar istiqlal saat itu, semoga belia sadar bahwa kehadirannya di TV kafir itu tidak sedikitpun menambah iman ummat Islam tapi menjengkelkan, sehingga ada teman bertanya berapa beliau dibawar untuk menghancurkan hati ummat Islam.
  
   
  Reefa , Selasa, 22 Mei 2012
tgs qt yg thu untuk memberi tahu jgan diam saja...
  
   
  Waspada Neo-komunis Indonesia! , Selasa, 22 Mei 2012
"...grup girlband asal korea SNSD. Yang berbunyi, “Did you know, people in power have been using religion for centuries, as a means of controlling the beliefs and actions of the people they wish to rule over. How would you feel if you discovered that this is the primary reason your religion currently exists ?” (Tahukah kamu, orang yang berkuasa telah menggunakan agama selama berabad-abad sebagai satu cara untuk membatasi keyakinan dan tindakan orang-orang yang ingin memerintah bagaimana perasaan Anda jika Anda menemukan ini adalah alasan utama agamamu saat ini ada)" Ini bukan (cuma) Kristenisasi, tapi lebih ke ZIONISME atau KOMUNISME. Hati-hatilah!
  
   
  Taeyang , Rabu, 23 Mei 2012
kalo suka dengan korea, jepang, dll yang sewajarnya ajalah. gak perlu juga fanatik gak jelas sama gitu2an...
  
 
KIRIM KOMENTAR ANDA :
     
  Nama
  Email
  Komentar Anda
  Kode Keamanan
 
CAPTCHA Image
   
 
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA.

 

 
Info Anda
 
Busana Muslimah Syar'i

Pusat belanja online busana syar'i. Murah,berkualitas dan terpercaya.

http://www.deblishop.com/

https://www.facebook.com/DebliShop

 
Grosir Kaos Kaki

Kaos Kaki Muslimah, Kaos Kaki Wudhu dan banyak pilihan kaos kaki dengan HARGA GROSIR. Menerima pesanan Kaos Kaki Logo Sekolah.
http://grosirkaoskakionline.com, http://kaoskakisekolah.com

 
Mushaf Pena : Harga Obral

Al-Quran Elektronik, teknologi terbaru membantu Anda belajar membaca dan tadarus Al-Quran. Diskon Besar!

www.mushafpena.com

 
 
   Berita Surat Pembaca Lainnya
  Televisi: Sahabat atau Musuh?
  Miss World = Mis-akidah?
  Ketika Bawang Menentukan Nasib Generasi
  Mengapa Kau Deportasi Muhajirin Rohingya...
  Hidayatullah Online, Kenetralan dan Hijr...
  Penanganan Kasus Terorisme Hanya Sebarka...
  Hak Jawab AMTI Terkait RDP RUU Pertembak...
  Perda Berbau Syari’ah Kembali Digoyang?
  FOS ARMI Desak Densus 88 Hentikan Aksi M...
  PUSHAMI Desak DPR Panggil KaDensus 88 d...
Kontak Kami   |  Tentang Kami   |  Iklan   |  
© 2010 Hidayatullah.Com, All Rights Reserved