|
Home
Internasional
Al Azhar Tak Sekedar Menjadi Madrasah
Jum'at, 11 Mei 2012
Hidayatullah.com--Pihak Al Azhar mengumumkan penolakannya terhadap usulan salah satu anggota parlemen dari partai An Nur yang berbasis pemikiran Salafiyah yang menginginkan agar Al Azhar tidak lagi dijadikan sebagai rujukan utama dalam masalah keagamaan di Mesir, demikian lansir Al Mashr Al Yaum (10/5/2012).
Syeikh Al Azhar Dr. Ahmad At Thayyib menyampaikan dalam pernyataan resminya bahwa tidak boleh ada hukum menyangkut Al Azhar tanpa ada kontribusi dara para ulamanya. Pihaknya juga menyatakan hormat kepada parlemen, namun Al Azhar juga memiliki hak untuk berbicara dalam persoalan ini.
Sebab itulah Syeikh Al Azhar menyampaikan bahwa pihaknya tidak menyetujui usulan anggota parlemen Ali Qathamsiy dari partai An Nur yang berbasisi pemikiran Salafiyah yang menginginkan agar Al Azhar tidak lagi dijadikan rujukan utama dalam masalah agama yang mana hal itu sudah berlangsung sejak 1000 tahun lalu. Yang mana hal ini akan menjadikan Al Azhar hanya sebagai madrasah yang tidak memiliki kontribusi terhadap penyusunan undang-undang dan melawan kerusakan pemikiran.
Rep: Sholah Salim Red: Thoriq
|
|
|
| |
KOMENTAR |
| |
|
| |
Nurim , Sabtu, 12 Mei 2012
Salafy harusnya melakukan debat terbuka dulu dengan ulama Al Azhar sebelum meminta pihak Al Azhar dicopot dari peranannya selama ini. Dengan itu masyarakat umum bisa melihat posisi masing-masing kelompok Islam. Sunni seharusnya menjauhi pertengkaran, kalau tidak maka syiah akan memanfaatkan kelemahan akibat pertengkaran tersebut. |
| | |
 |
|
|
| |
KIRIM KOMENTAR ANDA : |
|
|
| |
| Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA. |
|
|
| |
Berita
Internasional
Lainnya
|
|
|
|