Home Kisah

 
Share |
Pasangan Palestina-Indonesia Lahirkan Putri Pertama di Jalur Gaza


 
Abdillah Menggendong Putrinya
 
 

Senin, 07 Mei 2012

Hidayatullah.com—Hari Ahad, 22 April 2012, Abdillah Onim sedang mengikuti rapat dengan pihak Kementerian Dalam Negeri Palestina membahas laporan keuangan tahunan program Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza, Palestina.

Abdillah Onim adalah seorang relawan MER-C Indonesia yang sedang menjalankan tugasnya di Gaza untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI), telah menikahi seorang Muslimah warga Jabaliya bernama Rajaa Al-Hirthani, bulan Februari 2011 lalu.

Melalui sambungan telepon, sang istri memintanya pulang. Hari itu, Rajaa Al-Hirthani yang tengah hamil 9 bulan, mengaku perutnya mulai sakit. Sambil mencari kendaraan pulang, Abdillah terus-menerus menelpon sang istri.

Karena susahnya kendaraan di Gaza --bagian dari dampak blokade Zionis-Israel-- Rajaa Al-Hirthani terpaksa menumpang kendaraan umum.

Takdir tak bisa diprediksi, beberapa menit, kendaraan yang ditumpangi istrinya mogok di jalan. Dalam keadaan sakit luar biasa, Rajaa Al-Hirthani harus turun dan mencari mobil lain.

Dalam perjalanan menuju rumah sakit, pelan-pelan sakit yang diderita istrinya mulai berkurang. Abdillah mengaku lega setelah istrinya langsung ditangani dokter dan para perawat wanita.

Menunggu kelahiran anak pertama bagi Abdillah ada sesuatu yang istimewa. Selain itu, baginya, kelahiran anak pertama diselimuti rasa was-was dan kekhawatiran.

Maklum, menurutnya, dia adalah orang asing yang hidup di negara orang. Karena itu dirinya mengaku harus ekstra hati-hati dan pintar-pintar beradaptasi dengan kebiasaan dan budaya setempat.

“Apalagi seperti diketahui, wilayah yang saya diami saat ini masih dalam blokade oleh Zionis-Israel,” ujarnya kepada hidayatullah.com.

Di sela-sela waktu menunggu pemeriksaan, pikirannya teringat ibunya di kampung halaman di Galela, Kab. Halmahera Utara, Maluku Utara.

“Mengingatkanku kepada ibu saya, betapa berat perjuangan mereka karena proses melahirkan tidak mudah apalagi proses melahirkan di hadapkan antara tetap berada di dunia atau pergi meninggalkan dunia, ya rab betapa berat perjuangan seorang ibu saat hamil dan saat melahirkan, betapa mulainya perjuangan sang ibu,” ujarnya.

Tiba-tiba, dokter Lina, yang memeriksa istrinya keluar ruangan. Karena belum adan tanda-tanda melahirkan, dokter kandungan yang berasal dari Rusia ini meminta Abdillah jalan-jalan sang istri dan banyak mengkonsumsi kurma.

“Saya, istri dan ibu mertua saya berjalan keluar Rumah Sakit Alawda menuju RSI.”

Karena jarak RSI dan RS Alawda kurang dari 1 km, sore itu mereka berjalan-jalan sambil melihat bangunan RSI yang kini sedang memasuki tahap kedua.

Hari itu, usai pemeriksaan terakhir, Abdillah besama istri dan mertuanya terpaksa pulang kembali, karena prediksi dokter, kelahiran diperkirakan baru seminggu lagi.

Mimpi Bayi Lagi

Meski kembali pulang, pasangan beda Negara ini tak mengaku kecewa. Bahkan Abdillah justru mengungkapkan kekaguman pada sang istri. Betapa tidak, selama mengandung, ia tak pernah berhenti beraktifitas sedikitpun. Pemandangan seperti ini diakuinya juga terjadi pada para Muslimah di Jalur Gaza.

“Alhamddulillah awal hamil hingga usia kandungannya 9 bulan istri saya tercinta tidak mengalami sakit atau mengalami kelemahan daya tahan tubuh atau keluhan lainnya, subhanallah, “ ujarnya.

Bahkan selama itu, ia menjalankan aktifitas seperti biasa; ke pasar, ke masjid, menemaninya ke kebun untuk menanam pohon kurma dan bibit zaitun juga menghadiri undangan di masjid dan ke TK Najmul Qur'an yang didomonasi oleh anak-anak yatim dan fakir-miskin. Kebetulan Rajaa Al-Hirthani adalah seorang hafidzah (penghafal al-Quran) dan dan aktif sebagai relawan penanggung jawab untuk TK.Najmul Qur'an.

Sambil menunggu masa-masa bahagia kelahiran sang buah hati, pasangan ini berharap-harap lahirnya bayi laki-laki.

“Sejak awal hamil, istri saya selalu bermimpi akan bayi laki-laki begitu juga saya hampir tiap malam bermimpi dengan mimpi yang sama,” ujar Abdillah. Hanya saja, hasil pemeriksaan USG dokter di salah satu klinik di daerah kamp pengungsian di Jabaliya mengatakan, kemungkinan bayi dalam kandungan istrinya adalah perempuan.

Maklum, seperti umumnya warga Gaza, mereka selalu mendambakan dan menginginkan agar anak pertama mereka adalah laki-laki. Hanya saja bagi Abdillah, apapun jenis kelamin buah hatinya nanti harus disambutnya dengan gembira, “Bagi kami semua yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wata’ala pasti yang terbaik dan perlu kami Saya syukuri karena baik laki-laki maupun perempuan bagi kami adalah nikmat dan anugerah yang Allah Subhanahu Wata’ala berikan kepada kami.”

Di tengah-tengah kondisi Jalur Gaza yang semakin memprihatinkan akibat blockade bahan bakar minyak (BBM) oleh Zionis-Israel, bayi yang ditunggu-tungu itu akhirnya datang juga. Pada hari kamis 3 Mei 2012, jam 11:50 waktu Gaza, Rajaa Al-Hirthani melahirkan bayi mungil seberat 3,4 kg/70cm di Rumah Sakit As-Sayaifa dalam sebuah operasi.

“Karena sang bayi besar, mendekati 4 kg, tim medis memutuskan untuk melakukan operasi cesar, “ ujar Abdillah.

Kehaliran putrinya disambut gembira pihak keluarga.”Mabruk mabruk ya Abdillah, Alhamdulillah sudah selesai proses melahirkan dan anaknya mirip dengan ibunya, anaknya cantik Alhamdulillah, “ teriak mertuaku.

Belum hilang kegembiraan Abdillah, saat ia masuk ruang persalinan, terdengar kata-kata dari para perawat dan pengunjung.

“Hah ada orang Indonesia di sini, ada urusan apa?” begitu ucapnya.

“Kok bisa ya ia berbahasa Arab? “ ujar yang lain sembari tertawa.

Yang menarik, di saat Abdillah tengah menggendong buah hatinya yang baru lahir, beberapa orang bergegas mendekatinya sembari menengok ke arah bayinya, ”Subhanallah hasil peranakan Palestina dan Indonesia,” ujar mereka.

Dengan haru, Abdillah menyambut putrinya yang memiliki wajah khas, campuran Indonesia-Palestina. Bayi mungil cantik dengan wajah kemerah-merahan itu pun diberi nama Marwiyah Filindo.

“Kecantikannya asli khas wanita Jalur Gaza, Subhanallah betapa menganggumkan paduan yang Allah design ini, Allahu Akbar,” ujarnya.

“Dengan kelahiran putri kami, mudah-mudahan semakin jelas hubungan antara Indonesia dan Palestina dan semakin akrab hubungan darah antara dua negara yaitu darah indonesia dengan darah Palestina.”

Tak lupa, ia mengucapkan terima kasih para para dokter kandungan RS. As-Sayaifa, tim relawan MER-C di seluruh Indonesia serta ibunya di Galela.

Sebagai rasa syukur, Abdillah dan istrinya akan melakukan aqiqah.

“InsyaAllah, 1 minggu setelah istriku keluar dari RS, kami akan mengadakan aqiqah,” ujarnya.*/Dila


Red: Cholis Akbar

Share |
 
KOMENTAR
   
  Ratna Hermawati , Senin, 07 Mei 2012
subhanallah..
  
   
  Yumroni , Senin, 07 Mei 2012
Semoga menjadi putri yang shalihah, menjadi penyejuk mata bagi kedua orang tuanya, dan menjadi muslimah yang bertakwa. Amiin
  
   
  #-e/ , Senin, 07 Mei 2012
3(-'F 'DDG Barakallahu lakum,, Telah lahir mujahidah berdarah Indonesia dengan darah Palestina di Jalur Gaza. masya Allah.. :) moga Allah SWT, mencurahkan kebahagian, keberkahan, dan rahmat-Nya kepada mereka serta keluarga sakinah, mawadah, dan warahmah. Amin
  
   
  Masyhid , Senin, 07 Mei 2012
Semoga kelak menjadi mujahidah yang mampu membela perjuangan membebaskan Palestina dari penjajahan kaum Yahudi. Allahu Akbar!
  
   
  Edi Junaedi Raharja , Selasa, 08 Mei 2012
alhamdulilah mudah2 anaknya jd penolong di dunia dan di aherat amin
  
   
  Husni , Selasa, 08 Mei 2012
Allahu Akbar 3x
  
   
  Agung , Selasa, 08 Mei 2012
barokallah...
  
   
  Is Purnomo Kartodimedjo , Selasa, 08 Mei 2012
alhamdulillah,selamat semoga menjadi anak shlihah,semakin mempererat hubungan Palstina-Indonesia,Amin....YRA
  
   
  Muh Nursaid , Selasa, 08 Mei 2012
Alhamdulillahi rabbil 'alamin....! Ternyata dengan iman, ummat-Nya bersatu tuk Li iklai kalimatil haq...!
  
   
  Rinrin Rintawati , Jum'at, 06 Juli 2012
Selamat kepada Abdullah Onim yang telah diberikan putri yang cantik, Semoga menjadi anak yang sholehah, "E@@JF J' 1( 'D9'DEJF . Salam buat Semua relawan  yang sedang membagun Rumah Sakit Indonesia di Gaza Palestina.
  
 
KIRIM KOMENTAR ANDA :
     
  Nama
  Email
  Komentar Anda
  Kode Keamanan
 
CAPTCHA Image
   
 
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA.

 

 
Info Anda
 
Busana Muslimah Syar'i

Pusat belanja online busana syar'i. Murah,berkualitas dan terpercaya.

http://www.deblishop.com/

https://www.facebook.com/DebliShop

 
Grosir Kaos Kaki

Kaos Kaki Muslimah, Kaos Kaki Wudhu dan banyak pilihan kaos kaki dengan HARGA GROSIR. Menerima pesanan Kaos Kaki Logo Sekolah.
http://grosirkaoskakionline.com, http://kaoskakisekolah.com

 
19 Video Debat Islam-kristen

Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab ulama, serta nasyid walimah dan jihad. Kunjungi sekarang!

www.digitalhuda.com

 
Mushaf Pena : Harga Obral

Al-Quran Elektronik, teknologi terbaru membantu Anda belajar membaca dan tadarus Al-Quran. Diskon Besar!

www.mushafpena.com

 
 
   Berita Kisah Lainnya
  Usamah Bin Ladin Meledakkan Diri dan Mem...
  Usamah Bin Ladin Meledakkan Diri dan Mem...
  Sarbini Ingin Mengingat Mati di "Kuburan...
  Nikah Ramai-ramai, Aqiqah pun Ramai-rama...
  Setengah Abad Mencari Halal, Meski Hidup...
  Masyhid Kontrol Futsal, Usman Asah “Para...
  Adu Tinju dan Tendang di Ar-Rohmah Malan...
  Dari Jakarta Mau Banyak Anak, Dari Flore...
  Siddik Kelsaba, Santri Irian yang Ingin ...
  “Allah Tak Pernah Menciptakan Produk Gag...
Kontak Kami   |  Tentang Kami   |  Iklan   |  
© 2010 Hidayatullah.Com, All Rights Reserved