Home Nasional

 
Share |
Musdah: Kebijakan Taliban Atas Nama Agama Kurang Rasional


 
 

Rabu, 02 Mei 2012

Hidayatullah.com– Prof Dr Musdah Mulia, salah satu guru besar UIN Syarif Hidayatullah menyatakan sikap kritisnya terhadap kebijakan faksi perlawanan Taliban di Afghanistan. Musdah Mulia yang mengaku baru kembali dari kunjungan dari Afghanistan mengaku khusus dikirim ke sana untuk melakukan dialog dengan pihak Taliban.

Musdah menceritakan saat Taliban berkuasa di Afghanistan, mereka menarik semua perempuan dari dunia publik dengan alasan keagamaan bahwa perempuan haram bekerja.

“Apa yang terjadi, setelah dua bulan pemerintah Taliban menggariskan satu kebijakan baru bahwa perempuan ditarik dari rana publik. Para dokter, guru lalu hakim, bidan semuanya dilarang bekerja. Terjadi kemudian sejumlah keluarga ternyata memang penyandang ekonominya adalah perempuan – perempuan tersebut,” demikian ceritanya dalam seminar umum “Paradigma Feminisme Di Indonesia” Selasa (01/05/2012) yang diadakan Komunitas Mahasiswa Filsafat Universitas Indonesia (KOMAFIL UI) kemarin.

Menurutnya adalah tidak benar jika wanita itu penyandang ekonomi kedua, kenyataannya banyak juga wanita Afghanistan menjadi penyandang ekonomi utama. Tidak sedikit keluarga yang jatuh miskin dan tidak bisa berbuat apa – apa.

“Lalu Taliban nya tidak juga berkuasa untuk memberi makan rakyatnya akhirnya menjadi pengemis. Yang menarik perempuan itu kalau sudah tidak punya pekerjaan yang bisa dilakukan menjadi pengemis dan menjadi prostitusi. Ketika menjadi pengemis dan prostitusi mereka berada di jalan, ini yang terjadi,” ujarnya.

Musdah mengkritik kebijakan Taliban yang mengatasnamakan agama tersebut sebagai sikap yang tidak realistis dan rasional.

Miras dan Rock

Seperti diketahui, hadirnya penjajah di bawah pimpinan Amerika dan jatuhnya Kabul, rok mini, film porno dan minuman keras mulai bisa ditemukan secara bebas di Afghanistan.

Sebelumnya, kebebasan cara Barat seperti itu tak pernah ditemukan di wilayah tersebut di bawah kepemimpinan Taliban. Bahkan pencurian saja jarang ditemukan karena takut sanksi hukumnya. Setelah AS masuk, semuanya menjadi lain.

Tahun 2011 lalu, untuk pertama kali dalam sejarah, ada festival music rock di Afghanistan. Travis Beard, wartawan foto asal Amerika yang ikut festival mengatakan, acara ini disemarakkan band-band asal Australia, Uzbekistan, Kazakhstan dan Kabul sendiri.

Sebelumnya, belum pernah budaya-budaya Barat ini masuk secara sembarangan ke negeri itu.

Selain itu, sejak masuknya tentara asing, budaya-budaya Barat seolah disengaja masuk mempengaruhi warga yang semula dikenal taat dalam ajaran agama.

Tahun 2007, beberapa wanita Amerika mendirikan sekolah kecantikan. Semua gaya hidup ini tentu bukan sesuatu yang terjadi biasa saja. Setidaknya, masuknya tentara penjajah, ikut membawah dampak buruk bagi budaya Islam.*

Foto: sekolah kecantikan di Afghanistan. Semenjak kehadiran tentara AS, budaya Barat dimasukkan ke negeri itu/trt

Rep: Thufail al Ghifari
Red: Cholis Akbar

Share |
 
KOMENTAR
 
KIRIM KOMENTAR ANDA :
     
  Nama
  Email
  Komentar Anda
  Kode Keamanan
 
CAPTCHA Image
   
 
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA.

 

 
Info Anda
 
Busana Muslimah Syar'i

Pusat belanja online busana syar'i. Murah,berkualitas dan terpercaya.

http://www.deblishop.com/

https://www.facebook.com/DebliShop

 
Grosir Kaos Kaki

Kaos Kaki Muslimah, Kaos Kaki Wudhu dan banyak pilihan kaos kaki dengan HARGA GROSIR. Menerima pesanan Kaos Kaki Logo Sekolah.
http://grosirkaoskakionline.com, http://kaoskakisekolah.com

 
Mushaf Pena : Harga Obral

Al-Quran Elektronik, teknologi terbaru membantu Anda belajar membaca dan tadarus Al-Quran. Diskon Besar!

www.mushafpena.com

 
 
   Berita Nasional Lainnya
  Calon Komisioner KPAI Tidak Boleh Meroko...
  Menakertrans: Pekerja Anak Dikembalikan ...
  KPAI Minta Pelajar Tidak Merayakan Kelul...
  Bantu Mereka Agar Sembuh
  Pemkot Balikpapan: Solusi Sudah ada, yan...
  PTAIN Wilayah Barat Keluhkan Kesenjangan...
  Penghuni Lokalisasi KM 17 Mengaku Belum ...
  WTS Menuntut, Pemkot Pantang Surut
  Kesenjangan Ekonomi Nasional Makin Mempr...
  Jelang Ramadhan, Penjualan Perlengkapan ...
Kontak Kami   |  Tentang Kami   |  Iklan   |  
© 2010 Hidayatullah.Com, All Rights Reserved