Home Opini

 
Share |
SuJu, Bieber, dan ‘Kegilaan’ Remaja Kita


 
 

Jum'at, 27 April 2012

Oleh; M. Anwar Djaelani

SIHIR 
Super Junior (SuJu) –boyband asal Korea Selatan- sangat kuat. Sekalipun mahal, tiket konser mereka di Jakarta diburu para remaja. Hal yang mirip terjadi pula pada saat Justin Bieber –penyanyi belia asal Kanada- manggung di Jakarta setahun sebelumnya, pada 2011.

“Antre Tiket SuJu, 12 Remaja Pingsan” (www.jpnn.com 8/4/2012). Dikabarkan, bahwa demi untuk melihat pertunjukan Super Junior (SuJu), remaja rela merogoh kocek ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah. Bahkan, mereka rela antre sejak sehari sebelum loket tiket dibuka pukul 08.00 pada 7/4/2012. Karena kelelahan, 12 remaja pingsan saat mengantre. Kacaunya antrean dan fisik yang lemah adalah penyebabnya. Mereka antre mulai dini hari dan belum makan.

Bagi sebagian orang, tingginya antusiasme remaja saat berburu tiket itu cukup mencengangkan. Lihatlah! Seluruh tiket yang disediakan panitia habis. Berapa harganya? Mulai kelas junior sky Rp 500 ribu, super sky Rp 1 juta, junior VIP Rp 1,4 juta, super box Rp 1,7 juta, hingga termahal super VIP Rp 2 juta.

‘Kegilaan’ Itu

Pemandangan serupa itu juga terjadi sekitar setahun sebelumnya. Saat itu, Justin Bieber akan manggung di Jakarta pada 23/4/2011. Banyak remaja yang mengalami histeria dan tampak melakukan hal-hal yang tak perlu. Misal, sekalipun tiket berharga mahal yaitu Rp 1.000.000, Rp 750.000, dan Rp 500.000 tapi beliebers (penggemar Justin Bieber) rela antre untuk waktu yang lama agar mendapatkannya. Untuk bisa menonton konser dari remaja Kanada yang –ketika itu- berusia 16 tahun tersebut, ribuan remaja bahkan sudah mulai mengantre tiket sejak dini hari. Padahal loket masih akan dibuka beberapa jam lagi, yaitu di pagi hari saat jam kerja.

Justin Bieber seolah menjadi idola dan punya magnet luar biasa di tanah air. Meski konser pelantun Baby itu di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, baru akan berlangsung pada 23/4/2011, ribuan orang rela antre untuk mendapatkan tiketnya pada (22/01/2011) tahun lalu.

Bahkan ribuan orang yang didominasi para ABG antri dan berdesak-desakan. Antrean tiket yang mengular sejak pukul 5 pagi mencapai 1 kilometer, padahal loket penjualan tiket baru dibuka pukul 9 pagi.  Sempat terjadi kericuhan akibat aksi saling dorong antarpengantre. Beberapa remaja putri yang mendominasi antrean tersebut terlihat menangis karena kesakitan terhimpit. Bahkan, tidak sedikit yang jatuh pingsan.

Lalu, bagaimana suasana di hari pertunjukannya? Dikutip kompas.com, (23/04/2011), bisa kita baca: Antusiasme para anak baru gede (ABG), terutama perempuan, untuk menyaksikan konser World Tour 2011 Justin Bieber sungguh luar biasa. Meski konser baru akan dimulai pukul 19.30, sejak sebelum pukul 12.00 mereka sudah mulai berdatangan. Lalu, bagaimana dengan mereka yang belum memegang tiket? Tiket ada, tapi harganya melangit, yakni antara Rp 4 juta hingga Rp 5 juta.

Sekitar 10 ribu penonton hadir. Para penggemar Justien Biber yang kebanyakan masih remaja ini datang menggunakan berbagai asesori yang bisa diasosiasikan sebagai fans berat sang idola. Misal, mereka memakai baju berwarna ungu, sebab sang idola suka sekali dengan warna ungu. Mereka juga membawa berbagai atribut yang bertuliskan Justin Bieber I Love You. Singkat kata, Justin Bieber sukses membuat para penggemarnya turut menyanyikan lagu-lagunya dengan fasih dan bahkan berteriak-teriak histeris di sepanjang konser.

Sejumlah Pertanyaan

Remaja memiliki idola itu sesungguhnya biasa-biasa saja. Yang  perlu kita cermati adalah jika secara tak sengaja idola itu bergeser menjadi uswah, yaitu seseorang yang kita teladani karena perilakunya  sangat  baik.

Berpindahnya idola menjadi uswah cukup mudah terjadi, yaitu begitu seseorang mengidolakan seseorang dan lalu meniru semua perilakunya, maka pada saat  itu sesungguhnya idola telah menjelma menjadi uswah.

Berhati-hatilah! Jika kita salah  mengambil  idola dan apalagi uswah, maka di samping Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagi kita,  juga  Rasulullah SAW telah memberi peringatan: “Barang siapa meniru-niru suatu kaum, maka ia termasuk dari golongan mereka.” 

Mari kembali ke ’kasus’ SuJu dan Justin Bieber.

Pertama, saat para remaja antusias mengantre tiket mulai dinihari. Pertanyaannya, seperti itukah performa mereka dalam menegakkan shalat tahajjud di sepertiga malam yang terakhir?

Kedua, ketika para remaja tampak tak ragu-ragu mengeluarkan uang Rp. 500 ribu bahkan berlipat-lipat dari itu untuk mendapatkan tiket. Pertanyaannya, semudah itukah mereka saat menyumbang untuk pembangunan sebuah masjid? Segampang itukah uang keluar saat mereka akan membeli buku-buku agama?

Ketiga, pertunjukan baru akan dimulai sekitar pukul 19.30. Tetapi, mereka telah tampak siap menunggu di lokasi pertunjukan sejak pukul 12.00-an. Pertanyaannya, seperti itukah performa mereka jika menunggu datangnya waktu shalat yaitu telah bersiap-siap jauh sebelumnya.

Keempat, di hampir semua lagu yang dinyanyikan sang artis, para remaja itu tampak bersemangat ikut menyanyikannya. Mereka rata-rata hafal dengan banyak lagu-lagu sang idola. Pertanyaannya, bagaimana dengan hafalan Al-Qur’an mereka, terutama yang dibaca saat shalat? Berapa surat yang dihafal?

Kelima, di saat menonton pertunjukkan, banyak remaja yang warna busananya disesuaikan dengan warna kesukaan sang idola. Untuk Justin Bieber yang suka ungu –misalnya- maka para remaja itu banyak yang mengenakan busana berwarna ungu. Pertanyaannya, khusus untuk remaja laki-laki, seperti itukah performa mereka saat hari Jum’at yaitu berbusana warna putih sebagaimana sunnah Nabi Muhammad?           

Uswah Kita

Jangan salah mengambil uswah (teladan)! Rasulullah SAW adalah teladan terbaik. ”Sesungguhnya telah  ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (QS Al-Ahzab [33]: 21). []

Penulis adalah peneliti di InPAS dan dosen STAIL Pesantren Hidayatullah Surabaya

Keterangan: Ribuan remaja  ABG --termasuk berjilbab-- mendatangi Twin Tower Plaza di Jalan S Parman untuk mendapatkan tiket konser boy band Super Junior itu, mereka rela bermalam, bahkan sekitar 24 orang ABG pingsan.


Red: Cholis Akbar

Share |
 
KOMENTAR
   
  Hasan , Jum'at, 27 April 2012
agar umat ISLAM membentengi diri dan putera-puterinya, dengan cara membimbingnya dengan ilmu agama, serta komunitas yang jauh dari maksiat.
  
   
  Toro , Jum'at, 27 April 2012
..apa yg mereka (pengantri tiket) lakukan sebetulnya adalah hal yg "wajar" ...,alasannya karena even spt itu tidak bisa mereka dapatkan setiap hari..,mungkin kesempatan spt itu ,hanya akan terjadi sekali dalam hidup mereka.. Sama aja dgn even haji dan SHOLAT IED.. kita jg melihat antusiasme dan kehebohan yg sama seperti menyambut si BIEBER kan..? Memang betul..,seandainya GHIRAH mereka mengantri tiket SURGA ..bisa seperti atw bahkan lebih seperti "ghirah" mereka mengantri tiket SUJU dan Bieber..,pasti akan terasa lebih indah...... SEMOGA ..
  
   
  Novi , Jum'at, 27 April 2012
suju masih mending ramahan dikit kalo bieber ih najis, sama sekali gk ngehargain indonesia. cuma numpang nyari duit doank masa negeri kita disebut negri antah berantah ama dia
  
   
  Steo , Jum'at, 27 April 2012
generasi muda yng masih labil...mestinya keluarga terutama orangtua memberikan kepahaman...agar tidak terjadi hal terseperti itu lagi....orang tua ingin anaknya sholeh dan sholehah...tapi ironi orangtua tidak memberikan contoh/teladan yaitu sholeh terlebih dahulu....tak hanya sekeder perintah!!!!
  
   
  Zulkarnain Al Idrus , Jum'at, 27 April 2012
Di Yaumil Hisab, Allah akan meng-interogasi-kan para pemimpin Negeri dan Para Pemimpin Agama yang mutlak bertanggung jawab atas musibah dan bencana dahsyat ini. Rusaklah negeri Indonesia di masa mendatang lewat pemerintahan muda-mudi yang rusak saat ini. Demokrasi dan Hak Azazi Yahudi adalah keran pembuka awal kerusakan parah ini. Para pelaku Televisi begitu bebas menayangkan aksi-aksi penampakan aurat dan maksiat-maksiat lainnya, yang bahkan lebih bebas di negeri asal Demokrasi. Kita MENDIAMKANYA SAJA. Alangkah buruknya perilaku Pemimpin-Pemimpin kita. Allah Maha Menjadi Saksi Atas Semua Ini!!!
  
   
  Ucup , Sabtu, 28 April 2012
baca berita ini, saya hanya bisa prihatin
  
   
  Subadyomo , Senin, 30 April 2012
Fenomena tersebut tidak terjadi begitu saja, tapi lebih karena kita sebagai keluarga (lingkungan terdekat) sudah terlalu permisif dan terjadi pembiaran atau mungkin pura2 tidak tahu menahu tentang fenomena kesesatan diluar sana atau bahkan sengaja mengalah pada tuntutan anak/remaja karena takut dibilang JADUL yang pada gilirannya kita sebagai keluarga/orang tualah yang tergilas oleh kemauan anak/remaja yang sudah "TerDOKTRIN" oleh perilaku EDAN diluar sana. Maka yang utama adalah "MULAI DARI KELUARGA" dan "MULAI SEJAK DINI" untuk menghindari itu semua sebelum kesulitan lebih besar akan datang....
  
   
  Gilang , Rabu, 02 Mei 2012
maklum bang... muslim muslim di Indo sudah banyak yg sekuler sadar maupun tidak sadar mereka sangat malas belajar agama dan anti sama dakwah atau syiar Islam
  
   
  Fakir Assohibi , Kamis, 03 Mei 2012
Sungguh menyedihkan, bagaimana bisa mereka rela berdesakan-desakan mengantre cukup lama bahkan sejak dinihari untuk membeli sepotong tiket yang harganya paling murah kira-kira setara dengan biaya makan sebulan untuk satu keluarga miskin. Ironinya, sebagian diantara mereka adalah para remaja putri berkerudung. Apakah mereka tidak risih berdesak-desakan di kerumunan orang banyak untuk sesuatu yang konyol? Mereka dengan bangga mengekpresikan diri sebagai fans berat si suju-justin. Bahkan tanpa malu2 menunjukkan tingkah polah yang cenderung norak, dengan penghayatan yang dalam mereka dekap dan usung poster bertuliskan "i love you." Ini jelas tindakan "bungnyol" alias nggak nyambung dan konyol. Di satu sisi kita lihat para fans remaja putri yang seharusnya malu mengungkapkan isi hati kpd orang banyak, histeria memekikkan i love you kpd si suju-justin. Di sisi lain, kita bisa memperkirakan si suju-justin pasti tidak mengacuhkan sama sekali curahan perasaan si fans semaja putri tadi. Bisa jadi dengan rasa sombongnya (seperti kebayakan artis tenar yg baru naik daun) berkata dalam hatinya " ini kelinci-kelinci lucu nan dungu yang menjadi lumbung uang gua" atau lebih parahnya si artis mungkin meludahi para fans yang menyebalkannya karena menarik2 atau mengerubutinya. Masihkah para orang tua rela membiarkan anaknya ikut menjadi fans si suju-justin???
  
   
  Allepo , Jum'at, 04 Mei 2012
Sungguh sangat memprihatinkan!!!
  
 
KIRIM KOMENTAR ANDA :
     
  Nama
  Email
  Komentar Anda
  Kode Keamanan
 
CAPTCHA Image
   
 
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA.

 

 
Info Anda
 
Busana Muslimah Syar'i

Pusat belanja online busana syar'i. Murah,berkualitas dan terpercaya.

http://www.deblishop.com/

https://www.facebook.com/DebliShop

 
Grosir Kaos Kaki

Kaos Kaki Muslimah, Kaos Kaki Wudhu dan banyak pilihan kaos kaki dengan HARGA GROSIR. Menerima pesanan Kaos Kaki Logo Sekolah.
http://grosirkaoskakionline.com, http://kaoskakisekolah.com

 
Mushaf Pena : Harga Obral

Al-Quran Elektronik, teknologi terbaru membantu Anda belajar membaca dan tadarus Al-Quran. Diskon Besar!

www.mushafpena.com

 
 
   Berita Opini Lainnya
  Antara Iman dan Jurnalisme
  Miss World, Kemuliaan Wanita dan Brain W...
  Antara “Sekolah Hati” dan “Sekolah Berge...
  Penolakan Miss World Bukan Soal "Bikini"
  Islam, Pancasila, dan Gerakan Dakwah
  Kasus “Tolitoli” dan Kepedulian Dakwah R...
  Al Arabiya dan Fatwa Sujud di Atas Foto ...
  Kontes Miss World: Aroma Bisnis Berkedok...
  Hikmah di Balik Penyerangan Kopassus di ...
  RUU Ormas dan Klaim “Bertentangan dengan...
Kontak Kami   |  Tentang Kami   |  Iklan   |  
© 2010 Hidayatullah.Com, All Rights Reserved