Home Internasional

 
Share |
Majalah Newsweek: Ajaran Kristen dalam Krisis


 
 

Jum'at, 06 April 2012

Hidayatullah.com—Menjelang perayaan Paskah, umat Kristen dikagetkan dengan laporan terbaru majalah Newsweek bulan April. Dalam edisi terbarunya, majalah ini menampilkan cover cukup mengejutkan. Dengan judul besar “Forget The Church Follow Jesus” tulisan Andrew Sullivan tersebut menjadi head line utama di majalah tersebut.

Dalam artikelnya, Sullivan menyatakan bahwa agama “Kristen” telah dihancurkan oleh politisi, penginjil dan juga para pendeta. Sullivan mengawali artikelnya dengan pandangannya tentang iman dan Alkitab, kemudian ia menggali lebih dalam kepada “apa yang salah” dengan ke-Kristenan di Amerika.

Dalam artikelnya, Sullivan sepertinya menginginkan Kristen Amerika untuk memisahkan agama dengan kehidupan sosial dan politik di negeri itu.

Menurutnya, Kristen Amerika bereaksi terlalu berlebihan terhadap “moderenitas” yang terjadi, seperti homoseksualitas atau aborsi. Menurutnya Yesus sendiri tidak pernah membicarakan tentang dua hal itu.

Menuju Atheis dan Yoga

Ia juga menjelaskan, bahwa hirarki gereja Katolik kehilangan bagian terbesar kekuasaannya dengan larangan sepihak dari Paus Paulus VI tahun 1968. Bahkan pada dasawarsa terakhir, kekuasaan moril agama itu yang dinilai tinggal sedikit juga sudah menguap akibat kasus-kasus persekongkolan internasional, penyalahgunakan dan kasus pelecehan seksual terhadap anak yang jumlahnya tak terbilang.

Menurut Sullivan dalam artikel tersebut, agama Kristen, kini telah mengalami krisis amat serius yang mengakibatkan banyak orang Amerika memilih Ateis.

“Mengingat krisis ini, tidak mengherankan bahwa segmen keyakinan yang tumbuh paling cepat di kalangan muda adalah Ateisme, yang telah melompat dalam popularitas di milenium baru. Juga tidak mengejutkan bahwa begitu banyak orang berpaling dari agama Kristen yang terorganisasi dan menuju "spiritualitas," mengkooptasi atau mengadaptasi praktek meditasi atau yoga, atau mengembara sebagai orang Katolik murtad dalam gurun rohani keingin-tahuan.”

Tulisan mendapat reaksi kalangan gereja. Sebagian menilai, Sullivan jelas mewakili pandangan orang luar melihat kekristenan, dan mengartikan apa-apa yang tertulis di Alkitab secara literal. 

Tanggapan lain datang dari William Donohue, presiden Liga Katolik untuk Hak Sipil dan Agama di Amerika. Menurut William, Sullivan tak memahami ajaran Katolik dan salah paham.

“Tak ada gereja Katolik yang terobsesi kehidupan seks masyarakat, seperti yang ia tuduhkan. Bukan, orang seperti dia. Dia ingin gereja Katolik tanpa Catholicism. Dan saya ingin gula-gula kapas tanpa rongga,” ujar William Donohue sebagaimana dimuat di Eurasia Review.

Entah apa karena menjelang Paskah sehingga Newsweek mengangkat sosok Yesus dan ke-kristenan. Karena menurut hasil survey, dengan menaruh Yesus di halaman muka majalah dapat meningkatkan oplah sebesar 45 persen.*

Rep: Panji Islam
Red: Cholis Akbar

Share |
 
KOMENTAR
 
KIRIM KOMENTAR ANDA :
     
  Nama
  Email
  Komentar Anda
  Kode Keamanan
 
CAPTCHA Image
   
 
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA.

 

 
Info Anda
 
Busana Muslimah Syar'i

Pusat belanja online busana syar'i. Murah,berkualitas dan terpercaya.

http://www.deblishop.com/

https://www.facebook.com/DebliShop

 
Grosir Kaos Kaki

Kaos Kaki Muslimah, Kaos Kaki Wudhu dan banyak pilihan kaos kaki dengan HARGA GROSIR. Menerima pesanan Kaos Kaki Logo Sekolah.
http://grosirkaoskakionline.com, http://kaoskakisekolah.com

 
Mushaf Pena : Harga Obral

Al-Quran Elektronik, teknologi terbaru membantu Anda belajar membaca dan tadarus Al-Quran. Diskon Besar!

www.mushafpena.com

 
 
   Berita Internasional Lainnya
  Rusia Usir Diplomat AS dan Ungkap Agen C...
  Hari Ke-100 Mogok Makan Guantanamo, Akti...
  Belum Mati, Harta Nelson Mandela Sudah D...
  Perempuan Dilarang Jadi Presiden Iran
  Tentara Mesir Diculik, Pelintas Batas Ra...
  Bunuh Rekannya di Iraq Tentara AS Dihuku...
  Khutbah di Masjidil Haram dan Nabawi Dit...
  Liput Pendeta Pedofilia, Wartawan Ditawa...
  Erdogan dan Obama Sepakat Soal Suriah Ta...
  Moskow: Pawai Homoseksual Tak Perlu
Kontak Kami   |  Tentang Kami   |  Iklan   |  
© 2010 Hidayatullah.Com, All Rights Reserved