Home
Nasional
Antisipasi Seks Bebas DPR Usulkan Program PKBR
Rabu, 22 Februari 2012
Hidayatullah.com--Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) perlu meningkatkan sosialisasi program Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja (PKBR) sebagai antisipasi meningkatnya prilaku seks bebas pada remaja yang saat ini sudah sangat mengakhawatirkan. Usulan ini disampaikan anggota Komisi IX DPR RI Herlini Amran.
“Pemerintah harus meningkatkan program sosialisasi yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi remaja. Untuk itu, pemerintah perlu meningkatkan adanya Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK – Remaja) di daerah-daerah dan harus terus dipantau,” ujar Herlini.
Usulan ini disampaikan mengingat perilaku pergaulan bebas remaja di Indonesia sudah pada taraf menghawatirkan.
“Perilaku pergaulan bebas dikalangan remaja saat ini sudah sangat mengkawatirkan. Apabila tidak segera diantisipasi, akan berisiko besar bagi pengelolaan kependudukan Indonesia yang akan dampak memicu rendahnya kualitas generasi bangsa Indonesia selanjutnya,” tambahnya.
Data BKKBN menunjukkan, Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia 2002-2003 menyebutkan, remaja yang mengaku memiliki teman yang pernah berhubungan seksual sebelum menikah pada usia 14-19 tahun mencapai 34,7 persen untuk perempuan dan 30,9 persen untuk laki-laki. Mereka yang berumur 20-24 tahun yang pernah melakukan hal serupa ada 48,6 persen untuk perempuan dan 46,5 persen untuk laki-laki.
Hal serupa didapat dari data Komisi Nasional Perlindungan Anak tahun 2008. Dari 4.726 responden siswa SMP dan SMA di 17 kota besar diperoleh hasil, 97 persen remaja pernah menonton film porno serta 93,7 persen pernah melakukan ciuman, meraba kemaluan, ataupun melakukan seks oral. Sebanyak 62,7 persen remaja SMP tidak perawan dan 21,2 persen remaja mengaku pernah aborsi. Perilaku seks bebas pada remaja terjadi di kota dan desa pada tingkat ekonomi kaya dan miskin.
“Pemerintah harus mengutamakan Program terobosan yang dilakukan melalui pendekatan dua arah yaitu remaja itu sendiri dan keluarganya. Pendekatan pada remaja dilakukan dengan mengembangkan PIK-remaja, sedangkan pendekatan kepada keluarga yang mempunyai remaja dilakukan dengan mengembangkan Kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR),” kata Herlini.
Secara Nasional, jumlah PIK- Remaja yang harus terbentuk berdasarkan KKP 2011 adalah sebanyak 13/169 kelompok yang terdiri dari klasifikasi tumbuh 10.043, Tegak 2.013, dan Tegar 1.113. Hingga Desember 2011 telah terbentuk PIK-Remaja katagori Tumbuh sebanyak 11.089 kelompok (110,45), katagori Tegak 2.371 kelompok (117,8%) dan katagori Tegak 1.229 kelompok (110,4%).
“Apabila Kesehatan Reproduksi terus diabaikan oleh BKKBN, maka diakui atau tidak, akan berkorelasi dengan tingginya kasus free seks remaja dan juga tingginyanya infeksi HIV/AIDS via hubungan heterseksual. Sehingga Indonesia semakin terlambat mencapai tujuan MDGs memerangi HIV/AIDS, dan smakin tingginya kasus2 pernikahan dini dengan segala probelematika yang malah justru jauh dari dari visi BKKBN itu sendiri,” pungkas Herlini.*
Rep: Panji Islam Red: Cholis Akbar
|
|
|
| |
KOMENTAR |
| |
|
| |
Raja , Rabu, 22 Februari 2012
solusinya indonisia harus jadi negera islam secara total, ulama harus pimpin indonesia |
| | |
 |
| |
|
| |
Aqui , Kamis, 23 Februari 2012
akibat banyaknya film sinetron remaja di indonesia yg tdk bermutu yg selalu menampilkan abg yg senang hura 2 dan orang tua yg selalu mempertontonkan ke bencian.stop sinetron film sampai hanya menghabiskan waktu saja tidak ada manfaat malah mudharat yg di dapat. |
| | |
 |
| |
|
| |
Ludi Ratjani , Kamis, 23 Februari 2012
Bagaimana umat Islam dapat membantu orang tua-orang tua pezina untuk mengajarkan anaknya agar tidak menjadi pezina? Semua lapisan masyarakat dan umur harus mendapat pendidikan anti zina melalui para Da'i dan guru. Bukan pendididkan sex, tapi PKBR sudah tepat, karena banyak ayah dan/atau suami yang tidak tahu hak dan kewajibannya, begitupula banyak Ibu dan/atau istri yang belum tahu hak dan kewajibannya. Membina keluarga adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan, jangan sampai justeru diabaikan, sehingga tidak bisa menjadi orang tua yang diteladani anak-anaknya. Bagi pelaku zina terapkan hukum rajam pada orang yang sudah menikah dan hukum cambuk bagi yang belum menikah, insya Allah tingkat perzinahan turun drastis, tapi tidak akan hilang 100%, karena diantara manusia memang ada orang-orang yang benar-benar berhati iblis. Insya Allah suatu bangsa yang sudah berjihad semaksimal mungkin meminimalisir zina akan diridhai Allah Swt. Mulailah sekarang, hidup sangat singkat dan kematian datang sangat-sangat mendadak. |
| | |
 |
| |
|
| |
Abur , Kamis, 23 Februari 2012
pusing-pusing mikirinnya mending kalau berhasil, terapkan hukuman cambuk dan rajam dimuka umum beres!. |
| | |
 |
| |
|
| |
Qolbskita , Kamis, 23 Februari 2012
sudah terlalu benderang akan fitnah zaman akhir, hanya satu kata: selamatkan diri kalian masing2, perbanyak menangis di akhir malam.. |
| | |
 |
|
|
| |
KIRIM KOMENTAR ANDA : |
|
|
| |
| Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA. |
|
 |
|
 |
Info Anda |
| |
Info Herbal Murah
Peluang usaha herbal termurah, menerima grosir keagenan.
www.herbalmurah.info |
| |
 |
Sentra Haji Onh Plus Dan Umroh
Travel Murah Jakarta, Haji ONH Plus. Umroh plus, liburan, ramadhan, idul fitri. Segera dapatkan layanan terbaik kami 021-70985599 www.sentrahaji.com |
| |
 |
19 Video Debat Islam-kristen
Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab ulama, serta nasyid walimah dan jihad. Kunjungi sekarang!
www.digitalhuda.com |
| |
 |
|
 |
 |
 |
|