Home Perjalanan

 
Share |
Merasakan Menu “Kampong Jawa” di Saudi


 

Senin, 20 Februari 2012

JIKA Anda pergi haji atau umroh jangan takut tidak menemukan makanan Indonesia  di Jeddah, Makkah maupun di Madinah. Saat ini restoran Indonesia maupun perusahaan catering yang menyajikan cita rasa Indonesia sudah menjamur di berbagai kota yang dilewati para jamaah haji atau umroh.

Saat Anda menginjakkan kaki pertama kali di bandara misalnya, Anda pasti merasakan hidangan nasi kotak dengan menu ayam bakar atau empal daging yang rasanya tidak kalah dengan restoran di Indonesia karena memang juru masaknya dari Indonesia. Para operator haji atau umroh biasanya telah memesan  nasi kotak  sebagai ‘welcoming greeting’ kepada jamaahnya dari berbagai restoran Indonesia seperti "Betawi Restoran", "Mr. Sate", "Sattis" dll.

Saat berada di Makkah pun berbagai perusahaan catering yang menyajikan masakan Indonesia  sangat bersaing, mereka menawarkan open buffet ke berbagai hotel dari mulai kelas melati sampai kelas bintang 5.

Sebut saja "Asia Catering", "Betawi Catering", "Binjawi", "Damanhuri", "Asia Tenggara", "Dapur Kita", "Cita Rasa" dll.

Menu yang ditawarkan sangat vareatif sesuai dengan  paket yang dipilih. Berbicara rasa, jangan khawatir. Pasti sangat pas bagi lidah orang Indonesia. Bahkan banyak warga asing termasuk warga Arab Saudi menyukai masakan Indonesia. Hal ini terbukti dengan ramainya restoran Indonesia dengan para pengunjung warga arab Saudi. 

Oceng Shihabuddin, seorang supervisor restoran Betawi mengaku, rata-rata warga Arab Saudi yang berkunjung ke restorannya memesan nasi campur dan gado-gado.

“Selain cara penyajiannya yang cepat, mereka suka dengan  makanan yang padat dan banyak,” ujarnya.

Maka tidak aneh jika semua restoran Indonesia di Jeddah, Makkah dan Madinah menyediakan menu nasi campur.

Di Madinah, bahkan ada beberapa restoran kelas menengah ke bawah dekat dengan Masjid Ghumamah, sebelah Utara Baqi. Di sini, sedikitnya ada 4 restoran Indonesia. Selain restoran musiman yang biasanya menjamur pada musim haji dan umroh.

Hal yang sama juga kita dapatkan di Jeddah. Di Balad misalnya sebagai tempat favorit yang biasanya dikunjungi oleh para jamaah haji dan umroh saat ini sudah ada 3 restoran Indonesia. Ada “Warung Bakso Mang Oedin”, “Rosella” dan “Restoran Garuda”. Para jamaah dapat menikmati masakan  Indonesia usai berbelanja di kawasan Balad (semacam Blok-M nya Jeddah). Harga yang ditawarkan relative terjangkau dengan kocek orang Indonesia.

Bahkan jika Anda ingin sedikit ke luar Balad, di Distrik Syarafiah misalnya, tepatnya di mana paling diminati oleh para Mukimin Indonesia, dalam radius sekitar 1 KM Anda dapat menemukan  sedikitnya 8 restoran Indonesia dari mulai kelas warteg hingga kelas atas.

Di tempat yang sering disebut “Kampong Jawa” Anda dapat menemukan berbagai menu masakan dan minuman khas Indonesia dari mulai semur jengkol, gado-gado, kredok, pecel lele hingga es cendol.

Di daerah ini ada restoran Betawi yang biasanya digunakan oleh para jamaah haji atau umroh untuk transit sebelum check in di hotel atau sebelum ke bandara mengingat harganya jauh lebih murah ketimbang harga makanan di hotel.

Di restoran berluas 400 m yang dapat menampung sekitar 150 jamaah ini, biasanya para pengurus  sekaligus mengadakan perpisahan dengan para jamaahnya setelah program umroh berakhir. Bukan saja jamaah haji Indonesia tapi juga jamaah dari Asia Tenggara seperti Malaysia dan Brunei Darussalam sering didapati mengunjungi restoran ini.

Menjamurnya restoran Indonesia di Jeddah tidak lepas dari hukum ekonomi demand and supply, maklum selain jumlah WNI yang banyak di Jeddah hal ini juga didukung oleh banyaknya warga Arab Saudi yang melancong ke Indonesia.

Mereka yang sudah merasakan taste masakan Indonesia selama di Indonesia. Nah, sekembalinya ke Arab Saudi, rupanya mereka berusaha mencari cita rasa yang sama. Kesempatan ini digunakan oleh pelaku bisnis restoran untuk mendirikan restoran Indonesia.

Tentunya masih banyak restoran Indonesia lain di Jeddah dan sekitarnya yang belum disebutkan di sini, untuk itu jangan kawatir tidak menemukan taste Indonesia selama anda melaksanakan haji atau umroh.

Tapi hati-hati, ada juga restoran yang berlabel Indonesia tapi cita rasanya jauh dari cita rasa Indonesia, maklum karena juru masaknya biasanya diambil dari warga Bangladesh.*/Abdullah M Umar, Jeddah-KSA

Foto: Bakso Mang Oedin di Jeddah

Rep: Panji Islam
Red: Cholis Akbar

Share |
 
KOMENTAR
   
  Oceng Sihabudin , Kamis, 23 Februari 2012
Wah bagus nih, tp sayang displaynya Restaurant Betawi nya tidak di tampilkan. Jadi orang tidak bisa melihat suasana Indonesianya.
  
 
KIRIM KOMENTAR ANDA :
     
  Nama
  Email
  Komentar Anda
  Kode Keamanan
 
CAPTCHA Image
   
 
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA.

 

Info Anda
 
Info Herbal Murah

Peluang usaha herbal termurah, menerima grosir keagenan.

www.herbalmurah.info

 
Sentra Haji Onh Plus Dan Umroh

Travel Murah Jakarta, Haji ONH Plus. Umroh plus, liburan, ramadhan, idul fitri. Segera dapatkan layanan terbaik kami 021-70985599
www.sentrahaji.com

 
19 Video Debat Islam-kristen

Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab ulama, serta nasyid walimah dan jihad. Kunjungi sekarang!

www.digitalhuda.com

 
 
   Berita Perjalanan Lainnya
  Kegigihan Anak Kelantan Membuka Pondok P...
  “Selamat Datang di Kota Nabi”
  Mengunjungi Komunitas Islam di Guangzhou
  Dari Tikungan Kiri dan “Gagalnya” Mision...
  Pintu Khusus TKI di Malaysia
  Ketegangan Di Soekarno Hatta
  Sebelum Masuk Hutan, Tanam Pohon Di Uju...
  Gelar Nikah Akbar Pemuda Palestina
  Pengalaman Merantau ke "Rantau"
  Pergantian Tahun dengan Daurah Tsukuba
Kontak Kami   |  Tentang Kami   |  Iklan   |  
© 2010 Hidayatullah.Com, All Rights Reserved