Home Surat Pembaca

 
Share |
Dulu ICMI, Sekarang ada ISNU!


 

Senin, 20 Februari 2012

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Alhamdulillah, akhirnya Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Prof Moh. Mahfud MD, dan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Dr Ali Masykur Moesa, secara aklamasi terpilih memimpin Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (DPP ISNU) periode 2012-2017.

Mahfud MD menjadi Ketua Dewan Kehormatan dan Guru Besar (DKGB) DPP ISNU dalam Kongres pertama ISNU di Universitas Darul Ulum (UNISDA) Sukodadi, Lamongan, Jawa Timur, Sabtu malam (18/02/2012) kemarin.

Kongres I ISNU juga dimeriahkan dengan seminar nasional dan seminar pararel yang membahas 40 `call paper` para pakar yang dimuat dalam Jurnal ISNU. Sarasehan menghadirkan pembicara antara lain Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, ekonom Hendri Saparini, dan pengusaha Arifin Panigoro

Badan otonom ini berfungsi membantu kebijakan NU pada kelompok sarjana dan kaum intelektual. Kedudukannya sama dengan Muslimah NU, Fatayat, IPNU atau GP Anshor.

Hanya saja, jika melihat sejarah, saya juga ingatkan, organisasi seperti ini bukan hal baru, sebelumnya, pernah digagas di masa lalu, yakni berdirinya Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di tahun 1990-an. Hanya bedanya, ketika itu yang menentang keras lahirnya ICMI justru dari NU, karena dipelopori almarhum Gus Dur.

Gus Dur menentang dengan keras bahkan menyebut ICMI sebagai organisasi “SEKTARIAN”. Dengan di back-up, kelompok nasionalis dan para jenderal, Gus Dur memberikan perlawanan dengan mendirikan  Forum Demokrasi (Fordem), meski akhirnya tidak laku. Ghalibnya, penggoyangan terhadap gagasan mulia para cendekiawan Muslim itu dilakukan seorang tokoh NU dengan dukungan media-media besar seperti Kompas, Suara Pembaruan, Tempo dll.

Jika melihat ICMI dulu yang lebih banyak diwakili umat Islam (karena lebih banyak ormas Islam masuk menjadi representasinya) dibanding ISNU sekarang, maka, menurut saya, apa ISNU bukan lebih sektarian dibanding ICMI?

Pelajaran yang harus kita petik adalah, kita sering apriori dan sering sinis melihat kemajuan saudara Muslim. Bukan mendukung, justru sering menggembosi. Jika kita buka sejarah masa lalu kita semua, kita seharusnya merasa malu atas ketidak-dewasaan kita.

Sebagai masyarakat umum, saya pasti bangga perkembangan NU ini. Bagaimanapun kita harus maju bersama-sama, saling menghargai dan berlomba-lomba untuk kebaikan umat. Tidak lagi saling menonjolkan “keakuan” diri dan lembaga kita. Karena di depan Allah, hanya amal masing-masing yang akan kita  pertanggung-jawabkan, bukan nama organisasi kita atau bendera kita. Wallahu al’lam bisshowab.*

Umiyati
Ibu Rumah Tangga
Tinggal di Bekasi


Red: Cholis Akbar

Share |
 
KOMENTAR
   
  Bravomuslim , Senin, 20 Februari 2012
Sependapat dengan bu Umi (semoga ridho Allah swt), Kelemahan cukup fatal dari berbagai oprganisasi di Indonesia adalah ketidak-mampu-an (tidak tahu ?) untuk proses : MAINTAINING dan EVALUATING , sesudah berdiri dengan yel2 dan motto yg canggih2, lalu selesailah ! seharusnya kita - terutama yg punya kesempatan dan peluang - sama2 belajar (Learn & growth) dengan sistim yg jelas dan ISTIQOMAH, tidak sekedar seremonial atau PPTA (Panas Panas Tinja Ayam)..semogalah
  
   
  Rasmi Sattar , Sabtu, 25 Februari 2012
setuju dgn Bu Umi. memang ada manusia yg selau opriori dgn kemajuan suatu organisasi Islam karena merasa tersaingi. Ini menunjukkan ketidak dewasaan dlm bermasyarakat. Ada 3 fanatik yg harus diwaspadai, yaitu fanatik kelompok, fanatik figur, dan fanatik simbol.
  
   
  Taulina , Sabtu, 03 Maret 2012
benar banget dah opininya ini.....
  
   
  Ruslan , Rabu, 21 Maret 2012
salut buat pandangan ibu,,,
  
 
KIRIM KOMENTAR ANDA :
     
  Nama
  Email
  Komentar Anda
  Kode Keamanan
 
CAPTCHA Image
   
 
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA.

 

Info Anda
 
Info Herbal Murah

Peluang usaha herbal termurah, menerima grosir keagenan.

www.herbalmurah.info

 
Sentra Haji Onh Plus Dan Umroh

Travel Murah Jakarta, Haji ONH Plus. Umroh plus, liburan, ramadhan, idul fitri. Segera dapatkan layanan terbaik kami 021-70985599
www.sentrahaji.com

 
19 Video Debat Islam-kristen

Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab ulama, serta nasyid walimah dan jihad. Kunjungi sekarang!

www.digitalhuda.com

 
 
   Berita Surat Pembaca Lainnya
  Misi "Terselubung" Dibalik Fenomena K-Lo...
  “Islam Bukan Agama Anti Kebudayaan”
  Komitmen Cagub DKI Cegah Liberalisme
  Tanggapan Terhadap Ketua SGF yang Sewena...
  Memenangkan Persaingan Global dengan Men...
  Sebaiknya Wapres Menahan Diri Bicara Aga...
  Hati-Hati, Ada Buku Panduan Shalat, Tapi...
  Bencana Lagi..Bencana Lagi, Ada Apa deng...
  Cukup Islam, Tak Perlu UU Kesetaraan Gen...
  Tak Mengenal Poligami, Tapi Memilih Seli...
Kontak Kami   |  Tentang Kami   |  Iklan   |  
© 2010 Hidayatullah.Com, All Rights Reserved