Home Iptek

 
Share |
“Electronic Jihad” Ancaman Serius Barat


 

Kamis, 16 Februari 2012

Hidayatullah.com--Dalam sepuluh tahun belakangan internet berkembang menjadi “sarang jihadis”, demikian tercantum dalam laporan Dinas Intelijen dan Keamanan Belanda AIVD, seperti dikutip RNW, Rabu (16/02/2012). Menurut AIVD, di seluruh dunia sekitar 25 ribu jihadis aktif di forum-forum Islam, yang sulit sekali ditemukan di internet.

AIVD memperingatkan, lewat internet, semakin banyak orang di semakin banyak negara berhubungan dengan jihadis dari misalnya Afghanistan dan Yaman. Mereka menjadi ancaman nyata bagi Barat.

Menurutnya, forum-forum yang disebutnya radikal tidak bisa dilacak mesin pencari seperti Google. Hanya 0,2 persen “kelihatan” di internet. Situs web jihadis sulit sekali ditemukan.

Nama Palsu Situs

Sementara itu,  pakar terorisme Glenn Schoen mengatakan, situs-situs jihad sangat sulit dilacak dan hanya bisa diakses dengan kode-kode tertentu.

“Anda harus membuka alamat http tertentu, chatroom tertentu, dengan nama palsu tertentu atau pada waktu tertentu. Banyak sekali dipakai kode yang dirancang teroris di luar negeri. Jadi Anda belum pernah bertemu orang-orang tersebut.”

Kassim Mohammed, laki-laki Kenya yang pakar jaringan teror Afrika mengatakan, Al-Shabaab salah satu organisasi Muslim yang melalui internet berusaha merekrut orang, terutama pemuda Amerika dan Inggris, kata. Juga hubungan antara al-Shabaab dan al-Qaida berlangsung lewat internet.

Al-Shabaab tampaknya belum begitu populer di Belanda. Menurut Kassim Mohammed, hingga sekarang belum ada orang Somalia yang “mendaftarkan diri” untuk ikut perang suci.

Jumlah warga Muslim Belanda yang aktif di forum-forum radikal sangat terbatas, kata AIVD. Hanya segelintir orang saja yang mewujudkan apa yang dikatakan.

“Jika melihat berapa orang di Belanda yang berdiskusi atau bertukar informasi di forum, dan setelah itu benar-benar turun ke lapangan untuk bergabung dengan radikal di Somalia atau Afghanistan, maka jumlah mereka hanya sedikit saja,” kata Edwin Bakker.

Bakker memperkirakan dinas intel akan berinvestasi lebih banyak sehingga bisa menyusup masuk seluk beluk internet. “Itu akan bisa mempersulit kegiatan teroris. Saya bisa membayangkan, jika Anda bertukar informasi dengan orang-orang yang tidak dikenal, maka Anda pasti ragu karena ada kemungkinan orang tersebut adalah orang AIVD.”*

Rep: Panji Islam
Red: Cholis Akbar

Share |
 
KOMENTAR
 
KIRIM KOMENTAR ANDA :
     
  Nama
  Email
  Komentar Anda
  Kode Keamanan
 
CAPTCHA Image
   
 
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA.

 

Info Anda
 
Info Herbal Murah

Peluang usaha herbal termurah, menerima grosir keagenan.

www.herbalmurah.info

 
Sentra Haji Onh Plus Dan Umroh

Travel Murah Jakarta, Haji ONH Plus. Umroh plus, liburan, ramadhan, idul fitri. Segera dapatkan layanan terbaik kami 021-70985599
www.sentrahaji.com

 
19 Video Debat Islam-kristen

Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab ulama, serta nasyid walimah dan jihad. Kunjungi sekarang!

www.digitalhuda.com

 
 
   Berita Iptek Lainnya
  Menara Tertinggi Tokyo Sky Tree Resmi Di...
  Mata-matai User, Facebook Dituntut 15 Mi...
  Muncul Facebook Tolak Irshad Manji
  Mahasiswa ITS rancang kran hemat air wud...
  Aa Gym Luncurkan Aplikasi "Aa Gym Corner...
  Situs Porno Akibatkan Penyakit Mental pa...
  Peneliti Akui Ada Titik God Spot di Otak...
  Internet Dinilai Sebab Utama Meningkatny...
  38 Persen Pengguna Facebook Anak Dibawah...
  Jepang Segera Terbitkan Sejuta E-Book
Kontak Kami   |  Tentang Kami   |  Iklan   |  
© 2010 Hidayatullah.Com, All Rights Reserved