Home
Opini
FPI, Televisi dan Dajjalisme Informasi
Kamis, 16 Februari 2012
Mengapa koran dan TV bernafsu 'memberangus' FPI? boleh jadi karena ada huruf "I" (Islam) di belakang FPI
Oleh: Suharsono
SENIN siang, 9 Juni 2008, lebih dari 9000 umat Islam "mengepung" Istana Negara menuntut Ahmadiyah dibubarkan. Massa umat Islam se Jabodetabek berpakaian putih-putih ini juga meminta Habib Rizieq Shihab, pimpinan FPI dibebaskan.
Usai dari Istana Negara, massa menuju Polda Metro Jaya guna mengunjungi Ketua FPI, Habib Rizieq. Aksi damai bertema "Sejuta Umat" ini dihadiri puluhan ulama, tokoh Islam, aktivis Islam dan para habaib.
Dalam sebuah orasi, KH Nur Muhammad Iskandar, Pimpinan Pondok Pesantren Assidiqiyah mengatakan, jika tak ingin dianggap sebagai kepanjangan tangan Amerika, maka pemerintah harus segera membubarkan Ahmadiyah. "Jika tidak membubarkan Ahmadiyah, Presiden akan bertanggungjawab di hadapan mahkamah Allah, "ujar Kiai Nur.
Setelah orasi, sekitar sepuluh ulama dan kiai menghadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Meski hanya ditemui juru bicaranya, Andi Malarangeng, yang tak lain kakak kandung Rizal Malarangeng, anggota Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) yang juga penyiar Metro TV.
Tapi jangan kecewa, sebab ribuan massa itu bukan berita besar. Karenanya, televisi tak perlu menyiarkannya secara langsung –apalagi harus-- menayangkan gambar secara berulang-ulang. Suara umat Islam tak terlalu penting!
Bandingkan dengan berita sebelumnya, selang beberapa jam kerusuhan Monas, 1 Juni 2008, seluruh media massa –terutama TV—seolah serempak. Meminjam bahasa Widji Tukul, "hanya satu kata, lawan FPI!". Dalam waktu sekejap, opini masyarakat yang tadinya meminta polisi menindak FPI tiba-tiba melebar meminta organisasi Islam yang dijuluki kalangan AKKBB sebagai "preman berjubah" layak dibubarkan.
Selama beberapa hari, TV menayangkan berulang kali anggota FPI mengejar dan memukul anggota AKKBB, memberikan kesan kuat "Inilah, sebuah kelompok atas nama agama, menggunakan baju dan pakaian Muslim, yang penyuka kekerasan!"
Entah sengaja atau tidak, agar lebih dramatis, ditayangkan pula wajah pria yang disebut-sebut kiai Nahdhatul Ulama (NU), KH Maman Imanul Haq (yang tak lain kiai muda pendukung AKKBB dan bukan representasi PBNU). Dia disebutkan mengalami memar di sekujur badan, sobek di dagu dan lain-lain. Ini menunjukkan, bahwa kiai NU pun ikut menjadi korban. Meski kemudian Ketua PBNU KH. Hasyim Muzadi marah dan tak ingin melibatkan NU (yang direpresentasikan dalam PBNU) terlibat dalam masalah ini.
Tapi apa lacur? Kesan pemirsa yang diciptakan TV sudah bulat. FPI "menganiaya" ulama NU! Esoknya, ormas-ormas onderbow NU seperti: PMII, GP Anshor dan Garda Bangsa marah. Alih-alih melawan kekerasan, mereka justru membalasnya dengan kekerasan serupa kepada FPI di beberapa daerah. Lengkap sudah. Balas membalas atas hasil karya berita televisi.
Di hari berikutnya, TV seolah membuat suasana ibu kota dan Indonesia mencekam. Koran Kompas, dengan tulisan cukup menyeramkan. “Negara Tidak Boleh Kalah”, menanggapi desakan media massa nasional agar bersikap tegas pada FPI yang bentrok dalam peristiwa Monas dengan kelompok massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB).
“Saya minta hukum ditegakkan, pelaku-pelaku diproses secara hukum dan berikan sanksi hukum secara tepat. Negara tidak boleh kalah dengan perilaku-perilaku kekerasan,” ujar Presiden dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta tahun itu.
Koran nasional berlokasi di Jakarta ini memuat habis-habisan penyerangan AKKBB dan meminta polisi bertindak tegas. Begitu pula koran dan media lain. Sampai sebuah koran nasional keliru memasang foto Munarman yang dinilai “mencekik” .
Beberapa jam pernyataan SBY ini, lebih 2000 polisi dikerahkan menyerbu rumah Habib Rizieq dan menangkapi anggota FPI. Habib, yang dalam aksi dengan AKKBB tak ikut dilapangan, bersama anak buahnya akhirnya dipenjara. Sementara pelaku AKKBB, Guntur Romli dan intel yang memprovokasi massa dengan mengacung-asungkan pistol untuk memprovokasi FPI, eh malah, tak tersentuh hukum, sampai hari ini.
Di saat yang sama, ratusan kru TV dan koran sudah menungu dan laporan LIVE di markas FPI, Petamburan. Tapi rupanya, bentrok berdarah-darah yang ditunggu-tunggu gagal mendongkrak rating. Maklum, tolak ukur jurnalisme media kita masih berkutat pada, "anjing menggigit orang bukanlah berita, tapi orang menggigit anjing barulah berita!"
Minggu lalu, peristiwa seperti ini nyaris terjadi. Selasa (14/02/2012), 60 orang anggota kelompok LSM (ada buruh, aktivis feminism, homoseksual, lesbian dan waria yang tergabung di LGBT) berkampanye membubarkan FPI dengan tema “IndonesiaTanpaFPI. Tak ada yang spesial, hanya demo biasa karena kelompok ini menumpang kasus penolakan FPI di Palangkaraya.
Tapi tunggu dulu, yang spesial justru stasiun TV. Di saat yang bersamaan, dua televisi nasional --TV One dan Metro TV—menyiarkan LIVE kejadian ini. Rupanya, dua stasiun TV ini sudah menyiapkan dengan cermat agenda “anti FPI”. Dengan tema “Anti Ormas Anarkis” Metro “mengeroyok” Mendagri, Gamawan Fauzi agar segera menutup FPI.
Tak sekedar itu, tiap sekian menit, Metro menayangkan gambar-gambar FPI membabi-buta memecahkan kaca bar. Juga cuplikan SBY yang mengatakan, “Negara Tak boleh kalah dengan kekerasan” (mungkin maksud TV, yang boleh kalah harus masyarakat, khususnya Islam).
Tentu kasus ini tak bisa dipandang sederhana. TV begitu bernafsu menganggak masalah biasa-biasa saja menjadi istimewa. TV ingin kasus 2008 terhadap FPI itu berulang lagi. Ini jelas terlihat kesiapan kedua TV itu mengundang nara sumber dan liputan LIVE.
Pertanyaan pertama, bagaimana bisa aksi kecil kemudian hari itu dibuat seolah sebagai sesuatu kasus maha besar? Jawabnya sederhana, karena TV ingin kasus ini dianggap besar.
Pertanyaan kedua, mengapa TV dan media begitu bernafsu memberangus FPI, jawabannya juga sederhana, boleh jadi, karena ada satu huruf “I” (alias Islam) di belakangnya. Bayangkan jika “I” itu diganti Indramayu atau Inul. TV, media, politisi, artis seronok, gay, lesbi tak begitu khawatir dan cemas.
Irasional Khayali
Dari sekian banyak media massa yang dinyawai oleh kapitalisme, TV adalah satu-satunya yang dianggap oleh berbagai ahli sebagai "setan" paling biadab. Apa yang disuguhkan media massa dalam bentuk lain terakumulasi pada televisi. Ia menyuguhkan bacaan, gambar dan suara sekaligus sehingga bukan hanya mampu mengisi dan mewarnai imajinasi, tapi juga menyihir dan mengendalikan seluruh fungsi-fungsi kejiwaan lainnya.
Jean Baudrillard, seorang filosof Prancis, mengungkap sebuah hakikat tentang televisi. Menurutnya, seperti dikutip Yasraf Amir Piliang (dalam bukunya Sebuah Dunia yang Dilipat, Mizan), rangkaian tontonan yang disuguhkan oleh "kapitalis mutakhir" (bernama televisi), telah menyulap (membius) individu-individu menjadi kumpulan mayoritas yang diam (terhipnotis) . Bagaikan sebuah kekuatan sihir yang sangat dahsyat, media menjadikan massa yang diam itu layaknya sebuah layar raksasa yang pasrah dijejali dan dilalui oleh segala sesuatu yang naif.
Televisi, membius ratusan juta orang dari yang paling bodoh sampai profesor, dari penjahat sampai guru agama, dari balita sampai tua renta, untuk sebuah tontonan sepak bola dini hari. Namun, adakah makna hakiki dan luhur yang berbekas seusai tontonan itu? Di dalam tontonan sepak bola bukan makna (ideologis, moralitas dan spiritualitas luhur) yang dicari para penggilanya, melainkan semacam ekstasi (kepuasan puncak yang sangat sesaat) dari kedangkalan ritual dalam upacara menonton televisi itu sendiri.
Tontonan sejenis, reality show (pertunjukkan nyata) seperti Akademi Fantasi, Indonesian Idol, Kontes Dangdut, Dreamband dan masih banyak lagi, bagi saya adalah "kejahatan spiritual", yang menggiring masyarakat hanya memburu mimpi dan budaya konsumtif.
Di hadapan massa yang mabuk seperti itu, pesan-pesan TV yang rendah (serakah, dengki, licik, dusta) merasuki alam bawah sadar mereka dan mengakar kokoh di simpul-simpul kejiwaannya. Apalagi jika para produser, wartawan dan pembawa beritanya punya interest idiologis dan kebencian dengan kelompok lain. Klop!.
Walhasil, televisi yang jadi cermin masyarakat, tapi masyarakat yang jadi cermin televisi. Apapun yang "dilakukan" televisi pasti diikuti masyarakat. Ini karena televisi telah menciptakan ketidaksadaran massal. Meski, di situ ada indoktrinasi yang sadis dan nilai-nilai sesat.
Leonard Irwin, dosen psikologi dari Universitas Illionis, AS, bersama timnya mengadakan penelitian mengenai hal ini. Mereka menemukan bahwa anak-anak yang pada usia delapan tahun telah menyaksikan tayangan negatif, ketika dewasa akan cenderung melakukan perbuatan jahat dan tidak punya belas kasihan.
Sunday Times pernah menulis, "Meskipun AS memiliki 440 ribu polisi federal, setiap jam terjadi dua kali pembunuhan, 194 kali perampokan bersenjata, 10 kali pemerkosaan terhadap wanita dan anak-anak, dan 600 kali pencurian di rumah-rumah. "
Bodohnya, televisi di negeri kita telah menjadi teman setia dalam keluarga. Seolah hidup kurang lengkap tanpa kehadiran televisi .
Dajjalisme Informasi
Menutup tulisan ini, mungkin Anda semua ada yang menganggap saya pecinta "kekerasan" kan? atau saya anggota FPI? Tidak. Seumur-umur saya tak kenal Habib Rizieq, apalagi ikut aksinya. Saya hanya bicara bagaimana efek dramatis siaran sebuah TV dan keadilan menyampaikan kebenaran.
FPI pasti punya salah dan semua kelompok juga punya salah. Hanya saja, media kita sering menutup mata banyak peristiwa, apalagi menyangkut umat Islam. Contoh kecil; adalah Jaringan Islam Liberal (JIL) dengan berbagai pemikirannya banyak melawan otoritas ulama sedunia dan yang telah disepakati dalam Islam. Mereka hanya kelompok kecil, tidak sampai ratusan. Tetapi oleh media dan TV, semua pikirannya "dipaksakan" agar diterima 200 juta penduduk negeri ini. Adilkah? jelas tidak. Sementara FPI--di luar aksi keras-nya-- ia pasti mewakili harapan mayoritas umat Islam (ada MUI, NU, Muhammadiyah, Al Irysad, Al Wasliyah, Al Khairat, Persis, BKMT, HTI, PKS, Wahdah, ICMI, Hidayatullah dan masih banyak lagi), yang jelas sepakat memberangus kemaksiatan, peredaran minuman keras, pelacuran dll.
Itulah yang sering tak dipahami media. Sehingga banyak orang (khususnya umat Islam), media dan TV lebih memilih minoritas yang tak pernah mewakili ratusan juta umat ini. Jika nilai keadilan ini tak pernah dipahami media, percayalah, satu FPI Anda tutup, kelak bisa saja akan lahir ribuaan FPI di berbagai daerah. Media harus peka sosial di mana ia tinggal. Kita tinggal di negeri dengan penduduk Muslim terbesar, kenapa kepekaan sosial seperti ini sering diabaikan?
Pernah mendengar cerita tentang Dajjal, makhluk besar bermata satu yang muncul menjelang hari kiamat? Makhluk kutukan ini bisa dengan mudah menjadikan manusia berbondong-bondong ingkar kepada Allah. Inilah yang dirasakan masyarakat terhadap berbagai tayangan-tayangan "menyesatkan" media dan TV kita saat ini.
Lantas apa yang harus kita lakukan, sebagai bagian dari umat ini? Memang tidak mudah. Jika 'dajjalisme informasi' ini terus melahirkan standar moral rendahan dan ketidak-adilan, lambat-laun, aksinya akan mengurung dan mengerdilkan entitas ruh dan imajinasi umat Islam. Bukan tak mungkin, seperti tugas Dajjal, di mana tujuan utamanya adalah "memurtadkan" umat Islam dari ajaran agamanya. Sebelum kita memiliki pilihan yang layak, sebaiknya, "Singkirkan 'kotak setan' itu dari rumah kita sekarang juga!". Wallahu a'lam bi shawab.*
Penulis adalah mantan Kabid. Litbang HMI Cabang Jogja Periode 1987–1988
Rep: Sahid Red: Cholis Akbar
|
|
|
| |
KOMENTAR |
| |
|
| |
Free From Tv One And Metro Tv , Kamis, 16 Februari 2012
mungkinkan harus ada indonesia bebas berita dari tv one dan metro tv ? ngak kebayang kalau mereka sudah masuk kubur , betapa besar pertanggungjawabnya sama Tuhannya |
| | |
 |
| |
|
| |
Haye , Kamis, 16 Februari 2012
Ulasan yang sangat menarik. Saya setuju dengan anda. Harus kita maklumi bahwa sebagian besar umat muslim di Indonesia masih sangat bodoh.. |
| | |
 |
| |
|
| |
Anto , Kamis, 16 Februari 2012
di komunitas asal muasal TV pertama dibuat mulai ada gerakan hari tanpa TV, sdg di negeri ini boro2, bahkan tontonan sampah, infobesitas yg byk digandrungi. krn ktnya klo membaca cepat ngantuk... demi acara TV tdk lagi sempat/mau mengaji.. menyedihkan... |
| | |
 |
| |
|
| |
Ilman , Kamis, 16 Februari 2012
maju terus FPI, saya sebagai umat islam akan selalu mendukung FPI hidup FPI allahuakbar..... |
| | |
 |
| |
|
| |
Anti Paloh Dan Bakrie , Kamis, 16 Februari 2012
TVone? ada Bakrie di baliknya, yang pro kapitalis, kerjasama dengan anaknya Rochild yahudi, jangan heran ngeliat usaha mereka menghancurkan Islam. Metro TV? ada Surya paloh, orang yang sangat pro China yg banyak |
| | |
 |
| |
|
| |
Edy Suisno , Kamis, 16 Februari 2012
TV akan membesar dalam meanstream sekuler, setiap program normatif, didaktis, akan dilihat sebagai penghalang invasinya.... tak akan laku jika hostnya tidak menampakan (maaf) belah dada, tidak akan dilirik jika tak ada romantisme yang diumbar secara verbal, tak akan amasing jika tidak mampu membombase mereka yang dinilai 'mencemaskan investasinya, tidak akan ditengok jika tidak berpihak pada 'liberalisme'... jadi TV adalah rule model yang berhasil: memeberi contoh bagaimana mereduksi spiritual hanya sebagai 'branding' dan 'citra'. lebih dari itu, adalah meneladani masa bahwa ada tuhan baru yang lebih wajib untuk disembah, Yakni: Materi dengan bentuk ibadah yang begitu sakral, yakni kebebasan berekspresi... Mereka akan mencuci otak publik agar kehilangan kesadaran bahwa liberalisme adalah radikalisme (bentuk lain) paling kejam, paling destruktif, bagi harkat manusia dan bagi keadilan sesama... |
| | |
 |
| |
|
| |
Metal , Kamis, 16 Februari 2012
Metro itu emang antek kapitalisme... Penyiarnya tendensius selalu memojokkan Islam Surya Paloh nggak jelas agamanya Bahkan Najwa anaknya Quraish Shihab aja nggak pake hijab.... Jadi ketahuan banget arah Metro TV itu Kalo TV One Karni Ilyas adalah antek liberlal.... Klop dah.... |
| | |
 |
| |
|
| |
D_ Rudiansyah , Kamis, 16 Februari 2012
TV menjadikan: Tuntunan jadi tontonan, tontonan jadi tuntunan ................. |
| | |
 |
| |
|
| |
Berundul , Kamis, 16 Februari 2012
Bagaimana kalo lembaga2 Islam dan situs2 Islam bersatu mendirikan TV Syariah, dengan berita2 yg independen, terpercaya dan berjuang untuk agama Allah SWT yaitu ISLAM |
| | |
 |
| |
|
| |
Latief Sulaeman , Kamis, 16 Februari 2012
saya berharap ada media elektronik milik umat islam spy beritanya balance tdk spt skrg,diharapkan kpd umat islam pemilik modal,tertarik u/mendirikan Station TV milik umat Islam,umat lain juga ada yg memilikinya spt DAAI, knp kita tidak ? |
| | |
 |
| |
|
| |
Irnas , Kamis, 16 Februari 2012
tv one itu memang begitu lah dia kan cari duit buat karyawannyayg kebanyakan islam ktp (isi alam ) karni ilyas itu kan sepupu ma doraemon dan metrotv itu juga gitu,,, apalagiiiiiiiiiiii broooo udah kelihatan kalau islam nggak pernah di anggap ada di indonesia dan nyata kalo yahudi ada di balik media ituuu |
| | |
 |
| |
|
| |
Bukti , Kamis, 16 Februari 2012
Peradaban yang satu ini kok selalu jadi pecundang di mana-mana seperti di Indonesia, Thailand, Filipina, India, Pakistan, Afghanistan, Prancis, Amerika dan diseantero dunia... |
| | |
 |
| |
|
| |
Erwin , Kamis, 16 Februari 2012
Semoga ada yang memelopori penggalangan dana untuk membuat station TV Islami |
| | |
 |
| |
|
| |
Achmad Sodikin , Kamis, 16 Februari 2012
Setuju......... kalo di jalan ada Car Free Day. yuk bikin TV Free Day... |
| | |
 |
| |
|
| |
Akbar , Kamis, 16 Februari 2012
tv one itu tv ngk mendidik, sangat provokatif, setiap ada konflik seakan permisa digiring untuk menghakimi salah satu pihak bukan mendamaikan apa lagi mereda,paling senang jika"makanan"beritanya berkaitan dengan Islam. metro tv anda tidak layak jadi tv nasional, lebih baik rubah nama anda menjadi tvnasdem. supaya jelas dan terbuka tabir niatan kalian.damn.. |
| | |
 |
| |
|
| |
Vie , Kamis, 16 Februari 2012
Islam itu indah ..Mari Kita tunjukan pada dunia...Kekerasan bukanlah ciri Islam..Ambil hikmah saja dari kasus ini.. kebenaran pasti terungkap..siapa yg sebenarnya anarkis dan tidak dlm peristiwa ini.. Mari umat islam di Indonesia kita tunjukan pada Dunia Islam bukan teroris serta Anarkis.. Islam itu damai dan Indah |
| | |
 |
| |
|
| |
Yana , Kamis, 16 Februari 2012
ketika aparat pemerintah bertindak tegas atas kegiatan2 yg bertentangan dengan hukum agama dan hukum negara,saya yakin tidak akan timbul anarkis ketika FPI bertindak terhadap kemaksiatan...intinya mah aparat pemerintah harus bertindak tegas atas kemaksiatan... |
| | |
 |
| |
|
| |
Mat Kodak , Kamis, 16 Februari 2012
@Suharsono Pertanyaan pertama, bagaimana bisa aksi kecil kemudian hari itu dibuat seolah sebagai sesuatu kasus maha besar? Jawab : Itu kulminasi Boss, selama ini FKI langganan anarkis |
| | |
 |
| |
|
| |
Iwan , Kamis, 16 Februari 2012
Sudah saatnya bersama-sama upayakan pembangunan stasiun TV Islami. TV nasional saat ini isinya hanya saling memfitnah, saling menghujat, penuh kekerasan dan pornografi, sama sekali tidak mencerminkan media di negara dengan pemeluk Islam terbanyak. Semoga Allah memberikan jalan. Amin |
| | |
 |
| |
|
| |
Jupri , Jum'at, 17 Februari 2012
Tulisan di bawah artikel sbb: "Penulis adalah mantan Kabid. Litbang HMI Cabang Jogja". Jadi seharusnya sampeyan tahu siapa ketua FPI Jogja dan para pendukungnya, jangan menutup mata pada kebenaran dan jangan mencampur adukkan kebaikan dengan kebathilan ATAU anda dan orang2 disekitar anda akan menerima AKIBATNYA. |
| | |
 |
| |
|
| |
Aryo , Jum'at, 17 Februari 2012
ini adalah tanda zaman yang harus di waspadai, di era kebangkitan islam ini kita rapatkan barisan menjaga aqidah menghalau kaum kafir laknatulloh... hasbunalloh wani'mal wakil.... |
| | |
 |
| |
|
| |
Deady , Jum'at, 17 Februari 2012
saya seorang jurnalis tapi saya juga tdiak setuju dengan pemberitaan yang menyudutkan sebuah opini seseorang yang berupaya menegakan kebenaran, pemerintah indonesia terlalu naif melihat sebuah permasalaan dalam kacamata poilitik semata...... saya haraf tv basional bisa lebih profesional |
| | |
 |
| |
|
| |
Imam_wahyudi , Jum'at, 17 Februari 2012
memang TV kita ini tak adil......kalo beritanya mengenai ISLAM di negeri ini semua media TV berbondong menyiarkan semua........tapi kalo beritanya yang diakibatkan selain islam semua media diam seribu bahasa...........dan contoh berita lain...... berita itu merugikan ISLAM media TV nggak ada yang menyiarkan.......contoh kasus ambon dan pembakaran masjid di sumut........semua media TV diam seribu bahasa..... |
| | |
 |
| |
|
| |
Abu Hudzaifah , Jum'at, 17 Februari 2012
Ya, memang untuk urusan opini kita selalu kalah. Tapi yakinlah; "Mereka membuat tipu daya dan Alloh jga memiliki makar, dan sebaik-baik makar adalah makar Alloh" |
| | |
 |
| |
|
| |
Haka , Jum'at, 17 Februari 2012
Astaghfirullah, mari kita respon dengan kepala dingin dan harus lebih cerdas. Solusinya : umat Islam harus segera memiliki media TV yang representatif sehingga ada news balance. Ingat case al jazeera yang akhirnya lebih ditonton dibanding CNN? pilihan untuk emosi, marah, teriak teriak pasti lebih mudah tapi belum menjadi solusi efektif. Sudah waktunya ormas Islam besar memiliki stasiun TV atau konglomerat Islam diajak untuk mewujudkan hal ini. |
| | |
 |
| |
|
| |
Ca'al , Jum'at, 17 Februari 2012
Haaaaaai Umat Islam mari kita dukung terus FPI. Karna LSM-LSM / Pihak - Pihak lain yg ngotot mendesak pemerintah utk membubarkan FPI. |
| | |
 |
| |
|
| |
Dhidie , Jum'at, 17 Februari 2012
demi sebuah Rating dan politik pribadi mereka rela mengadu domba bangsa dan negara, semoga Laknat Allah Tertuju pada'a.. ane Gak Ridho Bangsa dan negara kita di hancurkan mereka..suatu saat mereka akan dihancuran oleh bangsa ini..bukan mereka yg menghancurkan bangsa ini.. krna indonesia adlh 1 kesatuan yg tak bisa di pisahkan.. apa lagi oleh anda hai media massa bagi kami kalian adlh anjing" negara dan agama. |
| | |
 |
| |
|
| |
Kurnia , Jum'at, 17 Februari 2012
Saya setuju dengan Vie, islam itu indah dan agama kasih sayang, marilah kita berjihad dengan cara yang indah dan bukan secara anarkis dan emosional |
| | |
 |
| |
|
| |
Agus , Jum'at, 17 Februari 2012
dengn mengucap bismilah hirohman nirohim maju trus FPI lawan kedoliman dari kaum kafri.... umat islam harus bersatu... |
| | |
 |
| |
|
| |
Faudzi Al-dumayah , Jum'at, 17 Februari 2012
namanya juga orang fasik, andai orang” macam ne ditenggelamkan ..... |
| | |
 |
| |
|
| |
Agus Jenal Mutakin , Jum'at, 17 Februari 2012
Dengn mengucap bismilah hirohman nirohin maju terus FPI lawan kedoliman dari kau kafir yang ingin menghaycurkan umat islam....smuah berita ga ada yng mendidik malah kebayakn ingn menggadu domba... |
| | |
 |
| |
|
| |
Wiwin , Jum'at, 17 Februari 2012
sekarang saatnya Islam memiliki media sendiri ..semoga terwujud...aminn |
| | |
 |
| |
|
| |
Al Kautsar Institue , Jum'at, 17 Februari 2012
Umat Islam jadi bulan-bulanan 2(dua) Dajjal Informasi, membuat saya menangis dalam keheningan malam saya. Bagaimana lagi kalau ternyata tidak hanya 2, tapi puluhan bahkan ratusan? Orang yang hanya rajin sholat dan mencintai agamanya, tapi tidak banyak tahu konspirasi dajjal, tentu bisa sangat membenci gerakan Islam!!!Siapakah sebenarnya 2 dajjal informasi itu, tentu ada kaitannya dengan 2 golongan yang sampai kapanpun tidak akan rela, kecuali kita mengikuti millah mereka. Kapan kita bisa seimbang melawan 2 dajjal tesebut?? Umat Islam yang nyata2 sebagai korban, justru malah dianiaya!! Kalau ada sebuah pulau atau kota yang komposisi penduduknya 60% muslim dan 40% nasrani/yahudi, jangan harap si muslim bisa tidur nyenyak, rumah anda akan dibakar, dan kontan media utama se Indonesia akan menyalahkan si muslim, apalagi media dunia. Polisi tentu akan condong ke mereka. Sebagian Ulama Su' Ormas tertentu akan ramai-ramai membantai anda dengan hadis sekenanya. Pertahankan mayoritas 90% di kota kita, pulau kita!! Lupakan KB!! Mari kita urunan bikin media besar!!!dan jangan lupa belilah media yang mengagungkan Islam tsb!!! |
| | |
 |
| |
|
| |
Roy Lintang , Jum'at, 17 Februari 2012
Benar sekali saudara2ku seiman dan se agama, barusan semalam saya tonton metro di acra suara anda, ada salah satu berita pilihan yg isi beritanya masalah FPI, kayak nya para wartawan dan reporter metro tv bernafsu banget memojokan FPI... saya tdk setuju itu !!!, kt merindukan berita yang berimbang dan tdk memojokan ISLAM dan Ormas yang membela ISLAM... kt berdo'a muda2han ke depan akan muncul TV yg berbasiskan ISLAM.. insyaallah amiiin...... |
| | |
 |
| |
|
| |
Chandra Nugraha Putra , Jum'at, 17 Februari 2012
KARENA BANYAK ANTEK2 YAHUDI YG NOTABENE BERKTP ISLAM. DAN MEDIA DI DUNIA INI 95% MILIK YAHUDI. MAJU TERUS FPI |
| | |
 |
| |
|
| |
Ahmadi , Jum'at, 17 Februari 2012
Metro TV dan TV One hanya siap2 serangan politik yg besar dari ummat Islam.. Stasiun ini berusaha memecah belah Islam untuk kepentingan politik. Disatu sisi Metro TV dengan NASDEMnya dan TV One dengan Golkar nya... Hati2 ummat Islam... FPI harus lanjut... |
| | |
 |
| |
|
| |
Ragil , Jum'at, 17 Februari 2012
FPI maju terus saya dukung 100 % ,Metro TV & TV One....smoga cepet2 insaf....maju terus umat Islam Indonesia tegakkan kebenaran dan keadilan |
| | |
 |
| |
|
| |
Dadin , Jum'at, 17 Februari 2012
ada FPI aja msh pd berani menginjak islam,gmn kalo FPI dibubarin..siapa yg bela islam kalo bkn mereka dan kita...ALLAHUAKBAR...!!!! |
| | |
 |
| |
|
| |
Zauja Arif , Jum'at, 17 Februari 2012
Harta dan kekuasaan telah membutakan hati dan jiwa seseorang,,mereka tidak ingat pengadilan akhirat kelak,,orang yang mereka dzolimi di dunia ini kelak akan balik mengadili mereka di akhirat nanti yang hakimnya adalah hakim yg MahaAdil, Allah Swt. Amiiinnn,, |
| | |
 |
| |
|
| |
Jafra , Jum'at, 17 Februari 2012
Sudah Saatnya Umat Islam memiliki media informasi yg Islami terutama TV yg berskala Nasional sebagai tandingan dri TV sekuler yg kerjaanya memojokan umat Islam |
| | |
 |
| |
|
| |
Muhammad Noor , Sabtu, 18 Februari 2012
Hayo...buat siaran tandingan buat Stasiun TV Islami. |
| | |
 |
| |
|
| |
Emilahud , Sabtu, 18 Februari 2012
begitula allah sudah mengatakan dalam surat al baqorah.. Kristen dan Yahudi tidak akan berhenti hingga Muslim mengikuti millah mereka (QS 2: 120) “…Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyi-kan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. …” (Qs. Ali Imran: 118) itulah yang allah firmankan... kita harus melawan mereka dengan memperbaiki generasi penerus agar mereka bisa lebih baik, tidak lagi menjadi generasi yang BODOH..yang GAMPANG DIPROPOKASI oleh Musuh ISLAM |
| | |
 |
| |
|
| |
Abul Abbas Saifullah Syihab , Sabtu, 18 Februari 2012
Sudah saatnya kita tegakan syariat islam jangan kalah dengan media-media yg hanya mencari keuntungan semata.Kita keluarga besar Husen syihab mendukung Ami aip ( Habib Riziq Syihab ) Allahhuakbar |
| | |
 |
| |
|
| |
Romario Utomo , Sabtu, 18 Februari 2012
Islam bukanlah FPI, dan Islam tanpa FPI akan lebih damai... |
| | |
 |
| |
|
| |
Andi , Sabtu, 18 Februari 2012
@romario utomo : contoh korban mtro TV. |
| | |
 |
| |
|
| |
Abdul Malik Bin R.risnadi , Sabtu, 18 Februari 2012
NYOOOK.. !!! mari kita SAKSIKAN & LAPORKAN kepada IMAM,alim-ulama,KYAI, ustadz dan para guru2 kita dan STAF pengurus masjid&musholla terdekat ditempat tinggal kita ,siapa saja orang2 (individu maupun kelompok ato organisasi) disekitar kita yang menjadi kawan dan siapa yang menjadi lawan dalam upaya Penegakkan SYARIAT PENEBAR RAHMAT BAGI SELURUH ALAM ini ,melalui ucapan dan komentar2 mereka supaya Pak imam dapat berijtihad dan memepertanggungjawabkan usaha&upayanya dalam membina AQIDAH ,SYARIAT dan AKHLAQ ummat di hadapan ALLOH SWT kelak. YUk kita bantu PAK iMAM di masjid dan mushola terdekat tempat tinggal kita...!!! LURUSKAN DAN RAPATKAN BARISAN supaya tidak ada SETAN yg berupa KAMBING HITAM yang kan mengganggu khusyuknya sholat kita semua...!!! ALLOHUAKBAR...!!! WASSALAAMU'ALAIKUM WA ROHMATULLOHI WABAAROKAATUH. |
| | |
 |
| |
|
| |
Saba , Sabtu, 18 Februari 2012
HANYA SATU KATA ...."BEKOT MEDIA 2 TERSEBUT |
| | |
 |
| |
|
| |
Habibi , Sabtu, 18 Februari 2012
semoga FPI jaya selalu,,, dibawah naungan yg maha kuasa,,,, brantas semua dajjal di negeri ini,,, hidup mulia atau mati syahid,,, ALLAH HUAKBAR......... |
| | |
 |
| |
|
| |
Hudzaifah Al-ayyubi , Sabtu, 18 Februari 2012
Kebenaran akan terungkap... Dan Dajjal akan disingkirkan dengan sehina-hinanya... |
| | |
 |
| |
|
| |
Abduh , Ahad, 19 Februari 2012
@Romario Kata mu Islam tanpa FPI akan lebih damai? ..damai dalam maksiat...itukah yg kamu mau?? hmmm |
| | |
 |
| |
|
| |
Rina , Ahad, 19 Februari 2012
tampaknya cover both sides sudah tidak diterapkan lagi yah, terbukti nahi munkar jauh lebih susah dari amar ma'ruf |
| | |
 |
| |
|
| |
Zanada Zundun , Ahad, 19 Februari 2012
TV='IDIOT BOX' |
| | |
 |
| |
|
| |
Ismantu , Ahad, 19 Februari 2012
Kalau tidak sreg dengan TV yang ada, harusnya bisa buat TV yg lebih menggambarkan realitas masyarakat Indonesia. Jangan mau diatur TV tapi masyarakat yang harus mengatur TV. People Power. |
| | |
 |
| |
|
| |
Sukrisna , Senin, 20 Februari 2012
pernah nggak terbayang/terbersit/terpikir untuk berani memutuskan bahwa dirumah tidak boleh ada TV...........saya sudah mulai 10 Th yang lalu dan sampai saat ini 4 orang anak dan istri saya sangat enjoi di rumah tanpa TV |
| | |
 |
| |
|
| |
Bedil , Senin, 20 Februari 2012
ISLAM HARUS BERSATU... ITU KUNCINYA. MARI KITA DIDIK ANAK ISTRI KITA SESUAI TUNTUNAN ROSULULLOH SAW, INSYA ALLOH KITA BISA HAPUSKN KEBODOHN DN MAKSIAT..MAJU TERUS ISLAM DN ORMASNYA YG BERJUANG DI JLN ALLOH SWT. |
| | |
 |
| |
|
| |
Agus Arifin , Selasa, 21 Februari 2012
jika berita media dan update status di jadikan santapan bacaan tiap hari . BUKAN Al-Quran dan Sunnah di jadikan bimbingan bacaan setiap hari adannya terombang ambingnya umat islam. Apa yang di lakukan oleh musuh musuh Alloh intinnya sama dengan jaman nabi. tapi carannya beda dan lebih modern |
| | |
 |
| |
|
| |
Yogyantoro , Rabu, 22 Februari 2012
tv sekarang hanya membuat kita jauh dari ALLAH, bahkan sebagian tv tidak mengumandangkan adzan, dan hanya lebih banyak ke gosip dan sinetron.... Acara MTQ yang dulunya wajib disiarkan pun sekarang kalah oleh sampah.... |
| | |
 |
| |
|
| |
Salman Qodirun , Rabu, 22 Februari 2012
Televisi adalah salah satu yang utama, alat yang telah diciptakan bangsa ZIONIS untk menghancurkan peradaban dunia saat ini (bukan hanya ISLAM,walaupun ISLAM yang utama) melalui televisi-lah tangan-tangan mereka mampu mengerak kan dunia |
| | |
 |
| |
|
| |
Enovalisa , Rabu, 22 Februari 2012
yuk kita kumpulkan hartawan, wartawan, n sarjana n yang lainnya untuk bisa membuka usaha siaran televisi dpt mengcounter hal2negative ttg islam dgn TPII (televisi pendidikan indahnya islam) |
| | |
 |
| |
|
| |
Kancil , Rabu, 22 Februari 2012
@Romario: pemikiran Anda mirip2 JIL ya.......? |
| | |
 |
| |
|
| |
Anty Kuman , Rabu, 22 Februari 2012
ayo ummat muslim bersatu jangan gampang diobok obok.. lawan kapitalism.. |
| | |
 |
| |
|
| |
Rakhman , Rabu, 22 Februari 2012
Umat ISLAM!!! yuk mulai skrg sholat berjamaah dimasjid.. terutama sholat subuh dan sholat ashar nya berjamaah di masjid.... itu akan mempersatukan kita... memebuat umat Islam bangkit.... |
| | |
 |
| |
|
| |
Surapati Enam , Rabu, 22 Februari 2012
artikel yg benar2 menarik & saya sependapat, dua TV tsb benar2 tendensius! saya menonton sendiri berita2 itu. IMHO: jgn cuma mengharap tv2 berpihak kpd islam. berbuat sesuatu! bikin tv islam sperti usul Berundul. "perangilah orang musyrik sekaliannya sebagaimana mereka memerangi kamu sekaliannya" (S.Taubah 9-36) Bikin TV yg islami yg asyik tapi syar'i, jgn yg "membosankan" seperti yg sdh ada. Tv yg menjangkau semua lapisan ummat islam, nggk semua orang islam level advance khan? (pengajian terus/mengharamkan musik) MINIMAL, sebarkan berita2 yg memihak islam (saya suka nonton TV, tapi yg ada pengetahuannya. Saya juga bekali diri agar mengenali propaganda Yahudi yg halus sekali pun) |
| | |
 |
| |
|
| |
Bang Joe , Rabu, 22 Februari 2012
jil adalah komplotan setan... maju terus fpi! |
| | |
 |
| |
|
| |
Imam , Kamis, 23 Februari 2012
beginilah tanda2 kiamat sudah dekat,,, marilah umat islam perbaiki agama kita,,,, jngan smpai agama non islam merusak agama kita,, secara perlahan kita d tusuk dari belakang,,, bnyak dari orang liberal yg sudah masuk anggota NU dan berniat merusak islam,,, allah slalu menjga umatx... ALLAHU AKBAR,,, LA TAKHOF INNALLAH MA'ANA,,, |
| | |
 |
| |
|
| |
Ari , Kamis, 23 Februari 2012
FPI aku dukung jika maju perang melawan musuh Islam bukan sesama Islam apapun alirannya |
| | |
 |
| |
|
| |
Jundi , Jum'at, 24 Februari 2012
saya sangat setuju dengan tulisan diatas. dikala keimanan belum dirasakan kuat untuk membentengi diri dari segala bujuk rayu syetan, maka penjegahan dengan menghindari hal-hal yang banyak mudharatnya dari pada maslahatnya, merupakan hal yang patut dilakukan. upaya membuat tv tandingan yang bernuasa islami akan efektif juga jika telah terbangun kesadaran dari tiap-tiap anggota keluarga. dalam hal ini kepala keluarga memiliki peranan besar. Semoga Alloh senantiasa menjaga asa-asa hambanya untuk menjadikan islam sebagai rahmatan lil alamin sesuai Kehendak-Nya.. |
| | |
 |
| |
|
| |
Sasa , Rabu, 29 Februari 2012
Gampang kalo FPI mau dipuji media tinggal bersihin tuh sekitar tanah abang |
| | |
 |
| |
|
| |
Asshofah , Rabu, 29 Februari 2012
sepakat. sekarang ini kita harus membentengi penerus islam dengan akhlak, dan ilmu. agar bisa bedakan mana yang batil mana yang benar, sebab sekarag bayak golongan yang mengaku islam malah berupaya menjauhkan umat dari ajaranya, hidup FPI, maju terus pantang mundur |
| | |
 |
| |
|
| |
Edi , Kamis, 01 Maret 2012
alangkah baiknya jangan ada tv di tiap2 rumah, maksudnya, fungsi dari tv itu kalo hanya untuk menonton acara dari station manapun, ya kalo untuk hiburan nggak apa2 (PS, karaoke, nonton film VCD/DVD). berita, ya di internet/koran, lumayan 10% agak benar, toh saya juga yang hidup di desa nggak punya tv, bisa hidup nyaman dan lumayan hidup tentram |
| | |
 |
| |
|
| |
Samiko , Kamis, 01 Maret 2012
hidup adalah sebuah pilihan, baik buruk selalu ada, mari kita secara jernih menyikapi permasalahan ini, kenapa para tokoh-tokoh islam kitaa tidak punya dan tidak ada yang memiliki atau berinisiatif buat stasion tv agar pemberitaan tidak searah. kedua masyarakat islam kita sendiri masih banyak yang awam sehingga mudah termakan opini, memang secara ktp islam tapi dalam kehidupan apakah perilaku mereka mencerminkan islam, sy kadang2 berfikir bagaiamana meraka memahami islam sementara mereka berislam hanya karena mengisi biodata yang disitu ada kolom agama ... yg harus diisi. tv itu benda mati. kalo sekedar jd tontonan tak masalah. jangan salahkan tvnya mari saudara2 yang merasa islam bentengi diri dan keluarga (berikan sistem imunnya. jangan berusaha mnsterilkan) dari pengaruh buruk |
| | |
 |
| |
|
| |
Hendro , Jum'at, 02 Maret 2012
FPI lakukanlah organisasi umat Islam yang benar2 memperjuangkan haQ dan memerangi kebathilan dengan mengumpulkan dana infaq dan shadaqoh untuk membuat station TV milik umat sebagai lawan/penangkal informasi milik TV Kapitalis Yahudi, Insya Allah dengan izin Allah kita bisa.. |
| | |
 |
| |
|
| |
Sangkala T , Rabu, 07 Maret 2012
mari Kita bunuh Dajjal bernama TV, Matikan TV anda Sekaraaang!, Matikaaan!!!! |
| | |
 |
| |
|
| |
Anak Jalanan , Kamis, 15 Maret 2012
walawpun gw anak jalanan,1000 % gw dukung FPI.buat para pemilik TV yg menjerumuskan dan menzolimi umat islam,gw doakan semoga ketemu goerge bush pd hari kiamat kelak. |
| | |
 |
| |
|
| |
Salman , Kamis, 15 Maret 2012
Asw. Kitalah (Umat Islam) sebenarnya yang membuat TV itu maju. Kita adalah mayoritas. Kita sedih kita persoalkan acara TV, sehari aja ada masalah pada TV (rusak) kita pusing. Seakan ada suatu yang sangat penting yang kalau sampai dilewatkan kita sangat rugi. Itu lah kita (Muslim Indonesia). Matikan TV di rumah Anda! Rusak biarkan saja. |
| | |
 |
| |
|
| |
Goes , Kamis, 15 Maret 2012
bagi anda yang masih suka lihat tv tandai acara2 yang baik2 dan berusaha jangan lihat tayangan yang tidak mendidik dan menyesatkan.Terus perdalam keislaman kita dengan menggali ilmu dan mengamalkannya.berusaha untuk tabayun terhadap berita yang datang kepada kita.Rasulullah SAW menjadi teladan kita dan acuan kita dalam berfikir, berkata, dan bertindak. Selama FPI tidak menyimpang dari syari'at, berjuang untuk membela agama Allah, tidak ada alasan untuk menolak kehadirannya, bahkan jadilah orang pertama untuk mendukungnya. Kita ibaratkan Indonesia ini adalah sebuah bahtera ditengah lautan, apa yang terjadi jika kita membiarkan orang2 melubangi bahtera tersebut? |
| | |
 |
| |
|
| |
Yudis , Jum'at, 16 Maret 2012
bro, yang namanya dajjal, itu jangan coba dilawan, dijauhi sebisanya. kalau dilawan, sedangkan umat masih belum benar aqidahnya, kita sendiri yang rugi. |
| | |
 |
| |
|
| |
Priyanto , Senin, 19 Maret 2012
Mulai hari ini mari sama-sama kita haramkan nonton TV One dan Metro TV karena sudah terbukti bahwa ke-2 stasiun TV tersebut sesungguhnya anti Islam |
| | |
 |
| |
|
| |
Iskan , Kamis, 22 Maret 2012
tidak ada satupun dari 10 tv swasta yg siaran nasional yg tidak ada saham punya orang cinadi dalam nya khusus metro tv dan tv one mereka berduaadalah antek2 yahudi dan kristen amerika sudah terlalu banyak fitnah yg di lontarkan ke2 tv tersebut yg sangat menyakitkan umat islam kalo suatu saat terjadi kerusuhan massamaka 2 stasiun tv tersebut harus di bakar seperti nasjid dhiror di zaman rasul yg di gunakan untuk menghancurkan umat islam....rapatkan barisan hancurkan metro tv |
| | |
 |
| |
|
| |
Duduls , Rabu, 28 Maret 2012
makanya, belajar dong, bisa bikin semi konduktor, tivi, internet dan henpon...jangan cuma nggembel aja sama kafir wkwkwkwkwkw...mewek aja bisanya |
| | |
 |
| |
|
| |
Riza , Selasa, 01 Mei 2012
maju trz FPI |
| | |
 |
| |
|
| |
Arman , Selasa, 01 Mei 2012
Memang, pola penyiaran tivi di indo sekrang sudah sangat dajjalisme..menggambarkan yang baik sebagai yang buruk, dan menggambarkan yang buruk sebagai yang baik...tivi membentuk opini...menyebar kebencian dan permusuhan, nasionalisme buta, menginginkan kita berperang dengan sesama (contoh dengan malaysia) |
| | |
 |
|
|
| |
KIRIM KOMENTAR ANDA : |
|
|
| |
| Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA. |
|
 |
|
 |
Info Anda |
| |
Info Herbal Murah
Peluang usaha herbal termurah, menerima grosir keagenan.
www.herbalmurah.info |
| |
 |
Sentra Haji Onh Plus Dan Umroh
Travel Murah Jakarta, Haji ONH Plus. Umroh plus, liburan, ramadhan, idul fitri. Segera dapatkan layanan terbaik kami 021-70985599 www.sentrahaji.com |
| |
 |
19 Video Debat Islam-kristen
Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab ulama, serta nasyid walimah dan jihad. Kunjungi sekarang!
www.digitalhuda.com |
| |
 |
|
 |
 |
 |
|