Home Surat Pembaca

 
Share |
Tanggungjawab Kita di Balik #IndonesiaTanpaFPI


 

Kamis, 16 Februari 2012

Untuk Saat Ini, Saya Masih Butuh FPI

Bismillahirrohmanirrohim

WACANA pembubaran Front Pembela Islam (FPI) yang mencuat akhir-akhir ini menarik untuk terus disimak dan diikuti perkembangannya.  Hal ini juga yang mendorong saya untuk ikut urun tulisan dalam membuka public opinion (wacana public) ada apa di balik itu semua.

Penolakan FPI di Palangkaraya yang berbuntut pada aksi demo di bundaran HI kemarin (14 Pebruari 2012), menjadi momentum kaum liberal (yang mengayomi makhluk kelainan jenis seperti; lesbian, homoseksual, biseksual dan waria/LGBT) untuk mengumbar gagasannya.

Fakta menunjukkan, beberapa kali gerakan yang paling menentang FPI banyak didominasi wajah-wajah preman, bencong, aktivis feminisme, pria/wanita bertato, wanita-wanita pengumbar aurat dan beberapa LSM gadungan yang tidak jelas.

Saya melihat wajah-wajah Korlap, seperti  Vivi Widyawati (dari LSM Perempuan Mahardika), juga ada pentolan gerakan Indonesia Liberal yang diantaranya Ulil Abshar Abdallah (JIL), Hanung Bramantyo (sutradara liberal), Guntur Romli (JIL), Anis Hidayah (Migrant Care), Tunggal Pawestri, Inayah Wahid (putrid Gus Dur), cukup bagi masyarakay (khususnya saya) menunjukkan wajah sebenarnya mereka.

Umumnya, mereka adalah orang-orang dan kelompok yang selama ini punya masalah dengan FPI. Wabil khusus,  bisa dikatakan, mereka yang tak akan bisa hidup dan berkembang jika FPI hadir. Sayang, saya tidak melihat Ariel dan pentolan DEWA, Ahmad Dhani yang biasanya suka sedikit “menantang” jika bicara. Atau Dewi Persik, Inul atau Jupe. Jika mereka hadir, Alhamdulillah, biar lebih jelas semua.

Ironinya, aksi ini tidak muncul ketika maraknya kasus perkosaan, kasus tawuran atau kerusuhan, serta pembantaian yang sekarang sering terjadi di Indonesia. Para aktivis yang mengusung gerakan anti-anarkis ini membisu ketika tragedi-tragedi mengerikan yang telah merenggut nyawa rakyat kecil  (khususnya yang jadi korban umat Islam).

Di manakah saat itu dirimu wahai Vivi Widyawati? Anis Hidayah, Tunggal Pawestri, Inayah Wahid dan siapapun yang mengaku sebagai aktivis perempuan ketika kaumnya banyak diperkosa dan dianiaya?

Tapi biasanya mereka akan bersuara keras jika ada satu-dua TKW bermasalah di Arab Saudi atau dari Negara-negara Islam. Giliran banyak perempuan dan TKW kita banyak jadi korban di Negeri asing (yang umumnya bos nya adalah warga keturunan), bahkan TKW yang menjadi korban di Negeri sendiri, mereka nyaris bungkam.

Sebagai bagian dari umat Islam, saya pribadi masih ingin FPI ada evaluasi diri. Bagaimanapun, saat ini, bagi kami, FPI tetap masih diperlukan. Kecuali, suatu saat, aparat keamanan kita menghargai hak mayoritas umat Islam (faktanya Indonesia adalah mayoritas Muslim).

Faktanya pula, hak-hak umat Islam selama ini tidak banyak mendapat tempat. Hak tak adanya prostitusi, maksiat, beredarnya miras dll. Jika aparat suda peka terhadap harapan umat Islam, tentu FPI sudah tak diperlukan lagi. Seperti Malaysia, di mana polis –nya mengerti hak mayoritas di Negeri itu. Lha, sementara di tempat kita justru terbalik.  Hanya 60 orang JIL dan LGBT berdemo, seluruh media bisa memaksa aparat mengeksekusi masalah.

Sebenarnya saya tidak bermaksud mendeskripsikan satu golongan. Hanya saja, saya ingin sekedar mengajak untuk bersama mencermati muatan-muatan tersembunyi dibalik gerakan “#Indonesia Tanpa FPI”.

Umat Islam mari lebih bersikap cerdas dan adil dalam melihat masalah. FPI bisa keliru, apalagi JIL dan lebih-lebih LGBT. Media juga harus fair.  Jangan sampai kita terjebak dalam wacana yang berkembang dan ikut menjustifikasikan akar masalah dari satu golongan saja.  Media harus juga melihat jutaan umat Islam. Tapi untuk yang ini, saya tidak banyak berharap.

Namun hal yang lebih penting untuk saya sampaikan adalah;  Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam sudah jauh-jauh hari mengatakan, “Sesungguhnya agama (Islam) itu pada mulanya asing (tidak dikenal) dan kembali asing pula, maka berbahagialah bagi orang-orang yang asing. Yaitu mereka yang memperbaiki apa-apa yang telah dirusakkan manusia di masa sesudah aku daripada sunnahku.” (HR. Tirmidzi).

Umat Islam harus peka melihat ini. Barangkali inilah tanda zaman, seperti dikatakan Umar bin Khatab, ketika segelintir “orang jahat” bisa mengendalikan “orang baik” yang jumlahnya lebih besar.

Hanya masalahnya, kewajiban kita tidaklah hanya berhenti pada pesan Nabi itu saja. Sebab Allah Subhanahu Wata’ala meminta kita terus melakukan amar ma’ruf nahi munkar hingga ajal menjemput. Jika tidak, kita akan dimasukkan Allah ke dalam golongan “orang alim yang diam”.

Semestinya kira merapatkan barisan, menghadang dan menghalau gerakan-gerakan tersebut dengan melakukan amal ma’ruf nahi munkar. Dengan cara apapun yang kita bisa dan kita miliki.  Inilah upaya kita hari ini, jika tidak, apa yang kita pertanggung-jawabkan kepada Allah di Yaumul Qiyamah nanti? wallahualam bissawab

Zainal Arifin, seorang guru, tinggal di Depok


Red: Cholis Akbar

Share |
 
KOMENTAR
   
  Ahmad Yazid , Kamis, 16 Februari 2012
ada tambahan lagi,mereka yang "takut" turun kejalan dalam demo seperti Luna Maya yang hanya berkoar lewat media,Tafik Kiemas bahkan sang "Raja" kita pun pak eSBeYe mendukung aksi tersebut,dan saya yakin masih banyak lagi seperti yang anda bilang mereka adalah orang-orang dan kelompok yang selama ini punya masalah dengan FPI.
  
   
  Masyhid , Kamis, 16 Februari 2012
Saya setuju, FPI memang masih dibutuhkan...
  
   
  Abu Umar Ahmad , Kamis, 16 Februari 2012
Jika yang melakukan kekerasan itu dibubarkan, maka kepolisian, densus, satpol PP harus dibubarkan juga....
  
   
  Nanda , Kamis, 16 Februari 2012
sebenarnya ini bukan masalah organisasi...tetapi karna masalah huruf "i"...biang kerok sby dan org2 tsb itu ada masalah dgn Islam.
  
   
  Deman , Kamis, 16 Februari 2012
Yang menang dalam konflik ini adalah pemerintahan SBY dan koperadornya...rakyat diadu domba....masih bayak kaum tani di penjuru Indonesia dalam penjara, adakah orang-orang Turun di HI mau datang kepedalaman termasukan pedalam Kalimantan untuk membebaskan mereka.......
  
   
  Iwanka , Kamis, 16 Februari 2012
Hidup terus FPI. Do'a-do'a tulus kami senantiasa menyertai langkah perjuanganmu. Hidup untuk Islam. Hidup FPI!
  
   
  M.asrian Noor , Kamis, 16 Februari 2012
Kaum pengusung / pendukung dan pelaku MAKSIAT di negeri ini memang sangat ingin agar FPI atau Organisasi apa saja yg menghalang gerak langkah mereka dlm menyebarkan KEMAKSIATAN agar dibubarkan. Tapi kami sebagai warga negara dan sebagai orang Muslim juga punya hak untuk memberantas kemaksiatan yg dgn sangat jelas sdh mulai meraja lela di negeri ini tanpa ada upaya berarti dari pemerintah sbg institusi yg bertanggung jawab untuk memberantasnya. Coba bubarkan saja FPI atau Organisasi massa Islam lainnya yg berjuang utk memberantas kemaksiatan ...Selama KEMAKSIATAN dinegeri mayoritas MUSLIM ini masih bebas merajalela...maka InsyaAllah akan lahir FPI -FPI lainnya yg akan menggantikannya... Banyak kaum Muslimin yg sdh muak melihat KEMAKSIATAN yg seolah mendpt tempat khusus dinegeri ini ...akan membidani kelahiran FPI-FPI yang baru nanti...InsyaAllah.
  
   
  Setiawan , Kamis, 16 Februari 2012
Masih kurang tuh pak barisannya..si oneng belom muncul,dawam raharjo juga belom,..pokoknya FPI masih dibutuhkan lah....yang takut adalah orang orang yang terusik perbuatan kotornya
  
   
  Abur , Kamis, 16 Februari 2012
hehehe.....dalemnya cuma cendol doang. amit2 zabang orox.
  
   
  Sasa , Kamis, 16 Februari 2012
Sebenarnya sih selama FPI hanya menggeruduk judi, pelacuran,dan miras masyarakat saya kira mendukung. Cuma teman2 saya yg rumahnya seputar tanah abang pada bilang di tanah abang sampai sekarang adalah pusat narkoba, judi dan pelacuran. Lha kenapa FPI nggak pernah nggruduk kesitu. Daripada jauh-jauh mending tanah abang yang deket diberesin dulu.
  
   
  Ahmad Rusdi , Kamis, 16 Februari 2012
Dari Zaman Penjajah Belanda sampai sekarang Umat Islam memang selalu berjuang melindungi Rakyat Indonesia, Amin yaa rabbal 'alamin
  
   
  Jundulallah.. , Kamis, 16 Februari 2012
Mari Rapatkan barisan duhai umat Islam Indonesia... ayoo FPI kita bersatu demo damai dengan slogan INDONESIA TANPA MAKSIAT... mereka punya makar utk menghancurkan Islam di Indonesia, mari kita tegakan Islam Di Indonesia..
  
   
  Kamal , Kamis, 16 Februari 2012
sangat beruntung di indonesia masih ada FPI, jika tidak kemungkinan besar islam di indonesia tinggal nama. yg muncul ke permukaan ISLAM, tapi dibalut oleh citra neo-liberal, hedonisme, bahkan pragmatis, yang justeru hal ini sangat bertentangan dengan aqidah islam. liat sj skarang, dan bagaimana nanti k depan.. walahualam bisssawaf..
  
   
  Banhrudin Zuhri , Kamis, 16 Februari 2012
Saya setuju banget FPI dibubarkan, asal pemerintah, Polisi bertindak tegas terhadap berbagai bentuk kemaksiatan.
  
   
  Edi Supianto , Kamis, 16 Februari 2012
FPI bubar, siap-siap Indonesia jadi negara mesum dan liberal.
  
   
  Erik Rivana , Kamis, 16 Februari 2012
hanya orang yang sesat dan rusak yang resah dengan sepak terjang nya FPI.....
  
   
  Budhi , Kamis, 16 Februari 2012
Tolong dong Komentar Sasa ditanggapi :)
  
   
  Heruzy Al Fandyz , Kamis, 16 Februari 2012
Alhamdulillah, masyarakat Indo sekarang sudah pandai menganalisa sebuah permasalahan dan problem di Tanah Air ini, semoga kebaikan akan kembali jaya.
  
   
  Tunggal , Kamis, 16 Februari 2012
Saya TAK setuju FPI dibubarkan. Pembekuan atau pembubaran ormas sangat bertentangan dengan prinsip demokrasi dan HAM. NAMUN, saya menolak FPI selalu melakukan pendekatan KEKERASAN dalam setiap kegiatannya. Saya hanya mau FPI tanpa kekerasan. Kalau aparat kepolisian tidak pernah bertindak keras atas kejahatan yg ada kenapa bukan KANTOR POLISI-nya yang di demo? Musuh kita adalah negara yang LEMBEK dalam melakukan penegakan hukum
  
   
  Dodosamia , Kamis, 16 Februari 2012
doa kami untuk saudara2 kami pendukung FPI, dan laknat Allah kepada mereka yang mendukung liberalisme sex dan gendeer
  
   
  16212 , Kamis, 16 Februari 2012
Gimana klo muslimin bikin aksi tandingan Indonesia Tanpa JIL
  
   
  Kiagus Lukman , Kamis, 16 Februari 2012
FPI msh sangat kt butuhkan krn penegak hukum kt spt Polisi sangat tdk dpt diharapkan dlm memberantas sgl bentuk maksiat sebab masyarakat juga tahu kalo para penegak hukum itu merupakan bagian dari lingkaran maksiat tsb demi mencari keuntungan. Oleh krn nya kt hrs tegas katakan bhwa FPI hrs tetap exis di negeri ini.
  
   
  Qolbskita , Jum'at, 17 Februari 2012
" Umumnya, mereka adalah orang-orang dan kelompok yang selama ini punya masalah dengan FPI. Wabil khusus, bisa dikatakan, mereka yang tak akan bisa hidup dan berkembang jika FPI hadir. Sayang, saya tidak melihat Ariel dan pentolan DEWA, Ahmad Dhani yang biasanya suka sedikit “menantang” jika bicara. Atau Dewi Persik, Inul atau Jupe. Jika mereka hadir, Alhamdulillah, biar lebih jelas semua." nambah lagi; ratna sarumpeat, rieke dyahpitaloka....kemana dia y? waktu itu mereka membela AKBB
  
   
  Endrisaragih , Senin, 20 Februari 2012
saya berpendapat FPI memang masih dibutuhkan,,tapi tolong dididik dulu kader2 FPI itu agar bisa membedakan mana yang harus diserang dan mana yang harus dibela. dan punya mental tanggung jawab,,dari beberapa kejadian,,langsung serang,,menghancurkan,tanpa ada tanggung jawab setelah itu..dan kadernya juga harus di filter dahulu, jangan sampai ada "preman berjubah" yang masuk....masak tukang jual rokok ikut dihajar saat fpi membubarkan tempat bilyard..
  
 
KIRIM KOMENTAR ANDA :
     
  Nama
  Email
  Komentar Anda
  Kode Keamanan
 
CAPTCHA Image
   
 
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA.

 

Info Anda
 
Info Herbal Murah

Peluang usaha herbal termurah, menerima grosir keagenan.

www.herbalmurah.info

 
Sentra Haji Onh Plus Dan Umroh

Travel Murah Jakarta, Haji ONH Plus. Umroh plus, liburan, ramadhan, idul fitri. Segera dapatkan layanan terbaik kami 021-70985599
www.sentrahaji.com

 
19 Video Debat Islam-kristen

Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab ulama, serta nasyid walimah dan jihad. Kunjungi sekarang!

www.digitalhuda.com

 
 
   Berita Surat Pembaca Lainnya
  Misi "Terselubung" Dibalik Fenomena K-Lo...
  “Islam Bukan Agama Anti Kebudayaan”
  Komitmen Cagub DKI Cegah Liberalisme
  Tanggapan Terhadap Ketua SGF yang Sewena...
  Memenangkan Persaingan Global dengan Men...
  Sebaiknya Wapres Menahan Diri Bicara Aga...
  Hati-Hati, Ada Buku Panduan Shalat, Tapi...
  Bencana Lagi..Bencana Lagi, Ada Apa deng...
  Cukup Islam, Tak Perlu UU Kesetaraan Gen...
  Tak Mengenal Poligami, Tapi Memilih Seli...
Kontak Kami   |  Tentang Kami   |  Iklan   |  
© 2010 Hidayatullah.Com, All Rights Reserved