Home Nasional

 
Share |
“Robin Hood Van Batam”, Bukti Kesejahteraan Tak Merata


 

Jum'at, 10 Februari 2012

Hidayatullah.com---Legenda Robin Hood, tokoh perampok yang dermawan tak hanya ada di cerita layar lebar. Di Indonesia juga ada.  Belum alama ini, Polresta Balerang (07/02/2012) menangkap sekawanan perampok yang kerap beraksi Batam, Kepulauan Riau yang dikenal dengan nama komplotan Dedi ‘Robin Hood’.

Dari tangan komplotan ini, aparat menyita barang-barang mewah bermerk dan sejumlah perhiasan. Hanya saja menariknya, pelaku sering menyumbang uang ke rumah ibadah dan membantu warga sekitar yang kesusahan.

Terungkapnya kasus ini menurut anggota Komisi IX DPR RI FPKS Herlini Amran  mengindikasikan tidak meratanya kesejahteraan di negara Indonesia.

Menurut Herlini, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2011 mencapai 29,89 juta orang.  Menurut data BPS, jumlah penduduk miskin di Kota berjumlah 10,95 juta orang pada September 2011, sementara di daerah perdesaan berjumlah 18,94 juta orang pada September 2011

“Ada sekat kesenjangan yang sangat jauh antara penduduk miskin di daerah pedesaan dan perkotaan, bisa diindikasikan selama ini pembangunan yang terjadi tidak merata dalam rangka pemerataan kesejahteraan,” kata Herlini kepada hidayatullah.com, Jumat (10/02/2012).

Karena itu, menurutnya, koordinasi antara kementerian terkait menjadi penting dalam meningkatkan pemerataan kesejahteraan di Indonesia.

"Bisa jadi selama ini lemahnya koordinasi menjadi penyebab pemerataan kesejahteraan tidak berjalan dengan baik. Koordinasi Kementrian Kesejahteraan rakyat yaitu Kemenkes, Kemendikbud, dan Kemensos perlu lebih ditingkatkan, " ujarnya.

Salah satu hal yang krusial yang lain adalah terkait validasi data orang miskin di Indonesia.

“Kalau urusan datanya saja belum akurat, maka mustahil program-program yang diluncurkan bisa tepat sasaran."

Belajar dari kasus “Robin Hood Batam” ini Herlini mendesak pemerintah segera mengevaluasi program-program pengentasan kemiskinan yang selama ini tidak signifikan dalam mencapai visi pembangunan pemerintah dalam pendekatan Pro-Poor,”.

“Mungkin banyak robin hood-robin lain di luar Batam, karena merasa iba melihat kondisi kesejahteraan yang tidak merata di indonesia,” ujarnya.*

Rep: Panji Islam
Red: Cholis Akbar

Share |
 
KOMENTAR
   
  Abu Fahad , Jum'at, 10 Februari 2012
gimana masyarakat mau sejahtera, uangnya dimakan semua oleh pejabat, utk bayar hutang negara pakai uang rakyat, smg aja msh bnyk org2 seperti mas dedi biar pemerintah berkaca dan malu
  
   
  @lparasaki , Sabtu, 11 Februari 2012
...wala kinna Allaha yanzuru ila qulubikum wa 'amalikum..Perbuatan melanggar hukum tetap dihukum termasuk mencuri walau tujuannya "sebagian" untuk rakyat miskin.
  
 
KIRIM KOMENTAR ANDA :
     
  Nama
  Email
  Komentar Anda
  Kode Keamanan
 
CAPTCHA Image
   
 
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA.

 

Info Anda
 
Info Herbal Murah

Peluang usaha herbal termurah, menerima grosir keagenan.

www.herbalmurah.info

 
Sentra Haji Onh Plus Dan Umroh

Travel Murah Jakarta, Haji ONH Plus. Umroh plus, liburan, ramadhan, idul fitri. Segera dapatkan layanan terbaik kami 021-70985599
www.sentrahaji.com

 
19 Video Debat Islam-kristen

Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab ulama, serta nasyid walimah dan jihad. Kunjungi sekarang!

www.digitalhuda.com

 
 
   Berita Nasional Lainnya
  Cari Kepastian Harga, Pembahasan BPIH Di...
  Kiai Asli Betawi Tegas Tolak Konser Lady...
  Komnas Anak Akan Gugat Pemerintah Soal R...
  Komnas Anak: 89 Juta Penduduk Indonesia ...
  Komnas Anak Sarankan Tonton Investigasi ...
  Menag: Kewajiban Saya Mengingatkan Batal...
  Mendagri: Pelarangan Bukan Intimidasi, T...
  KH Hasyim MUzadi: Tolak Konser Lady Gaga...
  RS Swasta Wajib Sediakan Kamar Pasien Mi...
  Polres Cimahi Siap Tuntaskan Kasus Ajara...
Kontak Kami   |  Tentang Kami   |  Iklan   |  
© 2010 Hidayatullah.Com, All Rights Reserved