Home Internasional

 
Share |
Uskup Inggris: Pemerintah Pro-Homo Seperti Diktator


 

Jum'at, 03 Februari 2012

Hidayatullah.com—Uskup Agung York, figur tertinggi kedua di Church of England, menyuarakan penentangannya terhadap rencana pemerintah Inggris untuk melegalisasi perkawinan sesama jenis.

Dilansir Christian Post (02/02/2012), Dr. John Sentamu kepada Daily Telegraph mengatakan bahwa perkawinan adalah sebuah persatuan antara seorang pria dengan seorang wanita dan menegaskan bahwa pemerintah bertindak seperti “diktator” jika mereka berusaha mengubah konsep perkawinan tersebut.

“Perkawinan adalah hubungan antara seorang pria dengan seorang wanita,” kata Sentamu. “Menurut saya, bukanlah peran negara untuk mendefinisikan apa perkawinan itu. (Definisi) perkawinan ditetapkan oleh tradisi dan sejarah dan Anda tidak bisa mengubahnya begitu saja dalam satu malam, tidak peduli sebesar apapun kekuasaan yang Anda miliki.”

“Kami telah menyaksikan para diktator melakukannya dalam konteks berbeda dan saya tidak ingin mendefinisikan ulang struktur sosial yang sudah sangat jelas, yang telah ada dalam waktu yang lama, lalu kemudian dalam satu malam negara yakin dapat berbuat demikian itu (mengubah konsep perkawinan dan melegalisasi perkawinan sejenis-red).”

“Hal itu seperti seseorang mengatakan kepada Anda bahwa gereja, yang bertugas menyembah Tuhan, (akan) menjadi bagian dari angkatan bersenjata. Mereka harus memanggul senjata dan berperang. Anda benar-benar mengubah tradisi,” papar Sentamu.

Sebelumnya Church of England telah menerima konsep civil partnership sebagai cara yang dipadang adil untuk mengakui hak pasangan sesama jenis. Namun, Gereja menolak untuk mengaburkan batas perbedaan antara civil partnership dengan perkawinan.

Sentamu menegaskan bahwa pemerintah akan mendapatkan banyak penentangan, tidak hanya dari para uskup, tetapi juga para wakil rakyat.

“Gereja selalu punya sikap menonjol –Yesus sendiri sebenarnya seorang pria yang kelihatan aneh. Saya lebih memilih untuk bersama Yesus daripada menjadi populer (mengikuti kehendak umum-red) karena hal itu kelihatan ganjil,” tegas Sentamu.*

 


Red: Dija

Share |
 
KOMENTAR
 
KIRIM KOMENTAR ANDA :
     
  Nama
  Email
  Komentar Anda
  Kode Keamanan
 
CAPTCHA Image
   
 
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA.

 

Info Anda
 
Info Herbal Murah

Peluang usaha herbal termurah, menerima grosir keagenan.

www.herbalmurah.info

 
Sentra Haji Onh Plus Dan Umroh

Travel Murah Jakarta, Haji ONH Plus. Umroh plus, liburan, ramadhan, idul fitri. Segera dapatkan layanan terbaik kami 021-70985599
www.sentrahaji.com

 
19 Video Debat Islam-kristen

Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab ulama, serta nasyid walimah dan jihad. Kunjungi sekarang!

www.digitalhuda.com

 
 
   Berita Internasional Lainnya
  Kristen Koptik Dukung Kandidat Pengusung...
  Pakistan Blokir Twitter sebab Melecehkan...
  Akhir dari Pengawasan Berdasar Ras dan A...
  Diprotes di Indonesia, Justru Lolos di M...
  Pejabat Kementerian Malaysia Sebut Buku ...
  Aljazair Mulai Garap Masjid Terbesar Ket...
  KTT NATO di Chicago Didemo Ribuan Orang ...
  TKW Indonesia Dituduh Guna-Gunai Majikan
  Libanon Minta Tiga Negara Teluk Pertimba...
  Amnesty Peringatkan Nasib 6 Warga Arab d...
Kontak Kami   |  Tentang Kami   |  Iklan   |  
© 2010 Hidayatullah.Com, All Rights Reserved