Home Nasional

 
Share |
“Agen” Asing Susupi Acara Konferensi Parlemen Negara Islam


 

Kamis, 02 Februari 2012

Hidayatullah.com—Inilah buktinya bahwa agen dan mata-mata asing asal Barat masih banyak berkeliaran di Indonesia. Kepolisian Daerah Sumatera Selatan berhasil membekuk enam orang yang diduga terlibat sebagai mata-mata asing suruhan sebuah Negara adidaya di arena Konferensi Parlemen Negara Islam (PUIC) yang digelar di Hotel Aryaduta Palembang. 

Agen asing ini menyusup ke ruang sidang dengan mengaku sebagai anggota Badan Intelejen Negara (BIN).

Sejak tanggal 24-27 Januari 2012, enam orang itu sudah melakukan penyamaran di acara pembukaan dan penutupan acara dengan tamu-tamu dari Negara Islam ini.

Penyidik dari Polda Sumsel juga belum mengetahui, apa tujuan mereka mengumpulkan data dari delegasi negara yang hadir di acara tersebut.

Namun aparat menemukan barang bukti berupa 13 unit handphone Blackberry, laptop, uang tunai senilai Rp 33 juta dan Handy Talky (HT) dan berkas-berkas lainnya saat ini sedang dalam pemeriksaan intensif Laboratorium Forensik Polda Sumsel.

Wakil Direktur Direktorat Reskrim Umum Polda Sumsel AKBP Imam Sachroni SIk di sela penyidikan kemarin, mengatakan, keenam tersangka yakni Cristine Hapsari, Dwi N, Idham, Trisno, Arto, dan Gatot.

Anggota BIN gadungan itu tiga diantaranya, Gatot yang notabene sebagai ketua, Trisno dan Arto menginap di Hotel Aryaduta Palembang. Sementara tiga lainya, Kristin Hapsari, Dwi N dan Idham, cek in di Hotel Budi, yang beralamat di Jalan Radial, Palembang.

Mereka beraksi sejak Penutupan acara Konferensi Parlemen Negara Islam (PUIC) yang dihadiri oleh 37 delegasi parlemen negara-negara anggota OKI dan 10 peninjau dari berbagai organisasi internasional itu.

Mereka diduga mengikuti langkah utusan salah satu Negara di Timur Tengah dan kemudian menyerahkan informasi ke Negara Asing

“Diduga kerja mereka dibiayai pihak lain yang tujuannya untuk mengetahui informasi dari Negara yang dimata-mata. Setelah mendapat infomasi itu orang tersebut mengirimkan data ke pihak lain melalui teknologi internet dan Blackberry,” ungkap salah satu sumber yang bisa dipercaya seperti dikutip JPPN, Rabu (01/02/2002).

Saat diamankan, selain mengaku sebagai anggota BIN, mereka juga mengaku sebagai wartawan dari Jakarta yang sedang menjalani tugas di Palembang. Dari dalam kamar salah satu tersangka di lantai tujuh nomor 706, polisi menemukan yang diduga foto-foto delegasi peserta konferensi. Selain itu juga disita rekaman pembicaraan dari acara konferensi PUIC.

“Ada sebagian data-data maupun informasi yang ditemukan dalam kamar nomor 706 terdapat bukti-bukti seperti foto dan rekaman konferensi PUIC. Mereka sudah dicurigai sejak tanggal 27 dan baru diamankan tanggal 31 kemarin,” jelas sumber itu lagi.

Salah seorang anggota BIN yang tak mau disebutkan namanya, membenarkan keenam pelaku itu merupakan mata-mata negara asing. ‘’Kabarnya, mereka ini mata-mata dari agen salah satu negara adikuasa,” ujar sumber tersebut dikutip JPPN, Kamis (02/02/2012).

Dalam satu jam, menurut sumber BIN yang tak mau disebut tadi, para tersangka itu bisa dibayar sampai US$ 100 atau sekitar Rp. 1.000.000.

Menanggapi berita ini, Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Scot Marciel Scot mengelak. Ia bahkan meminta masyarakat tidak terpengaruh atas isu yang berkembang paska ditangkapnya enam anggota BIN gadungan itu.

"Saya datang ke sini (Sumsel) hanya untuk melihat dan memastikan peluang investasi, kami juga ingin membantu pendidikan di sini," ujar Marciel dikutip laman Tempo, Jumat (03/02/2012).*

Foto: tempo.co

Rep: Panji Islam
Red: Cholis Akbar

Share |
 
KOMENTAR
   
  Ahmad , Jum'at, 03 Februari 2012
itu pasti ulah antek2 Amerika Serikat yg menyamar (intel). Mereka mau tahu rencana aksi negara2 Muslim itu. atau mungkin solidaritas negara muslim utk mendukung langkah Iran. atau juga proses sekulerisasi di negara2 muslim.
  
   
  Bedil , Sabtu, 04 Februari 2012
MALING MANA MAO NGAKU.. DASR AMRIK   TERORIS
  
   
  Ridha , Ahad, 05 Februari 2012
Yang pasti berita ini TIDAK AKAN dan TIDAK BERANI menjadi headline berita negatif di semua TV Indonesia ( khususnya TV Swasta ) karena TAKUT.
  
 
KIRIM KOMENTAR ANDA :
     
  Nama
  Email
  Komentar Anda
  Kode Keamanan
 
CAPTCHA Image
   
 
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA.

 

Info Anda
 
Info Herbal Murah

Peluang usaha herbal termurah, menerima grosir keagenan.

www.herbalmurah.info

 
Sentra Haji Onh Plus Dan Umroh

Travel Murah Jakarta, Haji ONH Plus. Umroh plus, liburan, ramadhan, idul fitri. Segera dapatkan layanan terbaik kami 021-70985599
www.sentrahaji.com

 
19 Video Debat Islam-kristen

Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab ulama, serta nasyid walimah dan jihad. Kunjungi sekarang!

www.digitalhuda.com

 
 
   Berita Nasional Lainnya
  Cari Kepastian Harga, Pembahasan BPIH Di...
  Kiai Asli Betawi Tegas Tolak Konser Lady...
  Komnas Anak Akan Gugat Pemerintah Soal R...
  Komnas Anak: 89 Juta Penduduk Indonesia ...
  Komnas Anak Sarankan Tonton Investigasi ...
  Menag: Kewajiban Saya Mengingatkan Batal...
  Mendagri: Pelarangan Bukan Intimidasi, T...
  KH Hasyim MUzadi: Tolak Konser Lady Gaga...
  RS Swasta Wajib Sediakan Kamar Pasien Mi...
  Polres Cimahi Siap Tuntaskan Kasus Ajara...
Kontak Kami   |  Tentang Kami   |  Iklan   |  
© 2010 Hidayatullah.Com, All Rights Reserved