Home Tsaqafah


Bagian Kedua
 
Share |
“10 Logika Dasar Penangkal Syiah”


 

Kamis, 02 Februari 2012

Oleh: AM. Waskito

Lanjutan dari artikel pertama

LOGIKA 6: “Ali dan Jabatan Khalifah”

Tanyakan kepada orang Syiah: “Menurut Anda, siapa yang lebih berhak mewarisi jabatan Khalifah setelah Rasulullah wafat?” Dia pasti akan menjawab: “Ali bin Abi Thalib lebih berhak menjadi Khalifah.” Lalu tanyakan lagi: “Mengapa bukan Abu Bakar, Umar, dan Ustman?” Maka kemungkinan dia akan menjawab lagi: “Menurut riwayat saat peristiwa Ghadir Khum, Rasulullah mengatakan bahwa Ali adalah pewaris sah Kekhalifahan.”

Kemudian katakan kepada orang Syiah itu: “Jika memang Ali bin Abi Thalib paling berhak atas jabatan Khalifah, mengapa selama hidupnya beliau tidak pernah menggugat kepemimpinan Khalifah Abu Bakar, Khalifah Umar, dan Khalifah Utsman? Mengapa beliau tidak pernah menggalang kekuatan untuk merebut jabatan Khalifah? Mengapa ketika sudah menjadi Khalifah, Ali tidak pernah menghujat Khalifah Abu Bakar, Umar, dan Ustman, padahal dia memiliki kekuasaan? Kalau menggugat jabatan Khalifah merupakan kebenaran, tentu Ali bin Abi Thalib akan menjadi orang pertama yang melakukan hal itu.”

Faktanya, sosok Husein bin Ali Radhiyallahu ‘Anhuma berani menggugat kepemimpinan Dinasti Umayyah di masa Yazid bin Muawiyyah, sehingga kemudian terjadi Peristiwa Karbala. Kalau putra Ali berani memperjuangkan apa yang diyakininya benar, tentu Ali Radhiyallahu ‘Anhu lebih berani melakukan hal itu.

LOGIKA 7: “Ali dan Husein”

Tanyakan ke orang Syiah: “Menurut Anda, mana yang lebih utama, Ali atau Husein?” Maka dia akan menjawab: “Tentu saja Ali bin Abi Thalib lebih utama. Ali adalah ayah Husein, dia lebih dulu masuk Islam, terlibat dalam banyak perang di zaman Nabi, juga pernah menjadi Khalifah yang memimpin Ummat Islam.” Atau bisa saja, ada pendapat di kalangan Syiah bahwa kedudukan Ali sama tingginya dengan Husein.
Kemudian tanyakan ke dia: “Jika Ali memang dianggap lebih mulia, mengapa kaum Syiah membuat peringatan khusus untuk mengenang kematian Husein saat Hari Asyura pada setiap tanggal 10 Muharram? Mengapa mereka tidak membuat peringatan yang lebih megah untuk memperingati kematian Ali bin Abi Thalib? Bukankah Ali juga mati syahid di tangan manusia durjana? Bahkan beliau wafat saat mengemban tugas sebagai Khalifah.”

Faktanya, peringatan Hari Asyura sudah seperti “Idul Fithri” bagi kaum Syiah. Hal itu untuk memperingati kematian Husein bin Ali. Kalau orang Syiah konsisten, seharusnya mereka memperingati kematian Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu lebih dahsyat lagi.

Logika 8: “Syiah dan Wanita”

Tanyakan ke orang Syiah: “Apakah dalam keyakinan Syiah diajarkan untuk memuliakan wanita?” Dia akan menjawab tanpa keraguan: “Tentu saja. Kami diajari memuliakan wanita, menghormati mereka, dan tidak menzhalimi hak-hak mereka?” Lalu tanyakan lagi: “Benarkah ajaran Syiah memberi tempat terhormat bagi kaum wanita Muslimah?” Orang itu pasti akan menegaskan kembali.

Kemudian katakan ke orang Syiah itu: “Jika Syiah memuliakan wanita, mengapa mereka menghalalkan nikah mut’ah? Bukankah nikah mut’ah itu sangat menzhalimi hak-hak wanita? Dalam nikah mut’ah, seorang wanita hanya dipandang sebagai pemuas seks belaka. Dia tidak diberi hak-hak nafkah secara baik. Dia tidak memiliki hak mewarisi harta suami. Bahkan kalau wanita itu hamil, dia tidak bisa menggugat suaminya jika ikatan kontraknya sudah habis. Posisi wanita dalam ajaran Syiah, lebih buruk dari posisi hewan ternak. Hewan ternak yang hamil dipelihara baik-baik oleh para peternak. Sedangkan wanita Syiah yang hamil setelah nikah mut’ah, disuruh memikul resiko sendiri.”

Faktanya, kaum Syiah sama sekali tidak memberi tempat terhormat bagi kaum wanita. Hal ini berbeda sekali dengan ajaran Sunni. Di negara-negara seperti Iran, Irak, Libanon, dll. praktik nikah mut’ah marak sebagai ganti seks bebas dan pelacuran. Padahal esensinya sama, yaitu menghamba seks, menindas kaum wanita, dan menyebarkan pintu-pintu kekejian. Semua itu dilakukan atas nama agama. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.

LOGIKA 9: “Syiah dan Politik”

Tanyakan ke orang Syiah: “Dalam pandangan Anda, mana yang lebih utama, agama atau politik?” Tentu dia akan berkata: “Agama yang lebih penting. Politik hanya bagian dari agama.” Lalu tanyakan lagi: “Bagaimana kalau politik akhirnya mendominasi ajaran agama?” Mungkin dia akan menjawab: “Ya tidak bisa. Agama harus mendominasi politik, bukan politik mendominasi agama.”

Lalu katakan ke orang Syiah itu: “Kalau perkataan Anda benar, mengapa dalam ajaran Syiah tidak pernah sedikit pun melepaskan diri dari masalah hak Kekhalifahan Ali, tragedi yang menimpa Husein di Karbala, dan kebencian mutlak kepada Muawiyyah dan anak-cucunya? Mengapa hal-hal itu sangat mendominasi akal orang Syiah, melebihi pentingnya urusan akidah, ibadah, fiqih, muamalah, akhlak, tazkiyatun nafs, ilmu, dll. yang merupakan pokok-pokok ajaran agama? Mengapa ajaran Syiah menjadikan masalah dendam politik sebagai menu utama akidah mereka melebihi keyakinan kepada Sifat-Sifat Allah?”

Faktanya, ajaran Syiah merupakan contoh telanjang ketika agama dicaplok (dianeksasi) oleh pemikiran-pemikiran politik. Bahkan substansi politiknya terfokus pada sikap kebencian mutlak kepada pihak-pihak tertentu yang dianggap merampas hak-hak imam Syiah. Dalam hal ini akidah Syiah mirip sekali dengan konsep Holocaust yang dikembangkan Zionis internasional, dalam rangka memusuhi Nazi sampai ke akar-akarnya. (Bukan berarti pro Nazi, tetapi disana ada sisi-sisi kesamaan pemikiran).

LOGIKA 10. “Syiah dan Sunni”

Tanyakan ke orang Syiah: “Mengapa kaum Syiah sangat memusuhi kaum Sunni? Mengapa kebencian kaum Syiah kepada Sunni, melebihi kebencian mereka kepada orang kafir (non Muslim)?” Dia tentu akan menjawab: “Tidak, tidak. Kami bersaudara dengan orang Sunni. Kami mencintai mereka dalam rangka Ukhuwwah Islamiyyah. Kita semua bersaudara, karena kita sama-sama mengerjakan Shalat menghadap Kiblat di Makkah. Kita ini sama-sama Ahlul Qiblat.”

Kemudian katakan ke dia: “Kalau Syiah benar-benar mau ukhuwwah, mau bersaudara, mau bersatu dengan Sunni; mengapa mereka menyerang tokoh-tokoh panutan Ahlus Sunnah, seperti Khalifah Abu Bakar, Khalifah Umar, Khalifah Utsman, isteri-isteri Nabi (khususnya Aisyah dan Hafshah), Abu Hurairah, Zubair, Thalhah, dan lain-lain? Mencela, memaki, menghina, atau mengutuk tokoh-tokoh itu sama saja dengan memusuhi kaum Sunni. Tidak pernah ada ukhuwwah atau perdamaian antara Sunni dan Syiah, sebelum Syiah berhenti menista para Shahabat Nabi, selaku panutan kaum Sunni.”

Fakta yang perlu disebut, banyak terjadi pembunuhan, pengusiran, dan kezhaliman terhadap kaum Sunni di Iran, Irak, Suriah, Yaman, Libanon, Pakistan, Afghanistan, dll. Hal itu menjadi bukti besar bahwa Syiah sangat memusuhi kaum Sunni. Hingga anak-anak Muslim asal Palestina yang mengungsi di Irak, mereka pun tidak luput dibunuhi kaum Syiah. Hal ini pula yang membuat Syaikh Qaradhawi berubah pikiran tentang Syiah. Jika semula beliau bersikap lunak, akhirnya mengakui bahwa perbedaan antara Sunni dan Syiah sangat sulit disatukan. Dalam lintasan sejarah kita mendapati bukti lain, bahwa kaum Syiah tidak pernah terlibat perang melawan negara-negara kufar. Justru mereka sering bekerjasama dengan negara kufar dalam rangka menghadapi kaum Muslimin. Hancurnya Kekhalifahan Abbasiyyah di Baghdad, sikap permusuhan Dinasti Shafawid di Mesir, era Perang Salib di masa Shalahuddin Al Ayyubi, serta Khilafah Turki Utsmani, di atas semua itu terekam fakta-fakta pengkhianatan Syiah terhadap kaum Muslimin. Begitu juga, jatuhnya Afghanistan dan Iraq ke tangan tentara Sekutu di era modern, tidak lepas dari jasa-jasa para anasir Syiah dari Iran.

Demikianlah 10 LOGIKA DASAR yang bisa kita gunakan untuk mematahkan pemikiran-pemikiran kaum Syiah. Insya Allah tulisan ini bisa dimanfaatkan untuk secara praktis melindungi diri, keluarga, dan Ummat Islam dari propaganda-propaganda Syiah. Amin Allahumma amin.

Jika ada benarnya, hal itu semata merupakan karunia Allah Azza Wa Jalla. Kalau ada kesalahan, khilaf, dan kekurangan, itu dari diri saya sendiri. Wal ‘afwu minkum katsira, wastaghfirullaha li wa lakum, wa li sa’iril Muslimin. Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin, wallahu a’lam bisshawaab.* [habis

Waskito, penulis buku "Bersikap Adil pada Wahabi" 

Rekomendasi: Baca buku Ensiklopedi Sunnah-Syiah, karya Prof. Dr. Ali Ahmad As Salus. Penerbit Pustaka Al Kautsar, Jakarta.


Red: Cholis Akbar

Share |
 
KOMENTAR
   
  Fajar , Kamis, 02 Februari 2012
Waduh-waduh...Bapak sangat syiah sekali "kelihatannya", sampai sampai pemikiran orang lain pun bapak anggap itu pemikirannya. Tolonglah Pak, besarkan pikiran Bapak, jernihkan hati Bapak, Luweskan prilaku Bapak...sudah tidak zamannya lagi Bapak mengangkat isu-isu seperti ini...Hampir semua yang bapak tulis, sangat bernuansa "provokatif" dan "mengadu domba"...Hadirkan islam itu agama damai, kasih, dan luwes...tidak ekslusif mazhab, mohon kiranya Bapak check kembali 10 logika bapak tersebut dengan hati yang dingin dan bersih...
  
   
  Dodi , Kamis, 02 Februari 2012
bagus statemen nya, terima kasih !
  
   
  Husain Alatas , Kamis, 02 Februari 2012
Pertanyaan yang "sok logis", padahal luar biasa awam (untuk tidak menyebutnya sebagai ahmaq). Mungkin judulnya lebih baik diganti jadi "Pertanyaan seorang mualaf yang sedang memilih mazhab". Karena memang terbukti pertanyaan2 tersebut semata-mata bersumber dari ketidaktahuan terhadap mazhab Syi'ah. Ingin mematahkan argumentasi Syi'ah dengan pertanyaan2 semacam itu sama saja bunuh diri. Afwan.
  
   
  Lukman , Kamis, 02 Februari 2012
Sekte tersebut Patut diwaspadai keberadaanya disekitar kita.
  
   
  Budiharto , Jum'at, 03 Februari 2012
Ada pendapat/ ajaran (lupa siapa ?) untuk menentukan kebenaran Islam tidak/ jangan nilai dari aspek SOSIAL, karena biasnya banyak. Yang pasti ; Sejarah ke-Rasul-an & keluarga (Allahummashalli ala Muhammad wa ala ali Muhammad) yang DETAIL, OBJEKTIF, JUJUR, ABSAH, OTENTIK, saat ini belum optimal ! itu yang seharusnya bisa menentukan sikap kita. Banyak sekali kupasan HUKUM tertulis di Indonesia, dan sangat kurang kupasan "RUH-TAUHID" ??? Waskito seharusnya tau hal itu sangat sensitif kurang bijak !
  
   
  Ammar , Sabtu, 04 Februari 2012
Trima kasih akh waskito, atas usaha membentengi aqidah ummat islam dari paham busuk syi'ah, ini usaha yg tdk sia-sia..(Ayo share sebanyak2x!) utk para pembela syi'ah, anda Gak usah panik dan kebakaran jenggot!! Makian/celaan/emosi yg berlebihan anda menunjukkan rapuhx pemahaman ini, lebih baik renungkanlah kebenaran 10 poin ini dan bertobatlah!!
  
   
  Sejagad , Sabtu, 04 Februari 2012
Penjelasan dengan 10 statement yang bagus, lengkap dan terperinci. Fajar, Husain Alatas, Budiharto: Kapok loe, kebakaran jenggot loe pade, hahaha. Dasar Syi'ah sesat bukan islam dan Musuh Islam. Indonesia siap berantas syi'ah di Indonesia sampai ke akar2nya.
  
   
  Nov , Sabtu, 04 Februari 2012
hoi, Admin Hidayatullah.com... tidak begini caranya melawan kesesatan syi'ah, akhirnya kita jadi berdebat kusir ttg benar-salahnya suatu mazhab... hingga kita lupa menjalankan ajaran yg tadinya kita bela-bela... memilih mazhab yg lurus dan benar adalah penting, tapi jauh lebih penting utk menjalankannya...
  
   
  Hafizh , Ahad, 05 Februari 2012
syiah itu sesat secara akidah. tanpa dituduh sesat pun sudah sesat dengan sendirinya kok! dalam prinsip akidah Islam yang lurus, kalo ada aliran yang menyimpang secara akidah lalu kita tidak berani mengatakan sesat itu berarti kita sndiri yang sesat. ini sudah kaidah umum.
  
   
  Dienul Islam , Ahad, 05 Februari 2012
gonta ganti bini dlm waktu sekejap, melaknat, melukai diri, bernyanyi, dsb. hai orang2 syiah sejak kapan Ali RA mengajarkannya? makanya kalau belajar tuh jgn asal telen aja, pake akalnya biar bs bedain ajaran mana yg bener dan mana yg salah, udah tau sesat msh beladiri juga. Makanya kalau nyari air yg bersih jgn di hilir tapi di hulu.
  
   
  Asy Syafaq , Senin, 06 Februari 2012
Jazaakumullah ya redaksi sudah membuka tabir kesesatan syi'ah.. semoga istiqomah
  
   
  Ikhbal , Senin, 06 Februari 2012
Agama Syiah itu adalah warisan yahudi yang benci terhadap Islam, dan ingin membunuh orang-orang Muslim dengan nama "Islam" Syiah, padahal bukan Islam.
  
   
  Otrap , Senin, 06 Februari 2012
Salam, Majalah Hidayatullah yg keren........, kapan berani mengupas tentang gerakan Salafi....? di tunggu ya............
  
   
  Abdullah , Senin, 06 Februari 2012
untuk anda pengikut syiah kalau memang anda yakin bahwa syiah itu benar mengapa keyakinan anda sembunyikan dengan cara berpura-pura jadi orang sunni atau dalam syiah disebut taqiyah?Begitu juga kitab2 pedoman ajaran syiah mengapa tidak disebarluaskan seperti kitab2 ajaran sunni mulai dari tafsir Al-quran dan kitab2 hadits semua tersebar luas?
  
   
  Eko , Selasa, 07 Februari 2012
gak perlu teory ommm,, kalo emang sesat yaa udah... ulama miting!!!! ambil keputusan!!!!! bubarkan!!!!! LARANG SYIAH DI INDONESIA!!!!!
  
   
  Amal , Selasa, 07 Februari 2012
pergerakan Syiah di republik ini sungguh sangat mengkhawatirkan, bisa menimbulkan perpecahan dikalangan ummat, mereka menjelma seperti hantu yang menyusupi seua organisasi Islam untuk menanamkan pengaruh dan memecah persatuan kaum muslimin, hati2lah dengan manuver dan pergerakan infiltrasi mereka, jgn sampai NKRI rubuh krn pemberontakan Syiah yg dibonceng kaum kafir USA dan Yahudi seperti yg terjadi di negara 2 kaum muslimin lainnya, Semoga Allah melindungi kita dan menjadikan kita benteng Islam dei tegaknya Khilafah Islamiah dibawah satu bendera...."LA ILAHA ILLALLAH".....
  
   
  Abu Huzaimah , Kamis, 09 Februari 2012
yang membela syi'ah, ayo donk jawab 10 logika di atas.
  
   
  Luthfhi , Kamis, 09 Februari 2012
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Orang-orang Yahudi terpecah kedalam 71 atau 72 golongan, demikian juga orang-orang Nasrani, dan umatku akan terbagi kedalam 73 golongan.” HR. Sunan Abu Daud. Dalam sebuah kesempatan, Muawiyah bin Abu Sofyan berdiri dan memberikan khutbah dan dalam khutbahnya diriwayatkan bahwa dia berkata, “Rasulullah SAW bangkit dan memberikan khutbah, dalam khutbahnya beliau berkata, 'Millah ini akan terbagi ke dalam 73 golongan, seluruhnya akan masuk neraka, (hanya) satu yang masuk surga, mereka itu Al-Jamaa’ah, Al-Jamaa’ah.
  
   
  Aryo , Ahad, 12 Februari 2012
tahun2 ini saya baru tahu mengenai masalah syiah dengan izin Alloh, alhamdulillah. ternyata syiah lebih bahaya dari pada iblis karena syiah berbrntuk manusia dan mengaku islam. jadi sulit mengenalinya...Alloh maha tau dan memberitahukan hal itu pada yang beriman. hai orang2 syiah bertaubatlah...Hanya Alloh tuhan semesta alam. bukan imam2 kalian...imam2 kalian tidak lebik baik dari tikus2 got pencuri makanan. mereka adalah musuh Alloh ( yang memusuhi Alloh ). terkutuklah orang2 yang mengutuk para sahabat dan ahlulbayt......
  
   
  Abah , Selasa, 21 Februari 2012
Yang Pakai Logika saja adalah ajaran syetan. Nurani dan Logika adalah ajaran Islam. Yang Ada Rasa Benci sesama muslim dan Rasa Jago dalam Dirinya adalah Sesama Syetan...Ya Kita ini Udah ada di pasukan Syetan...Bukan di Pasukan Alloh dan Rosul.
  
   
  Zulkarnain Al Idrus , Jum'at, 02 Maret 2012
Bacaan yang amat menarik. Akan lebih memikat bila penulisnya membubuhkan ayat-ayat al qur'an atau hikmah Rasul sebagai finalis kebenaran, atau penguat kebenaran. Shiah bukan Islam sama sekali. Yahudi Abdullah Bin Sabak adalah konseptor original Shi'ah. Dari dialah lahir penghujatan para sahabat Rasul dan sebaliknya lahir penghayatan terhadap Ali Bin Abi Thalib. Yang paling perlu dititikbawahi adalah pembolehan berbohong, yang merupakan induk dari segala dosa dalam Islam. Mengapa bisa sengaja berbohong - dimana Allah? Dalam Al Qur'an - sebagai statement final dari Allah, menyebutkan 10 x (sepuluh kali) kata-kata atau ayat-ayat: yang begini bunyinya ; "KECELAKAAN YANG BESARLAH PADA HARI ITU BAGI ORANG-ORANG YANG MENDUSTAKAN" AL MURSALAT : AYAT : (15,19,24,28,34,37,40,45,47, 49) Cobalah membayangkan dalam kehidupan sehari-hari, sukakah kita berteman dengan orang yang suka berbohong?? Bagaimana mungkin, ada agama seperti Shi'ah? Siapa yang berpihak kepada mereka, walaupun dalam bentuk komentar, dalam sudut pandang Allah adalah Penganut Shi'ah. Kepada mereka, saya lanjutkan ayat diatas sebagai akhir Surat Al Mursalat no. 50. yang bunyinya : "MAKA KEPADA PERKATAAN APAKAH SELAIN AL QUR'AN INI MEREKA AKAN BERIMAN "? Salam Zulkarnain Al Idrus
  
   
  Hamba Allah , Selasa, 06 Maret 2012
Info lebih lanjut tentang Syiah ada di sini: http://videosyiah.com/ http://www.syiahindonesia.com/
  
 
KIRIM KOMENTAR ANDA :
     
  Nama
  Email
  Komentar Anda
  Kode Keamanan
 
CAPTCHA Image
   
 
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA.

 

Info Anda
 
Info Herbal Murah

Peluang usaha herbal termurah, menerima grosir keagenan.

www.herbalmurah.info

 
Sentra Haji Onh Plus Dan Umroh

Travel Murah Jakarta, Haji ONH Plus. Umroh plus, liburan, ramadhan, idul fitri. Segera dapatkan layanan terbaik kami 021-70985599
www.sentrahaji.com

 
19 Video Debat Islam-kristen

Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab ulama, serta nasyid walimah dan jihad. Kunjungi sekarang!

www.digitalhuda.com

 
 
   Berita Tsaqafah Lainnya
  Syari’ah Islam: Antara HAM dan Kebebasan...
  RUU KKG: Pertarungan Feminis VS Muslimah...
  Mendesain Kurikulum Pendidikan dengan Ko...
  Kewajiban Menutup Aurat: Bukti Islam Tid...
  Virus K-Pop dan Dekonstruksi Aqidah
  Usul Tak Mulia Dari Si Musdah
  Ketentuan Umum RUU Gender Problematik
  Reformasi Ulang Pendidikan Islam
  Menjawab Tuduhan Terhadap Hizbut Tahrir
  “Indonesia Tanpa JIL”, What's Next?
Kontak Kami   |  Tentang Kami   |  Iklan   |  
© 2010 Hidayatullah.Com, All Rights Reserved