Home
Tsaqafah
Bagian Pertama
“10 Logika Dasar Penangkal Syiah”
Rabu, 01 Februari 2012
Oleh: AM. Waskito
BERIKUT ini adalah 10 LOGIKA DASAR akidah Syiah bisa diajukan sebagai bahan diskusi ke kalangan Syiah dari level awam, sampai level ulama. Setidaknya, logika ini bisa dipakai sebagai “anti virus” untuk menangkal propaganda dai-dai Syiah yang ingin menyesatkan Ummat Islam dari jalan yang lurus.
Kalau Anda berbicara dengan orang Syiah, atau ingin mengajak orang Syiah bertaubat dari kesesatan, atau diajak berdebat oleh orang Syiah, atau Anda mulai dipengaruhi dai-dai Syiah; coba kemukakan 10 LOGIKA DASAR di bawah ini. Sehingga kita bisa membuktikan, bahwa ajaran mereka sesat dan tidak boleh diikuti.
LOGIKA 1: “Nabi dan Ahlul Bait”
Tanyakan kepada orang Syiah: “Apakah Anda mencintai dan memuliakan Ahlul Bait Nabi?” Dia pasti akan menjawab: “Ya! Bahkan mencintai Ahlul Bait merupakan pokok-pokok akidah kami.” Kemudian tanyakan lagi: “Benarkah Anda sungguh-sungguh mencintai Ahlul Bait Nabi?” Dia tentu akan menjawab: “Ya, demi Allah!”
Lalu katakan kepada dia: “Ahlul Bait Nabi adalah anggota keluarga Nabi. Kalau orang Syiah mengaku sangat mencintai Ahlul Bait Nabi, seharusnya mereka lebih mencintai sosok Nabi sendiri? Bukankah sosok Nabi Muhammad Shallallah ‘Alaihi Wasallam lebih utama daripada Ahlul Bait-nya? Mengapa kaum Syiah sering membawa-bawa nama Ahlul Bait, tetapi kemudian melupakan Nabi?”
Faktanya, ajaran Syiah sangat didominasi oleh perkataan-perkataan yang katanya bersumber dari Fathimah, Ali, Hasan, Husein, dan anak keturunan mereka. Kalau Syiah benar-benar mencintai Ahlul Bait, seharusnya mereka lebih mendahulukan Sunnah Nabi, bukan sunnah dari Ahlul Bait beliau. Syiah memuliakan Ahlul Bait karena mereka memiliki hubungan dekat dengan Nabi. Kenyataan ini kalau digambarkan seperti: “Lebih memilih kulit rambutan daripada daging buahnya.”
LOGIKA 2: “Ahlul Bait dan Isteri Nabi”
Tanyakan kepada orang Syiah: “Siapa saja yang termasuk golongan Ahlul Bait Nabi?” Nanti dia akan menjawab: “Ahlul Bait Nabi adalah Fathimah, Ali, Hasan, Husein, dan anak-cucu mereka.” Lalu tanyakan lagi: “Bagaimana dengan isteri-isteri Nabi seperti Khadijah, Saudah, Aisyah, Hafshah, Zainab, Ummu Salamah, dan lain-lain? Mereka termasuk Ahlul Bait atau bukan?” Dia akan mengemukakan dalil, bahwa Ahlul Bait Nabi hanyalah Fathimah, Ali, Hasan, Husein, dan anak-cucu mereka.
Kemudian tanyakan kepada orang itu: “Bagaimana bisa Anda memasukkan keponakan Nabi (Ali) sebagai bagian dari Ahlul Bait, sementara isteri-isteri Nabi tidak dianggap Ahlul Bait? Bagaimana bisa cucu-cucu Ali yang tidak pernah melihat Rasulullah dimasukkan Ahlul Bait, sementara isteri-isteri yang biasa tidur seranjang bersama Nabi tidak dianggap Ahlul Bait? Bagaimana bisa Fathimah lahir ke dunia, jika tidak melalui isteri Nabi, yaitu Khadijah Radhiyallahu ‘Anha? Bagaimana bisa Hasan dan Husein lahir ke dunia, kalau tidak melalui isteri Ali, yaitu Fathimah? Tanpa keberadaan para isteri shalihah ini, tidak akan ada yang disebut Ahlul Bait Nabi.”
Faktanya, dalam Surat Al Ahzab ayat 33 disebutkan: “Innama yuridullahu li yudzhiba ‘ankumul rijsa ahlal baiti wa yuthah-hirakum that-hira.” (bahwasanya Allah menginginkan menghilangkan dosa dari kalian, para ahlul bait, dan mensucikan kalian sesuci-sucinya). Dalam ayat ini isteri-isteri Nabi masuk kategori Ahlul Bait, menurut Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Bahkan selama hidupnya, mereka mendapat sebutan Ummul Mu’minin (ibunda orang-orang Mukmin) Radhiyallahu ‘Anhunna.
LOGIKA 3: “Islam dan Sahabat”
Tanyakan kepada orang Syiah: “Apakah Anda beragama Islam?” Maka dia akan menjawab dengan penuh keyakinan: “Tentu saja, kami adalah Islam. Kami ini Muslim.” Lalu tanyakan lagi ke dia: “Bagaimana cara Islam sampai Anda, sehingga Anda menjadi seorang Muslim?” Maka orang itu akan menerangkan tentang silsilah dakwah Islam. Dimulai dari Rasulullah, lalu para Shahabatnya, lalu dilanjutkan para Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in, lalu dilanjutkan para ulama Salafus Shalih, lalu disebarkan oleh para dai ke seluruh dunia, hingga sampai kepada kita di Indonesia.”
Kemudian tanyakan ke dia: “Jika Anda mempercayai silsilah dakwah Islam itu, mengapa Anda sangat membenci para Shahabat, mengutuk mereka, atau menghina mereka secara keji? Bukankah Anda mengaku Islam, sedangkan Islam diturunkan kepada kita melewati tangan para Shahabat itu. Tidak mungkin kita menjadi Muslim, tanpa peranan Shahabat. Jika demikian, mengapa orang Syiah suka mengutuk, melaknat, dan mencaci-maki para Shahabat?”
Faktanya, kaum Syiah sangat membingungkan. Mereka mencaci-maki para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum dengan sangat keji. Tetapi di sisi lain, mereka masih mengaku sebagai Muslim. Kalau memang benci Shahabat, seharusnya mereka tidak lagi memakai label Muslim. Sebuah adagium yang harus selalu diingat: “Tidak ada Islam, tanpa peranan para Shahabat!”
LOGIKA 4: “Seputar Imam Syiah”
Tanyakan kepada orang Syiah: “Apakah Anda meyakini adanya imam dalam agama?” Dia pasti akan menjawab: “Ya! Bahkan imamah menjadi salah satu rukun keimanan kami.” Lalu tanyakan lagi: “Siapa saja imam-imam yang Anda yakini sebagai panutan dalam agama?” Maka mereka akan menyebutkan nama-nama 12 imam Syiah. Ada juga yang menyebut 7 nama imam (versi Ja’fariyyah).
Lalu tanyakan kepada orang Syiah itu: “Mengapa dari ke-12 imam Syiah itu tidak tercantum nama Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i, dan Imam Hanbali? Mengapa nama empat imam itu tidak masuk dalam deretan 12 imam Syiah? Apakah orang Syiah meragukan keilmuan empat imam madzhab tersebut? Apakah ilmu dan ketakwaan empat imam madzhab tidak sepadan dengan 12 imam Syiah?”
Faktanya, kaum Syiah tidak mengakui empat imam madzhab sebagai bagian dari imam-imam mereka. Kaum Syiah memiliki silsilah keimaman sendiri. Terkenal dengan sebutan “Imam 12” atau Imamah Itsna Asyari. Hal ini merupakan bukti besar, bahwa Syiah bukan Ahlus Sunnah. Semua Ahlus Sunnah di muka bumi sudah sepakat tentang keimaman empat Imam tersebut. Para ahli ilmu sudah mafhum, jika disebut Al Imam Al Arba’ah, maka yang dimaksud adalah empat imam madzhab rahimahumullah.
LOGIKA 5: “Allah dan Imam Syiah”
Tanyakan kepada orang Syiah: “Siapa yang lebih Anda taati, Allah Ta’ala atau imam Syiah?” Tentu dia akan akan menjawab: “Jelas kami lebih taat kepada Allah.” Lalu tanyakan lagi: “Mengapa Anda lebih taat kepada Allah?” Mungkin dia akan menjawab: “Allah adalah Tuhan kita, juga Tuhan imam-imam kita. Maka sudah sepantasnya kita mengabdi kepada Allah yang telah menciptakan imam-imam itu.” Kemudian tanyakan ke orang itu: “Mengapa dalam kehidupan orang Syiah, dalam kitab-kitab Syiah, dalam pengajian-pengajian Syiah; mengapa Anda lebih sering mengutip pendapat imam-imam daripada pendapat Allah (dari Al Qur’an)? Mengapa orang Syiah jarang mengutip dalil-dalil dari Kitab Allah? Mengapa orang Syiah lebih mengutamakan perkataan imam melebihi Al Qur’an?”
Faktanya, sikap ideologis kaum Syiah lebih dekat ke kemusyrikan, karena mereka lebih mengutamakan pendapat manusia (imam-imam Syiah) daripada ayat-ayat Allah. Padahal dalam Surat An Nisaa’ ayat 59 disebutkan, jika terjadi satu saja perselisihan, kembalikan kepada Allah dan Rasul-Nya. Itulah sikap Islami, bukan melebihkan pendapat imam di atas perkataan Allah.*/bersambung bagian kedua
Waskito, penulis buku "Bersikap Adil pada Wahabi"
Red: Cholis Akbar
|
|
|
| |
KOMENTAR |
| |
|
| |
Adhi Piliang , Rabu, 01 Februari 2012
Tetap Syiah adalah islam, Tuhan sama, Nabi sama, kitab sama, Mesjid sama, Syahadat sama, kalau ada yg salah selain itu diluruskan baik2 |
| | |
 |
| |
|
| |
Dar Al Hikmah , Rabu, 01 Februari 2012
Asww, maaf saya tanggapi sedikit, bahwa dari 5 point diatas masih sangat "ringan" & mudah dijawab oleh kalangan syiah. Malah kalangan kita yang akan bingung sendiri kl ada kalangan syiah yang bisa menjawabnya, apalgi logika no 4, gampang sekali menjawabnya. Sebaiknya kaum awam dianjurkan untuk mengikuti pendapat ulama, serta dihindarkan dari debat yang tidak ada ujungnya. Serta kita didik keluarga kita dalam pendidikan islam dalam bingkai Ahlu Sunnah wal Jama'ah. Afwan. Wassalam. |
| | |
 |
| |
|
| |
Anang Utuh , Rabu, 01 Februari 2012
JAZAKUMULLOH ATAS TULISAN INI. PASTI SANGAT BERMANFAAT UTK MELAWAN SYI'AH !!! |
| | |
 |
| |
|
| |
Anto , Rabu, 01 Februari 2012
bagus, yg penting kita hrs gigih membentengi diri dan keluarga (sanak famili) dr salah satu faham sempalan yg menyimpang ini. |
| | |
 |
| |
|
| |
Ali Abdullah , Rabu, 01 Februari 2012
Penulis kurang mamahami mazhab syiah...yg dimaksud dengan istilah Ahlul bait dalam syiah bukan arti harfiyah dari kata ini tetapi merujuk kepada atas penjelasan Nabi sendiri berkenaan dengan istilah ini melalui banyak riwayat,dan kalau anda teliti "memasukkan istri nabi dll" selain yang ditegaskan sendiri oleh Rasul..maka anda akan menemukan berbagai kontradiksi dalam ayat quran..! misalnya: penulis merujuk ke surat Al Ahzab ayat 33, disitu ada yg digunakan kata ganti "kum"(meliputi laki-laki) ...padahal rangkaian ayat sebelumnya adalah berbicara tentang isteri2 nabi...apakah Tuhan tidak dapat menempatkan kata ganti "perempuan"? maaf saja,salah satu pertanyaannya adalah jika isteri nabi telah tersucikan sesuci-sucinya..."merujut ayat tersebut" lalu bagaimanakah ...dengan pristiwa perang jamal? bagaimanapun juga Sitti Aisyah telah keluar ikut berperang/melawan khalifah sah kaum muslimin(ingat Ali adalah salah satu dari khalifaturrasyidin)....apakah perlawanan terhadap khalifah sah kaum muslimin ...bagian dari jaminan kesucian yang dimaksud oleh ayat..? |
| | |
 |
| |
|
| |
Mutti , Kamis, 02 Februari 2012
"logika" yang nggak logis. gampang banget dijawab balik ama orang syiah. contoh : Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim dari Jabir bin Samurah, sabda Nabi SAW, “Akan ada dua belas khalifah, semuanya dari Quraisy” “Agama Islam akan terus berlanjut sampai waktu hari kiamat, atau kamu telah dipimpin secara penuh oleh 12 khalifah, mereka semua berasal dari bani Quraish”. apa sodara Waskito bisa menjawab : 1. siapa nama2 imam no. 1 sampai 12 ? 2. tarohlah ke empat itu masuk dalam deretan 12 imam, apa mereka semua masuk dalam kriteria bani quraish sebagaimana hadits tsb ? |
| | |
 |
| |
|
| |
Hamba , Kamis, 02 Februari 2012
Dar Al-Hikmah: Sekecil apapun usaha kita dalam membentengi umat dari paham sesat, maka hal tersebut wajib dilakukan. Dakwah selalu memiliki jalannya sendiri, baik dengan cara mudah ataupun sulit. Yang penting ACTION. Semoga Allah tetap memberikan kekuatan kepada kita semua :) |
| | |
 |
| |
|
| |
Hamba Allah , Kamis, 02 Februari 2012
Sebagai tambahan: Kenapa Ali memberikan anak beliau, Umm Khultum, untuk menikahi Umar r.a. jika mereka menganggap bahwa Umar telah keluar dari Islam? Kaum Shiah menganggap bahwa Ali r.a membenci Abu Bakr r.a dan Umar r.a, tetapi Ali r.a. memberi kedua anaknya dengan nama Umar dan Abu Bakr, bahkan 1 anak Ali r.a. bernama Uthman. Yang ketiga, di dalam Al Qur'an kata "Ahlul Bait" tercantum sebanyak 3 kali. Semuanya, jika diartikan, meliputi Istri. Perlu diketahui bahwa salah satu tersebut menjelaskan tentang Istri Firaun. Artinya bahwa istri termasuk dalam golongan Ahlul Bait. Kemudian, Aisha r.a memang keluar rumah pada waktu perang tersebut, tetapi beliau tidak berperang melawan Ali r.a, bahkan diriwayatkan bahwa Ali r.a malah melindungi Aisha r.a pada waktu itu. Saya ada seorang penuntut ilmu di tanah Arab yang mendalami Ilmu doktrin Islam dan aliran sesat. Saya sudah membaca berulang kali Kitab Al Kafi dan Biharul Anwar, 2 kitab paling otentik kaum Shiah. Dalam buku tersebut terdapat banyak sekali fakta-fakta kaum Shiah yang sangat jauh dari ajaran Islam. Perbedaan antara Sunni dan Shiah tidak hanya dalam masalah khalifah, Sahabat, dan Mut'ah. Perbedaan di masalah Akidah merupakan perbedaan yang luar biasa, dimana beberapa kaum Shia, terutama di Iran, Lebanon, dan Syria, mengakui bahwa Ali adalah Tuhan yang bisa dimintai pertolongan. Ada juga yang menganggap bahwa Ali lebih baik dari Nabi2 terdahulu dan Imam mereka meliki kekuatan supranatural yang dapat mengetahui Qadr. Semoga Allah memberi petunjuk kepada kita semua. Jazakallah khair |
| | |
 |
| |
|
| |
Akhmad , Kamis, 02 Februari 2012
logika yang tidak logis. dan yang selama ini yang diperdebatkan hanyalah kulitnya saja, lebih baik bagaimana agar bersatu melawan zionis |
| | |
 |
| |
|
| |
Jasmine , Kamis, 02 Februari 2012
Bagaimana tentang ini: http://www.ammanmessage.com |
| | |
 |
| |
|
| |
Heran , Kamis, 02 Februari 2012
Salah usaha kita untuk menolak ajaran syi'ah adalah mendidik anak-anak kita untuk mencintai Rosulullah SAW dan para Sahabatnya (termasuk keluarga Rosulullah SAW), sebagaimana kecintaan Rosulullah terhadap Sahabt-sahabtnya yg turut berperang bersama beliau dan menyebarkan islam ke penjuru dunia. |
| | |
 |
| |
|
| |
Abdul Azis Baeha , Kamis, 02 Februari 2012
Tidak ada manfaat Waskito membentengi diri kalian dari Faham Syiah Imamiah, hanya orang-2 yang mendapat hidayah yang bisa memahami ajaran syiah dengan benar |
| | |
 |
| |
|
| |
Komentator , Kamis, 02 Februari 2012
Sebagai orang awam, saya sangat merasakan hawa 'kebencian' & 'dendam kesumat' yang di doktrin dalam syiah terhadap para sahabat. Dan terasa lebih memuliakan anak cucu Nabi SAW, dibanding Nabi SAW sendiri. Masya Allah... |
| | |
 |
| |
|
| |
M.ramli , Kamis, 02 Februari 2012
semuga Allah segera memberikan Hidayahnya pada umat manusia yng telah terjangkit pemahaman syi'ah sehingga mereka segera disadarka akan kesalahan dirinya............ dan semoga Allah juga melindungi kita serta anak-anak dan cucu kita dari Virus-virus yang sedang berkiliaran di muka bumi ini......... |
| | |
 |
| |
|
| |
Ansori , Jum'at, 03 Februari 2012
Sungguh benar ALLOH dengan segala firman,keberan islam yang sebenarnya isalam yg di bawahkan oleh rusllulloh swa ,para sahabat yg terdekat ( abu bakar ,umar & usmant ) bukan kebnaran yg di bawahkan imam - imam syiah sungguh jauh menyimpang dari ajaran rosul swa,,,syiah adalah lambang dari yahudi yg lngin memecah kesatuan umatr islam sedunia....semoga ALLOH SWT memberkahi kita semua AMIN... |
| | |
 |
| |
|
| |
Arman Sirait , Jum'at, 03 Februari 2012
Ah, logika yang jauh dari kata logis |
| | |
 |
| |
|
| |
Abu Fairuz , Ahad, 05 Februari 2012
Saudaraku, Islam adalah agama yang satu. Satu Tuhannya, satu nabinya, satu kitabnya intinya satu aqidah. Umat islam diwajibkan mengikuti cara beragamanya Rasulullah dan para sahabat yaitu pemahaman islam yang masih murni yang belum terkontaminasi dengan berbagai penyimpangan aqidah seperti yang terlihat pada hari ini. Rasulullah sudah mengingatkan kita dalam hadits shahih bahwa umat islam akan terpecah menjadi 73 golongan, 72 masuk neraka dan yang selamat hanya satu yaitu al jama’ah atau orang2 yang mengikuti jalannya Rasulullah dan para sahabat radiyallahu anhum ajma’in.Beliau juga dalam salah satu hadits hasan Bahwa Rosulullah r pernah membuat satu garis dengan tangannya lalu berkata :”Ini adalah jalan Allah yang lurus, kemudian beliau membuat garis-garis lagi di samping kanan dan kirinya, sambil berkata :” Ini adalah jalan-jalan (lain). Tidak ada satupun dari jalan-jalan tersebut kecuali pasti ada syetan yang menyeru kepadanya. Kemudian beliau membaca (firman Allah): Dan sesungguhnya ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia. Dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan lain, karena jalan-jalan itu akan mencerai-beraikanmu dari jalan-Nya. Yang demikian itu telah Allah wasiatkan kepadamu agar kamu bertaqwa “ ( H.R.Ahmad, Al Hakim, An-Nasa’i, dengan sanad yang baik). Ini menunjukkan jalan kebenaran dalam islam itu hanya satu, tidak berbilang. Islam bukan agama gado-gado yang mencampur semua pemahaman baik haq maupun batil. Islam bukan hanya melihat orang itu sudah bersyahadat atau sholat tapi paling utama bagaimana aqidahnya karena syahadat dan ibadah kita bisa batal jika aqidah kita rusak dan ini banyak disebutkan adalam alqur’an diantaranya dalam QS.Al An am: 88. Islam menganjurkan pengikutnya untuk senantiasa memurnikan aqidahnya dan menghindarkan diri dari penyimpangan aqidah yang shahih sehingga membuat umat ini berpecah belah dan bergolong-golongan. Kita tidak boleh melegitimasi perpecahan dan munculnya golongan-golongan dalam islam yang mana antara satu golongan dengan golongan yang lain berbeda aqidahnya karena sekali lagi umat islam pada mulanya bersatu di atas aqidah yang sama. Mari kita renungkan firman Allah : “Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat” (Ali ‘Imran : 105) Firman Allah : “Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat”. (Al An’aam : 159) Jangan dengan alasan persatuan kita melegitimasi munculnya pemahaman yang mengatasnamakan islam seperti syiah dan ahmadiyah yang ternyata aqidahnya menyelisihi aqidah yang benar yang telah diajarkan nabi. Persatuan yang hakiki adalah persatuan yang terwujud di atas manhaj dan aqidah yang satu. Buat teman2 yang masih membela syiah dan ahmadiyah dengan alasan mereka adalah muslim seperti kita, saya ingin bertanya siapakah yang bertanggung jawab menjaga kemurnian agama kita? Tentu saja kita umat islam pada hari ini.Apakah kita tidak memiliki kecemburuan ketika agama kita diobok-obok? Saya mengajak antum sekalian, mari kita pelajari dan pahami aqidah islam yang benar yang sesuai denagan qur’an, sunnah sesuai pemahaman sahabat karena sahabatlah yang paling tahu tentang islam karena mereka murid langsung rasulullah kemudian lihatlah bagamaina akidah syiah yang sebenarnya melalui buku-buku mereka sendiri kemudian bandingkan lalu ambil kesimpulan apakah memang syiah bagian dari islam atau tidak. |
| | |
 |
| |
|
| |
Antoksc , Selasa, 07 Februari 2012
buat saya: Allahumma shalli ala Muhammad wa alay Muhammad |
| | |
 |
| |
|
| |
Imam Suherlan , Kamis, 09 Februari 2012
Terlepas dari berbobot atau tidak berbobotnya penulis,Beliau telah berbuat sesutu yg sedikit banyak telah membantu pengetahuan kita tentang syiah.Artinya penulis masih peduli terhadap islam dan bagaimana dgn kita ? |
| | |
 |
| |
|
| |
Kurniawan Syarif , Sabtu, 11 Februari 2012
term ahlu bait adalah istri nbi, bila anda mmbaca sebutan istri nabi pasti disbut ahlu bait, cotoh surat hud ayat 72 |
| | |
 |
|
|
| |
KIRIM KOMENTAR ANDA : |
|
|
| |
| Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA. |
|
 |
|
 |
Info Anda |
| |
Info Herbal Murah
Peluang usaha herbal termurah, menerima grosir keagenan.
www.herbalmurah.info |
| |
 |
Sentra Haji Onh Plus Dan Umroh
Travel Murah Jakarta, Haji ONH Plus. Umroh plus, liburan, ramadhan, idul fitri. Segera dapatkan layanan terbaik kami 021-70985599 www.sentrahaji.com |
| |
 |
19 Video Debat Islam-kristen
Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab ulama, serta nasyid walimah dan jihad. Kunjungi sekarang!
www.digitalhuda.com |
| |
 |
|
 |
 |
 |
|