Home
Tsaqafah
Tanggapan untuk Haidar Bagir
Syiah dan Kesalahpahaman “Pembelanya”
Senin, 30 Januari 2012
Oleh: Fahmi Salim, MA
DALAM artikelnya di Republika (27/1/2012), saudara Haidar Bagir kembali menanggapi artikel bantahan yang ditulis oleh Muhammad Baharun dan saya dengan judul "Sekali Lagi, Syiah dan Kerukunan Umat (Tanggapan untuk Muhammad Baharun dan Fahmi Salim), (Republika, 27 Januari 2012). Sebelumnya, perlu disampaikan, dalam setiap munazharah (debat ilmiah) perlu ada kode etik (adabul baths). Dan salah satu kode etik yang selalu saya pegang dari Al-Azhar Mesir, -- almamater saya -- adalah kaidah yang menyatakan, “in kunta naqilan fa’alayka bil-shihhat wa in kunta mudda’iyan fa’alayka bi-d-dalil” (jika Anda menukil pendapat, maka harus benar-benar diverifikasi dan jika Anda mendakwa maka harus mendatangkan dalil).
Dalam konteks inilah, Haidar keliru. Saat menyebutkan satu-dua dakwaan atau nukilan, ia tidak menyebut sumber apalagi memverifikasi kesahihannya. Jadi harap dimaklumi. Tak bermaksud semena-mena, tetapi menaati kode etik, yang mungkin ditafsirkan lain. Ini berbeda dengan ulama salaf yang dengan amanah telah menyebutkan sanad lengkap, dan menjadi tugas peneliti selanjutnya untuk memverifikasi kebenarannya.
Pertama, masih soal Tahrif (distorsi dan ketidaklengkapan) Al-Qur’an di kalangan Syiah dan Sunnah. Saya tegaskan bahwa Ahlusunnah secara mutlak menerima keotentikan, kelengkapan dan kemutawatiran mushaf Usmani yang ada saat ini --tanpa ada pengurangan dan tambahan sedikitpun. Namun tak jarang, kalangan Syiah menuduh balik bahwa indikasi tahrif banyak ditemukan dalam riwayat-riwayat yang terdapat dalam kitab-kitab hadis standar di kalangan sunnah. Saudara Haidar telah menyebutkan di antara contoh sebagiannya.
Contoh-contoh riwayat yang berbau ‘Tahrif’, yang disebut Haidar, sangat akrab di kalangan pengkaji ilmu Al-Qur’an dalam kajian Nasikh-Mansukh. Berbagai literatur seperti Al-Burhan (vol.2/41-46) karya Az-Zarkasyi, Al-Itqon (hlm.332&336) karya As-Suyuthi dan Manahil Irfan (vol.2/154-155) karya Az-Zarqani memberi contoh hadis Sayidah Aisyah tentang hukum 10 kali susuan yang dinasakh oleh 5 kali susuan (HR.Muslim) untuk kategori nasakh (konsep abrogasi) baik pada hukum dan bacaan Al-Qur’an. Sedangkan riwayat Sayidina Umar tentang ayat rajam (HR.Bukhari) dan riwayat Ubay ibn Ka’ab tentang ayat rajam (HR.Ibnu Hibban), dijadikan contoh untuk kategori nasakh pada bacaan saja, dan hukumnya tetap berlaku.
Menilai riwayat-riwayat yang dikategorikan nasikh-mansukh menurut konsep ‘Ahlusunnah’, dan menyamakan dengan ‘Tahrif’ adalah suatu kekeliruan yang mendasar. Ulama Ahlusunnah memandang adanya nasakh di dalam Al-Qur’an, --- yang tentunya adalah hak prerogatif Allah SWT dan hanya bisa terjadi selama Rasulullah hidup dan atas kewenangannya –bukan suatu distorsi (Tahrif) dan ketidaklengkapan Al-Qur’an.
Nukilan dari Aisyah, seperti dikutip Haidar, bahwa surah Al-Ahzab aslinya 200 ayat lalu tersisa hanya 73 ayat dalam mushaf Usmani, ditinjau dari sanadnya dhoif. Karena hadits itu diriwayatkan oleh Abu Ubaid (penulis Fadha’il Al-Qur’an) sampai ke Aisyah, yang rawinya Ibnu Lahi’ah dinilai mukhtalit (hafalannya amburadul) setelah kitab-kitabnya hangus terbakar, sehingga sanadnya dhoif/lemah (Mizan Al-I’tidal vol.2/475-477). Demikian pula nukilan dari Ubay ibn Ka’ab bahwa jumlah surah Al-Ahzab setara dengan Al-Baqarah (286 ayat), ternyata seorang rawinya Al-Mubarak ibn Fadhalah adalah mudallis yang dinilai dhoif/lemah, seperti penilaian Abu Dawud dan Abu Zur’ah dalam Al-Mudallisin (vol.1/80).
Nah, tidak seperti dikesankan Haidar bahwa fakta itu ditengarai bentuk Tahrif, lagi-lagi jika mau jujur, justru riwayat Aisyah dan Ubay di atas ditempatkan oleh As-Suyuthi dalam kategori nasakh tilawah (lihat hlm.336). Artinya, Suyuthi ingin menegaskan bahwa sisa 127 ayat atau 213 ayat semuanya telah dinasakh bacaan dan hukumnya. Kecuali ayat Rajam yang hukumnya tetap berlaku meski bacaannya telah dinasakh. Inilah yang ditegaskan kembali oleh Al-Bayhaqi dalam As-Sunan Al-Kubra (vol.8/211), Qadhi Abu Bakr Al-Baqillani dalam Al-Intishar lil Qur’an (vol.1/406), dan Ibnu Hajar Asqallani dalam Fathul Bari (vol.12/144).
Jadi kesimpulannya, riwayat-riwayat itu hanya untuk konteks nasikh-mansukh, dan bukan pembuktian terjadinya Tahrif dalam Qur’an menurut ulama sunni. Saudara Haidar sebagai pendukung Syiah seharusnya memahami masalah ini. Menyamakan atau sengaja mengaburkan konsep Naskh dengan Tahrif jelas kesalahan fatal. Jangan memaksakan cara pandang Syiah pada referensi kaum Sunni.
Selanjutnya, yang kedua, soal riwayat pengutukan Ali ibn Abi Thalib. Saya tidak memungkiri ‘adanya’ cerita-cerita fantastis yang tertuang dalam buku-buku tarikh yang Saudara Haidar sebutkan. Namun sekali lagi, sumber tertua pangkal dari cerita itu adalah riwayat Ibnu Sa’d dalam Thabaqat. Jika Ali Al-Madaini bisa sedikit ditolerir, namun kelemahan riwayat lebih berat karena faktor guru al-Madaini yaitu Luth ibn Yahya Al-Kufi. Dia lah yang saya maksud semua pakar dan imam hadits menilainya lemah. Al-Dzahabi dalam Siyar A'lam An-Nubala (vol.7/301-302) menulis: "Abu Mikhnaf Luth ibn Yahya Al-Kufi, penulis kitab tasnif dan tarikh, meriwayatkan dari Jabir al-Ju'fi, Mujalid ibn Sa'id, Sha'qab ibn Zuhair, dan sekelompok orang tak dikenal (majhulin)…Yahya ibn Ma'in berkata: (orang ini Luth ibn Yahya) tidak tsiqoh, Abu Hatim berkata: hadisnya ditinggalkan, Ad-Daruquthni berkata: tukang pemberi kabar yang lemah. Selain itu, Abu Mikhnaf adalah tukang berita yang rusak dan tak dipercaya. (Mizan Al-I’tidal, vol.3/409)
Mengutip riwayat Sahih Muslim dari Sahl ibn Sa’ad (no.2409) juga kurang tepat dalam konteks pengutukan. Sebab Imam Muslim justru memasukkan hadits itu dalam Bab Min Fadha’il Aly ibn Abi Thalib (Keutamaan Ali R.A.).
Memang tidak mudah menyeleksi riwayat yang tertuang dalam buku-buku sejarah, juga menganalisanya secara adil. Apalagi sering dijumpai oknum-oknum tertentu dengan motif politis memperkeruh suasana dalam setiap periode penulisan sejarah.
Penting dicatat, Ahlusunnah sepanjang sejarah tidak pernah membela, merestui dan apalagi menjadikan pengutukan terhadap para sahabat dan ahlul bait Nabi – terlebih Sayidina Ali -- sebagai akidah atau dendam kesumat yang tertanam kuat secara resmi.
Bisa dibayangkan, dengan asumsi cerita kutukan terhadap Sayidina Ali selama 70 tahun (yang diragukan kebenarannya) itu sudah sangat tercela, bagaimanakah lagi pengutukan terhadap Khalifah Abu Bakr dan Umar, serta istri Nabi yang dilestarikan lebih dari 1000 tahun–dan entah sampai kapan-?
Dalam I’tiqad Ahlusunnah, semua sahabat dan keluarga Nabi, tanpa terkecuali, adalah orang-orang mulia yang terdidik dalam madrasah nubuwwah dan berjuang bertahun-tahun menegakkan panji Islam bersama Rasulullah.
Pengorbanan nyawa, harta dan keluarga sudah tak terhitung. Mustahil rasanya, manusia-manusia yang disanjung berkali-kali dalam Al-Qur’an dan hadis nabi, mereka sontak berubah menjadi manusia tak bermoral dan beragama seketika hanya karena rebutan tahta dunia. Kecuali jika kita hendak katakan, bahwa Rasul telah gagal total dalam dakwahnya dan Allah SWT salah karena telah memuji kualitas iman mereka. Ini sama artinya merendahkan Allah dan Rasul-Nya, Wal’iyadzu billah!
Polemik ini semoga lebih membuka wawasan umat, bahwa masih ada ganjalan-ganjalan teologis dan historis dalam hal hubungan muslim Sunni dan Syiah. Jurang perbedaan antara keduanya juga lebar baik dalam aspek ushul akidah maupun furu’ agama.
Agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan bersama, juga demi keutuhan bangsa ini, maka benarlah ajakan Saudara Haidar agar semua elemen Syiah tidak mendakwahkan ajarannya di tengah mayoritas mutlak Sunni. Jika himbauan itu tidak diindahkan serius, terus terang saya kuatir nasib persatuan bangsa ini, dimana muslim sebagai mayoritas, akan terkoyak dan tercabik-cabik. Cukup sudah pengalaman konflik sektarian di Iraq, Libanon dan Pakistan menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.
Sayangnya, Penerbit Mizan yang dipimpin Saudara Haidar, sejak 1983 terus-menerus menerbitkan buku berjudul Dialog Sunnah-Syi’ah –sebuah dialog fiktif yang dikarang Syarafuddin Al-Musawi- yang mengandung fitnah dan penghinaan terhadap Istri Nabi Muhammad saw, terutama Aisyah R.A.
Terakhir, apa yang saya tulis ini adalah bagian dari tawashaw bil-haq dan tawashaw bil-shabr secara objektif, ikhlas, dan tajarrud pada al-haq seperti harapan Sdr. Haidar. Agar umat semakin cerdas dan dewasa. Wallahu a’lam.*
Penulis adalah Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI)
Red: Cholis Akbar
|
|
|
| |
KOMENTAR |
| |
|
| |
Isa Ansori , Senin, 30 Januari 2012
Salam Saya pembaca panatik Hidayatullah dari SMP sampai sekarang masih setia mebaca hidayatullah...ada beberapa catatan tentang analisa terhadap syiah... 1. Mohon buat analisa yang sistimatis jangan membuat fitnah sesama muslim,editor Hidayatullah juga hati-hati,saya penganut suni,mengapa..teman2 pernah menyalahkan Arab Saudi yang mengundang pasukan Asing untuk menjaga Arab Saudi juga beberapa negara lainya di Timur tengah...yang mereka bukan Islam.. 2. Munculnya Alhlu Sunnah,setelah ada konflik antara kaum khawariz dan Syiah, setelah 50 Tahun baru muncul mazhab ini...jadi duluan mana,Syiah atau Sunni... Kita bersaudara..jangan menyebarkan fitnah,karena dalam surat Alhujarat, hati2 menyampaikan berita dari orang2 tidak berilmu, mereka tetap menimbulkan Musibah... Saya punya kawan Syiah: 1. Tuhanya Tetap Allah. 2. Nabinya Muhamad Rosululloh SAW. Bahkan sangat di muliakan,melebihi kita yang memuliakan sunah nabi.. 3. Kitabnya Alquran. mereka lebih memahamai dengan pendekatan scientis dan lebih modern. 4.Tetap melaksakan puasa(walaupun ada kemudahan). 5.Melaksakan Zakat 6.Percaya pada goib dan hari akhir.. Catatan:Untuk kaum Yahudi: Yahudi adalah ciptaan Tuhan kita harus menghormati Mereka sebagai manusia,jangankan manusia hewan dan tumbuhan aja harus di Hormati, kalau yang di Israel itu bukan yahudi murni, justru banyak penduduk keturunan Hongaria dan Bulgaria.jadi kalau di presentasenkan masih banyak kaum muslimanya.... Salam, Islam selalu membumikan perdamaian Akhi bukan permusuha. |
| | |
 |
| |
|
| |
Kangkung , Senin, 30 Januari 2012
Komunitas syiah di indonesia untuk menyebarluaskan ajaranya didukung oleh kekuatan, backup dan gelontoran dana dari negara asing, dan tokohnya2 banyak menggeluti bisnis diberbagai bidang, ada dibidang tekstil, penerbitan dll. Haydar baqir pasti tahu. |
| | |
 |
| |
|
| |
Budiharto , Senin, 30 Januari 2012
Saya sebagai maniak membaca : Dari sekian banyak aliran Syi'ah, terkesan Immamiyyah tidak sesat dan yg lain sesat. Demikian halnya, dari sekian banyak aliran sempalan Sunni, yg tidak sesat hanya Ahlulsunnah waljamaah, lainnya sesat.. Yang menarik adalah, sunni mencecar Syi'ah yang sesatnya dan Syi'ah mencecar Sunni yang sesatnya (buku ANTOLOGI, terbitan ICC, Jkt). JADI SAMPAI KIAMAT, POLA PIKIR INI TIDAK AKAN SELESAI, KARENA INILAH YG DIINGINI YAHUDI, POLA PIKIR TOKOH ULAMA ISLAM SEPERTI DEWI MEDUSSA...!!! Astaghfirullah |
| | |
 |
| |
|
| |
Egu Arifianto , Senin, 30 Januari 2012
Ya, tulisan-tulisan Haidar di Republika adalah "respon kekawatiran" jika Syi'ah di Indonesia di-Ahmadiyah-kan (tutup, bangkrut). Tapi, artikel-artikel seperti ini yang akan mencerahkan Muslim Indonesia tentang Syi'ah.. |
| | |
 |
| |
|
| |
Ariefis , Selasa, 31 Januari 2012
Mencari perbedaan antara Sunny - Syi'i baik dari sisi teologis maupun fiqh sangat banyak dan sangat sulit untuk dikompromikan titik temunya, namun perbedaan tsb janganlah menjadi pemisah persatuan umat Islam. Krn Sunny - Syi'i ternyata lebih banyak berkonflik berlatar politik. Mk Sunny - Syi'i sebaiknya bersikap toleran dan saling membantu dalam mencerahkan ummat agar dapat berperilaku baik sehingga Islam benar2 rahmatan lil 'alamin apapun mazhabnya. |
| | |
 |
| |
|
| |
Heran , Selasa, 31 Januari 2012
"semua sahabat dan keluarga Nabi, tanpa terkecuali, adalah orang-orang mulia yang terdidik dalam madrasah nubuwwah dan berjuang bertahun-tahun menegakkan panji Islam bersama Rasulullah".saya suka dengn tulisan ini walaupun sangat menjengkelkan buat agama syi'ah. logika sederhana untuk membantah agama syi'ah yang mengkafirkan para sahabat dan istri-istri Rosulullah SAW. @isa anshori :sebaik anda sendiri yg harus banyak belajar mengenai akidah ahlussunnah sehingga bisa membedakan kekufuran akidah syiah. katanya anda sunni berarti : 1. anda harus yakin bahwa Al-qur'an sudah diturunkan secara lengkap, beda dengan syi'ah yg memiliki keyakinan Al-qur'an sekarang dirubah-rubah dan belum lengkap. Konsekuensi dr keyakinan ini adalah anda harus mengatakan syi'ah kufur 2. "kalian adalh umat terbaik yg dikeluarkan dri manusia, yang menyuruh kepada yg ma'ruf dan mencegah kepada yg munkar". saya yakin anda pernah membca dalil ini dan ahli tafsir telah bersepkat bahwa yg dimaksud umat terbaik dri umat ini adlh para Sahabat Rosulullah SAW. dan banyak dalil lainnya di dalam Al'qur'an yg Allah SWt ridho kepada mereka. ingat:yang Allah Ridhoi adalah para Sabahat, BUKAN SYI'ah. kalau anda seorang Sunny, konsekuensinya adlh anda harus mengatakan kufur kepada Syi'ah karena mereka mengkafirkan Sahabat yg Allah SWt Ridhoi. 3. Sekali lagi, anda harus mempelajari Akidah ahlusunnah agar tdk tertipu dengan Syia'ah. kalau soal Tuhan, orang kafir Quraisy juga mengatakan bahwa Tuhan mereka adalah Allah, tapi mengapa mereka masih dikafirkan oleh Rosulullah SAW. hal itu disebabkan karena mereka menjadikan sekutu-sekutu selain Allah dlm peribadatan mereka seperti latta, Uzza, dan Manat. bagaimana dengan Syia'h?syi'ah memang mengatakan bahwa Allah yang mereka sembah, tapi mereka manjadikan Imam-Imam mereka sebagai Sekutu-sekutu selain Allah. Syi'ah meyakini bahwa Imam-Imam tersebut mengetahu yang ghoib 4. dan banyak lagi yang lain mengenai kesesatan Syi'ah seperti nikah Mut'ah. saya tanya, apakah anda rela jika istri anda/ Ibu anda/putri anda /saudara perempuan anda dinikahi hanya dalam waktu beberapa jam/beberapa hari/beberapa pekan??yang mana pernikahan mut'ah ini tanpa Wali?apa bedanya seorang syi'ah melacur dipinggir jalan. tahukah anda bahwa di Iran yg mayoritas beragama Syi'ah banyak anak yg tdk mengetahui siapa bapaknya krn dinikahi secara mut'ah?anda tahu solusi bagaimana untuk menentukan siapa bapak anak ini, yaitu dengan cara diundi siapa yg pernah mut'ah dengan wanita tersebut. kasihan sekali kadang kalau saya melihat wanita-wanita Syi'ah. banyak sekali kesesatan-kesesatan syi'ah, sebagai referensi anda bisa baca : http://abul-jauzaa.blogspot.com/2012/01/syiah-itu-sesat-juragan-sebuah-masukan.html http://www.syiahindonesia.com/. dan banyak referensi mengenai sesatnya Syi'ah kalau anda malas baca bisa dilihat perilaku syi'ah di :www.VideoSyiah.com. Semoga kita selalu mendapat hidayah dari Allah SWT. |
| | |
 |
| |
|
| |
Bedil , Rabu, 01 Februari 2012
KITA MHN KPD MUI YG AGAR BS MEMBERIKAN PENCERAHAN... JGN LAGI DIANTARA ANGGOTA MUI ADA YG TERANG2AN MEMBELA SYIAH...INI KETERLALUAN. JD KESANNYA SYIAH ITU BENAR PDHL SESAT DN MENYESATKN. KAMI JG MENYERUKAN ANGGOTA MUI YG MEMBELA SYIAH ITU DI PECAT DR MUI... ULAMA KAYA GT ADLH ULAMA YG BURUK DN TAK LAYAK BERCOKOL DI SEBUAH LEMBAGA PEMBINA UMAT. |
| | |
 |
| |
|
| |
Fakhruddin Ahmad Darwis , Rabu, 01 Februari 2012
Wah..wah.. kayaknya hidayatullah setelah memuat tulisan macam begini, mulai diteror oleh komentar-komentar yang tampaknya manis tapi menghanyutkan. Jangan lupa kalau dalam aqidah syi'ah itu ada yang namanya aqidah taqiyyah, alias aqidah berpura-pura, sudah dibahas dalam beberapa tulisan yang lalu. Kalau Anda tanya seorang Syia'h tentang keyakinannya, secara umum, tentu dia akan menjawab secara global pula tanpa menyinggung sesuatu pun dari kesesatannya. Coba kalau Anda tanyakan langsung pendirian dia tentang istri-istri Rasulullah SAW, misalnya. Pasti dia menjawab dengan jawaban yang tidak langsung menunjukkan kesesatannya, tapi juga tidak menafikan kebencian dia akan mereka. Dan jangan tertipu dengan kalimat-kalimat seperti, "mereka itu juga makhluk Allah", "mereka itu saudara", dsb. Ingat Allah sendiri yang memerintahkan kita untuk memerangi orang kafir!!! Apa Anda mau mengatakan kalau Allah lupa bahwa mereka ini adalah makhluk-Nya?! Kemudian kalau Anda masih tertipu kalau Syi'ah itu saudara, lihat apa yang mereka lakukan terhadap saudara-saudara sunni di negeri mereka sendiri!!! Lihat apa yang mereka lakukan saat ini di negara-negara Arab seperti Yaman, Bahrain, Saudi, dsb.!!! Dan semua itu sudah berkali-kali dimuat di hidayatullah.com. Kalau memang Anda pembaca setia, Anda pasti tahu, kecuali Anda sebenarnya orang syi'ah yang bertugas mengacaukan pemikiran Ahlussunnah terhadap kelompok Anda!! |
| | |
 |
| |
|
| |
Saya , Rabu, 01 Februari 2012
Kenapa sunni yg merasa super benar takut dengan perkembangan syiah diindonesia?? |
| | |
 |
| |
|
| |
Qorib , Kamis, 02 Februari 2012
@Saya: ente jangan GR, kita smua tidak takut Syiah. Ibaratnya kita (manusia) dan anjing. Air liurnya itu najis dan haram. Jadi bukan takutnya. Hiii haram! |
| | |
 |
| |
|
| |
Usul , Kamis, 02 Februari 2012
Kalaulah benar Syiah itu tidak menghujat bahkan melaknat istri dan sahabat nabi, seharusnya berani untuk bersumpah bahwa mereka tidak demikian. Tentu dg sebenar2 sumpah dan secara resmi dimulai dari pusat (di iran) hingga ke seluruh dunia. Biar semuanya jelas. Dan berani tg jwb kpd Nya, bila sumpahnya dusta (tidak ada taqiyyah). Juga mencabut dan membakar semua buku yg beredar di dunia yang berisi cacian dan laknat thd para sahabat. |
| | |
 |
| |
|
| |
Jasmine , Senin, 06 Februari 2012
harus lebih banyak lagi tulisan2 yang mencerahkan seperti diatas, agar masyarakat tau bahaimana bahayanya syiah terhadap ummat islam, hidayatullah sebagai garda depan harus benar2 serius memberikan informasi yang benar, karena syiah itu sesat syiah itu bukan islam, coba lihat video syiahvideo.com, buat yg belum tau syiah mungkin bisa mencerahkan, bagaimana mereka mencerna istri rasul Allah saw, bagaimana mereka menuhankan Ali ra, menyembah kuburan, memohon pada orag yg sudah mati. melaknat para sahabat, mengutuk yg bukan syiah......dan masih banyak penyimpangan lainnya |
| | |
 |
| |
|
| |
Sayasatu , Kamis, 09 Februari 2012
JIJIK SAYA LIHAT SYIAH DI INDONESIA .. SYIAH PEMBANTAI UMAT ISLAM DI SURIAH, IRAN, IRAK DAN DIMANA SAJA MEREKA BERKUASA MELEBIHI KEJAM-NYA KAUM YAHUDI NASRANI .. |
| | |
 |
|
|
| |
KIRIM KOMENTAR ANDA : |
|
|
| |
| Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA. |
|
 |
|
 |
Info Anda |
| |
Info Herbal Murah
Peluang usaha herbal termurah, menerima grosir keagenan.
www.herbalmurah.info |
| |
 |
Sentra Haji Onh Plus Dan Umroh
Travel Murah Jakarta, Haji ONH Plus. Umroh plus, liburan, ramadhan, idul fitri. Segera dapatkan layanan terbaik kami 021-70985599 www.sentrahaji.com |
| |
 |
19 Video Debat Islam-kristen
Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab ulama, serta nasyid walimah dan jihad. Kunjungi sekarang!
www.digitalhuda.com |
| |
 |
|
 |
 |
 |
|