Home Perjalanan

 
Share |
Gelar Nikah Akbar Pemuda Palestina


 
 

Selasa, 24 Januari 2012

Hidayatullah.com—Hari itu, stadion olah raga di Gaza City, Palestina  Nampak hiruk pikuk. Hari itu masyarakat bukan sedang menyaksikan pertandingan sepak bola atau turnamen lain. Akan tetapimasyarakat sedang menghadiri undangan pernikahan akbar mantan tahanan Naqab, penjara milik Zionis-Israel yang baru saja bebas.
Sebagaimana biasa, setiap kali ada tahanan warga Palestina yang bebas dari penjara Naqab,  pemerintah Palestina di Jalur Gaza langsung mengadakan pernikahan akbar dan acara tersebut disponsori oleh Faksi Hamas yang berkuasa penuh di Palestina bagian utara yaitu Jalur Gaza.

Para undangan yang datang, hari ini membanjiri stadion Palestina yang letaknya di Gaza City guna menyaksikan langsung jalannya pernikahan masal atau ‘Ursy Jama’ah.

Panggung acara dihias secara sederhana. Ada lampu-lampu dan beberapa kursi plastik berjejer untuk tempat duduk para pengantin. Tidak lupa tulisan di spanduk kalimat  “Selamat Datang para pengantin pejuang Palestina.”

Ismail Haniyah yang berkapasitas sebagai Perdana Menteri Palestina yang dijadwalkan hadir untuk melakukan pembukaan acara, berhalangan datang.

Meski demikian,  beberapa pejabat penting turut hadir dan memberikan sambutan dalam acara tersebut. Termasuk Mentri Khusus Penanganan Tahanan Palestina dan Menteri Pemuda dan Olah Raga Palestina di Jalur Gaza.

Penjara terkejam

Pernikahan seperti ini terkenal selain murah, meriah dan juga sederhanan karena acara pernikahan ini bisa dikatakan gratis karena sebagian besar biayanya ditanggung oleh pemerintah Palestina didukung oleh Faksi Hamas. Sebut saja seperti’ biaya mahar, perlengkapan rumah dan furnitur, pakaian para pengantin, acara resepsi dan konsumsi. Pernikahan seperti ini juga bagian dari fasilitas pemerintah untuk seluruh tahanan Palestina khususnya bagi mereka yang masih bujang.

Para tahanan Palestina itu sendiri berbeda-beda masa penahanan oleh pihak Israel dipenjara Naqab. Di antara mereka adalah; Amin 33 tahun, divonis penjara 99 tahun dan baru berada dipenjara 5 tahun. Ia termasuk beruntung bisa bebas. Ada juga Said Salaldah (26 tahun). Ia  divonis penjara seumur hidup dan baru berada dipenjara 7 tahun. Termasuk beruntung bisa bebas. Muayyat (29 tahun), divonis penjara 2 kali seumur hidup ditambah 25 tahun dan baru berada dipenjara 11 tahun. Abdullah (29 tahun), divonis penjara 2 kali seumur hidup ditambah 25 tahun dan baru berada dipenjara 7 tahun beruntung bisa bebas.
Seperti diketahui, vonis tidak manusiawi tersebut diberlakukan oleh pemerintah Zionis-Israel khusus bagi seluruh rakyat Palestina. Jika masa pembebasannya belum tiba dan yang dijatuhi vonis meninggal dalam penjara maka jenazahnya-pun tidak boleh dikeluarkan dari penjara sampai masa vonisnya tiba. Baik untuk yang seumur hidup maupun 2 kali seumuur ataupun yang divonis 99 tahun, khususnya warga Palestina yang tewas di dalam penjara.
Sedangkan jika masa vonisnya sudah tiba maka dikuburkan di tempat tersendiri,  di mana,  kuburnya tidak diberi nama dan hanya diberi nomor oleh Zionis-Israel.

Zionis melakukan langkah seperti ini agar pihak keluarga atau orangtua tidak mengetahui kuburan anak mereka atau keluarga mereka.

Perlu kita ketahui bahwa sebagian besar dari mereka ditahan pemerintah Zionis-Israel dan dijebloskan ke dalam penjara Naqab tanpa kasus dan sebagian lainnya ditahan karena mempertahankan hak-hak mereka atau melakukan pembelaan di saat tentara Israel menggusur rumah mereka yang menggusur kebun-kebun dan sebagian lagi tewas ditembak karena mempertahankan rumah ibadah mereka (masjid) yang akan digusur, dibakar dan atau dijadikan kafe shop dan diskotik.

Sampai hari ini, ada sekitar 7000 warga Palestina yang masih mendekam di penjara-penjara kejam di Naqab. Sebagian dari mereka adalah wanita dan anak-anak.

Selain aktifitas pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) yang progresnya sudah mencapai 70% undangan seperti ini juga bagian dari aktifitas kami dan juga undangan-undangan resmi lainnya yang sering diadakan oleh pemerintah Palestina.*/Abdillah Onim, relawan MER-C Indonesia cabang Gaza-Palestina


Red: Cholis Akbar

Share |
 
KOMENTAR
   
  Urus , Selasa, 24 Januari 2012
kesalahan klasik yg berulang2,mestinya WALIMAH URS,bukan URSY......hidayatullah mestinya menyebar ejaan terjemahan dr bhs aslinya yg pas kebhs indonesia
  
   
  Pak Wawan , Kamis, 09 Februari 2012
wahh...seru juga tuh. kita bisa daftar kah?
  
   
  Takmir , Rabu, 28 Maret 2012
masyaallah.............
  
 
KIRIM KOMENTAR ANDA :
     
  Nama
  Email
  Komentar Anda
  Kode Keamanan
 
CAPTCHA Image
   
 
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA.

 

Info Anda
 
Info Herbal Murah

Peluang usaha herbal termurah, menerima grosir keagenan.

www.herbalmurah.info

 
Sentra Haji Onh Plus Dan Umroh

Travel Murah Jakarta, Haji ONH Plus. Umroh plus, liburan, ramadhan, idul fitri. Segera dapatkan layanan terbaik kami 021-70985599
www.sentrahaji.com

 
19 Video Debat Islam-kristen

Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab ulama, serta nasyid walimah dan jihad. Kunjungi sekarang!

www.digitalhuda.com

 
 
   Berita Perjalanan Lainnya
  Kegigihan Anak Kelantan Membuka Pondok P...
  “Selamat Datang di Kota Nabi”
  Mengunjungi Komunitas Islam di Guangzhou
  Dari Tikungan Kiri dan “Gagalnya” Mision...
  Merasakan Menu “Kampong Jawa” di Saudi
  Pintu Khusus TKI di Malaysia
  Ketegangan Di Soekarno Hatta
  Sebelum Masuk Hutan, Tanam Pohon Di Uju...
  Pengalaman Merantau ke "Rantau"
  Pergantian Tahun dengan Daurah Tsukuba
Kontak Kami   |  Tentang Kami   |  Iklan   |  
© 2010 Hidayatullah.Com, All Rights Reserved