Home
Opini
Iran: Simbol Anti-Imperialisme Setengah Hati!
Selasa, 17 Januari 2012
Oleh: Reza Ageung S.
NAMPAKNYA isu Iran akan tetap hot hingga beberapa waktu mendatang. Pasalnya, Iran telah mengacungkan gertakannya untuk menutup selat hormuz di tengah ancaman sanksi dari Amerika Serikat dan sekutunya atas persoalan nuklir. Menurut pakar kajian Timur Tengah dan politik luar negeri Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Siti Mut'iah Setiawati, aksi tutup selat ini akan mengakibatkan terganggunya perekonomian dunia karena sepertiga pasokan minyak dunia mengambil rutenya melalui selat tersebut.
Wajar saja jika Obama berang. Ahad (15/01/2012) lalu, presiden negara adidaya itu mengunjungi Korea Selatan untuk membicarakan sanksi terhadap Iran. Situs Aljazeera pun menampilkan hitung-hitungan armada AS di teluk Persia : ada lebih 5000 pasukan yang tersebar di pangkalan AS di Bahrain, Qatar, Saudi Arabia, UEA dan Oman. Oleh karenanya sebagian kalangan mewanti-wanti semakin meningginya suhu persiapan perang antara AS dan Iran.
Apalagi, di tengah suasana genting itu, Ahmadinejad malah berani-beraninya mengunjungi Hugo Chavez, presiden Venzuela, pada Senin (9/1) lalu. Oleh media, kunjungan Ahmadinejad itu dianggap sebagai “pertemuan sesama anti-imperialis”.
Ya, Chavez adalah satu di antara pemimpin dunia yang berani menasionalisasi perusahaan-perusahaan asing di negerinya begitu ia berkuasa. Hawa perlawanan ini nampaknya nyambung dengan retorika Ahmadinejad selama ini. "Kami akan selalu bersama," ujar Ahmadinejad yang tersenyum sambil memegang erat tangan Chavez, "Kami pemenang dalam pertarungan melawan imperialisme."
Tentu saja, sikap kepala-batu Iran bagi Barat menjengkelkan. Namun di alam bawah sadar rakyat dunia ketiga dan dunia Islam yang telah menabung dendam pada hegemoni kapitalisme ala Amerika yang selama lebih dari setengah abad menindas, menjajah dan menyokong rezim-rezim diktator, Iran menjadi semacam juru selamat. Sebuah negara langka yang berdiri menghadap Barat dengan kepala tegak di tengah kebanyak negara lain yang membungkukkan badan. Ahmadinejad dianggap sesosok anti-Barat semacam Soekarno di Tanah Air pada masa lalu.
Terlebih, Saat ini saat ini Iran berada di hadapan bangsa Arab yang baru saja mengalami gejolak-gejolak besar. Rakyat Arab tengah celingukan mencari pemimpin dan sistem alternatif. Bisa saja Iran, yang juga lahir dari rahim revolusi yang sangat anti-Barat, mencoba meraih hati bangsa Arab untuk menjadikannya semacam pemimpin alternatif.
Nampaknya Erdogan sudah mendahului dalam hal ini meskipun hasilnya miskin dukungan. Namun, adakah harapan pada Iran?
Paradoks-paradoks Iran
Pertanyaan “Adakah harapan pada Iran?” di atas harus diajukan dengan tanda tanya yang besar. Di saat Iran sekilas memberi hawa baru dalam konteks perlawanan umat Islam terhadap imperalisme, paradoks-paradoks masih bermunculan :
Pertama, corak Islami pada Iran sudah dibiaskan dengan corak nasionalisme. Hal ini terlihat di antaranya pada dijadikannya bahasa Persia, dan bukan Arab, sebagai bahasa resmi. Label Syariat Islam pun hanya menjadi kosmetik belaka. Dampaknya, politik luar negeri Iran, alih-alih didedikasikan untuk kepentingan dunia Islam, seperti pembebasan Palestina, malah diarahkan untuk kepentingan hegemoni dirinya sendiri. Hal ini terlihat pada persoalan teluk.
Kedua, sentimen sektarian membuat politik luar negerinya “pilih kasih”. Untuk kasus Iraq dan Afghanistan, misalnya, Iran tidak berusaha mencegah invasi AS, dan hanya memperhatikan jamaah-jamaah Syiah yang memiliki kedekatan loyalitas dengan Iran.
Bahkan, Muhammad Ali Abthahi, Wakil Presiden Iran untuk urusan parlemen dan perundang-undangan pada tahun 2004 pernah berkata, “Seandainya tidak karena kerjasama Iran niscaya Kabul dan Baghdad tidak akan jatuh dengan begitu mudah.”
Apakah Iran memang berdiri untuk membela dunia Islam? Sementara pada saat yang sama ia diam terhadap invasi AS di Afghanistan dan bahkan duduk bersama AS untuk membicarakan rekonstruksi Iraq pasca invasi?
Lebih parah, Iran masih tidak mencabut dukungan terhadap rezim Al-Assad di Suriah yang telah membunuh ratusan warganya.
Dalam kasus Palestina pun, Iran berhenti pada slogan dan konferensi-konferensi, padahal ia punya kemampuan untuk mengerahkan armadanya guna menghadapi Israel dan AS. Bahkan Menurut pengamat militer AS Dr. Adam B. Lowther, Iran mampu menenggelamkan Kapal Perang AS yang masuk ke perairan.
Oleh karena itu, untuk menjadikan Iran sebagai harapan baru, rakyat dunia Islam masih menunggu klarifikasi atas persoalan-persoalan di atas.
Bagi kita sejauh ini, semangat anti-imperialisme Ahmadinejad masih sebatas slogan, masih setengah hati. Iran belum teruji, terbukti dan terasa.
Di sisi lain, kita melihat kekuatan rakyat Muslim lainnya seperti pejuang Taliban yang miskin slogan dan retorika, namun secara konsisten membuktikan dirinya berada di garis depan perlawanan, berhadapan langsung dengan invasi AS. Termasuk aksi-aksi pejuang Hamas dan milisi Palestina yang lain tanpa pesawat tempur, tanpa rudal, apatah lagi instalasi nuklir.
Taliban misalnya, sudah mengembalikan secara de facto 90% wilayah Afghanistan ke pangkuannya dan membuat kerepotan pasukan AS.
Sementara membandingkan dengan kiprah nyata Hamas yang mempertahankan Jalur Gaza dari blockade jahat Zionis-Israel (dukungan Barat), sayap pejuang kemedekaan Palestina ini jauh lebih riil disbanding Iran yang hanya retorika di atas kertas.
Sebab, jika ada niat, jarak antara Iran menuju Israel hanya sejengkal saja, jika memang Iran suka gembar-gembor memproduksi berbagai senjata canggih. Dari sini, Nampak lebih nyata anak-anak dan pemuda Palestina yang lebih terbukti siap melemparkan benda-benda ala kadarnya dibanding cerita dongeng senjata-senjata milisi Syi’ah Iran itu. Wajar jika banyak pertanyaan. "Jika benar Iran memusuhi Israel, sejak kapan ada satu peluru saja jatuh di Tel Aviv?"
Walhasil, nampaknya, mau tidak mau, sebelum menyatakan dirinya layak untuk mewakili gerakan perlawanan terhadap imperialisme, Iran harus berkaca pada fakta ini terlebih dahulu.*
Penulis adalah pemerhati masalah keagamaan dan dunia Islam, tinggal di Balikpapan
Keterangan foto: Iran yang katanya rajin produksi senjata canggih, tapi belum pernah menyentuh Israel
Red: Cholis Akbar
|
|
|
| |
KOMENTAR |
| |
|
| |
Sasa , Selasa, 17 Januari 2012
Syiah cenderung terus menekan Sunni yg dimotori oleh Saudi. |
| | |
 |
| |
|
| |
Agus Nizami , Selasa, 17 Januari 2012
Jarak Iran-Israel itu sekitar 1500 km. Terhalang beberapa negara seperti Iraq dan Yordania. Jadi bagaimana peluru yang jangkauannya 1 km itu bisa jatuh di tanah Israel? |
| | |
 |
| |
|
| |
Aryo , Selasa, 17 Januari 2012
iran mengaku punya misil yang jaraknya lebih jauh, memang mereka dari dulu bisanya ngoceh doang, kalau buat hizbullah atau suriah bisa tapi kalau buat hamas atau sunni gak bisa. itu karena iran hanya propaganda, supaya orang sunni beralih ke syiah. iran , amerika, barat dan zionis...mereka semua adalah para kafir yang bekerja sama. |
| | |
 |
| |
|
| |
Al Nahdi , Selasa, 17 Januari 2012
Iran hanya mementingkan kepentingan golongannya saja (Syiah),bukan kepentingan Islam. Mereka sekarang sibuk mengatur dan mengimplimentasikan strategi merekan agar mendapat simpati dunia islam terutama masyarakat Timur Tengah. Mereka hanya acting saja menjadi juru selamat bagi dunia Islam dengan memnentang Amerika dan Israel. Sebenarnya mereka itu dekat. Saya beri nama mereka dengan"Triangle Conspiracy" |
| | |
 |
| |
|
| |
Arif Rahman , Selasa, 17 Januari 2012
Perang adalah tipu daya, dan Iran menahan untuk tidak terlibat di muka umum sebagaimana musuh - musuh Islam lainnya, bukankah terkadang apa yang di lihat tidak sama dengan apa yang sebenarnya. Perang adalah keniscayaan, saya lebih heran lagi dengan negara - negara sunni yang malah lebih banyak berdiam diri di bawah kaki imperialisme |
| | |
 |
| |
|
| |
Fauzan , Selasa, 17 Januari 2012
Saya pikir benar strategi Iran, jangan berhadapan head to head dulu dengan Yanke dan Israel, perang dingin dulu saja..kalau perang beneran bisa malah hancur dulu sebelum Iran benar2 kuat |
| | |
 |
| |
|
| |
Unclesam , Selasa, 17 Januari 2012
so what gitu loh..bandingin aja antara negara satu dan negara lainnya yang punya nyali misalnya Iran vs Bahrain , Iran Vs UEA ..Iran Vs Indonesia ..jangan campur adukkan dan asal mengatasanmakan kepentingan Islam laa.. basi banget |
| | |
 |
| |
|
| |
Abu Hafidz , Selasa, 17 Januari 2012
Tidak aneh iran seperti itu. Hanya omong doang.... |
| | |
 |
| |
|
| |
Debi Heristian , Selasa, 17 Januari 2012
Analisis yang sangat cerdas. |
| | |
 |
| |
|
| |
Maman , Selasa, 17 Januari 2012
dunia bukan menjadi ukuran suatu kebenaran itu akan menang.bagi yg benar benar percaya hari akhir dan pengadilan,walau tolak ukur kebenaran itu ada dan masih bisa di perdebatkan melalui Al qur'an dan Hadis yg benar2 keluar dari lisan suci Nabi saw,krn berdebat dgn orang orang yg mata hatinya dikuncinya sendiri dengan kesadisan qalbu.kekasaran jiwa,dan kesentimenan aliran yg merupakan pangkal dari rusaknya akhlak,tidak(seperti yg diajarkan Nabi saw),berarti menginjak nginjak tatanan apa islam itu sendiri yg sebenar benarnya. |
| | |
 |
| |
|
| |
Fulan , Selasa, 17 Januari 2012
anda menafikan perjuangan Hizbullah di Libanon, anda bisa lihat apakah Iran menurunkan secara langsung militernya seperti yg anda harapkan thdp Palestina, pdhal mereka sesama syiah dan Hizbullah didirikan (baik langsung maupun tdk langsung) oleh Iran, jd berjuang dulu dukungan itu bukan dgn menerjunkan langsung pasukan/militer! Payah juga perhatian anda, terlihat hanya menyudutkan dgn membawa Syiah |
| | |
 |
| |
|
| |
Aci , Rabu, 18 Januari 2012
penulis ini adalah pengamat masalah rt/rw yang berusaha menulis masalah internasional |
| | |
 |
| |
|
| |
Sunni , Rabu, 18 Januari 2012
Iran tidak akan pernah membela Islam, Iran hanya membela Syiah, dg ambisi untuk meluaskan pengaruh syiah ke seluruh dunia. setuju dg Al Nahdi, Iran Israel USA sebenarnya "Triangle Conspiracy", Yahudi bisa hidup nyaman di Iran , tapi sebaliknya Muslim Sunni banyak yg dipenjarakan dan tidak tenang hidup di Iran. Iraq, sekarang dikontrol oleh Syiah, banyak pemimpin Islam yg dipenjarakan oleh Syiah. Suriah,Lebanon,Bahrain,Yaman gejolak karna Syiah provokatornya. Hati-hati dengan perkembangan syiah di Indonesia, akan berpotensi muncul konflik horizontal. MUI jelas2 sudah memfatwakan bahwa Syiah "SESAT". |
| | |
 |
| |
|
| |
Ahlisunnah Masbuk , Rabu, 18 Januari 2012
yah setengah hati juga masih mending, dari pada nggk sama sekali. |
| | |
 |
| |
|
| |
Sutetja , Rabu, 18 Januari 2012
Setahuku yg jelas2 teman dekat amerika serikat itu Arab |
| | |
 |
| |
|
| |
Muwahid , Rabu, 18 Januari 2012
si Hezbollah yg nyandra satu tentara Israel, E malah ribuah Ahlussunnah krena Israel punya alasan menyerang Lebanon. Ahlussunnah yg mati Syiah yang menang. ckckckckck |
| | |
 |
| |
|
| |
Roni , Kamis, 19 Januari 2012
Analisis yang tepat. Iran memang patut diwaspadai, layaknya ular berbisa yang siap mematuk. Manuvernya yang seolah-olah membela Islam dan kaum muslimin, sangat mungkin menikam Islam dari dalam kalau kita tidak waspada |
| | |
 |
| |
|
| |
Muchammad Ainun Najib , Kamis, 19 Januari 2012
hati hati...kita harus jeli memahamin berita yang kita baca..harus dicerna baik baik.. disaat amerika gencar menentang proyeksi nuklir di iran dan iran menyangkal akan proyek tersebut dengan alasan untuk kedamaian dan kesejahteraan rakyatnya saja,tapi disatu sisi disaat panas panasnya kasus tersebut amerika secara besar besaran menjual pesawat tempur di arab dan iraq..ada semacam konspirasi didalamnya.timur tengah mau diadu domba oleh amerika,semacam perang saudara,agama,aliran dan sesama negara islam hati hati dengan akal busuk mereka. |
| | |
 |
| |
|
| |
Muh. Fakhrul Razi , Sabtu, 21 Januari 2012
tulisan ini mengingatkan saya tentang sebuah buku yang pernah saya baca tentang dajjal muncul dari persia |
| | |
 |
| |
|
| |
Andoelitchov , Sabtu, 21 Januari 2012
yap, menurut riwayat dajjal muncul dari sekitar Isfahan, Iran |
| | |
 |
| |
|
| |
Islam Tanpa Embel2 Di Belakang , Sabtu, 21 Januari 2012
artikel ini bagus sebagai bentuk kritis atas perkembangan yg terjadi. kalo gak salah (klo salah mohon diluruskan) bukankah dulu yg menyebabkan Abbasiyah jatuh ke tangan mongol karena andil syi'ah juga (walaupun toh sekte syi'ah juga banyak, dan kita gak tau syi'ah yang mana). cuma ya gitu deh, kalo sudah terlanjur menjadi pemuja, akan sulit bersifat independen. saya kutipkan deh anekdot berikut : Bila boss tetap pada pendapatnya, itu berarti beliau konsisten Bila staff tetap pada pendapatnya, itu berarti dia keras kepala ! Bila boss berubah-ubah pendapat, itu berarti beliau fleksibel. Bila staff berubah-ubah pendapat, itu berarti dia plin-plan ! Bila boss bekerja lambat, itu berarti beliau teliti. Bila staff bekerja lambat, itu berarti dia tidak perform ! Bila boss bekerja cepat, itu berarti beliau smart. Bila staff bekerja cepat, itu berarti dia terburu-buru ! Bila boss lambat memutuskan, itu berarti beliau hati-hati. Bila staff lambat memutuskan, itu berarti dia telmi ! Bila boss mengambil keputusan cepat, itu berarti beliau berani mengambil keputusan. Bila staff mengambil keputusan cepat, itu berarti dia gegabah ! Bila boss terlalu berani mengambil resiko, itu berarti beliau risk taking. Bila staff terlalu berani mengambil resiko, itu berarti dia sembrono ! Bila boss tidak berani mengambil resiko, itu berarti beliau prudent. Bila staff tidak berani mengambil resiko, itu berarti dia tidak berjiwa bisnis ! Bila boss mem-by pass prosedur, itu berarti beliau proaktif-innovatif. Bila staff mem-by pass prosedur, itu berarti dia melanggar aturan ! Bila boss curiga terhadap mitra bisnis, itu berarti beliau waspada. Bila staff curiga terhadap mitra bisnis, itu berarti dia negative thinking ! sekarang, gantilah kata "boss" dengan istilah lain, lalu lihatlah hasilnya. |
| | |
 |
| |
|
| |
Eko , Ahad, 22 Januari 2012
iyya ,, saya juga merasa jadi korban media,,, tapi itu juga karena kepahaman agama saya yg kuran,,, IRAN tidak bermusuhan dgn israel dan amerika,,, mereka kawan lama dan kawan baru,, mereka cuma pura2 aja perang biar jualan koran dan iklan laris... |
| | |
 |
| |
|
| |
Aizy , Senin, 30 Januari 2012
Tahu ah, yg penting ngurusin bangsa sendiri aj. Buat bangsa Indonesia maju dulu dan punya prinsip, biar tidak dijajah terus. |
| | |
 |
| |
|
| |
Jail , Senin, 30 Januari 2012
Analisis yg sangat dangkal. Terkesan sentimen madzhab. Hahahaha |
| | |
 |
|
|
| |
KIRIM KOMENTAR ANDA : |
|
|
| |
| Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA. |
|
| |
|
 |
Info Anda |
| |
Aqiqah 40 Barokah
Aqiqah | Aqiqah Siap Saji | Melayani Syukuran | Khitanan | Gule Spesial | Sate | Kambing Guling
| (031) 7090 6075 | 40 Barokah |
| |
 |
Nabiku Idolaku
Selamatkan anak anak kita dari krisis Idola dan krisis Akhlaq. Ajak mereka mengenal Idola terbaik sepanjang jaman melalui buku "Nabiku Idolaku"
bukuanakmuslim.com
|
| |
 |
Indo Islamic Store
Peluang Usaha Islami Terbaik 2012, menerima grosir dan eceran.
Indo Islamic Store |
| |
 |
|
 |
|