Home Internasional

 
Share |
Pangeran Saudi Investasi 300 juta USD di Twitter


 

Selasa, 20 Desember 2011

Hidayatullah.com--Salah satu orang terkaya di dunia yang juga salah seorang Pangeran Arab Saudi AlWalid bin Talal, telah membeli kepemilikan saham senilai US$300 juta di Twitter, layanan microblogging terpopuler saat ini.

Melalui perusahaan investasinya Kingdom Holding, pemegang saham di beberapa perusahaan terkemuka besar Eropa dan AS ini, ia sekarang memegang kepemilikan 3% di Twitter, yang senilai sekitar US$10 miliar.

"Investasi kami di Twitter menegaskan kembali kemampuan kita dalam mengidentifikasi peluang yang cocok untuk berinvestasi dalam menjanjikan, pertumbuhan tinggi bisnis dengan dampak global," ujar Al Walid dikutip Arabnews, Senin, (19/12/2011).

Al Walid berpendidikan Barat, kadang-kadang disebut sebagai Warren Buffett Timur Tengah, adalah investor utama di perusahaan-perusahaan AS lainnya, khususnya dalam teknologi, media dan sektor keuangan.

Sebagai keponakan raja, Al Walid tercatat berada di daftar orang terkaya dunia dengan nangkring di posisi 26 daftar konglomerat dunia versi Forbes.

Al Walid seorang pengusaha muda yang bepengaruh kuat di media lewat investasinya di beberapa media dan hiburan di dunia, khususnya kawasan Arab. Seperti Saudi Research and Marketing Group (SRMG), di mana Kingdom Holding memegang sebanyak 29,9 persen. Penerbitan yang berada di bawah SRMG termasuk Asharq Al-Awsat, Al-Eqtisadiah, Arab News, Majalah Hia, Majalah Al-Majalla, Majalah Arrajol dan Majalah Sayidaty. Selanjutnya, entitas lain yang jatuh di bawah SRMG adalah Al-Khaleejiah Advertising dan Penerbit dan percetakan Al-Madina.

Dia juga pemegang saham terbesar kedua setelah keluarga Murdoch di Fox News pemilik News Corp, dan juga memiliki saham besar dalam Time Warner, Citigroup, General Motors dan Apple.

Al Walid tidak berinvestasi secara langsung di Twitter, melainkan membeli saham dari investor yang ada, menurut Majalah Fortune.

"Kami percaya bahwa media sosial secara fundamental akan mengubah lansekap industri media dalam beberapa tahun mendatang. Twitter akan menangkap peluang yang menguntungkan ini," kata Ahmed Halawani, Direktur Eksekutif Kingdon Holding Ekuitas Swasta dan Investasi Internasional.

Sebelum investasi Pangeran Al Walid, Twitter sebenarnya telah memiliki pemegang saham konglomerat lainnya yaitu miliarder Rusia Yuri Milner pada awal tahun ini yang menggelontorkan dana US$800 juta melalui DST.

EMarketer memangkas estimasi untuk pendapatan iklan 2011 untuk Twitter menjadi US$139,5 juta dari US$150 juta pada September karena sejumlah layanan Twitter mulai lambat. Namun, untuk 2012, eMarketer menilai Twitter dapat meningkatkan pendapatan iklan sebesar 86%.

Evan Williams dan Biz Stone, dua pendiri Twitter, telah berkurang keterlibatan mereka di bawah Chief Executive Officer Dick Costolo, yang mengambil kendali perusahaan pada Oktober 2010.

Yang menarik, investasi Al Walid dilakukan setelah Twitter menjadi sarana bagi aktivis Arab dari Tunisia hingga Bahrain untuk mengkoordinasikan protes dan suara oposisi mereka kepada penguasa rezim-rezim otokratis.

Saat ini, menurut studi bulan lalu yang dirilis Semiocast perusahaan penelitian media sosial dari Prancis, bahasa Arab adalah bahasa yang sekarang paling cepat berkembang di Twitter.

Semiocast mencatat hingga kini tweet bahasa Arab baru 1% dari seluruh pesan Twitter, tetapi volume mereka telah melompat 22 kali selama setahun terakhir.

Walid bin Talal bin Abdul Aziz Al-Saud, yang juga masih keponakan Raja Abdullah dari Kerajaan Arab Saudi, dilansir Aljazeera merupakan orang terkaya nomor 26 di planet ini serta termasuk jajaran orang kaya nomor wahid di negerinya Arab Saudi.

Ia juga mengusai perusahaan informasi dan hiburan di kawasan Timur Tengah dengan bendera Rotana. 85% industri musik dan 45% industri film di bawah label Rotana.*

Rep: Panji Islam
Red: Cholis Akbar

Share |
 
KOMENTAR
   
  Dedy Dado , Selasa, 20 Desember 2011
PANGERAN ARAB SEMAKIN ANEH. SEMAKIN TALAL (TOO LOL)
  
   
  Muadz , Selasa, 20 Desember 2011
IS THAT WORTH?
  
   
  Syamsuddin , Selasa, 20 Desember 2011
Saya pribadi sebenarnya sangat kecewa dengan begitu banyak kebijakan-kebijakan kerajaan arab saudi.  Harta yg melimpah ruah diantara bencana kelaparan muslim di somalia. Tidur nyenyak diantara deru mesin dan peralatan perang yg memborbandir saudaraNya di Palestina.., Ya Allah, berikan hidayahMU untuk mereka...!!!
  
 
KIRIM KOMENTAR ANDA :
     
  Nama
  Email
  Komentar Anda
  Kode Keamanan
 
CAPTCHA Image
   
 
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA.

 

Info Anda
 
Info Herbal Murah

Peluang usaha herbal termurah, menerima grosir keagenan.

www.herbalmurah.info

 
Sentra Haji Onh Plus Dan Umroh

Travel Murah Jakarta, Haji ONH Plus. Umroh plus, liburan, ramadhan, idul fitri. Segera dapatkan layanan terbaik kami 021-70985599
www.sentrahaji.com

 
19 Video Debat Islam-kristen

Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab ulama, serta nasyid walimah dan jihad. Kunjungi sekarang!

www.digitalhuda.com

 
 
   Berita Internasional Lainnya
  Kristen Koptik Dukung Kandidat Pengusung...
  Pakistan Blokir Twitter sebab Melecehkan...
  Akhir dari Pengawasan Berdasar Ras dan A...
  Diprotes di Indonesia, Justru Lolos di M...
  Pejabat Kementerian Malaysia Sebut Buku ...
  Aljazair Mulai Garap Masjid Terbesar Ket...
  KTT NATO di Chicago Didemo Ribuan Orang ...
  TKW Indonesia Dituduh Guna-Gunai Majikan
  Libanon Minta Tiga Negara Teluk Pertimba...
  Amnesty Peringatkan Nasib 6 Warga Arab d...
Kontak Kami   |  Tentang Kami   |  Iklan   |  
© 2010 Hidayatullah.Com, All Rights Reserved