Masya Allah! Air Sungai di Bontang Mendadak Berwarna Merah Darah

"Bisa jadi fenomena alam atau ulah manusia, tapi tak lepas dari kekuasaan Allah Subhanahu Wata'ala."

Masya Allah! Air Sungai di Bontang Mendadak Berwarna Merah Darah
Rusdianto
Sungai Tanjung Laut, Bontang yang berwarna merah darah.

Terkait

Hidayatullah.com–Masya Allah! Ribuan penduduk di sekitar sungai Jembatan Kuning, Tanjung Laut, Bontang Selatan mendadak heboh. Pasalnya, warna air sungai yang mengalir dari Kelurahan Berbas Tengah menuju Tanjung Laut itu mendadak berubah menjadi merah seperti darah, Selasa, 10 Rabiul Akhir 1435 H (11/2/2014).

Berdasarkan penelusuran hidayatullah.com dari berbagai sumber, perubahan warna air sungai itu terjadi sejak siang hari sekitar pukul 14.00 WITA.

Rusdianto, alumnus Pesantren Hidayatullah Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) yang menyaksikan fenomena ini, mengatakan, banyak pendapat masyarakat sekitar atas perubahan warna air tersebut.

“Pendapat yang paling kuat karena (tumpahan) cat,” ujarnya saat dihubungi hidayatullah.com via BlackBerry Messenger (BBM).

“Bisa jadi fenomena alam atau ulah manusia, tapi tak lepas dari kekuasaan Allah Subhanahu Wata’ala,” lanjut pengurus Keluarga Pelajar Mahasiswa Kalimantan Timur (KPMKT) ini.

Rusdianto menduga, warna merah darah tersebut berasal dari limbah perusahaan. Namun dia ragu, sebab air itu tidak berbau cat maupun limbah lainnya.

Nggak bau airnya, biasa aja. Perusahaan juga jauh. Itulah anehnya,” tambahnya.

Andi Mattawwape, salah seorang warga setempat, menduga perubahan warna air sungai itu fenomena biasa.

“Itu (mungkin akibat) ulah nakal warga situ nyuci drum di pinggiran muara,” ujarnya kepada media ini.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui pasti penyebab perubahan warna air sungai tersebut.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Bontang, Agus Amir mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab perubahan warna sungai tersebut.

“Kami baru mengambil sample, jadi belum bisa memastikan penyebabnya,” ujar Agus Amir, dikutip dari laman tribunkaltim.co.id.

Fenomena ini menarik perhatian masyarakat Bontang. Mereka berbondong-bondong menyaksikan aliran sungai itu.

“Sampai macet,” tambah Rusdianto kepada hidayatullah.com.*

Rep: Muh. Abdus Syakur

Editor: Cholis Akbar

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !


Twitter Feeds

7 Azimat agar Anak tak terjerat Virus “Cabe-cabean” bit.ly/1kBQzBj

Find Us