Home
Nasional
Pemilu Mesir
Ikhwan anak Menentukan Parlemen Kuat atau Lemah
Selasa, 06 Desember 2011
Hidayatullah.com--Hasil resmi pemilu legislatif tahap pertama di Mesir menunjukkan mencoloknya perbedaan ideologi yang nantinya akan mengisi parlemen. Hal ini bisa saja melemahkan upaya untuk meminta kekuasaan politik dari Dewan Militer yang sampai saat ini masih enggan melepaskan kekuasaan.
Berdasarkan laporan hasil pemilu tahap pertama yang diumumkan oleh Komite Tinggi Pemilihan Umum Mesir pada hari Ahad (04/12/2011) lalu, kelompok Islam berbasik Salafy berhasil memperoleh suara sebesar 24,4%. Angka ini melebihi prediksi kebanyakan analis politik sebelumnya.
Sementara itu, Partai Kebebasan dan Keadilan yang berafiliasi kepada kelompok Ikhwanul Muslimin berhasil memperoleh suara sebesar 36,6%. Sedangkan partai dari kubu sekuler hanya berhasil mendulang suara sebesar 13,4%.
Dengan demikian, partai-partai Islam memperoleh lebih dari 60% suara pada pemilu tahap pertama di Mesir. Dan hasil tahap pertama seperti ini diprediksikan akan berlanjut dalam dua tahap pemungutan suara selanjutnya.
Para analis politik banyak yang mengatakan bahwa perpecahan dalam tubuh Parlemen yang baru ini akan bergantung pada Partai Kebebasan dan Keadilan. Partai milik Al Ikhwan al Muslimun inilah yang nantinya akan menentukan apakah parlemen akan menjadi lemah atau kuat.
Seperti dikatakan oleh Mazen Hassan, analis politik dari Universitas Kairo, demokrasi di Mesir sekarang telah berada di tangah kelompok Islam. Kelompok Islam telah menguasai mayoritas anggota parlemen.
Namun, lebih lanjut Hassan, jika Al Ikhwan al Muslimun gagal memerankan dirinya sebagai partai Islam moderat yang dapat bekerjasama dengan berbagai macam ideologi, maka mereka akan menghadapai beberapa hambatan dari militer untuk memperluas pengaruhnya di dalam perumusan konstitusi. Ini juga akan berkaitan dengan keamanan posisi al Ikhwan al Muslimun itu sendiri dalam kancah perpolitikan Mesir di masa yang akan datang.*
Sumber : aje Rep: Ahmad Sadzali Red: Cholis Akbar
|
|
|
| |
KOMENTAR |
| |
|
| |
Tamutakdiundang , Selasa, 06 Desember 2011
/* Namun, lebih lanjut Hassan, jika Ikhwanul Muslimin gagal memerankan dirinya sebagai partai Islam moderat yang dapat bekerjasama dengan berbagai macam ideologi, maka mereka akan menghadapai beberapa hambatan dari militer untuk memperluas pengaruhnya di dalam perumusan konstitusi. */ maksudnya apa nih? mau nggak mau, Salafi harus tunduk kepada Zionis? |
| | |
 |
| |
|
| |
Sadzali , Selasa, 06 Desember 2011
Mungkin menurut analis tersebut, jika Ikhwanul Muslimin tidak dapat bekerjasama secara elegan dengan berbagai ideologi yang ada di parlemen, maka kepercayaan rakyat kepadanya bisa terancam. Ideologi dalam parlemen, sejauh ini terbagai ke dalam 3 kelompok: Salafi, ikhwanul muslimin sendiri (moderat), dan sekuler yang tidak menginginkan konstitusi negara berdasarkan agama. Masalah tunduk dengan zionis atau tidak, itu bukan yang dimaksud dari bekerjasama dengan ideologi-ideologi di parlemen. Namun sampai sejauh ini, analisa yang berkembang menggambarkan Mesir akan berubah menjadi negara Islamis. Tapi kita lihat bagaimana langkah Ikhwan nantinya bisa merangkul sekuler atau tidak? Termasuk mengenai perjanjian Camp David dengan Zionis Israel. Ini semua baru analisa-analisa saja. Wallahu'alam. |
| | |
 |
|
|
| |
KIRIM KOMENTAR ANDA : |
|
|
| |
| Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA. |
|
| |
|
 |
Info Anda |
| |
Aqiqah 40 Barokah
Aqiqah | Aqiqah Siap Saji | Melayani Syukuran | Khitanan | Gule Spesial | Sate | Kambing Guling
| (031) 7090 6075 | 40 Barokah |
| |
 |
Nabiku Idolaku
Selamatkan anak anak kita dari krisis Idola dan krisis Akhlaq. Ajak mereka mengenal Idola terbaik sepanjang jaman melalui buku "Nabiku Idolaku"
bukuanakmuslim.com
|
| |
 |
Indo Islamic Store
Peluang Usaha Islami Terbaik 2012, menerima grosir dan eceran.
Indo Islamic Store |
| |
 |
|
 |
|