Home Wawancara

 
Share |
Menkes: Tidak Mudah Menghibahkan Uang Keluar


 

Ahad, 23 Oktober 2011

Hidayatullah.com--Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza sudah dimulai pembangunannya sejak 14 Mei 2011 lalu. Sejumlah tiang pondasi dasar sudah terpancang kokoh di rumah sakit yang diprakarsai anak bangsa Indonesia yang tergabung dalam lembaga swadaya masyarakat Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) ini. RSI berlokasi di Bayt Lahiya, Gaza Utara, 3 km dari perbatasan Israel. 

Dukungan masyarakat Indonesia terhadap kondisi dan krisis Palestina memang sangat luar biasa, tak terkecuali keikutsertaan pemerintah. 

Seperti dilaporkan, pada 7 Februari 2011 lalu, pemerintah Republik Indonesia melalui Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan dr Ratna Rosita MPH bersama Presiden Islamic Development Bank (IDB) Dr Ahmed Mohamed Ali, menandatangani surat kontrak kesepahaman (MoU) pendirian Indonesia Cardiac Center (Pusat Rehabilitasi Jantung) di RS Asy Shifa, Gaza City. 

Dana hibah Pemerintah Indonesia untuk program tersbeut sebesar Rp 20 miliar atau US$ 2,6 juta yang digunakan untuk melengkapi Cardiac Center dengan peralatan medis yang diperlukan termasuk ruang operasi jantung. 

Dengan ditandatanganinya MoU pendirian Indonesia Cardiac Center di RS Asy Shifa, maka dana hibah pemerintah Indonesia dimasukkan ke rekening Trust Fund IDB. 

Praktis, dana yang sebelumnya juga sempat dijanjikan pemerintah Indonesia untuk membantu pembangunan RSI di Gaza kini tak jelas seperti apa bentuknya. Ada kesan pemerintah "balik kanan" dari komitmen sebelumnya yang menyatakan akan mendukung pembangunan RSI di Gaza. 

Ditemui dalam acara peringatan Hari Cuci Tangan Se-Dunia (CTPS) di Parkir Timur Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu, Ainuddin Chalik dari Hidayatullah.com mewawancarai secara door stop Menteri Kesehatan RI dr. Endang Rahayu Sedyaningsih seputar pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza. Berikut petikannya:

Sejauh mana sudah realisasi perkembangan Indonesia Cardiac Center di Gaza?

Itu masih belum kalau dari kami, karena mekanisme pengeluaran uangnya.   

Bagaimana dengan hibah Rp 20 miliar yang dijanjikan pemerintah untuk proyek tersebut, sudah disalurkan? 

Oh ya, itu sama. Jadi harus persetujuan dan ke DPR dulu, harus balik lagi ke Kementerian Keuangan. Jadi lama di administrasinya.

Agenda kerjasama antara Kemenkes RI, Islamic Development Bank (IDB), dan pemerintah Palestina apakah sudah berlangsung? 

Iya itu, sama, tetap aja. Tapi untuk bagian mereka (IDB dan Pemerintah Palestina, red) sih tetap mereka lakukan. Cuma bagian kami ini nanti kita akan terus. Karena rupanya tidak begitu mudah kalau kita  menghibahkan uang keluar.

Sebelumnya pemerintah akan mendirikan rumah sakit Indonesia, kenapa berubah jadi Cardiac Center? 

Karena itu keputusan pemerintah. Jadi saya begitu saja. Dan saya kira juga memang dengan uang dua puluh miliar itu, di mana mereka memintanya untuk jantung, ya baguslah karena itu ada bagian Indonesia di satu rumah sakit besar.

Jadi kendalanya administrasi?

Ya, administrasi mengeluarkan uang.*

 

 

Rep: Ainuddin Chalik
Red: Syaiful Irwan

Share |
 
KOMENTAR
 
KIRIM KOMENTAR ANDA :
     
  Nama
  Email
  Komentar Anda
  Kode Keamanan
 
CAPTCHA Image
   
 
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA.

 

Info Anda
 
Info Herbal Murah

Peluang usaha herbal termurah, menerima grosir keagenan.

www.herbalmurah.info

 
Sentra Haji Onh Plus Dan Umroh

Travel Murah Jakarta, Haji ONH Plus. Umroh plus, liburan, ramadhan, idul fitri. Segera dapatkan layanan terbaik kami 021-70985599
www.sentrahaji.com

 
19 Video Debat Islam-kristen

Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab ulama, serta nasyid walimah dan jihad. Kunjungi sekarang!

www.digitalhuda.com

 
 
   Berita Wawancara Lainnya
  MIUMI Tegaskan RUU Gender Produk Liberal...
  Raja Papua yang Suka Berdakwah
  “MIUMI Himpun Potensi Ulama Muda Lintas ...
  Pastur dan Pendeta Ingin Habib Rizieq Da...
  Heppy Trenggono: “Riba Itu Masalah Menta...
  HNPT: Perlu Pemetaan Batasan yang Disebu...
  “Gerakan Syiah Indonesia Diremote dari I...
  "Menerjemahkan al-Qur`an tidak boleh sem...
  “Turunan Yahudi di Indonesia Mendekati 2...
  “Menghina Islam Boleh, Menghina Gereja T...
Kontak Kami   |  Tentang Kami   |  Iklan   |  
© 2010 Hidayatullah.Com, All Rights Reserved