|
Home
Opini
Antara PP Al-Mukmin, Gontor dan Ghazali Said
Senin, 08 Agustus 2011
Oleh: Fatchul Umam
SENIN, 06 Juni 2011, Kantor Berita Antara dan Harian Republia memuat berita berjudul “Diplomat Australia Tanya Radikalisme ke Pesantren”. Menariknya, dalam berita itu, pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur, Wonocolo, Surabaya, Jawa Timur, KH Imam Ghazali Said menjawab pertanyaan diplomat Australia bernama Greg Ralph yang didampingi aktivis The Wahid Institute dengan mengatakan, KH Imam Ghazali Said yang juga dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya itu menjawab pertanyaan sang diplomat dengan mengatakan di Indonesia ada 20.000-an pesantren milik Nahdlatul Ulama (NU), tapi di Indonesia sekarang juga ada ratusan pesantren yang berafiliasi dengan Pesantren Ngruki yang diasuh Abubakar Ba`asyir dan pesantren yang berafiliasi dengan kelompok Wahabi di Arab Saudi.
"Kalau pesantren milik NU yang jumlahnya puluhan ribu itu, saya jamin tidak ada satu pun yang mencetak kader radikal, tapi radikalime di Indonesia selalu memiliki keterkaitan dengan Pesantren Ngruki dan cabang-cabang di seluruh Indonesia serta sejumlah pesantren yang membawa paham Wahabi di Indonesia," begitu kutipnya. Pernyataan ini sungguh menarik untuk ditanggapi.
Pertama, saya mengaku sangat heran. Bagaimana orang berjuluk kiai bisa keliru fatal? Bagaimana ia bisa tahu bahwa radikalisme di Indonesia selalu memiliki keterkaitan dengan pesantren Ngruki dan cabang-cabang di seluruh Indonesia? apakah Imam Ghazali Said sudah pernah berkunjung ke PP al-Mukmin? Bagaimana suasana belajar di al-Mukmin Solo
Selama 13 tahun paling tidak sebulan sekali saya mengunjungi pondok al-Mukmin. Di pondok ini keempat putra dan putri saya sudah mengenyam asam garam pendidikan keagamaan dan ilmu-ilmu yang lain. Beberapa tahun yang lalu putra tertua dan adiknya sudah menyelesaikan S1-nya dari ITB. Anak ketiga sudah lulus Ujian Kompetensi Dokter Indonesia yang diadakan oleh Konsili Kedokteran Indonesia dan 2 bulan yang lalu sudah disumpah menjadi dokter umum. Sedang anak terkecil saat ini menginjak semester 5 pada jurusan pendidikan dokter di perguruan tinggi negeri di Jakarta.
Sungguh tidak tepat kalau dikatakan bahwa al-Mukmin mengajarkan kekerasan dalam beragama. Yang benar adalah bahwa al-Mukmin telah terbukti mengajar dengan keras dan terarah sehingga seorang santri yang selama di pondoknya menekuni tahfidz dan ilmu-ilmu keagamaan, namun secara radikal dapat mengantarkan santrinya untuk menguasai ilmu-ilmu umum yang, ketika masih di al-Mukmin, tidak menjadi fokus perhatian pengajarannya.
Saya teringat, tahun 1974, saat memberi mau’idzah kepada para santri kelas terakhir, Niha’y, di Gontor, Pak Zar (KH Imam Zarkasyi, Direktur KMI Pondok Modern Darussalaam Gontor) sangat memuji proses pendirian PP al-Mukmin di Solo. Beliau menyatakan bahwa Pondok ini benar-benar didirikan dengan asas taqwa. Karena itu, banyak di antara alumni KMI Gontor tahun 1974 yang bersedia ditugaskan mengabdi untuk membesarkan pondok ini. Yang jelas ustadz senior di pondok ini adalah lulusan Gontor pada tahun yang lebih tua lagi.
Di lihat dari materi pelajaran di al-Mukmin, modelnya tak jauh dengan KMI Darussalam, Gontor, Ponorogo. Sebab, hampir kebanyakan modelnya berawal dari bahan ajar KMI Gontor plus penyesuaian dengan bahan dari Kementerian Agama dan hafalan al-Qur’an. Setidaknya nampak bagi Gontorian (alumni Gontor) bahwa unsur ke-gontoran-nya memang benar-benar ada. Plusnya adalah adanya kewajiban bagi setiap santri untuk menghafal 1 juz al-Qur’an setiap tahun yang wajib disetorkan kepada pembimbing tahfidz.
Selain itu, kegiatan santri berjalan selama 24 jam nonstop, meniru pondok para pendirinya yang sengaja dijadikan benchmark. Yaitu dimulai sejak bangun tidur sebelum waktu subuh sampai kembali tidur lagi. Saat-saat santri sedang menikmati istirahat malam, juga tetap ada santri yang melakukan hirasah (menjaga) pondok sebagai haris lail (penjaga malam). Ibaratnya kalau membaca “Negeri 5 Menara” pasti terasa seolah-olah Ahmad Fuadi sang penulisnya sedang menggambarkan denyut kehidupan PP al-Mukmin Solo.
Shalat witir, shalat tahajjud dan memperbaiki materi hafalan al-Qur’an adalah kegiatan sehari-harinya. Shalat Subuh wajib dilaksanakan berjamaah di masjid. Santri putri di masjid khusus putri, sedang santri pria melaksanakan jamaah di masjid lingkungan asramanya masing-masing yang khusus pria. Para santri sadar dan hafal adanya hadits bahwa dua rekaat sebelum shalat Subuh lebih utama dari pada dunia seisinya. Karena itu, seusai adzan berkumandang, seluruh jamaah melaksanakan shalat sunnah 2 rekaat yang pendek.
Usai dzikir dan doa, biasanya ada tausiah pendek dari ustadz sepuh. Materinya adalah tentang akhlaq. Santri selalu diajarkan hidup bermasyarakat. Setiap individu harus bergaul dengan masyarakatnya tidak boleh menyendiri (uzlah). Sebab berbuat baik kepada tetangga adalah ajaran Rasulullah Saw.
Materi menarik lain adalah program Qismu Tasy-ji’il-lughah. Yaitu bagian yang mendorong untuk pemberdayaan penguasaan bahasa asing. Hal ini dilakukan dari masih gelap sepulang dari masjid sampai pagi.
Pelajaran Bahasa Arab menggunakan bahan yang juga digunakan oleh KMI Gontor, “Duruusul Lughah al-Arabyyah”, karya Pak. Zar. Metode pengajarannya, benar-benar copy-paste dari metode Gontor. Itulah memang metode modern yang sering disebut sebagai metode “undzur wa qul” (Lihat dan Katakan). Pelajaran hadits kelas 1 diambil dari “al-Birr was-silah” atau “Arba’iin an-Nawawy”, sedang sorof menggunakan “al-Amtsilah at-Tasriifyyah” karya ulama Jombang.
Usul Fiqh menggunakan bahan dari karya Dr. Abdul Hamid Hakim, yang merupakan buku standar model Gontor. Yang berbeda adalah pelajaran Fiqh dan Tafsir. Fiqh pada kelas yang lebih tinggi memakai buku ajar “Minhaajul Muslim” sedang tafsirnya diambil dari surat-surat tertentu yang dinukil dari “Mukhtasar Ibn Katsiir”.
Pelajaran umum mengambil rujukan dari kementerian agama, karena PP al-Mukmin memang sengaja mengikuti kurikulum resmi. Letak kampus PP al-Mukming berada di pinggir kota Solo, sehingga para santri sangat mudah untuk mendapatkan sumber bahan pelajaran ilmu umum yang banyak dijajakan di sekitar Sriwedari. Hal ini sangat membantu mempercepat pemahaman dan proses belajar para santri.
Di kampus PP al-Mukmin sudah tentu santri IPA melaksanakan juga praktikum pelajaran eksakta. Seperti pengukuran, cahaya, listrik juga kimia dan biologi. Ada memang praktikum yang mengajar kekerasan, yaitu ketika praktikum biologi untuk mempelajari anatomi katak, ikan dan semisalnya. Mengapa disebut keras? Karena menggunakan pisau yang tajam untuk menyayat materi praktikum. Seperti halnya di sekolah umum, semua santri juga mendapat pelajaran computasi, sejarah dll juga diajarkarkan cara menggunakan fasilitas IT yang tersedia.
Dengan proses belajar seperti di atas, tidak aneh alumni PP al-Mukmin berkiprah di berbagai lapangan kehidupan. Banyak yang menjadi ustadz, pedagang, wartawan, dokter sampai kepada engineer yang aktif di berbagai perusahaan di Indonesia. Jadi apa yang aneh dari semua kegiatan itu?
Kedua, lebih heran lagi, jika seorang Kiai Imam Ghazali Said yang juga dosen di IAIN Sunan Ampel mengatakan: “Tapi, radikalisme di Indonesia selalu memiliki keterkaitan dengan pesantren Ngruki.”
Apakah jika ada pesantren di luar NU, lalu semuanya dikatakan berafiliasi dan memiliki keterkaitan dengan Al Mukmin? Apakah pernyataan seperti ini tidak menyinggung perasaan lembaga pesantren lain yang sesungguhnya tak ada hubungan dengan Al Mukmin?
Melihat pernyataanya, saya menduga, beliau terbiasa menggunakan analisis “kacamata kuda” dan gebyah uyah (generalisasi).
Ketiga, bagaimana mungkin, seorang terdidik seperti Imam Ghazali bisa begitu percayanya orang asing, yang nota-bene pasti punya kepentingan terselubung terhadap kegiatan dan perkembangan Islam di Indonesia. Satu sisi, ia begitu mempercayai orang asing dan lebih mudah curiga saudara sendiri.
Sebagai seorang Muslim yang baik, tak ada salahnya saya menyarankan, sebaiknya Imam Ghazali segera datang, melihat, memerika dan mendalami seluruh kegiatan di PP al-Mukmin agar melihat fakta yang ada. Kalau memang disebut radikal, apakah gara-gara banyak yang belajar melanjutkan di perguruan tinggi umum sehingga disebut radikal? Mari kita tanamkan ukhuwwah.*
Penulis adalah orangtua dan wali murid di Al Mukmin, Ngruki
Red: Cholis Akbar
|
|
|
| |
KOMENTAR |
| |
|
| |
Nurkhalis , Senin, 08 Agustus 2011
kyai bloon.....itu |
| | |
 |
| |
|
| |
Ulil Albab , Senin, 08 Agustus 2011
IAIN Sunan Ampel mah sarangnya agen Islam Liberal yang memang ingin ngerusak ajaran Islam dari dalam. Jadi bukan NU-nya tapi paham liberalnya yang memang keliru. |
| | |
 |
| |
|
| |
Budi , Senin, 08 Agustus 2011
Lebih baik di klarifikasi dengan yang bersangkutan & kalo perlu di jelaskan di media massa untuk menghindari fitnah. |
| | |
 |
| |
|
| |
Luluksrini , Senin, 08 Agustus 2011
Jangan percaya dengan apa yang dibicarakan mereka. Mrk liberal. |
| | |
 |
| |
|
| |
Wongadermayu , Senin, 08 Agustus 2011
wah sy engga enak kalau memanggil dia kiai imam gazhali said, ...dia kelihatan takut dg orang kafir...sdh tampak keimanannya....hehehehehe |
| | |
 |
| |
|
| |
Zaid , Senin, 08 Agustus 2011
semoga mereka mengerti apa itu wahhabi, biar gak asal ngomong dengan tendensius. |
| | |
 |
| |
|
| |
Abu Farhan , Senin, 08 Agustus 2011
Inilah paham sempit dari ashobiyah yg berlebihan shg menganggap paham diluar kelompoknya berbeda dan layak utk dicurigai. ingatlah Allah hanya menerima ketaqwaan seseorang bukan dilihat dari organisasinya, ... So pak Kyai jgn merasa besar karena anda akan takabur dan jgn merasa paham lain ... cukuplah Allah sbaik-baiknya wakil |
| | |
 |
| |
|
| |
Insan , Senin, 08 Agustus 2011
kasihan banget pa imam ghazali said... sudah jadi kyai tapi tak paham keadaan yang sebenarnya... mdh2an dpt hidayah dari Allah swt. amin |
| | |
 |
| |
|
| |
Umar , Senin, 08 Agustus 2011
burung dikenal karena kicauannya,orang dikenal karena perkataannya,,,,kayae ghazali said belum tepat dibilang kiyai |
| | |
 |
| |
|
| |
Kun , Senin, 08 Agustus 2011
Mudah2an Alloh SWT memberikan hidayahNYA kpd Imam Ghozali, dan membuka hatinya shg dia bisa melihat kebenaran dan kebathilan dgn jelas, menjaga lisannya dari segala perkataan yang tidak baik dan kebohongan... |
| | |
 |
| |
|
| |
Anti "pluralisterik" , Senin, 08 Agustus 2011
ow ow ow ow whts going on, how dare are u, mnuduh saudara sendiri dgn dugaan2 y belum pasti kebenarnnya. n malah mmbrikan informasi yg belum jelas sm seklai atw fitnah kepd diplomat australia. omo omo omo. Ya Allah ssguhnya Engkau Maha Melihat Kebenaran |
| | |
 |
| |
|
| |
Abu Alamraya , Selasa, 09 Agustus 2011
Bagi yg sk sharing di facebook,cobalah skl2 mamir di status Thobary Syadzily, seorg kiai NU terpandang di tangerang.Tiap hr dia sll memposting status yg mengkebiri, merendahkn,mencela,menghujat,dll pd gol.salafy.Krn dia seorg tokh bsr,bnyk yg ikt2an mencela,jmlhny smp puluhan.Dari smua komen yg ada di statusnya,mgkn cm 1-2 yg berani terang2an menentang dia,slh satunya saya.Akhlakny sungguh tdk mencerminkan seorg yg berilmu.Smga saudara2 saya smua yg ada di P.P Al-Mukmin diberi kesabaran&ketabahan oleh Allah.Amin ya robb... |
| | |
 |
| |
|
| |
Anto , Selasa, 09 Agustus 2011
Klo sdh msk organisasi biasanya ada AD ART lalu lahir fanatik buta lalu taklid buta dan wawasan kaca mata kuda, itu sdh tabi'at manusia. Pelajarannya spt menulis sebuah karya ilmiah, begitu byk referensi, tapi dia cuma ngambil beberapa, maka kualitas tulisannya sdh bisa ditebak. Gak kredibel. Jd maklum sj lah dg paham jumud spt itu. Dan keyakinan itu susuah diubah kecuali dg usaha keras dan izin Alloh. |
| | |
 |
| |
|
| |
Ahmads , Selasa, 09 Agustus 2011
Assalamu'alaikum wr wb salam persatuan dan persaudaraan sangat disayangkan seorang kiai bs terkena VIRUS Liberal...NU, tidak sedikit santri2nya yg terbawa arus LIBERAL...saudara2 ku se akidah, mari kita rapat kan barisan dan pererat ukhuwah selamat kan NU dari JIL dan virusnya... amiiin Wassalamu'alaikum wr wb |
| | |
 |
| |
|
| |
A Yud , Selasa, 09 Agustus 2011
LIBERAL dah msk ke NU, kasian para pendiri NU. Saudara2 ku mari kita jaga persaudaraan kita dari bahaya JIL.. |
| | |
 |
| |
|
| |
Haris , Selasa, 09 Agustus 2011
al Kibru bathorul Haq wa Ghomtu an Naas, bahwa kesombongan itu menolak kebenaran dan meremehkan manusia. Karena mereka merasa mayoritas dan seakan kebenaran ada di genggaman mereka maka sikap yang muncul adalah seperti itu. |
| | |
 |
| |
|
| |
Mukti , Rabu, 10 Agustus 2011
Itu seperti menepuk air yg kena muka sendiri, sama mencoreng arang dimuka sendiri. Mereka ditimpa kesusahan itu yang nolong saudara yg paling dekat. muslim satu dg lainya itu ibarat satu bangunan mestinya saling menguatkan. Sya yakin hati dia berontak. Nurani mencak-mencak. ada apa agenda dibalik kalimat itu yiii, Allah mboten sare |
| | |
 |
| |
|
| |
Ibnu Munzir , Jum'at, 12 Agustus 2011
Betul itu.Sbgmn Mesjid terbagi dua: pesntren diror dan psntren taqwa |
| | |
 |
| |
|
| |
Bedil , Jum'at, 19 Agustus 2011
YANG LEBIH PARAH SKRG NU SEDANG DLM KEMUNDURAN YG AMAT MENGHAWATIRKAN, SEMENJAK JAMAN GUSDUR AMPEK SKRG, MAKIN MELAHIRKAN GERAKAN 2 LIBERAL DAN MENYERANG SAUDARA SENDIRI. SMG ALLOH SWT MENGGATI DG PEMIMPIN YG AMANAH SPRT KAKEKNYA |
| | |
 |
| |
|
| |
Novgoz , Jum'at, 19 Agustus 2011
model kyai spt itu kayaknya masuk ulamaai issuu'i (ulama yg buruk) terkadang menyesatkan |
| | |
 |
| |
|
| |
Ridlwan , Jum'at, 19 Agustus 2011
Annasu a'dau ma jahilu..( manusia itu menjadi musuh terhadap apa yang ia tidak ketahui ) tolong pak yai banyak baca supaya tidak sepeti katak dalam tempurung.. |
| | |
 |
| |
|
| |
Ummu Adam , Sabtu, 27 Agustus 2011
astagrfirullah....insya Allah kebenaran akan tampak benar, dan kebusukan akan pula tampak busuk....semoga beliau ditunjukan jalan yang benar. |
| | |
 |
| |
|
| |
Fillah , Senin, 12 September 2011
Alhamdulillah, senang pak Umam mulai nulis lagi, jika ada tulisan yang lain, mudahan saya di kirim lagi... |
| | |
 |
| |
|
| |
Najib , Rabu, 14 September 2011
Itu ciri-ciri kyai kampungan dan munafik, biar dikira modern, berlagak moderat dengan orang2 kafir, lebih cocok disebut kyai slamet si kebo bule, karena otaknya didengkul |
| | |
 |
| |
|
| |
Syaifudin , Rabu, 14 September 2011
jadi kyai jangan asal ASBUN |
| | |
 |
| |
|
| |
Ansori , Rabu, 14 September 2011
itu sih kyai ember bocor, asal omong goblek aja, dia sekolah dimana, nyantri dimana (kalo betul2 nyantri, gak gitu omongnya, |
| | |
 |
|
|
| |
KIRIM KOMENTAR ANDA : |
|
|
| |
| Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA. |
|
|