Home Nasional


Film Sesat
 
Share |
Adian Husaini: Film Hanung Kampanye Pluralisme yang Vulgar


 

Jum'at, 08 April 2011

Hidayatullah.com—Pakar pemikiran Islam, Dr Adian Husaini punya kesan sendiri setelah melihat langsung film karya Hanung Bramantyo berjudul '?' (baca: Tanda Tanya) yang mulai menghiasi layar lebar di Indonesia pada 7 April 2011 lalu.

Menurunya, film ini jelas-jelas sebuah kampanye pluralimse yang vulgar.

“Jelas kampanye pluralisme, malah pluralisme yang vulgar,” ujar Adian.

Peniliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) ini menambahkan, dalam pandangan Islam, orang Murtad itu sangat serius, tidak bisa dianggap main-main. Dalam Islam, orang murtad itu dianggap kafir dan kata kafir itu bukan kata main-main.

"Setelah saya melihat trailer film ini yang lebih dulu disebarkan di YouTube, hingga menonton langsung filmnya malam ini, jelas sekali, film ini sangat merusak, berlebihan, dan melampaui batas.”

Menurut pria yang juga kolumnis tetap di hidayatullah.com ini pesan dalam film ini ingin memberikan kerukunan, tetapi justru memberikan streotype (cap) yang buruk pada Islam,

Misalnya; kasus menusup pendeta, mengebom gereja dll. Kasus-kasus itu kemudian diangkat menjadi sterotype. Menurut Adian, peran-peran Islam juga digambarkan dengan buruk. Orang murtad dari Islam dianggambarkan sebagai hal yang wajar saja, juga semua agama digambarkan menuju tuhan yang sama.

“Dalam film ini, dibuat seolah orang keluar dari agama Islam itu sesuatu yang biasa saja,” katanya.

Menurut Adian, semua yang digambarkan Hanung dalam film itu jelas paham Pluralisme yang sangat ditentang dalam Islam. Sebab kerukunan itu, kata Adian, bisa diwujudkan tanpa mengorbankan keyakinan masing-masing.

Karena itu, Adian menilai, pesan film Hanung ini sangat berlebihan, terutama jelas merusak konsep Islam. Merusak konsep tauhid, syirik, iman dan kufur.

“Sangat disayangkan film seperti ini disebarluaskan. Ini bukan menumbuhkan kerukunan, malah merusak kerukunan itu sendiri.”

Menurutnya, atas nama Pluralisme, semuanya dirusak dengan cara berlebih-lebihan. Padahal tidak mungkin semua agama dihilangkan klaim kebenaran.Padahal selama ini tidak ada masalah. Jadi film ini sangat berbahaya.

Adian juga mempertanyakan, “Apa sih yang mau dicapai dengan tontonan-tonan seperti ini?”

Padahal jelas sekali dalam Islam, ada tauhid ada syirik, ada iman ada kufur. Batas-batas itu harus dipegang. Kalau produser, penulis, pemain dan sutradara mengaku dirinya Muslim, seharusnya dia menjaga batas-batas aqidah dan keimanan dia.

Kapan dia memegang keyakinannya dan kapan harus menjaga kerununan dengan orang lain.

“Jadi film ini salah kaprah dan berlebihan yang justru merugikan kerukunan umat beragama sendiri.”

Dia menyarankan, di era kebebasan ini, umat Islam harus berhati-hati, karena banyak ide-ide menyesatkan digambarkan dengan cenematografi yang dibungkus humor atau memancing tawa. Orang lupa, padahal di balik tawa dan canda itu ada sesuatu yang serius.

Dengan era apa saja sekarang ini, di mana orang bisa nonton apa saja, bisa produksi apa saja, langkah terbaik adalah “Kuu anfusakum wa ahlikum naaro” (jagalah keluargamu dari api neraka).

Film Hanung ini, kata Adian seperti pernah disampaikan Allah dalam Qur’an Surat Al-An’am; 112, dengan istilah “Zuhrufal Qauli Ghururo” [perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia)].

Sebagaimana disebutkan dalam terjemahan Quran Surat Al-An’am: 112, berbunyi, “Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.” [Quran Surat 6:112]

Lebih lanjut, ia berharap Hanung memang sedang tidak menyadari kekeliruannya.

“Saya berharap ia (Hanung) tidak sadar dan keliru. Dan bertaubat, memohon ampun pada Allah itu lebih baik daripada mempertahankan hal yang salah,“ ujarnya.

Sebelum ini, KH A.Cholil Ridwan, Ketua MUI Bidang Budaya sempat mengirimkan rilim kepada redaksi hidayatullah.com, yang menyebut film ini dapat mendukung orang murtad (keluar Islam). */the Islam Media

Rep: Muhammad Usamah
Red: Cholis Akbar

Share |
 
KOMENTAR
   
  Dicky , Jum'at, 08 April 2011
Saat dia menyatakan ingin membuat sebuah film tentang pluralisme saya ragu, dan ternyata keraguan saya terbukti. Saya pikir maksud Hanung adalah dia ingin menunjukkan pemikiran dia dalam menyikapi keberagaman agama di masyarakat, sayangnya pemikiran itu tidak dia konfirmasi dengan mencari dalil2 yang sahih, melainkan malah dia sebarkan pemikiran dia dengan membuat sebuah film. Seorang sutradara memang bisa membuat film sesuai keinginannya, sesuai dengan pikiran bahkan imajinasinya. Sayangnya Hanung mungkin tidak/belum menyadari bahwa efek pemikiran dia mungkin bisa diterima oleh masyarakat, dan mungkin akan dimintai pertanggungjawaban pada pengadilan Allah kelak. Manusia tidak ada yang sempurna, karena itulah saya dan kita memang harus selalu terus belajar, agar kita tidak tersesat dari jalan-Nya. Wallahualam.
  
   
  Fathoni , Jum'at, 08 April 2011
hanung tuh tau apa sih ttg pluralisme?
  
   
  Eric , Jum'at, 08 April 2011
pak hanung mungkin khilaf,....pak adian...moga ada nanti film perbaikannya/lanjutannya.....kalau laskar pelangi,..kita suka banget,....sang pencerah,...sayang aku ketinggalan belum lihat,..
  
   
  Slamet , Jum'at, 08 April 2011
kita harus hati-hati dengan sesuatu yang baru dan kelihatan menarik. karena yang menarik belum tentu baik bagi kita orang muslim dan di ridhoi oleh Allah.untuk mas Hanung semoga sadar atas kekeliruanya,' plular'itu biasa, tapi kalau sudah sampai ada isme"pluralisme" itu harus hati-hati
  
   
  Minati , Jum'at, 08 April 2011
aneh,. kok skr banyak banget filem2 gak mutu yang bisa lolos Lembaga Sensor Film. apa-a yang di sensor yah. semoga Alloh segera membuka hati mereka. atau kalo mereka tetap gak sadar semoga laknat Alloh segera menimpa mereka yang dengan sengaja ingin merusak islam. gak jauh beda kelakuan mereka dengan israel yg terus mengoyak2 keyakinan org2 yg beriman.
  
   
  Ilham , Jum'at, 08 April 2011
saya memang belum nonton film "?", namun saya percaya pada pak KH Cholil Ridwan dan Pak Adian Husaini, sebaiknya Hanung segera tobat dan menarik film dimaksud dan mengatakan dalam media nasional bahwa film ? salah dan sesat
  
   
  Tontowi , Jum'at, 08 April 2011
kalo semua hal diukur dari sudut pandangnya sendiri, maka hanya dialah yg benar di muka bumi ini. perbedaan pandangan perlu tabayun. bukankah itu jg perintah alquran. knp mesti selalu ribut di media. apakah itu bkn bagian dari provokasi menebar kebencian dan kerusuhan?
  
   
  Bira , Jum'at, 08 April 2011
Tidak hanya film ini tapi coba lihat mega sinetron di layar kaca semua merendahkan moralitas Islam. Ini terjadi karna sineas kita hanya berfaham seni dan kebabasan berekspresi tampa terikat dengan moralitas agama Islam
  
   
  Cak Rul , Jum'at, 08 April 2011
LSF ngapain aja ya... Hanung bertobatlah... Temui ibumu, minta pendapatnya tentang film-mu ini.
  
   
  Gemblung , Jum'at, 08 April 2011
@Eric : "P' hanung mungkin khilaf..." Kalau khilaf ya mbok jangan berkali-kali toh. Sebelumnya film PBS buatan Hanung juga sudah menuai kontarversi. Tapi dia sama sekali tidak bisa menerima masukan & kritikan dari orang yang mengerti ttg agama dan terus saja mempertontonkan KESOMBONGANnya.
  
   
  Umar , Jum'at, 08 April 2011
mari kritik itu kita sampaikan ke mas hanung kl kritikan itu ditolak atau tidak digubris maka sama-sama kita laknat gemana? semoga kritikan bisa menyadarkan mas hanung menjadi lebih paham tentang Islam Ok.
  
   
  Zahra , Jum'at, 08 April 2011
mesti ditarrik dari peredaran dan si hanung meti ditgur oleh MUI krn dia itu masih mentah dlm pemhaman utk film religius.. anak kemaren sore si hanung !!
  
   
  Adul , Jum'at, 08 April 2011
ga pantes nich film d kluar kan??
  
   
  Mada , Jum'at, 08 April 2011
sihhhh
  
   
  Agus , Jum'at, 08 April 2011
boikot film ini!! Allohu Akbar
  
   
  Hanung B , Jum'at, 08 April 2011
Betul Mas, waktu saya buat film itu saya sudah KAFIR, semoga mas-mas jangan ikuti saya ya...
  
   
  Ilham Dirham , Jum'at, 08 April 2011
klo dah salah....ngakua aja nung....minta maaf dan bertobat,klo ndak insyaallah siksa Allah sangat pedih menunggumu.....
  
   
  Imam , Jum'at, 08 April 2011
kita memang hrs berhati-hati thd film religius tapi menyesatkan. banyak jg sinetron yg sok religius tp isinya sgt konvensional dan cengeng.. buat pak hanung, apa lagi yg anda cari? anda sdh punya harta, popularitas, dan kenikmatan dunia lainnya. segeralah BELAJAR ISLAM dg benar dan BERTAUBAT sebelum terlambat. ingat, anda bisa menyesatkan banyak pihak dan akan dimintai pertanggung jawaban di akherat kelak....
  
   
  Hapsoro , Jum'at, 08 April 2011
kyknya hanung perlu baca buku "Belajar Islam untuk Pemula" terbitan aqwam deh :D baca bab pertama ttg akidah ya *nitip lapak
  
   
  Fajar , Jum'at, 08 April 2011
Dari awal saya sudah ragu dengan film ini, ternyata memang benar. Seperti halnya dalam film Sang Pencerah, yang lebih menonjol adalah aksi rusak-rusak mesjid, kondisi kontradiksi antara pemikiran ulama2 saat itu dengan pemikiran KH Ahmad Dahlan yang lebih ditonjolkan, seolah menggambarkan begitulah islam indonesia dari dulu sampai sekarang. Kenapa tidak ditonjolkan bagaimana KH Ahmad Dahlan dengan telatennya mengajarkan surat Al Ma'un yang dalamnya terdapat semangat saling mengasihi dan saling menolong, hal ini memang sempat di sitampilkan tapi hanya sebentar, tidak menggambarkan adanya usaha serius dari KH Ahmad Dahlan. Padahal pemikiran dan aksi KH Ahmad Dahlan sangat berbeda dengan aksi2 yang dilakukan oleh para pemikir islam liberal sekarang. Pa Adian Husaini, semoga Allah memberikan kesehatan selalu kepada anda, kami butuh pemikiran2 Bapak dalam mengkrtisi para pemikir2 islam liberal, kami selalu belajar dari pemikiran2 bapak.
  
   
  Iin , Jum'at, 08 April 2011
Hanung ini salah satu agen AL-MASIKH DAJJAL..Kecelakaanlah dunia akhirat bagi setan dunia seperti hanung .. laknat allah untuknya..
  
   
  Hery , Jum'at, 08 April 2011
Ikhwan fillah, Hanung adalah saudara kita yang muda punya bakat seni yang baik. kenapa tidak ditegur yang baik. diajak diskusi dengan argumentasi yang kuat. sudah kewajiban ulama mencarikan solusi bukan mempermalukan di depan umum/publik. Mas Adian bisa ajak dia ngobrol sebelum memberikan komentar keluar agar dia juga merasa saudaranya mengayomi. Kyai cholil bisa telepon dia kasih nasehat ke depan sebelum menghakimi di media. P Din Syamsudin saya kira sangat bisa memberikan nasehat kepada hanung apa keberatan masayarakat dan para ulama. cercaan caci maki tidak akan pernah menjadi solusi. umat terbaik selalu bijaksana dalam berkata kata, perilakunya terpuji menjadi tauladan. katakanlah hanung sudah berbuat tapi ada kesalahan. apakah lebih baik derajat orang yang tidak pernah berkarya yang tentu saja tidak pernah salah..apalagi tidak berkarya tapi mencerca..dan pasrti tidak pernah merasa salah. salam
  
   
  Widwid , Jum'at, 08 April 2011
ini ujian keimanan kita semua, apa kita mau tetap eksis menjaga tauhid yg benar kpd Allah, atau kita akan tergerus keimanan kita oleh badai paham sekuler yg terus menyerang dari segala sisi. Gigitlah Sunnah Rasul se-kuat2nya, hatta sampai gerahamu menjadi tanggal, terus belajar Islam sesuai syariaat yg benar, semoga tak tergelincir ke pemahaman agama yg salah.
  
   
  Rijal , Jum'at, 08 April 2011
Kita butuh Islam, Islam g butuh kita. jadi g perlu bela Islam karna Islamlah yang belain kita. Islam g kan hancur...santai aja.!!!
  
   
  Budiharto , Jum'at, 08 April 2011
Sdr. Hanum, sebagai kawula muda, saya salut dg karya anda yang cukup artistic, jaman sekarang susah cari orang berbakat....! USUL : KARYA ANDA HARUS DIOLAH DALAM TEAM WORK YG MULTI-PROFESIONAL-SCIENTIFIC yang SESUAI DENGAN 'TOPIK' ATAU 'TEMA' FILMNYA.so, film bermutu, bernuansa 'AURA TAUHID' yang tinggi, kolaborasi dg ke-ilmiahannya...! Kita bisa bertemu berkolaborasi... saya tunggu mas..! wassalam..
  
   
  Bushido , Jum'at, 08 April 2011
baru tau ya mas adian,coba liat karya hanung yg lain wanita berkalung sorban..tidak kalah buruknya merendahkan nilai wanita islam,membangkang suami,ortu..dan yg aneh lagi waktu mau dirajam ibunya berkata :yang boleh merajam anak saya hanya orang yang \"tidak punya dosa\"saja...itulah karya sastra islam sekarang cuma cinta nol nilainya.kalo hebat bikin film shiroh nabi,ibnu taimiyah tentang jihad dll..berani ???
  
   
  Erwina , Jum'at, 08 April 2011
spt riset,membuat ilm hrsnya jg punya landasan teori penelitian terdahuli,dan lainyya,jgn hanya unsur seni n komersil aja
  
   
  Abdullah Achmad , Jum'at, 08 April 2011
yang salah L.S.f.nya,dah tau filmnya g mendidik. koq lulus. ingat dengan mati,jadi kita akan selalu berbuat yang baik
  
   
  Saf , Jum'at, 08 April 2011
Musuh2 Islam gak akan pernah berhenti dlm berupaya memerangi Aqidqh ummat ini,tapi yg saya herankan mana peran Lembaga sensor Film yg kalo tdk salah anggotanya jg ada dr MUI,kenapa bisa kecolongan setelah beredar baru kt ribut,bukankah smestinya kalo lembaga ini berjalan pasti gak sempat diputar>juga kita berharap sutradara2 yg peduli terhadap masa depan ummat ini,mengimbanginya dgn filim2 yg mencerahkan dan mendidik sebagai Alternatif bagi ummat,kadang mungkin banyak orang tdk suka dgn tayangan picisan itu tapi karena tdk ada alternatip mereka rela tdk rela lihat juga.
  
   
  Joni , Jum'at, 08 April 2011
Mestinya klo si Hanung pintar dan bijaksana, dia konsultasi dulu dg para ulama atau mereka yg ngerti ttg Islam sblm membuat film ini. Mengangkat tema bernuansa religi gak bisa seenaknya sendiri, perlu berkonsultasi dg ahlinya. Kalau enggak bakal keliatan sekali bodohnya si pembuat film. Apa yg dilakukan Pak Adian Husaini tidak salah. Secepatnya org2 sprti beliau, para ulama, ustadz da orang tua menyampaikan keburukan film ini agar TIDAK MENJEBAK generasi muda kita.
  
   
  Mintardjo , Jum'at, 08 April 2011
Manusia seperti ini oleh kaum kapitalis, salibis dan zionis dibayar mahal, karena tidak perlu susah-susah menghancurkan Islam dengan senjata, tapi cukup menghancurkan moral dan aqidah dengan film, hasilnya memuaskan
  
   
  Mubarak , Jum'at, 08 April 2011
Apakah ini termasuk ke dalam ajaran al baha'i atau al babiyah yang terkenal itu?
  
   
  Abi , Jum'at, 08 April 2011
Ya...ALLAH hamba memohon kepada - MU jauhkan kami semua umat islam dr hal2 pekara yang bisa membuat kita jauh dari - MU ya......ALLAH..
  
   
  Asmien , Jum'at, 08 April 2011
Hanung ya perusak Islam.... lihat juga thu PBS....
  
   
  Dian , Jum'at, 08 April 2011
JELAS INI KHILAF YANG DISENGAJA; FILM YANG SESAT DAN MENYESATKAN. Wahai Saudaraku sesama MUSLIM CINTAILAH ALLAH dan ROSUL DENGAN AMAT SANGAT diatas segala-galanya; itulah SEBAIK CITA-CITA.
  
   
  Junaidiaris , Jum'at, 08 April 2011
pluralisme.... ??? bukan itu standar ganda yang subyektif
  
   
  Faris Al Fars , Jum'at, 08 April 2011
ini bukan ujian tapi pelecehan dan islam harus dijaga bukanya malah dibiarkan dihina!. hanung bkn hnya sekali tp berkali2 melechkan! dan dia tidak pantas mendapatkan perlakuan baik lbh pantas dicerca.
  
   
  Liya , Jum'at, 08 April 2011
TOLAK liberalisme, pluralisme mari berjuang tegakkan Syariah dan Khilafah!!!
  
   
  Ahmad Yani , Sabtu, 09 April 2011
Hanung saya perintahkan tarik film anda,dan bertoubat pada Allah SWT.
  
   
  Mursalin , Sabtu, 09 April 2011
sulit dibayangkan betapa luas dampak negatif dari film kayak gini karena sudah dikonsumsi masyarakat luas, tak ada cara lain kecuali tobat dan tarik film itu sambil minta maaf bahwa itu sesat, semoga Allah mengampuni
  
   
  Izbar Alencha , Sabtu, 09 April 2011
mestix MUI harus tanggap, Lembaga Sensor mestix melibatkn Pemikir islam. Hanung istikharah dulu sblm mbt track Film.
  
   
  Owan , Sabtu, 09 April 2011
ummat Islam wajib memboikot film ini karena di dalamnya ada ajakan untuk mengakui kemusyrikan. saya yakin film ini punya donatur asing yg getol mengkampanyekan pluralisme & sekularisme agama.
  
   
  Kristo , Sabtu, 09 April 2011
Orang-orang yang duduk di lembaga sensor film indonesia haruslah orang yang paham dengan agama Islam seperti pak Adi Husaini... kalau tidak paham, harusnya mereka meminta pendapat dari orang yang paham dengan agama. Khususnya film tanda tanya ini.
  
   
  Afa , Sabtu, 09 April 2011
Nung, sult rasax utk tdk nylhkanmu,,paslx ente berulang x lkkn hal yg sama, kry ente bgs hy blm ada ilmu utk itu, lain x bljr lebih byk tg agama & rjnlah sholat mlm mohon tobat ama Dia. Jgn biarkan judul film itu '?' juga ada pdmu.
  
   
  Evan , Sabtu, 09 April 2011
Toleransi yg buta dan kebablasan, berbahaya..
  
   
  Samsul Bahri , Ahad, 10 April 2011
karena hanung memang berbakat, tapi tolong ulama membinanya jangan dicaci, kerena kalu dicaci , dia akan ditangkap oleh agen sipilis lainnya yang nota bene banyak uang. Sebaiknya dirangkul dan diberi suntikan aqidah yang mujarab, biar dari tangannya lahir film yang baik untuk Islam dan umatnya. satu lagi, republika sebagai produser juga perlu disarankan agar uangnya untuk membuat flim yang bermutu yang menggugah seperti keenegarawan Sjafruddin. atau muhajid dakwah di medah politi seperti bung tomo, agar orang kristen tahu bahwa negara ini dilkahirkan oleh pejuang Islam.
  
   
  Hehehe , Ahad, 10 April 2011
sarewelaaahhhh.. sok2 ribut ga jelas heuheue...
  
   
  Ali , Ahad, 10 April 2011
sjk kpn p adian jadi komentor film? sekalian aja coba bikin film.
  
   
  Mahesa , Ahad, 10 April 2011
Asslmlkm.Tidak hanya film tengoklah ,Islam KTP, Pesantern rock nroll,santri semelekete dll apakah tidak melecehkan Islam ?
  
   
  Azzam , Senin, 11 April 2011
salah satu Fitnah akhir Zaman.... selamatlah orang yang selalu memohon perlindungan kepada Allah dari ketrgelinciran akidah.... semoga Allah menjaga kita agar tetap dalam akidah yang benar dan lurus. Jauh dari kesyirikan yang seringkali menipu...
  
   
  Adifa , Rabu, 13 April 2011
Pak adian memang profesinya bukan pemerhati film atau komentator film. Saya melihat beliau sebagai orang yang peduli pada film Indonesia, bukan kayak sebagian besar orang, yang nonton film cuma buat diambil hiburannya aja. Terus berjuang pak, kami butuh orang-orang seperti Anda, yang memberi pencerahan pada masyarakat agar tidak begitu saja menerima hiburan tanpa direnungkan lagi baik tidaknya bagi ummat.
  
   
  Yuswan Bakhtiar , Jum'at, 15 April 2011
Salut buat p Adian, setuju sekali paham plularisme sangat berbahaya. kelihatannya memang indah tapi menyesatkan. tiap2 agama memang berbeda kok, tidak bisa dibuat sama
  
   
  Yusticia , Jum'at, 15 April 2011
hanung itu hanya berbicara lewat film.. untuk kerukunan umat.. mnrt saya.. itu bagus kok.. toleransi umat beragama.. cocok untuk kondisi indonesia sekarang ini,,
  
   
  Harjay , Selasa, 19 April 2011
Kalau kerukunan umat beragama kenapa mesti ada scene murtadnya segala.... kebablasan banget tuh.... untung ga ada scene muslim makan daging babi, boleh kan berdasarkan kerukunan antar umat beragama ??? bagi golongan pluralis...
  
   
  Amad , Kamis, 21 April 2011
wah itu mah ksalahan yg sepertinya emang diniatin, lha wong sdh berkali2, bahkan mungkin juga ksalahan pesanan. Tp tetap sebagai seorang muslim juga, Hanung tetap berhak mendapat tausiah dari saudaranya yg mengerti, kalau dia tetap berkeras dalam ksalahannya dan memperjelas posisinya sebagai orang Islam yg memusuhi, maka mari kita tambahkan label LA'NATULLAH 'ALAIH,setiap menyebut namanya Hanung.
  
   
  Agung S , Ahad, 24 April 2011
perang pemikiran telah sedang berlangsung maka persiapkanlah dengan ilmu agama yang kuat... kita salurkan lewat komentar gak masalahh... buat mas hanung koreksilah diri anda ,, semoga tidak terjadi pada anak,istrimu...
  
   
  Abud , Senin, 25 April 2011
Artikel dan narasumber Hidayatullah.com kok gak mencerminkan hidayah (pencerahan), komentar2nya malah mendangkalkan ilmu dan akidah..pembacanya juga begitu, untunglah gak semua..kapan kita mau maju kalo begini teruss??
  
   
  Husein Candra , Ahad, 01 Mei 2011
bgnilah org yg mngaku islam,tpi gk punya ilmu ten tang islam.karya apapun yg dia buat,gk diteliti.yg penting mnghasilkan uang,gk pduli walau mnghancurkan agamanya sendiri.pdahal islam itu rahmatan lil alamin.Hanung bramanto,salah satu org islam yg menghina islam itu sendiri
  
   
  Abdullah , Kamis, 09 Juni 2011
Ini musibah diatas musibah kasihan anda Zasqia mempunyai suami yang rendah tentang pemahaman Islamnya.
  
 
KIRIM KOMENTAR ANDA :
     
  Nama
  Email
  Komentar Anda
  Kode Keamanan
 
CAPTCHA Image
   
 
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA.

 

Info Anda
 
Info Herbal Murah

Peluang usaha herbal termurah, menerima grosir keagenan.

www.herbalmurah.info

 
Sentra Haji Onh Plus Dan Umroh

Travel Murah Jakarta, Haji ONH Plus. Umroh plus, liburan, ramadhan, idul fitri. Segera dapatkan layanan terbaik kami 021-70985599
www.sentrahaji.com

 
19 Video Debat Islam-kristen

Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab ulama, serta nasyid walimah dan jihad. Kunjungi sekarang!

www.digitalhuda.com

 
 
   Berita Nasional Lainnya
  Cari Kepastian Harga, Pembahasan BPIH Di...
  Kiai Asli Betawi Tegas Tolak Konser Lady...
  Komnas Anak Akan Gugat Pemerintah Soal R...
  Komnas Anak: 89 Juta Penduduk Indonesia ...
  Komnas Anak Sarankan Tonton Investigasi ...
  Menag: Kewajiban Saya Mengingatkan Batal...
  Mendagri: Pelarangan Bukan Intimidasi, T...
  KH Hasyim MUzadi: Tolak Konser Lady Gaga...
  RS Swasta Wajib Sediakan Kamar Pasien Mi...
  Polres Cimahi Siap Tuntaskan Kasus Ajara...
Kontak Kami   |  Tentang Kami   |  Iklan   |  
© 2010 Hidayatullah.Com, All Rights Reserved