Home Wawancara

 
Share |
Pembantai Muslim Itu Sesali Pilihan Berkarir di Politik


 

Jum'at, 25 Februari 2011

Hidayatullah.com--Minggu lalu, mantan pimpinan Bosnia-Serbia tersebut diberikan waktu tambahan untuk mempelajari 32 ribu halaman materi baru dalam sidang pengadilannya di Tribunal Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY) Den Haag. Karadzic diadili atas tuduhan kejahatan perang. Sidang akan dilanjutkan 21 Maret.

Sebagaimana diketahui, Radovan Karadzic, presiden masa perang Republik Srpska mewakili diri sendiri di depan sidang ICTY atas 11 tuduhan genosida, kejahatan perang dan kejahatan atas kemanusiaan selama perang Bosnia tahun 1992 hingga 1995. Perang diperkirakan menewaskan 100 ribu orang.

Beberapa tuduhan yang diarahkan padanya adalah; Pertama, ia dinilai ikut ambil bagian dalam pembunuhan massa Srebrenica, di mana sekitar 8000 pria dan anak lelaki Muslim dibunuh dan sekitar 30 ribu perempuan, anak perempuan, dan orang tua disingkirkan paksa.

Kedua, dinilai ikut ambil bagian dalam pengepungan 44 bulan Sarajevo, ibukota Bosnia-Herzegoniva, di mana penembak gelap dan pemboman menewaskan dan melukai ribuan warga sipil.

Menurut dakwaan, tujuan pemusnahan dan pembunuhan yang terjadi di bawah pimpinan Karadzic adalah untuk 'menghapus sepenuhnya keberadaan Muslim Bosnia dan Kroasia dari kawasan yang dikuasai Serbia-Bosnia'.

Karadzic ditangkap Juli 2008 di Belgrade, ibukota Serbia. Kala itu dia menggunakan nama samaran Dr Dragan Dabic, yang berprofesi sebagai penyembuh alternatif dan psikolog. Semasa buron, dia sempat menerbitkan sejumlah novel dan buku puisi.

Pemerintah Serbia menangkap Karadzic menyusul tekanan terus-menerus dari Uni Eropa untuk menyerahkan semua tersangka penjahat perang yang diyakini bersembunyi di negara tersebut. Dua tersangka yang banyak disorot, Ratko Mladic dan Goran Hadzic, masih buron.

Pada sejumlah kesempatan selama masa sidang dengar, Karadzic berulangkali menekankan, dia membuat perjanjian dengan almarhum diplomat Amerika Richard Holbrooke bahwa dirinya tidak akan diadili. Namun ICTY menolak klaim imunitas yang diajukan Karadzic.

Selama ditahan di penjara PBB di Scheveningen, wartawan tidak diizinkan mengadakan kontak langsung dengan Karadzic. 

Mantan pimpinan Serbia-Bosnia Radovan Karadzic menyesali pilihannya untuk berkarier di bidang politik. Demikian diungkapkan dalam korespondensi emailnya Berikut tanya jawab dalam bentuk korespondensi email dengan  Radio Nederland Wereldomroep (RNW). 

"Politik mengorbankan 20 tahun paling produktif dalam hidup saya," tulis Karadzic. "Selama itu saya sudah bisa menulis sejumlah novel dan puisi. Di tahun 90-an saya sempat ragu, apakah memang mau berkarir di politik. Saya tidak akan membuat pilihan itu lagi," ujarnya.  Inilah petikan wawancaranya. 

RNW: Jika Anda dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan, apakah Anda akan kembali ke Republik Srpska atau Serbia?

RK: Ralat, bukan 'jika saya dibebaskan' melainkan 'ketika saya dibebaskan'. Ya, saya akan kembali ke Republik Srpska, tapi saya juga ingin menghabiskan waktu di Serbia dan Montenegro. Itu semua tanah air saya. Tapi kemungkinan besar ini ditentukan cucu saya dengan kebutuhan pendidikan mereka.

RNW: Penyambutan seperti apa yang kira-kira akan Anda dapatkan jika kembali ke Republik Srpska atau Serbia?

RK: Mereka yang mencintai saya akan tetap mencintai saya dan mereka yang membenci, akan tetap benci.

RNW: Apa Anda mendapat banyak surat dukungan atau dukungan dalam bentuk lain? Jika ya, dari siapa biasanya?

RK: Ya, saya dapat banyak surat dan pesan dari seluruh penjuru dunia, baik orang Serbia atau non-Serbia. Ada juga yang berbaik hati mengirim karya sastra, puisi dan musik.

RNW: Bagaimana dengan surat yang berisi kemarahan atau ancaman? Anda terima juga?

RK: Tidak. Unit Tahanan PBB melindungi saya dari hal-hal semacam itu.

RNW: Apa Anda merasa dikhianati 'negara dan rakyat' Anda, karena Anda ditangkap otoritas Serbia?

RK: Tidak. Serbia tidak pernah berjanji tidak akan menangkap saya. Harapan saya sebenarnya, ada kepentingan nasional yang diuntungkan oleh penangkapan saya, tapi sepertinya mereka tidak mendapat keuntungan apa-apa.

RNW: Apa Anda menyesal tidak menyerahkan diri lebih awal?

RK: Tidak. Yang saya sesali adalah tribunal menolak menghormati perjanjian saya dengan Richard Holbrooke bahwa saya tidak akan diadili.*

Sumber : rnw
Red: Cholis Akbar

Share |
 
KOMENTAR
 
KIRIM KOMENTAR ANDA :
     
  Nama
  Email
  Komentar Anda
  Kode Keamanan
 
CAPTCHA Image
   
 
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA.

 

Info Anda
 
Info Herbal Murah

Peluang usaha herbal termurah, menerima grosir keagenan.

www.herbalmurah.info

 
Sentra Haji Onh Plus Dan Umroh

Travel Murah Jakarta, Haji ONH Plus. Umroh plus, liburan, ramadhan, idul fitri. Segera dapatkan layanan terbaik kami 021-70985599
www.sentrahaji.com

 
19 Video Debat Islam-kristen

Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab ulama, serta nasyid walimah dan jihad. Kunjungi sekarang!

www.digitalhuda.com

 
 
   Berita Wawancara Lainnya
  MIUMI Tegaskan RUU Gender Produk Liberal...
  Raja Papua yang Suka Berdakwah
  “MIUMI Himpun Potensi Ulama Muda Lintas ...
  Pastur dan Pendeta Ingin Habib Rizieq Da...
  Heppy Trenggono: “Riba Itu Masalah Menta...
  HNPT: Perlu Pemetaan Batasan yang Disebu...
  “Gerakan Syiah Indonesia Diremote dari I...
  "Menerjemahkan al-Qur`an tidak boleh sem...
  Menkes: Tidak Mudah Menghibahkan Uang Ke...
  “Turunan Yahudi di Indonesia Mendekati 2...
Kontak Kami   |  Tentang Kami   |  Iklan   |  
© 2010 Hidayatullah.Com, All Rights Reserved