Home
Catatan Akhir Pekan
Catatan Akhi Pekan (CAP) ke-302
Prof. Azyumardi: Pendidikan Islam di IAIN adalah “Islam Liberal”
Selasa, 25 Januari 2011
Oleh: Dr. Adian Husaini
“Sebagai lembaga akademik, kendati IAIN terbatas memberikan pendidikan Islam kepada mahasiswanya, tetapi Islamyang diajarkan adalah Islam yang liberal. IAIN tidak mengajarkan fanatisme mazhab atau tokoh Islam, melainkan mengkaji semua mazhab dan tokoh Islam tersebut dengan kerangka, perspektif dan metodologi modern. Untuk menunjang itu, mahasiswa IAIN pun diajak mengkaji agama-agama lain selain Islam secara fair, terbuka, dan tanpa prasangka. Ilmu perbandingan agama menjadi mata kuliah pokok mahasiswa IAIN.”
“Jika di pesantren mereka memahami dikotomi ilmu: Ilmu Islam (naqliyah dan ilmu keagamaan) dan ilmu umum (sekuler dan duniawiah), maka di IAIN merekadisadarkan bahwa hal itu tidak ada. Di IAIN mereka bisa memahami bahwa belajar sosiologi, antropologi, sejarah, psikologi, sama pentingnya dengan belajar ilmu Tafsir al-Quran. Bahkan ilmu itu bisa berguna untuk memperkaya pemahaman mereka tentang tafsir. Tetapi, IAIN tidak mengajarkan apa yang sering disebut dengan “islamisasi ilmu pengetahuan” sebab semua ilmu yang ada di dunia ini itu sama status dan arti pentingnya bagi kehidupan manusia.”
Itulah pernyataan Prof. Dr. Azyumardi Azra saat menjabat sebagai Rektor IAIN Syarif Hidayatullah, Ciputat. Pernyataan itu dimuat dalam buku IAIN dan Modernisasi Islam di Indonesia (2002, hal. 117), yang diterbitkan atas kerjasama Canadian International Development Agency (CIDA) dan Direktorat Pembinaan Perguruan Tinggi Islam (Ditbinperta) Departemen Agama.
Pengakuan Profesor Azyumardi Azra tentang corak liberal dan liberalisasi pendidikan Islam di IAIN itu tentu saja menarik untuk kita simak, sebab disampaikan bukan dengan nada penyesalan, tetapi justru dengan nada kebanggaan. IAIN merasa bangga, sebab sudah berhasil mengubah banyakn mahasiswanya yang kebanyakan berbasis pesantren/madrasah menjadi mahasiswa atau sarjana-sarjana liberal.
Ditulis dalam buku ini:
”Model studi Islam tersebut membuka wawasan mahasiswa IAIN yang pada umumnya berbasis pesantren dan madrasah. Memang, pada tahun-tahun pertama studi di IAIN, sebagian mahasiswa yang telah terdidik dengan budaya pengkajian Islam pesantren mengalami goncangan. Tetapi setelah itu umumnya bisa memahami arti penting model studi Islam di IAIN. Selain itu dalam pengamatan Azyumardi, liberalisasi studi Islam di IAIN juga telah mengubah caara pandang mahasiswa umumnya terhadap ilmu.” (hal. 117).
Saya tidak ingin berkomentar terlalu jauh terhadap pernyataan Prof. Azyumardi atau fakta-fakta liberalisasi IAIN yang dipaparkan oleh para aktor utamanya di perguruan tinggi Islam. Pada catatan-catatan sebelumnya, kita sudah sering membahas masalah ini. Karena masalah ini teramat sangat penting bagi masa depan pendidikan Islam dan bahkan masa depan umat Islam di Indonesia, ada baiknya kita simak kembali sejumlah pemaparan tentang proses liberalisasi IAIN, sebagaimana diuraikan dalam buku tersebut.
Proses liberalisasi itu dimulai dari pulangnya para kafilah yang menimba ilmu di Institute of Islamic Studies of McGill University. Mereka mendapat didikan dari profesor-profesor Islamic Studies kenamaan semisal Charles J. Adam, pakar dalam sejarah Islam; Wilfred Cantwell Smith, pakar sejarah peradaban Islam dan perbandingan agama; N. Barkes, ahli Turki dan sekularisasi di dunia Muslim, Herman Landolt, pakar filsafat, sufism, dan Syiah; Wael Hallaq, pakar hukum Islam, dan sebagainya. ”Para alumni McGill ini, dengan latar belakang dan keahlian yang berbeda, pada gilirannya memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam pengembangan wacana akademik kajian keislaman dan dunia birokrasi di tanah air.” (hal. vii-viii).
Dijelaskan juga dalam buku ini, bahwa IAIN kini sudah berubah, dari lembaga dakwah menjadi lembaga akademis.
“IAIN mulanya dimaknai sebagai lembaga dakwah Islam yang bertanggung jawab terhadap syiar agama di masyarakat. Sehingga orientasi kepentingannya lebih difokuskan pada pertimbangan-pertimbangan dakwah. Tentu saja orientasi ini tidaklah keliru. Hanya saja, menjadikan IAIN sebagai lembaga dakwah pada dasarnya telah mengurangi peran yang semestinya lebih ditonjolkan, yaitu sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam.
Karena IAIN sebagai lembaga akademis, maka tuntutan dan tanggung jawab yang dipikul oleh IAIN adalah tanggung jawab akademis ilmiah.” (hal. x).
Perubahan status IAIN dari lembaga dakwah menjadi lembaga akademis, memang dilandasi dengan perubahan metodologi studi Islam, dari metode para ulama menjadi metode para orientalis, seperti diungkapkan oleh buku ini:
“Salah satu yang menonjol adalah tradisi keilmuan yang dibawa pulang oleh kafilah IAIN (dan STAIN) dari studi mereka di McGill University secara khusus dan universitas-universitas lain di Barat secara umum. Berbeda dengan tradisi keilmuan yang dikembangkan oleh jaringan ulama yang mempunyai kecenderungan untuk mengikuti dan menyebarkan pemikiran ulama gurunya, tradisi keilmuan Barat, kalau boleh dikatakan begitu, lebih membawa pulang metodologi maupun pendekatan dari sebuah pemikiran tertentu. Sehingga mereka justru bisa lebih kritis sekalipun terhadap pikiran profesor-profesor mereka sendiri. Disamping aspek metodologis itu, pendekatan sosial empiris dalam studi agama juga dikembangkan.” (hal. xi).
*****
Dalam beberapa hari ini, saya mendapatkan beberapa buku menarik tentang “Islam Liberal”. Buku pertama berjudul Islam Liberal 101 (2010), karya Akmal Sjafril, sarjana Teknik Sipil ITB yang juga alumnus Program Kaderisasi Ulama DDII-Baznas di Magister Pendidikan Islam—Universitas Ibn Khaldun Bogor. Buku ini berhasil mengkritisi berbagai pemikiran liberal dengan membalikkan dan mengkritisi logika-logika kaum liberal yang seringkali rancu dan paradoks.
Satu buku lagi yang saya dapatkan berjudul "Argumen Islam untuk Pluralisme" (2010), karya Budhy Munawar Rachman, Program Officer and Development, The Asia Foundation. Sebenarnya saya sudah agak malas membaca sejumlah karya yang mendukung Pluralisme Agama, karena banyak yang tidak jelas dan tegas dalam merumuskan definisi “Pluralisme” itu sendiri, sehingga bisa diambil satu acuan penilaian. Yang sering terjadi ada manipulasi data, khususnya saat mengutip pendapat ulama atau tokoh Islam tertentu untuk mendukung paham Pluralisme. Sejumlah logika teologis dan hukum Islam yang digunakan juga asal-asalan, dan jauh dari semangat akademis.
Sebagai contoh, di halaman 182 tertulis: “Karena itu pandangan yang memasukkan non-Muslim sebagai musyrik – seperti sering dilakukan oleh kalangan Islam Radikal – harus ditolak.”
Bukankah pernyataan itu sangat keliru? Begitu banyak ayat dalam al-Quran yang mengecam keras kaum musyrik, karena menyekutukan Allah dengan makhluk-Nya. Orang non-Muslim yang melakukan tindakan semacam itu jelas-jelas tergolong musyrik. Orang non-Muslim yang menyembah batu, setan, atau makhluk apa pun; atau yang mengangkat derajat makhluk ke derajat al-Khaliq, jelas-jelas telah melakukan tindakan syirik. Orang yang mengaku Muslim saja bisa terjatuh dalam dosa syirik, apalagi orang non-Muslim. Ini bukan soal pernyataan Radikal atau moderat, karena begitu jelasnya ajaran Islam tentang hal ini.
Di halaman yang sama, penulis --dengan logika asal-asalan-- melakukan penghalalan terhadap hukum pernikahan antara Muslimah dengan laki-laki non-Muslim. Dikatakannya:
“Soal perkawinan laki-laki non-Muslim dengan perempuan Muslim merupakan wilayah ijtihadi dan terikat dengan konteks tertentu, di antaranya konteks dakwah Islam pada saat itu, yang mana jumlah umat Islam tidak sebesar saat ini, sehingga perkawinan antaragama merupakan sesuatu yang terlarang.” Bagaimana cara mengukur bahwa jumlah umat Islam sudah “banyak” atau “sedikit”?
Dibandingkan dengan kaum non-Muslim seluruh dunia, umat Islam masih sedikit. Kita maklum, yang mereka inginkan adalah kebebasan perkawinan lintas agama. Soal dalil atau logika, bisa dicari-cari!
Yang saya sayangkan berulang kali adalah kutipan yang salah – sengaja atau tidak -- terhadap tulisan ulama Islam, hanya untuk mendukung paham Pluralisme. Di buku ini dikutip pendapat Buya Hamka:
“Buya Hamka, seorang ulama besar dan berpengaruh, yang pandangan-pandangannya sangat progresif-liberal, dalam buku tafsirnya, al-Azhar, mengatakan bahwa ayat tersebut (QS 2:62. Pen.), adalah satu tuntunan bagi menegakkan jiwa, untuk orang yang percaya kepada Allah, baik dia bernama Mukmin atau Muslim, Yahudi, Kristen, dan Shabiin yang beriman kepada Allah, hari akhir dan diikuti amal yang shaleh, mereka akan mendapat ganjaran di sisi Tuhan. Tiga nilai universal tersebut adalah syarat yang mutlak. Namun, menurut Buya, meskipun seorang manusia telah mengaku beriman kepada Allah, mengaku beriman kepada Nabi Muhammad saw, kalau iman itu tidak dibuktikannya dengan amal saleh, tidaklah akan diberi ganjaran oleh Tuhan.” (hal. 122-123).
Soal pendapat Hamka tentang QS 2:62 sudah pernah kita bahas di CAP ke-172. Pendapat Hamka tentang keselamatan kaum non-Muslim dalam pandangan Islam sebenarnya juga tidak berbeda dengan para mufassir terkemuka yang lain.
Termasuk ketika menafsirkan QS 2:62 dan 5:69. Karena itu, Hamka memandang, ayat itu tidak bertentangan dengan QS 3:85 yang menyatakan: "Dan barangsiapa yang mencari selain dari Islam menjadi agama, sekali-kali tidaklah tidaklah akan diterima daripadanya. Dan di Hari Akhirat akan termasuk orang-orang yang rugi." Jadi, QS 3:85 tidak menasakh QS 2:62 dan 5:69 karena memang maknanya sejalan.
Menurut Hamka hakikat Islam ialah percaya kepada Allah dan Hari Akhirat. Percaya kepada Allah, artinya percaya kepada segala firmanNya, segala Rasul-Nya dengan tidak terkecuali. Termasuk percaya kepada Nabi Muhammad s.a.w. dan hendaklah iman itu diikuti oleh amal yang shalih."
Jadi, Hamka tetap menekankan siapa pun, pemeluk agama apa pun, akan bisa mendapatkan pahala dan keselamatan, dengan syarat dia beriman kepada segala firman Allah, termasuk al-Quran, dan beriman kepada semua nabi dan rasul-Nya, termasuk Nabi Muhammad saw. Jika seseorang beriman kepada al-Quran dan Nabi Muhammad saw, maka itu sama artinya dia telah memeluk agama Islam. Dengan kata lain, dalam pandangan Hamka, siapa pun yang tidak beriman kepada Allah, al-Quran, dan Nabi Muhammad saw, meskipun dia mengaku secara formal beragama Islam, tetap tidak akan mendapatkan keselamatan. Itulah makna QS 3:85 yang sejalan dengan makna QS 2:62 dan 5:69.
Soal keimanan kepada Nabi Muhammad saw dan al-Quran itulah yang sejak awal ditolak keras oleh kaum Yahudi dan Nasrani. Orang Yahudi menolak mengimani Nabi Isa dan Nabi Muhammad saw. Dan kaum Nasrani menolak untuk beriman kepada Nabi Muhammad saw. Sedangkan kaum Muslim mengimani Nabi Musa, Nabi Isa, dan juga Nabi Muhammad saw, sebagai penutup para Nabi.
Kaum Pluralis – seperti penulis buku ini – kemudian berusaha mengecilkan arti penting keimanan kepada kenabian Muhammad saw, sebagai dasar keselamatan. Di sini ditulis:
“Keselamatan dicapai dengan iman yang benar yang menguasai jiwa dan amal yang memperbaiki manusia. Tidak ada masalah sama sekali jika mereka orang-orang Yahudi, Kristen, dan Shabi’in, yang tidak beriman kepada Nabi saw. Keselamatan tidaklah mensyaratkan iman kepada Nabi Muhammad.” (hal. 130).
Dengan membaca buku ini, kita tidak perlu terlalu cerdas untuk memahami kesalahan paham Pluralisme Agama. Justru buku ini memaparkan dengan sangat gamblang betapa bathilnya paham ini. Jika orang tidak beriman kepada Nabi Muhammad saw, dia pasti tidak beriman kepada al-Quran. Lalu, bagaimana dia bisa mengenal Allah? Bagaimaan dia bisa menyembah Allah dengan benar? Bagaimana dia bisa beramal shalih? Amal shalih menurut siapa?
Lalu, untuk apa dia bersyahadat: saya bersaksi bahwa “Tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad itu utusan Allah.”? [Depok, 14 Januari 2011/hidayatullah.com] *
foto: Rektor UIN Prof Dr Azhar Arsyad MA menerima kunjung an tim CIDA
Sumber : Red: Administrator
|
|
|
| |
KOMENTAR |
| |
|
| |
Unek-unek , Selasa, 25 Januari 2011
aneh dan hebatnya, tokoh seperti Prof ini di indonesia justru dianggap malaikat, dielu2 kan dan diangung2 kan keilmuannya. tanpa ada nalar dan kritik. miris! |
| | |
 |
| |
|
| |
Slamet , Selasa, 25 Januari 2011
Islam hanya satu , knp hrs dibeda-bedakan,dipertentangkan sesama umat islam. PASTI kebenaran hanya milik Allah SWT semata , jangan merasa diri kita paling benar, yang lain salah masuk neraka ,,,,,,,, (apa anda yakin pasti masuk surga ?????) |
| | |
 |
| |
|
| |
Mujio , Selasa, 25 Januari 2011
sudah akhir Zaman,tokoh2 yang seharusnya menjadi panutan ummat eee... malah membuat umat jadi bingung,ya Allah mohon petunjukMu |
| | |
 |
| |
|
| |
Lucu , Selasa, 25 Januari 2011
Kalau cara berpikir anda seperti itu mas slamet, mengapa dulu Nabi Muhammad SAW menyebarkan agama Islam di jazirah arab? bukankah dulu juga abu jahal cs menyembah Allah? dan menjadikan lata uza dan manaf sebagai perantara saja? karena batilnya kelakuan abu jahal Allah menurunkan risalahnya pada Nabi Muhammad SAW, untuk memenangkan dien yang benar yang lurus sesuai petunjuk Allah.. nah kelakuan islamlib jelas2 sudah melenceng dan sebagai muslim sudah selayaknya mengingatkan |
| | |
 |
| |
|
| |
Brekecet Brot , Selasa, 25 Januari 2011
Benul... Islam memang satu, yaitu yang sesuai dengan Al-Qur'an dan Assunah. Jika tidak sesuai maka bukan Islam. Benul apa benul |
| | |
 |
| |
|
| |
Jojo , Selasa, 25 Januari 2011
Sudah jelas IAIN (Ingkar Allah Ingkar Nabi) kenapa masih aja pada minat kuliah disini, kalo mau belajar Islam yang benar ya dari sumber peradabannya, di Timteng sana banyak Universitas Islam terkemuka, sudah belajarnya ke Amerika dan sekutu mau dibilang pinter lagi, weleh...weleh...ngaca dulu dong prof, makin banyak aja profesor sableng, lucunya negeri ini |
| | |
 |
| |
|
| |
Nizar , Selasa, 25 Januari 2011
@ slamet: anda bicara dengan siapa??? memang kebenaran hanya milik Allah,,tapi dari mana pula anda tau sesuatu itu benar, kalo tidak belajar ilmunya,,kalau tidak ada panutan dan tuntunannya..anda aneh ya..apakah kebenaran menurut akal Anda??naif sekali... dari Dulu saya bersyukur ada orang2 seperti ustadz Adian,,seringkali saya berlinang membaca bantahan2 nya terhadap kaum liberal,,doa ku smg Allah menambahkan ilmu yng bermanfaat buat buat kita umat Muslim,,agar tak slah dalam melangkah,,rahmat Allah buat Ustadz Adian.. |
| | |
 |
| |
|
| |
Aqse Syahid , Selasa, 25 Januari 2011
Islam Liberal aliran sesat nyesatin. pasti masuk neraka. |
| | |
 |
| |
|
| |
Untung , Selasa, 25 Januari 2011
Argumen "kebenaran hanya milik Allah SWT" dan "jangan merasa diri paling benar" itu khas liberal yang tidak nyambung. Ngecap dua hal itu di twitter dan Facebook mungkin masih ada orang awam agama yang akan kemakan. Tetapi kalau ngecap di sini....wakakak salah bener. Ngaku Allah SWT yang benar tetapi tidak mau mengaku kalau Al-Quran dan sikap-tindak-diam nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk yang menentukan mana yang benar dan tidak?? Halah..silahkan NGOBROL sendiri sama kaca mas. |
| | |
 |
| |
|
| |
Algifari , Selasa, 25 Januari 2011
Semga Allah menunjukkan jalan yang lurus untuk tokoh2 JIL (Jaringan Iblis Liberal) ini, kalau belum taubat lihat saja nanti saat sakaratul mautnya.(sudah ada contohnya kok... one of them). Nauzubillah.. |
| | |
 |
| |
|
| |
Imam Al Fahmi , Selasa, 25 Januari 2011
sepilis lagi.... udah pasti nih masuk ke dalam golongan orang munafik. sweeping dosen2 IAIN yg anggota JIL! reformasi struktural mulai dari rektor sampe dosen. atau kalo perlu bubarkan saja! buabrin jg LSM penggerak sepilis! masa kerjasama ama kanada, emang kanada tau sejarah Islam?? |
| | |
 |
| |
|
| |
Nuni , Selasa, 25 Januari 2011
yang menyedihkan banget; kebayakan alasan orangtua memasukkan anaknya ke sana adalah karena murahnya biaya di sana dan kuatnya mereka memasuki sekolah-2 dgn berbagai iming-2 (aku pernah tanya kpd adikku nanti pilih kuliah dimana setelah lulus; jawab adikku - dr sekolah disarankan pilih negeri dulu swastanya IAIN saja). ortu hanya tau kebesaran nama dan yang penting bisa mengkuliahkan anak. Ya Allah selamatkan generasi di belakangku. |
| | |
 |
| |
|
| |
Nuni , Selasa, 25 Januari 2011
yang menyedihkan banget; kebayakan alasan orangtua memasukkan anaknya ke sana adalah karena murahnya biaya di sana dan kuatnya mereka memasuki sekolah-2 dgn berbagai iming-2 (aku pernah tanya kpd adikku nanti pilih kuliah di mana setelah lulus; jawab adikku - dr sekolah disarankan pilih negeri dulu swastanya IAIN saja). ortu hanya tau kebesaran nama dan yang penting bisa mengkuliahkan anak. Ya Allah selamatkan generasi di belakangku. |
| | |
 |
| |
|
| |
Syamsuddin , Selasa, 25 Januari 2011
Islam Liberal? kata islam dan liberal sebenarnya dua kata yang berantonim. Sebab, Islam:Tunduk dan patuh kepada Allah dengan mengEsakannya dan mentaati perintahnya. Sedangkan liberal berarti bebas. Kalau Liberal artinya tidak tunduk/alias tidak Islam. Dan kalau Islam tidak liberal. baiknya mereka disebut Islam protestan atau JOL (jaringan orang Liberal). |
| | |
 |
| |
|
| |
Falah , Selasa, 25 Januari 2011
Semoga allah membuka jalan pikiran Adian Husaini, agar jangan terus menerus meradikalisasi pemikiran Umat Islam..... IAIN, jalan terus......bersihkan generasi muda Islam dari pemikiran pemikiran Radikal. |
| | |
 |
| |
|
| |
Nizar , Selasa, 25 Januari 2011
falah: justru Anda yang harus dibersihkan dari pikiran2 menyimpang..RADIKAL,,tau apa anda dengan RADIKAL..jgn2 Anda sudah termakan istilah2 yg selalu menyudutkan Islam.. |
| | |
 |
| |
|
| |
Kamal , Selasa, 25 Januari 2011
@ FALAH ; Saya miris membaca komentar anda, nama anda falah, tapi komen anda malah merugikan. bagi saya, diam adalah tindakan terbaik kalau emang tidak bisa memberikan komen yang lebih baik. tq |
| | |
 |
| |
|
| |
Abu Dzikra , Selasa, 25 Januari 2011
tetanggaku baru BEBERAPA bulan masukin anaknya di UIN, Disuruh keluar krn gak tahan dengan suasana kampusnya, BENAR2 BUKAN KAMPUS ISLAM..... Lihat cara akhwatnya berhijab!!!!!?????? |
| | |
 |
| |
|
| |
Laung , Selasa, 25 Januari 2011
Aneh sekali orang-2 yg sok pluralis & liberal seperti Slamet, Falah, makin terbukti mereka bingung, dan pengecut, ... betapa tidak, untuk menjadi seorang kafir tulen, atau sebangsanya enggan mengamalkan islam dengan benar, ternyata tidak berani terus terang dan tidak berani blak-blakan
tapi dengan pake tameng istilah Jorok "Pluralisme" atau Liberal segala. Mestinya kalian legowo, jangan mengkalim yg paling benar, menuduh radikal segala, nggak usah ribut, biarkan jika orang lain ingin menjadi Muslim versi aslinya sahabat Nabi, tabi'in dst yg menjalan islam secara kaaaffah, usul bijak dari kami, dari pada pake istilah aneh-2, ayo berani nggak Deklarasikan saja : Kami = munafiq+musyriq |
| | |
 |
| |
|
| |
Gotholoco , Selasa, 25 Januari 2011
wah..wah.. seru yaa kalo debat agama,..sesama muslim lagi. malu ah ama agama tetangga. Mendingan mikirin gimana nich agar besok harga cabe jadi murah. Apa impor ato tiap2 rumah tanam minimal pakai pot pot pot...... |
| | |
 |
| |
|
| |
Modeng , Selasa, 25 Januari 2011
@ Gotholoco: sy setuju skli sm pndapat antum, katanya skrang hrg cabe lbh mhl ketimbang telur ayam, pa bnr itu?...mas jujur ya sy sbgai orang awam smkin bingung dngan ulah para pemikir2 qta yg ada disono, kok ga' habis-habisnya membahas masalah sprti ini, pdhl d desa g' dengar maslh itu, mlh skrng wrga qt udah g' kerasan di kampung, smuanya pd mw jd TKI/TKW...kok sy jd bingung juga ya??@@## |
| | |
 |
| |
|
| |
Aliran Edan , Rabu, 26 Januari 2011
saya kira tidak semua dosen/orang2 IAIN itu liberal. mungkin masih banyak dosen/orang yang msih benar pemahaman islamnya. saya kurang sependapat kalau IAIN itu sudah rusak secara keseluruhan. saya punya banyak teman dari IAIN yang masih lurus2 saja, meski yang rusak juga banyak,hehe... saya setuju dengan komennya mas imam al fahmi.bersihkan saja, IAIN dari orang2 yang berfaham liberal. aliranedan |
| | |
 |
| |
|
| |
Andi , Rabu, 26 Januari 2011
Gotholoco: ga usah malu fren,,dalam Islam debat itu justru sah2 saja,,malah bagus,,jadi tambah pengetahuan..asalkan ada koridornya,,ilmu dan hujjah yang dipakai memang benar2 dr Alquran dan sunnah,,bukan dari dengkul dan bukan pula dari orang2 yang Liberal... maslh harga cabe,,Anda jgn lah pula nyuruh pak Adian yg ngurs harga itu,,kan dah ada orang2 yg di pemerintahan yg memang berkewajiban mengurusnya,,kl semua kita fokus dalam 1 hal saja,,siapa pula yg mengurs bidang yang lain...karena menurut saya mengurus Aqidah jauh lebih penting drpd sekedar mengurus perut...karena sejatinya kebutuhan di dunia akan Allah penuhi manakala kita juga memenuhi kewajiban kita kepada Allah.. |
| | |
 |
| |
|
| |
Rizal , Rabu, 26 Januari 2011
Orang yang tidak berpegang teguh terhadap keyakinan agama , akan menjadi agamanya akal-akalan tidak berdasarka dalil Al-Qur'an dan sunnah....... Masya Allah mereka dalam kearaguan yang nyata.. |
| | |
 |
| |
|
| |
Adam , Rabu, 26 Januari 2011
Pemikiran, semua berawal dari pemikiran, justru yg berbahaya dari liberal adalah pemikirannya yg menyimpang, setelah semua terkontaminasi akan berpengaruh terhadap semua orang dan orang awam yg paling gampang diombang ambingkan, dari sini semuanya akan rusak setelah jadi liberal, gak ada lagi ahlak semuanya jd bebas, akhirnya semuanya akan rusak, jadi sangat perlu dicegah dari pada mikirin perut aja tp bisa dibodohin sama mereka, harus ada yg mencounter...ayo kita belajar ttg agama kita yg benar tuk melwan mereka |
| | |
 |
| |
|
| |
Ahmad Din , Rabu, 26 Januari 2011
Si Azyumardi Azra ini memang aneh betul, katanya seorang intelektual muslim, tp giliran ngomong soal agama yg keluar dr mulutnya itu kata2 ''saya kira'', ''menurut saya'', ''menurut hemat saya'', dsb. Agama dikiranya sama dg filsafat yg hasil utak-atik-otak itu 'kali, ya...! Sebenarnya dia itu seorang muslim yg profesor atau pro-orientalis yg asal pingin tersohor, sih...? |
| | |
 |
| |
|
| |
Sarmin , Rabu, 26 Januari 2011
Hidup ini perjuangan untuk menuju syurga atau menuju neraka. Yang masuk syurga harus bekerja keras, yang masuk neraka juga bekerja keras. Jangan kira orang yang mau neraka itu tidak pusing lho melihat orang yang masuk syurga. Itu semua hanya bergantung kepada ngkut Allah dan nabiNya dengan berbagai aturannya, ya masuk syurga. Nah yang menolak Allah dan nabinya dan ngikuti hawa nafsunya, ya masuk nereka. Gampang kan? |
| | |
 |
| |
|
| |
Ahmad , Kamis, 27 Januari 2011
Buat saya dan umat Islam, innaddinaindallaahilislam, tidak ada agama yang diterima kecuali agama islam, sudah jelas orang yang bukan beragama islam pasti kafir dan tidak akan diterima amal perbuatannya, kecuali neraka |
| | |
 |
| |
|
| |
Dimas , Kamis, 27 Januari 2011
@falah islam liberal, mari kita baca buku "terapi kerasukan islam liberal" karangan abu umar abdillah, disitu terungkap liberalisasi sudah menjamur di seluruh perguruan tinggi islam di indonesia |
| | |
 |
| |
|
| |
Suzana Maya Dewi , Kamis, 27 Januari 2011
@ Pngikut2 JIL : Iblis tu ga atheis loh ! krn dia kenal Allah SWT & jg ga bodoh, tp knp msk neraka ya....? krn iblis pmbangkang yg congkak, ngeyel spt kalian, yg slalu memanipulasi nurani diri, bahkan brusaha tuk mlakukan "pndangkalan aqidah Islam", wah...bener2 cri khas iblis sejati deh. Na'udzubillah min dzalika. |
| | |
 |
| |
|
| |
Rakhmad Zailani Kiki , Kamis, 27 Januari 2011
Islam, liberalisme dan pluralisme adalah tiga hal yang berbeda. Nggak ada tuh Islam liberal, Islam plural, Islam kanan, Islam kiri (itu mah mendistorsi dan membajak Islam untuk kepentingan satu pandangan atau satu paham saja!) |
| | |
 |
| |
|
| |
Falah , Kamis, 27 Januari 2011
@Dimas. itu apa artinya dimas ? Intelektual Islam itu menyadari kekeliruan umat Islam dalam memahami agama ini, sehingga mereka (cendekiawan Islam/Ulama) melakukan perubahan.....tapi ya gak papa, pertama tama dicela dihujat...dulu juga para Imam Mazhab juga dihujat dan dicela, malah dipenjarain, tapi akhirnya masyarakat (setelah mengerti) baru mengikutinya...... |
| | |
 |
| |
|
| |
Habib , Jum'at, 28 Januari 2011
profesor opo processor ya????. maybe processor buatan amerika hehehe.....^_^ |
| | |
 |
| |
|
| |
Nurim , Jum'at, 28 Januari 2011
kenapa banyak umat islam, profesor-2 islam sekarang spt minder thd barat (tepatnya non muslim barat, krn sekarang islam pun berkembang di barat). ya karena hari ini, kita sebagai umat islam yang meyakini islam itu yg terhebat, belum mampu menunjukkan keunggulan kita yg beragama islam ini dihadapan barat yang non muslim. Keadaan di zaman Rasulullah, sahabat, tabiin, dst, sangat berbeda dengan keadaan kita hari ini. Disaat itu umat islam mampu menunjukkan kehebatan islam yg dianutnya, mereka adalah manusia-2 contoh, mandiri, dan para penakluk. Kebanyakan umat islam hari ini? sangat bergantung pd uluran tangan (non muslim) barat. Seringkali kita lihat perilaku umat islam hari ini pun masih belum bisa dibanggakan. Wajarlah kalo ada yg spt ragu,hatta org islam sendiri, benarkah islam itu yg tertinggi? |
| | |
 |
| |
|
| |
Suzana Maya Dewi , Sabtu, 29 Januari 2011
@ Falah : astaghfirullah....mlakukan prubahan koq thp al-Quran & Hadist !? apakah nurani anda tlah mati ya...? ataukah bingung memahami "kebenaran"? klw mw mlakukan prubahan... lakukan thd karya2 manuasia, bukan thd wahyu Ilahi.....keder ya mas ! ada2 aja org atheis jaman skrg.... malu2 to the point proklamirkan diri atheis, eh...muter2 dulu dg mengaku2 islam. |
| | |
 |
| |
|
| |
Abdurrahman , Ahad, 30 Januari 2011
@Falah,y mgkn dulu imam madzhab dicela dihujat trs kemudian diikuti,tp mereka tidak belajar di barat(y jelas nggak!) dan mereka ttp memegang Al Qur'an dan sunnah sbgmn Nabi dan para sahabat pahami..dan mereka dihujat krn itu..para penghujat?mereka yang mengadakan pembaruan(baca:berusaha menyimpang) dari Al Qur'an dan sunnah yg Nabi dan para sahabat pahami.anda pernah dengar seorang dosen IAIN brkata bhw ia setuju dan ridho ttg homo/lesbi?padahal jelas ttg larangannya dlm agama ini.Dr "jebolan" IAIN pula ada gugatan ttg keotentikan Al Qur'an yg dikatakan oleh indonesian.. |
| | |
 |
| |
|
| |
Owan , Ahad, 30 Januari 2011
azyumardi azra itu disana ngomong lain disini ngomong lain. Dulu ketika berbicara sebagai narasumber di acara hikmah pagi TVRI, dia ditanya oleh seorang penelpon, apakah semua agama itu sama, dia menjawab bahwa tidak semua agama sama. tapi di tempat lain dia berkata yg lain. profesor mencle-mencle |
| | |
 |
| |
|
| |
Anti Falah , Selasa, 01 Februari 2011
Namamu semestinya dieja secara jelas bukan dibuat-buat kayak anak kecil yang menyebut "R" jadi "L" ... "P" jadi "F". Jadi kalau udah PARAH mah ya PARAH aja ... gak usah di FALAH .. FALAH ... :p |
| | |
 |
| |
|
| |
Andi Nash , Kamis, 03 Februari 2011
Al-Hamdulillah ana g jadi kul di UIN Jogja....walau beasiswa gede........... Allah masih memberi petunjuk |
| | |
 |
| |
|
| |
Hajjah Siti Jamilatun Nisa , Kamis, 03 Februari 2011
Al Qur'an itu tidak perlu diotak atik, ALLAH itu MAHA SEGALANYA, MAHA PINTER, manusia bukan tandingannya lah..apalagi yang otaknya sudah tercemar makanan haram di USA sana.
Suatu saat akan terbukti , tidak semua yang datang dari barat itu benar. Sekarang saja USA sudah parah keadaan negaranya..Kalau mereka pandai, masa negaranya sampai seperti sekarang parahnya. ALLAH akan menghukum orang orang yang sok pinter, melebihi pinternya ALLAH, lihat saja. |
| | |
 |
| |
|
| |
Marwan , Ahad, 06 Februari 2011
Tiba saatnya nanti pluralisme yang dibanggakan itu akan habis termakan oleh jaman, karena pasti orang akan kembali pada ALQuran |
| | |
 |
| |
|
| |
Rizky Hanna Ekaputri , Ahad, 06 Februari 2011
lalu apa ada jaminan ada perguruan tinggi Islam di Indonesia yang memberikan haransi pendidikan Islam seutuhnya? Yang menjadikan dosen,mahasiswa/mahasiswi,serta orang lain dari kultur masyarakat tersebut sebagai masyarakat lil a'lamin? |
| | |
 |
| |
|
| |
Rizky Aktivis Dakwah Uin Jakar , Ahad, 06 Februari 2011
Assalamu'alikumwrwb... Ikhwah wa Akhwatifillah, maaf sebelumnya tolong dalam setiap adanya suatu permasalahan jangan pernah meng-generalisirkan secara universal bahwa semuanya sama. kalaupun ada di UIN Jakarta yang pemikirannya ngeleneh, aneh-aneh atau apalah jangan pernah menyamakan dengan prof-prof, dosen-dosen atau mahasiswa-mahasiswanya yang lain karena tidak semuanya sama. saya sependapat dgn Dr. Adian Husaini justru kalaulah memang kita mengetahui ketika ada yang aneh dgn IAIN coba kita masuk untuk melawan bahkan merubahnya hatta itu profesor kita sendiri atau dosen. saya mahasiswa UIN Jakarta semester akhir sekarang dan masih banyak bahkan sangat banyak profesor dan dosen yang lain yang sangat hanif dalam menjalankan perintah agama. coba, rubah cara pandang dalam setiap menanggapi permasalahan jangan selalu menyempitkan sudut pandang. |
| | |
 |
| |
|
| |
Ibnu Salama , Senin, 07 Februari 2011
pemikiran islam liberal adalah import hasil olah pikir barat yang notabene adalah bukan orang islam. kenapa kita terlalu percaya kpd mereka? knp tidak mengembangkan metode pemahaman yg lahir murni dari jiwa Alquran dan sunnah itu sendiri? salah satu metode import adalah hermeneutika, banyak masalah dg metode itu dibuktikan oleh ulama2 shalih dan bahkan diakui sendiri oleh pengusung2nya hermeneutika bermaslah.... so PEDE lah para 'liberalman'dengan jiwa islam yang sebenarnya...jangan tertipu oleh pemikiran2 bukan islam... percayalah kepada pemahaman agama islam seperti pemahaman Nabi SAW dan para sahabatnya dalam berislam..... |
| | |
 |
| |
|
| |
Anto , Selasa, 08 Februari 2011
Tdk usah kwawatir Saudara2ku, apapun itu (liberal, pluralis, kapitalis dll) klo cuma hasil pemikiran manusia akan bernasib sama dg manusia, akan binasa dimakan waktu dan zaman, lalu dicampakkan dan dilupakan. Dan akan tetap tegak hujah Al Qur'an dan Hadits hingga akhir dunia, meski orang2 yg sesat tdk menyukainya. |
| | |
 |
| |
|
| |
Rudi Erawan , Selasa, 08 Februari 2011
Kita harus rajin rajin memilah mana racun mana madu, orientalis barat mulai menggunakan taktik belah bambu, mereka memperdaya umat dengan mengklonikng pemikiran melalui media para cendikiawan yang fasad pemikiranya, pemikiran mereka sudah diganti dengan konsep "liberalisme". Faktanya, liberalisme sangat bertolak belakang dengan Islam Kaffah. Saatnya, kita berhati-hati dalam mempelajari konsep-konsep yang seolah olah humanis padahal mengguting dalam lipatan. Terima kasih. |
| | |
 |
| |
|
| |
Usef , Selasa, 08 Februari 2011
saya sebetulnya amat miris dengan pemikiran \"SIPILIS\" (sekulerisme,plurarisme n leberalisme), g hanya d IAIN d universitas negeri aja dosen agamax ada yang paham \"SIPILIS\" dan sudah merasuki pengurus ormas2 islam. generasi muda banyak paham sipilis karena penggiat \"sipilis\" d kasih embel2 umpan \"moderat\" padahal g mendasar bahkan g nyambung (membodohi diri sendiri). paham \"SIPILIS\" ini di amini oleh media2 nasional baik cetak,online maupun televisi. menurut saya,minimal ada 3 langkah hal yang harus dilakukan untuk membendung hal ini yaitu: 1. dakwah kepada semua kalangan dengan pelan2 sesuai dengan karekteristik masyarakat dan fleksibelitas tapi tetap dalam koridor islam tentang bahaya paham sipilis, apa itu islam, islam itu prural tapi bukan prulalisme dsb. 2. perlunya semangat para pemuda islam yang punya kapabilitas dan bukan paham sipilis untuk menjadi tenaga pengajar di IAIN,dsb hal ini digunakan sebagai tandingan pemikiran guna membendung dan mereduksi pemikiran \"sipilis\",begitu pula dengan mahasiswa. (g perlu menjauhi IAIN tapi justru masuk untuk memberikan tandingan pemikiran SIPILIS. 3. umat islam perlu media terutama dalam hal televisi islam. jika terbentuk, saya berharap model penyiarannya soft dalam arti tidak mengumbar fanastisme berlebih seperti ibarat melubangi batu dengan tetesan air, hal ini agar siarannya dapat diterima oleh semua unsur masyarakat sehingga jadi media penyeimbang \"berita\" yang selama ini cenderung tendensius terhadap islam. saya salut buat pak menteri suryadarma ali n pak hasyim muzadi. |
| | |
 |
| |
|
| |
Dedi , Selasa, 08 Februari 2011
mau d kmn bangsa indonesia klau pendidikan sdh d liberalisasikan bukanya mempelajari buku2 tentng para ulama salafusallah malah mempelajari buku2 orang2 yahudu lanatulah.sbntr lg spilis akan hncr karena penyokong danaya sdh tdk ngasih lg |
| | |
 |
| |
|
| |
Iwang , Rabu, 09 Februari 2011
Kenapa setiap cendikiawan Islam yang masuk TV kebanyakan orang Sekuler...APA MEDIA MASA TELAH DI KUASAI OLEH CENDIKIAWAN ISLAM YANG SEKULER...????? |
| | |
 |
| |
|
| |
Pecinta Keadilan , Jum'at, 11 Februari 2011
Ini memang ghozwul fikri, saudaraku semua. Tidak usah bingung. Biarkan mereka berteori sampai mulutnya berbusa, mengerahkan segala kemampuan dan hartanya tetapi......mereka akan KECEWA....KECEWA....dan akhirnya MATI karena DEPRESI.... \"Mereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan MULUT2 mereka, dan Allah akan tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang2 kafir benci\" |
| | |
 |
| |
|
| |
Helmi , Jum'at, 11 Februari 2011
Bapk / Ibu, apakah Anda sudah membaca Novel Islami yang dahsyat tulisan DR. Adian Husaini, berjudul:"KEMI _ Cinta Kebebasan yang tersesat"? |
| | |
 |
| |
|
| |
Umi , Jum'at, 11 Februari 2011
@falah: anda lucu sekali,,,, tampaknya penggunaan kata-kata "dihujat", "dicela", kurang pas. apakah artekil ini berisi hujatan dan celaan? Ulama terdahulu banyak yang dimusuhi, dipenjara bahkan dianiaya oleh sebagian masyarakat dan terutama oleh negara karena menegakkan kebenaran dan meluruskan akidah. Apakah azyumaardi azra dkk sekarang ini mengalami hal sama seperti ulama terdahulu itu? Tampaknya mereka justru mendapatkan dukungan, fasilitas, pujian dari pemerintah dan para kafirin/musyrikin... Sampai sekarang pun, ulama yang berusaha menegakkan kebenaran selalu dimusuhi penguasa dan para kafirin/musyrikin, dengan berbagai macam fitnah, teroris lah, radikal, fundamental,,dsb,,dsb Jadi.... |
| | |
 |
| |
|
| |
Fadlan , Jum'at, 11 Februari 2011
bagi gue...mereka kiblatnya bukan ke Mekkah tapi ke Dunia barat...Zaman dah GILA.... |
| | |
 |
| |
|
| |
John , Sabtu, 12 Februari 2011
hmm... kapan2 ane akan komen lebih ya.. ni ga' sempat baca soalnya, yang jelas persoalan cabe bukan urusan ust Adian... moga Allah merahmati ust Adian.. |
| | |
 |
| |
|
| |
Yulianto , Senin, 14 Februari 2011
falah & slamet mudah-mudahan di mudahkan pemikirannya menuju aqidah yang bersih. |
| | |
 |
| |
|
| |
Salman , Selasa, 15 Februari 2011
Yang jelas...tujuan semuanya adalah utk mengikis iman umat Islam agar luntur agamanya dan kapan saja bisa tergiring jadi murtad..Dengan berbagai cara musuh2 Islam terus berusaha seperti itu. |
| | |
 |
| |
|
| |
Geng Motor , Selasa, 15 Februari 2011
maklum kawan2.. yang angkatka profesor kan mbahnya liberal.... GANYANG LIBERAL.... |
| | |
 |
| |
|
| |
Nasrudin , Kamis, 17 Februari 2011
semua bisa benar, semua bisa salah |
| | |
 |
| |
|
| |
Edi Sariman Usman , Kamis, 17 Februari 2011
semoga pa azmurdi segera mendapat pencerahan baru, sebenrnya apa lgi yang beliau cari, usia semakin tua. semoga hidayah Allah lekas mendekati beliau |
| | |
 |
| |
|
| |
Dudi Suhairi , Jum'at, 18 Februari 2011
Apakah Islam Liberal itu dibenarkan???? hehehehhe menurut saya yg bodoh ini, Islam tidak mengenal Liberal Kepada Allah... apakah Allah harus di Leberal kan juga???? dengan kata lain ambil yg bagus2 dan buang yg kejam2 menurut sebagian orang, padahal itu adalah hukum Allah... sebagai contoh adalah hukum bagi pezina... hukum bagi koruptor... hukum bagi penyeleweng dan penghujat Islam... Islam itu mudah wahai saudaraku, tapi jangan anda permudah dengan mengklaim kata2 Liberal.... mohon maaf bila tidak berkenan |
| | |
 |
| |
|
| |
Zeta , Jum'at, 18 Februari 2011
Saran buat kaum liberal dan antek-anteknya. Buat perguruan tinggi sendiri, jangan ngacak-ngacak perguruan yang sudah harusnya steril dari faham berbahaya anda. Anda membuat citra IAIN tak lagi seislami dulu |
| | |
 |
| |
|
| |
Dadik , Selasa, 22 Februari 2011
Tugas kita dengan penuh semangat untuk tidak bosan - bosan memberikan pemahaman tentang faham LIBERAL karena masih banyak saudara saudara kita yang muslim tdak banyak tahu apa itu LIBERAL, PLURAlLISME, SEKULER dll yang ajarannya banyak menyimpang |
| | |
 |
| |
|
| |
Ahmad Syarifudin , Selasa, 22 Februari 2011
Cukup beberapa kata buat azyumardi azra,ORANG LIBERAL TIDAK PUNYA AGAMA |
| | |
 |
| |
|
| |
Zen Haidar Alkali , Rabu, 23 Februari 2011
Dah wes gk usah reno2,mas slamet dkk.sy yakin anda kenal islam sudah lama sampek lali dan ketika ingat ndelalah...pas ketemu orang SIPILIS yo mugo2 gk keno sipilis............saranku ngajio eneh bareng cah TPA nek ndesomu,tpi ojo ngaji kro sinto gendeng ...repot dadine,ra sido ngaji malah ndadi |
| | |
 |
| |
|
| |
Mparlusi , Rabu, 23 Februari 2011
As.Wr.Wb, Zaman sekarang harus hati2 karena banyak orang pinter yang kuliah S2 & S3 di Barat dan di AS dan bukan dinegeri Muslim. Saking pinternya jadi bisa keblinger. Kalau Anda ikuti Al Qur\'an dan Hadist Sokheh, Insya\' Allah Anda semua akan SELAMAT DUNIA dan AKHERAT. Amin. Was. Wr. Wb. |
| | |
 |
| |
|
| |
Rudi , Rabu, 23 Februari 2011
Untuk anda Jariangan Orang Liberal Bacalah Al Qur'an beserta artinya....maka anda akan faham isi Al Qur'an yang sebenarnya bahwa agama yang di Ridhoi Allah Hanya ISLAM..... TITIK... |
| | |
 |
| |
|
| |
Antho , Rabu, 23 Februari 2011
islamisasi sain atau saintifikasi umat islam, yg mana yg benar? |
| | |
 |
| |
|
| |
Anti Pluralisme , Rabu, 23 Februari 2011
Islam is the best, nape dikatain liberal,,,ape karena kite tidak \"toleren\" dgn agama lain,, atau karena para akhwat pake jilbab dan lakinya pake janggut. yeee itu mah sesuai quran n sunnah kali,, wajar kan kite mengikuti aturan Allah. Ente para \'pluralisterik\' bikin muak aje. S1 N S2 nape susah2 ke barat,, kan di timur kan atau negara kite juga punye. mau dikatein keren loh. |
| | |
 |
| |
|
| |
Johar , Kamis, 24 Februari 2011
Subhanalloh,walhamdilillah,msh byk yg lurus,kubersyukur,aku tak kuasa membendung air mata,krn kukira yg sejalan dgn pemikiran Mas Adian hy beberapa.wahai sdrku,,mari kita selamatkan kita dan keluarga dr api neraka.tuk bang Zum,,jgn jual ayat ALLOH dgn hrg murah, bertaubatlah. |
| | |
 |
| |
|
| |
Doni , Kamis, 24 Februari 2011
Pikiran orang liberalis itu lucu masak Quran dan hadis mau dikoreksi sih, kalau ndak percaya kepada nabi Muhammad ya sudah , memang Qur,an sunah kan hanya keluar dari Nabi Muhammad, sekali lagi kalau ndak percaya ya jangan ngaco aja nih..liberal |
| | |
 |
| |
|
| |
Moh, Iqbal , Kamis, 24 Februari 2011
Tdk usah bingunlah, krn Islam Liberal akan makin kuat apabila makin banyak intelektual islam yg otakx (beasiswa) di cuci di barat, mereka pulang dgn bangga membawa gelarx tp tidak sadar mereka inilah yang akan mengaburkan jalan yang telah di terangi oleh Muhammag SAW |
| | |
 |
| |
|
| |
Gunawan Ali , Sabtu, 26 Februari 2011
mari kita sama-sama kuatkan iman kita dan dakwakan islam ke semua orang, ALLOHU AKBAR |
| | |
 |
| |
|
| |
Afan , Sabtu, 26 Februari 2011
Islam adalah agama yg memiliki sanad (kelebihannya dari agama lain), shg keotentikannya terjaga. Jadi belajarlah dari jalur sanad itu. Kalau tidak ya gak akan nyampe |
| | |
 |
| |
|
| |
Haje , Sabtu, 26 Februari 2011
saya kira lebih baik sering baca al quran aja sambil direnungi artinya cos pemikiran yang hanya berdasarkan akal pikiran yang sempit akan terbantahkan semua., Mohon kepada para pemikir liberal, tunjukkan pemikiran yang anda sampaikan dengan dalil alquran yang jelas dan jangan sepotong - potong.. wassalam.. |
| | |
 |
| |
|
| |
Ummu Fahri , Sabtu, 26 Februari 2011
selama cara berfikirnya tidak merujuk pada sumber yang sama yaitu Alqur\\\'an dan sunnah dan meletakan hawa nafsu di dalam memahami kebenaran maka perdebatan ringan sampai dengan sengit akan terus terjadi..untuk islam liberal...najis.... |
| | |
 |
| |
|
| |
M. Zuhir Syahrial , Selasa, 08 Maret 2011
Silahkan mendirikan Universitas 1 juta universitas berlabel Islam, tapi sayang sekali berjuta-juta sarjana Universitas Islam di Indonesia tidak banyak untungnya kepada masyarakat mayoritas muslim, tidak menjadi agen perubahan terdepan sebagai pembela islam, sebagai pelopor pembangunan masyarakat yang islami. Untuk apa kita punya sarjana yang tidak pernah memikirkan bagaimana cara meninggikan derajat muslimin di negeri kita yang mayoritas Muslim ? |
| | |
 |
| |
|
| |
Uung Junarya , Sabtu, 12 Maret 2011
untuk Prof. yg satu ini (Azyumardi Azra), saya tdk heran dg pola fikirnya, Prof. yg satu ini, dlm berfikir, bertindak, selalu ingin tampil beda agar dia itu bisa eksis...,oh kasihan...Prof. kita ini... |
| | |
 |
| |
|
| |
Ftbayan , Selasa, 19 April 2011
memang inilah tantangan terbesar umat islam saat..dironrong oleh umatx sndiri, tp ingat psan Nabi aja..berpeganglah pada Qur'an n sunnah x |
| | |
 |
| |
|
| |
Selena Gemezz , Rabu, 27 April 2011
what a pity... oh dear...disangkanya keren kalo bisa kuliah S2 and S3 studi islam di Amrik pdhal kuliah di jurusan itu kagak ada saingannya dan yg pasti mereka otak-otaknya pada bolot and lemot krn gak kuat hafalan Al Qurannya.Pantes gampang banget dicuci otaknya... |
| | |
 |
| |
|
| |
Marlena , Selasa, 03 Mei 2011
saya ini orang awam agama, tapi pikiran saya ketika melihat banyak dosen2 IAIN (suami saya jg kuliah di IAIN ) dpt bea siswa utk kuliah S2 S3 ke Amrik n negara barat lainnya, terus kembalii dari sono punya usulan merubah IAIN jd UIN lah jd STAIN lah, sy pikir ini bahaya , pasti BARAT akan menjauhkan generasi muda muslim Indonesia akan dikoyak koyak akan dijauhkan dari Aqidahnya dng membuka fakultas2 matkul umum dng tujuan agar aqidahnya lemah dan gampang dipengaruhi, termasuk siaran TV yg membiarkan aurat wanita diprtontonkan secara bebas tanpa di sensor lagi, yg berporno ria msh dikontrak utk tampil di TV (jijik sy melihat luna maya lenggak lenggok dkt Briptu Norman), nah skarang terbukti bahwa pemikiran sy betul sampai ada yg menganiaya al qur'an di kampus IAIN (naudzubillahimindalik), sedih hati saya Pak,mudah2n Pak Azyumardi cepat sadar, kasihan kalo menanggung dosa besar nanti di akhirat. |
| | |
 |
| |
|
| |
Jatmiko , Senin, 27 Juni 2011
Memang IAIN singkatan dari Ingkar Allah Ingkar Nabi ! |
| | |
 |
| |
|
| |
Simple Logic , Jum'at, 01 Juli 2011
Aktivis Islam Liberal itu sejatinya inferior, minder dengan agamanya sendiri ketika berhadapan dengan orang kafir.... Sehingga ia ingin mengubah-ubah Agamanya (Islam) sesuai dengan keinginan orang-orang kafir tsb. |
| | |
 |
| |
|
| |
Drise , Sabtu, 27 Agustus 2011
aneh sekarang ini banyak orang pinter tapi keblinger.wes jan jaman wes edan |
| | |
 |
| |
|
| |
Karin , Senin, 13 Februari 2012
Assalamualaikum WR WB. Semangat umat Islam belajar tentang Islam dan dakwah untuk agama Islam di Indonesia INSYA ALLAH tengah berkembang, terlihat dari maraknya sekolah-sekolah Islam dari berbagai jenjang, pesantren, ma’had, hingga toko-toko buku Islam yang bertebaran di berbagai tempat. Buku-buku dan majalah bertemakan Islam, terjemahan-terjemahan bisa ditemukan di mana-mana. Sungguh segala puji bagi Allah yang telah membuka hati kita untuk mempelajari Islam. Namun di sisi lain, umat Islam juga dibingungkan dengan berbagai paham baik dari dalam Islam maupun luar (Kristen katholik) contoh kecil islamlib dan wwwdotisadanislamdotcom (sengaja saya tak menggunakan yanda (.) untuk meminimalisir tingkat SEO di google utk situs ini) yang masing-masing mendakwahkan Islam menurut versi mereka. Ini bisa dilihat dari banyaknya Situs2 maupun para pendeta yang menghujat dan menafsir islam seenak perut nya tanpa memandang dalil agama itu sendiri. Padahal sesungguhnya Islam itu adalah agama yang jelas, kukuh pondasinya, begitu jelasnya seperti melihat bulan purnama yang bersinar terang di malam yang jernih. Tidak ada seberkas kebingungan di dalamnya, baik itu masalah dunia dan akhirat. Islam juga sesungguhnya satu, dan jauh dari sebutan-sebutan dan klaim-klaim kelompok. Maka dari Itu kami dari http://ekspresidiri.wordpress.com Minta Izin kepada segenap bapak2 ibu di sini untuk menyalin beberapa Tulisan dan Insya Allah tidak lupa kami sertakan sumber nya,hal ini sengaja kami lakukan untuk mengantisipasi situs yang kami anggap baik bernasib sepeti swaramuslim.net (mudahan situs ini terlindungi oleh Allah SWT,Aamin.), dan Alhamdulillah kami juga sudah memperbanyak berkas2 yang ada di swaramuslim maupun eramuslim,almanhaj,al-ikhwan termasuk Hidayatullah dll untuk kemaslahatan Ummat Islam,maka dari itu mohon kira nya oleh Hidayatullah kami di berikan izin untuk itu. Kami juga Insya Allah akan berusaha untuk menerjemahkan Tulisan2 tersebut KEDALAM BAHASA INGGRIS,membuatnya dalam bentuk file attachment untuk di sebarkan ke luar negeri. Oh ya mohon kira nya agar Hidayatullah SEKALI KALI membuat Artikel berbahasa inggris juga, Insya Allah kami akan berusaha memasarkan situs Hidayatullah,eramuslim al-ikhwan dll agar trafix SEO nya meninggi,karna saudara kita di luar negeri juga sebenar nya sering mencari Artikel dr Indonesia untuk mereka pasang di situs mereka dan di jadikan referensi salah satu nya seperti Tulisan Kami ini http://ekspresidiri.wordpress.com/2012/02/07/also-israel-today-is-without-walls/#comment-169 Jika kami di beri Izin mohon Rekomendasi nya di email saya pak ustadz Cinta_Islam@null.net wassalam. |
| | |
 |
|
|
| |
KIRIM KOMENTAR ANDA : |
|
|
| |
| Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Hidayatullah.com. Redaksi berhak menghapus/menutup komentar yang berbau pelecehan, kasar, intimidasi, bertendensi SARA. |
|
| |
|
 |
Info Anda |
| |
Aqiqah 40 Barokah
Aqiqah | Aqiqah Siap Saji | Melayani Syukuran | Khitanan | Gule Spesial | Sate | Kambing Guling
| (031) 7090 6075 | 40 Barokah |
| |
 |
Nabiku Idolaku
Selamatkan anak anak kita dari krisis Idola dan krisis Akhlaq. Ajak mereka mengenal Idola terbaik sepanjang jaman melalui buku "Nabiku Idolaku"
bukuanakmuslim.com
|
| |
 |
Indo Islamic Store
Peluang Usaha Islami Terbaik 2012, menerima grosir dan eceran.
Indo Islamic Store |
| |
 |
|
 |
|
| |
Berita
Catatan Akhir Pekan
Lainnya
|
|
|
|