frontpage hit counter

Ramadhan 1438 H

Tiga Santri Indonesia Diminta Jadi Imam Masjid di Korsel

Ahmad Jameel, Ketua Daarul Qur’an Bidang Pendidikan, berharap ketiganya bisa mengaplikasikan apa yang didapatnya di dunia pesantren selama ini. Dan semoga keberangkatan ketiganya dapat memotivasi santri lain untuk meningkatkan kualitas mereka.

Tiga Santri Indonesia Diminta Jadi Imam Masjid di Korsel
Dok. Daqu
Tiga santri Ponpes Daqu yang diminta jadi imam shalat di Korea Selatan, Ramadhan 1438 H.

Terkait

Hidayatullah.com– Islam di Korea Selatan beberapa tahun belakangan berkembang pesat. Sejumlah masjid di sana mulai mencari imam yang benar-benar fasih membaca al-Qur’an.

Untuk itu masyarakat Muslim di Korea Selatan berinisiatif mendatangkan imam masjid dari negara lain.

Biasanya mereka mencari para santri penghafal al-Qur’an. Selain untuk menjadi imam shalat, para santri juga diminta mengajarkan bacaan al-Qur’an kepada jamaah di sana.

Ramadhan 1438 H ini, tiga santri Daarul Qur’an akan berangkat ke Korea Selatan atas undangan masyarakat Muslim untuk menjadi imam shalat tarawih di sana.

Ketiga imam itu ialah Jawwad Muyassar (18), Hikman Faqih (18), dan Luthfi Nur Agusti (18) dijadwalkan bertolak ke Korea Selatan, Sabtu (17/06/2017) sore.

“Sewaktu Ustadz Yusuf Mansur berkunjung ke Korea Selatan, ada permintaan dari komunitas Muslim di sana untuk mengirimkan santri yang akan bertugas menjadi imam saat shalat tarawih nanti,” ujar Slamet Ibnu Syam, Pengasuh Ponpes Daarul Qur’an dalam rilisnya diterima redaksi hidayatullah.com.

Slamet menambahkan, tiga santri ini dibutuhkan kehadirannya sejak awal Ramadhan lalu. Namun proses pengurusan visa yang membutuhkan waktu membuat ketiganya baru bisa berangkat di sepertiga bulan Ramadhan ini. Ketiga santri ini dipilih berdasar kualitas dan loyalitas mereka saat di pesantren.

Terkejut dan Senang

Sementara, Jawwad Muyassar mengaku terkejut saat diberitahu oleh ustadznya itu perihal rencana kepergiannya ke Negeri Ginseng tersebut. Ia mengaku sempat tidak percaya.

“Jadi waktu itu jelang shalat Isya dan Ustadz Slamet memberi tahu kami. Saat saya masih enggak percaya dan serasa boongan. Eh, pas dipinta foto untuk paspor baru deh percaya,” ujar santri asal Bekasi, Jawa Barat, ini.

Sedangkan Faqih mengaku senang dengan terpilihnya ia menjadi salah satu santri yang diberangkatkan ke Korea Selatan. Meski ia sendiri mengaku gugup dengan perjalanan ini.

“Jujur saya senang. Dan gugup juga dengan apa yang akan terjadi di sana nanti. Tapi saya terus berdoa dan berusaha menyiapkan diri dengan baik,” ujarnya.

Ketiganya pun mempersiapkan diri dengan serius. Dari mulai murajaah hafalan, persiapan mental hingga mempersiapkan makanan yang akan dibawa.

“Lewat internet kami melihat-lihat keadaan di sana. Kami mau tahu soal budaya dan kebiasan di sana agar tidak kaget nanti,” ujar Lutfhi menambahkan.

Ketiganya juga mengaku sudah siap harus merayakan Idul Fitri jauh di negeri orang dan jauh dari keluarga. Mereka akan memanfaatkan teknologi untuk melepas kerinduan.

Sementara itu, Ahmad Jameel, Ketua Daarul Qur’an Bidang Pendidikan, berharap ketiganya bisa mengaplikasikan apa yang didapatnya di dunia pesantren selama ini. Dan semoga keberangkatan ketiganya dapat memotivasi santri lain untuk meningkatkan kualitas mereka.

“Kami segenap pimpinan Daarul Qur’an pastinya merasa bangga dengan keberangkatan ketiga ini dan semoga ketiganya bisa menjalankan tugas dengan baik,” ujar Ahmad Jameel.*

Rep: Niesky Abdullah

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !