Assalamu'alaikum wr wb, saya seorang istri berusia 28 thn, suami saya 35 thn. Usia pernikahan kami sudah memasuki 2 thn. Anak pertama kami telah meninggal namun saya sekarang telah hamil lagi 5 bln.Ustadz yang budiman, saya mencurigai suami saya memiliki perilaku yang menyimpang, sepertinya dia juga suka sesama jenis. Awal kecurigaan saya sewaktu saya membenahi lemari yang baru kami beli, di dalam kantong plastik yang tersimpan dalam dus handphone saya menemukan banyak CD films gay porno, saya penasaran membukanya karena waktu memindahkan barang-barang dia ke lemari dia melarang saya untuk membuka dus handphone itu. Namun kecurigaan saya yang pertama itu saya blm komplain ke suami, saya membiarkannya dengan menyimpulkan mungkin itu CD iseng yang sengaja disimpannya. Beberapa bulan kemudian saya pun sempat membaca sms di HP-nya dari seorang laki-laki yang isinya mesra banget. Tapi kala itu saya masih nyantai aja. Kemungkinan itu adalah temannya yang sedang mengerjai dia, hmmm....tapi entahlah, sudah berapa kali saya menemukan SMS seperti itu. Bahkan di facebook-nya pun banyak komentar yang membahas tentang bentuk fisik laki-laki dan foto-foto cowok atletis...
Ustadz... tahun kedua ini pun saya pernah menggunakan fasilitas internet di HP-nya dan saya menemukan situs-situs gay yang pernah diunduhnya. Saya tertekan banget tapi untuk membicarakan hal ini kepada suami saya gak bisa, saya bukan merasa malu lagi ustadz tapi dah merasa terhina, hikz....
Pernah saya ketemu dengan sepupu wanitanya yang pernah tinggal dengan dia waktu di Jakarta dulu, sepupunya menceritakan kalo dia tuh hampir aja menduga suami saya gay karena selama tinggal bersama dia di jakarta dia tidak pernah melihat suami saya jalan dengan cewek, rata-rata temannya cowok, saya hanya memendam keinginan saya untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar kelainan itu dengan suami. saya takut nantinya dia suami saya bakal tersinggung dan marah, saya hanya bisa diam ustadz. terakhir waktu puasa hari ke 22 saya sempat membaca sms di HP suami kalo dia sedang mengadakan perjanjian ketemu dengan teman laki-lakinya.
Saya sakit banget ustadz, merasa terhina. Bukan malu lagi. Kalau dia punya cewek simpanan mungkin saya hanya malu karena mungkin saya tidak dapat memberikan semua keinginan suami. Tapi ini dia punya laki-laki yang entah apa saya menyebutnya, saya malu, bener-bener malu.
Apa yang harus saya lakukan ustadz? Padahal dalam kehidupan berumah tangga suami saya terlihat baik. Hubungan suami-istri kami pun berjalan semestinya, saya bingung saya harus bagaimana...
Jawaban:
Mbak yang disayang Allah.
Saya juga bisa memahami perasaan yang mbak rasakan sebagai seorang istri. Antara malu, terhina, bahkan juga merasa muak jika benar-benar hal itu terjadi pada suami mbak. Itu adalah hal yang wajar.
Mbak yang disayang Allah. Mbak tentu berharap jika perilaku itu tidak terjadi pada suami mbak. Atau jika memang-benar-benar terjadi, saya percaya mbak masih berharap suami bisa meninggalkan perilakunya yang menyimpang tersebut, dan kembali kepada perilaku yang normal sebagai seorang suami yang shaleh.
Jika demikian maka beberapa hal yang dapat mbak lakukan adalah:
- Cobalah mbak mendinginkan hati, menenangkan fikiran mbak. Mulailah dengan pikiran positif, bahwa suami mbak pada dasarnya adalah suami yang baik.
- Jika memang ia telah melakukan kesalahan, maka maafkan kesalahannya dan mintakan ampunan kepada Allah. Do’akan pula agar Allah membukakan pintu hidayah-Nya.
- Selanjutnya, cobalah membangun komunikasi yang lebih baik dan lebih hangat dengan suami mbak. Jika hubungan telah membaik, dalam keadaan hati yang tenang, tidak emosional; mulailah mencoba membuka komunikasi dengan menyampaikan kekhawatiran mbak terhadap keadaan suami, dan korfirmasikan apa yang mbak ketahui. Hindarkan bahasa memfonis atau menuduh dulu.
- Jika suami telah mengakuinya, maka maafkan dan ajaklah suami untuk bertaubat dan kembali ke jalan Allah SWT.
- Jika memang lingkungan pergaulan suami yang menjadi penyebabnya, maka ajaklah suami untuk meninggalkan pertemanan dan lingkungan yang negative, dan mencarilingkungan lain yang lebih baik.
- Tingkatkan pemahaman terhadap ajaran Islam dengan mengikuti majlis ta’lim, pengajian atau membaca buku-buku Islam.
- Tingkatkan ibadah dan taqarrub kepada Allah SWT. Karena Dialah yang Maha Kuasa untuk menyelesaikan segala kesulitan manusia.
- Untuk kebaikan dia, ada baiknya mengajak dia berkonsultasi pada ahli atau melakukan terapi agar dia kembali normal.
Demikian saran saya, mudah-mudahan Allah memberikan kemudahan kepada mbak.
Wassalam:







