frontpage hit counter

Catatan Akhir Pekan

“Mengenang 90 Tahun Prof. HM Rasjidi” (1)

Tak banyak ilmuwan Muslim seperti HM. Rasjidi. Meski mengenyam pendidikan di Barat, ia tak silau dibuatnya. Berbeda dengan cendekiwan kita akhir-akhir ini. baca Catatan Akhir Pekan Adian Husaini ke-124

Selengkapnya

‘Radikalisme’ dan ‘Terorisme’

Depag berencana mengkaji dan melarang buku tentang jihad. Di masa Belanda, istilah ‘radikal’ bermakna positif. Sekarang dinisbatkan pada yang anti-AS. Baca Catatan Akhir Pekan Adian Husaini ke-124

Selengkapnya

“No APEC, No War, No Bush!”

Jika tak bisa mengendalikan liberalisasi dan globalisasi, Indonesia akan tetap menjadi negara yang terus tergantung pada negara lain. Baca Catatan Akhir Pekan (CAP) ke-123 Adian Husaini

Selengkapnya

‘Studi Islam’ untuk Kepentingan Siapa ?

Kaum Orientalis dan mendirikan pusat-pusat studi Islam. Para ilmuwan Indonesia berguru ke sana. Pulangnya bukan semakin baik, justru memusuhi Islam. Baca Catatan Akhir Pekan (CAP) Adian Husaini ke-122

Selengkapnya

“Islam Ragu-ragu” versi Rektor UIN Yogya

Rektor IAIN mengajak mahasiswa ‘mencurigai’ agamanya sendiri. Metode ini bisa melahirkan sarjana yang tadinya belajar ushuluddin menjadi “ucul”-“din” (agamanya lepas). Baca CAP Adian Husaini ke-120

Selengkapnya

“Kebangkitan Kembali Theosofi Indonesia”

Paham Theosofi bermaksud menjadi pelebur agama atau kelompok ‘super-agama’ yang berada di atas atau di luar agama-agama yang ada. Baca Catatan Akhir Pekan Adian Husaini ke-120

Selengkapnya

“Bedah Pluralisme di Bandung”

Paham Pluralisme Agama merupakan proyek yang sangat mudah menyedot dana dari lembaga-lembaga asing yang bergelimang uang. Baca Catatan Akhir Pekan (CAP) Adian Husaini ke-119

Selengkapnya

“Seni Anjasmara”

Seniman berdalih, ketelanjangan adalah sebuah seni. Bila foto tanpa busana dipertontonkan di publik, masalahnya jadi lain. Lain hal bila disimpan di kamar. Baca Catatan Akhir Pekan Adian Husaini ke-117

Selengkapnya

“Pendukung Nurcholish Madjid Mengamuk”

Pengikut setia Nurcholish Madjid ‘mengamuk’ gara-gara membaca Catatan Akhir Pekan (CAP) saya tentang Nurcholish Madjid. Ia menulis “Adian Husaini: dendam tiada ujung”. Baca CAP Adian Husaini ke-11

Selengkapnya

“Menyambut Ensiklopedi Nurcholish Madjid”

Pasca meninggalnya Nurcholish, lahir “Ensiklopedi Nurcholish Madjid”. Kita berharap tak berisi koor pujian dan kultus yang akan “sama bahayanya dengan narkotika”. Baca Catatan Akhir Pekan Adian ke-115

Selengkapnya

Page 20 of 27« First...10...1819202122...Last »