Index Berita
24 Oktober 2010
Warga Gaza Kini Bisa Menetap di Tepi Barat

Hidayatullah.com--Mahkamah Agung Palestina di Ramallah hari Jumat (22/10) memutuskan bahwa orang-orang Palestina asal Gaza yang tinggal di Tepi Barat dapat mengubah status tempat tinggal mereka. Dengan demikian ribuan orang yang semula mobilitasnya di Tepi Barat terbatas, sekarang bisa bergerak leluasa.

Selama ini, warga Palestina yang memegang kartu identitas beralamat Gaza, beresiko dipulangkan kembali jika melintasi sebuah pos pemeriksaan Israel di Tepi Barat. Bahkan meskipun mereka telah menetap di Tepi Barat selama bertahun-tahun, berkeluarga dan punya pekerjaan di sana. Sehingga walaupun mereka datang ke Tepi Barat secara sah, mereka terpaksa hidup dalam persembunyian, tidak bisa bepergian ke luar kota atau ke luar negeri.

Menurut pengacara Mousa Mansour, keputusan Mahkamah Agung tersebut dibuat setelah pengusaha Eyhab Al-Ashqar mengajukan permohonan ke Departemen Urusan Sipil Otorita Palestina untuk mengubah alamatnya dari Jalur Gaza ke Tepi Barat, tempat tinggalnya yang sekarang. Permohonan Al-Ashqar ditolak, yang berarti hal itu melanggar Pasal 32 dari Hukum Dasar Palestina yang menyatakan bahwa setiap pelanggaran atas kebebasan individu dianggap sebagai kejahatan.

Al-Ashqar kemudian mengajukan tuntutan ke Mahkamah Agung Palestina, lalu hakim Al-Hatou serta Mustafa Al-Qaq mengabulkan tuntutannya.

Keputusan Mahkamah menyatakan bahwa Departemen Urusan Sipil harus menerima dan memproses  permohonan perpindahan alamat sebagaimana yang tertuang dalam perjanjian transfer otoritas yang ditandatangani oleh PLO dan Israel.

Menurut Mansour, perjanjian tersebut menjamin adanya kebebasan warga Palestina untuk berpindah tempat atau bepergian. Dengan demikian, jika ada warga Palestina yang mengubah alamatnya, maka pihak Palestina wajib memberitahukannya kepada Israel.

Menurut sebuah laporan bulan Nopember 2009 yang dikeluarkan oleh organisasi HAM Israel bernama Gisha, Departemen Urusan Sipil Otorita Palestina memperkirakan ada 25.000 warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat namun beralamat di Gaza. Laporan itu mencatat bahwa orang-orang tersebut sering dibatasi pergerakannya hingga beberapa kilometer saja. Pihak Israel juga kerap menggerebek rumah-rumah warga palestina untuk kemudian mendeportasi mereka yang beralamat di Gaza. Laporan tersebut dipublikasikan setelah militer Israel gencar melakukan pemulangan paksa warga Jalur Gaza agar keluar dari Tepi Barat.[di/maan/hidayatullah.com]
 
24 Oktober 2010
Lecehkan Islam, South Park Tuai Kritik Keras
 
 
 
Hidayatullah.com--Kontroversi pelecehan Nabi Muhammad dalam film kartun yang di tayangkan di stasiun televisi Amerika Serikat South Park, tepatnya dalam edisi ke-200 yang terjadi pada April lalu, terus bergulir.

Namun akhirnya, film kartun itu disensor sebelum disiarkan setelah mendapat ancaman dari kelompok Islam radikal. Tetapi hingga kini hal itu masih menyebabkan kemarahan di kalangan umat Islam AS.

Salah satu pihak yang mengecam keras adalah situs bernama Revolutionmuslim.com yang gencar memberikan memprotes dan mengecam pelecehan agama yang ada dalam Film tersebut.

Baru-baru ini, seorang pria bernama Zachary Adam Chessers menghadapi tuntutan hukuman 30 tahun penjara karena dinilai menebarkan ancaman terhadap produser film South Park yang menampilkan sosok Nabi Muhammad SAW dengan kostum beruang.

Zachary mendesak pemirsa menyerang produser film kartun South Park dengan menginformasikan alamat rumah sang produser secara online dan menyerukan "Pay them a visit," demikian seperti yang dikutip dari Contactmusic.

Chessers yang berasal dari Virginia , Amerika Serikat, geram oleh adegan dalam satu episode South Park yang ditayangkan pada April lalu. Dalam film itu, Nabi Muhammad digambarkan mengenakan kostum beruang.

Chessers juga mengakui memberikan dukungan material kepada kelompok teroris dan menghasut dilancarkannya serangan dan kekerasan di AS.

Sempat berhembus kabar bahwa dinas rahasia Belanda AIVD cemas menanggapi berbagai ancaman terhadap pembuat film seri animasi South Park ini.

Di sebuah weblog Islam radikal muncul kesan bahwa para pembuat South Park akan senasib dengan sineas Belanda Theo Van Gogh yang dibunuh oleh warga muslim garis keras pada 2004.

Ancaman kepada pembuat South Park, yakni Matt Stone dan Trey Parker, ada di situs Revolutionmuslim.com. Di teks itu juga bisa dilihat foto lama (2004) tentang Van Gogh yang baru dibunuh dengan pisau tertancap di dada dan tenggorokan terkoyak.

Situs itu menampilkan artikel tentang kawasan pedesaan di mana Stone dan Parker bermukim. Alamat stasiun televisi yang menayangkan South Park dan perusahaan produksi Parker dan Stone di Los Angeles juga dipublikasikan.

Selain itu, situs itu memuat argumen keras ulama setempat Anwar al-Awlaki. Di situ dia membela pembunuhan atas 'orang yang menghina Tuhan dan sang Nabi'.

Artikel itu juga diilustrasikan dengan foto Stone dan Parker, Van Gogh, Ayaan Hirsi Ali, Geert Wilders, penulis Inggris Salman Rushdie. Tak ketinggalan Kurt Westergaard, kartunis Denmark yang membuat kartun Nabi Muhammad.

Para pengelola situs mengatakan bahwa di media AS, publikasi alamat bukanlah suatu ancaman, tapi kesempatan untuk mengajukan protes.

Sedangkan pemerintah Indonesia melalui anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKS Hidayat Nurwahid juga mengeluarkan peringatan khususnya terhadap Presiden AS Barrack Obama untuk menghentikan tayangan film tidak bermutu yang melecehkan hati umat Muslim jika memang ingin menjalin hubungan baik dengan umat muslim dunia.

Aksi lainnya juga dilakukan oleh Forum Umat Islam yang memprotes dan meminta klarifikasi resmi dari pihak kedubes Amerika di Indonesia dengan menindak tegas pembuat film South Park serta meminta maaf yang sebesar-besarnya terhadap umat Islam di dunia. [inl/hidayatullah.com]
 
24 Oktober 2010
Perjalanan Halal, Trend Baru Industri Halal
Industri halal semakin merambat, tidak lagi hanya makanan dan keuangan
 
24 Oktober 2010
Muslim Terpilih Jadi Walikota Tower Hamlets

Hidayatullah.com--Seorang mantan pemimpin di Dewan Tower Hamlets, Inggris, yang didepak dari Partai Buruh lalu menjadi politisi independen, terpilih menjadi walikota baru wilayah tersebut. Lutfur Rahman unggul dengan 51,76% suara dan menjadi walikota pertama untuk wilayah London timur yang dipilih secara langsung.

Awalnya Rahman adalah seorang calon dari Partai Buruh, tapi kemudian didepak oleh partai tersebut. Dia lalu mengajukan diri secara independen dengan dukungan dari sebagian anggota Partai Buruh.

Pemilihan walikota hari Kamis (21/10) lalu itu dilakukan secara langsung untuk pertama kalinya di Tower Hamlets. 

Sebagaimana dilansir BBC, calon walikota London dari Partai Buruh Ken Livingstone sampai berani mendukung Rahman sehingga terancam kena sanksi internal partai, karena partai itu memiliki calon resmi lain yaitu Helal Abbas. Hari Senin, dia terlihat ikut kampanye Rahman di jalanan Tower Hamlets.

Menurut Livingstone, Partai Buruh tidak memperhatikan aspirasi penduduk setempat, karena menggusur Rahman dari cawali partai mereka. Namun pada saat yang sama dia menyatakan mendukung calon resmi dari Partai Buruh, katanya dia hanya ingin menjauhkan pemilih dari kelompok konservatif.

Sementara itu Abbas menyatakan bahwa meskipun mereka kalah, tapi paling tidak tangan partai masih bersih karena telah menyingkirkan Rahman keluar.

Berikut jumlah suara yang didapat masing-masing kandidat. Helal Uddin Abbas, Partai Buruh 11.254 suara. Alan Duffell, Partai Hijau 2.300 suara. John David Macleod Griffiths, Liberal Demokrat 2.800 suara. Neil Anthony King, Partai Konservatif 5.348 suara. Lutfur Rahman calon independen 23.283 suara.[di/bbc/hidayatullah.com]

 
24 Oktober 2010
Penutupan Dolly Gagal, Walikota Surabaya Ingin Cara Lain

Hidayatullah.com--Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyiapkan "jurus rahasia" untuk menangani persoalan pekerja seks komersial (PSK) dan rencana penutupan lokalisasi Dolly.

Hal itu sekaligus sebagai sikap tentangan terhadap Gubernur Jawa Timur Soekarwo yang merencanakan penutupan lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara tersebut. "Saya sudah bertemu Gubernur, dan saya sampaikan bahwa tak bisa lokalisasi Dolly ditutup," ujar Risma, panggilan akrab Tri Rismaharini, Minggu (24/10).

Wali kota perempuan pertama di Surabaya itu khawatir, jika lokalisasi ditutup, maka penghuninya atau para PSK-nya akan menjajakan diri atau "berjualan" di pinggir jalan dan semakin membuat tak terkontrol.

Hanya saja, kata dia, penolakannya ini bukan terkait pembelaan untuk melegalkan adanya prostitusi di Surabaya. "Bukannya melegalkan, tapi tidak bisa serta-merta ditutup langsung, itu bukan solusi tepat," tukas istri Djoko Saptoaji tersebut.

Menurut dia, mayoritas penghuni lokalisasi Dolly itu kebanyakan berlatar belakang keluarga miskin, sehingga akar masalahnya adalah perekonomian, dan itulah yang membuat banyak perempuan tercebur dalam dunia prostitusi.

"Kita harus cari tahu akar masalahnya dulu dan melakukan pendekatan yang baik. Memang rata-rata permasalahannya berawal dari kemiskinan. Makanya kita lakukan pendekatan serius," tutur Risma.

Disinggung jurus jitu yang akan dilakukannya terhadap para PSK dan lokalisasi, Wali kota enggan menjelaskannya. Ia hanya mengaku akan menggunakan pendekatan fisik maupun nonfisik untuk mengurangi geliat di lokalisasi.

"Selama ini, pendekatan nonfisik sudah dilakukan banyak pihak, khususnya pemerintah kota, tapi pendekatan fisiknya belum. Padahal ini yang penting. Bentuknya seperti apa, ya saya belum bisa mengungkapkannya," terang ibu dua anak itu.

Risma juga mengaku tak khawatir dengan kebijakannya yang bakal mengundang kecaman warga Surabaya. Kata dia, 95 persen penghuni Dolly sebenarnya bukan warga asli Surabaya, melainkan dari berbagai daerah.

"Intinya adalah bagaimana cara untuk menertibkan para PSK. Orang berkunjung ke sana (Dolly, red), memang untuk itu. Sehingga konsep yang saya buat itu nanti juga mempertimbangkan hal tersebut," jelasnya. [ant/hidayatullah.com]

 
24 Oktober 2010
Munculnya Aliran Sesat Karena Minim Pengetahuan Agama
Hidayatullah.com--Munculnya berbagai aliran sesat di Indonesia dipengaruhi banyak faktor. Salah satu faktor yang sering terjadi penggunaan hukum selain al-Qur’an dan sunnah. Hal tersebut sudah dipastikan berujung pada kesesatan.

Pernyataan tersebut mengemuka dalam diskusi Sabtuan INSISTS Sabtu (22/10) di Gedung GIP. Jl. Kalibata Utara II. Diskusi dengan tajuk “Sebab-sebab Munculnya Aliran Sesat” ini diisi peneliti INSISTS, DR. Ahmad Zain An-Najah. Hadir puluhan peserta dari berbagai kalangan.

Doktor bidang syariah dari Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir dengan predikat summa cum laude ini mengatakan, sumber-sumber yang kerap mengakibatkan orang tersesat itu adalah ilham, alkasyfu, mimpi, ilmu laduni, dan adat istiadat. Berbagai sumber tersebut dianggap keramat dan diimani menjadi sesuatu ajaran baru.

Seperti ilham, ujar An-Najah, ada banyak orang yang merasa mendapat ilham, lalu menganggap itu datang dari Allah dan dijadikan sebagai ajaran baru. Padahal, ajaran tersebut tidak ada tuntunan dalam al-Qur’an maupun sunnah.
Begitu juga dengan mimpi, ada orang yang memperoleh mimpi dan menjadikan hasil mimpi tersebut ajaran baru. Seperti jamaah Al-‘Arqam di Malaysia. Jamaah ini, ujar An-Najah, awalnya karena mimpi.

Dalam mimpi tersebut, dia bertemu Nabi dan diajarkan zikir-zikir baru. Zikir baru tersebut dibukukan dan dijadikan sesuatu ajaran baru. “Ini kan sesat. Apa yang diajarkan Nabi telah sempurna dan usai. Mustahil Nabi mengajarkan lagi, apalagi lewat mimpi,” ujarnya.

Ilmu laduni juga tak jarang membuat orang sesat. Kata An-Najah, ilmu laduni hakikatnya ketakwaan seseorang. “Wattaqullah, wayu’allimukullah, Orang yang takwa,” ujar An-Najah, “biasanya diberikan Allah kelebihan. Tapi, sayangnya salah persepsi dan penggunaannya.”

Kini ada sebagian orang yang menganggap memiliki ilmu laduni justru dari nabi Khidir, nyai Roro Kidul, dan sebagainya. Sebagaimana cerita Nabi Khidir dan Nabi Musa tentang membunuh anak, melobangi kapal, dan membangun rumah. Ada yang menganggap diberi kemampuan Nabi Khidir sehingga punya kemampuan prediksi, ramal, ritual, dan  sebagainya. Padahal hal itu tidak ada tuntunan dalam Islam.

Terakhir, ujar An-Najah, banyak tradisi di masyarakat yang dianggap sebagai hukum. Seperti yang terjadi di Indonesia beberapa dekade silam, jarang sekali orang pakai jilbab. Tradisi tersebut kemudian dianggap sebagai hukum. Padahal, jelas dalam al-Qur’an kewajiban bagi perempuan menutup aurat dengan memakai jilbab.

An-Najah menyimpulkan, berbagai penyimpangan pemahaman itu karena minimnya penguasaan terhadap ilmu agama Islam, terutama bahasa Arab. Banyak umat Islam yang tidak paham bahasa Arab. Hal itu bisa mengakibatkan pada pemahaman yang salah.

Apalagi, ujar Najah, ditambah masyarakat yang malas belajar agama. “Mereka lebih rela berdiri berjam-jam demi joget melihat dangdutan daripada duduk di majelis taklim mendengarkan ceramah agama,” ujarnya. Karena itu, An-Najah berpesan, mencegah aliran sesat hanya dengan belajar agama Islam secara baik dan benar. [ans/www.hidayatullah.com]  

 
23 Oktober 2010
Kemenkes Akan Larang Penayangan Iklan Susu Formula

Hidayatullah.com--Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melarang penayangan iklan susu formula untuk usia dua tahun ke bawah. Hal ini dilakukan mengingat masih tingginya angka kematian anak yang masih mencapai 22 persen di Indonesia.

Korelasinya dengan iklan susu formula, cakupan ASI eksklusif kepada bayi juga rendah karena orangtua memilih memberikan bayinya susu formula daripada ASI.

Menteri Kesehatan RI, dr Endang Rahayu Sedyaningsih MPH Dr PH mengatakan, larangan tersebut tidak saja berlaku untuk produsen, tapi juga dinas terkait yakni Dinas Kesehatan.

"Dokter, rumah sakit, termasuk rumah sakit-rumah sakit bersalin juga tidak boleh bekerja sama dengan produsen susu formula. Ini untuk memberikan penyadaran kepada para ibu agar memberikan ASI esklusif pada bayinya," kata Menkes, dikutip Tribun Jabar, di Bandung, Jumat (22/10).

Menurut Endang, larangan ini diberlakukan mengingat angka kematian bayi di Indonesia masih cukup tinggi, yakni mencapai 22 persen. Dan salah satu penyebabnya karena cakupan ASI eksklusif yang diberikan ibu kepada bayi masih rendah.

Padahal, kata Menteri, ASI eksklusif dapat mencegah kematian neonatal dan kematian bayi masing-masing sebesar 17 persen dan 13 persen.

Ia juga mengatakan, untuk pemberlakukan pelarangan tersebut saat ini RPP-nya tengah digodok dan pada tahun 2011 sudah dapat diberlakukan secara maksimal. [tb/www.hidayatullah.com]
 
23 Oktober 2010
Ditemukan Galian Baru di Bawah Masjid Al-Aqsha
Hidayatullah.com--Yayasan Waqaf al-Aqsha menemukan sebuah galian baru yang besar dan saluran terowongan yang dibuat oleh Israel di bawah masjid al-Aqsha dan sekitarnya. Demikian dilansir Al-Jazeera.net (22/10).

Yayasan tersebut menjelaskan bahwa mereka mendapatkan dan melihat foto-foto galian yang berukuran besar tersebut yang panjangnya kira-kira ratusan meter. Galian tersebut dimulai dari Buraq Square dan seterusnya sepanjang dinding barat masjid al-Aqsha sampai di dalam area masjid.

Menurut yayasan, galian tersebut digunakan untuk membangun sebuah pusat Thouidip dan Talmud, serta markas polisi militer.

Yayasan Waqaf al-Aqsha juga mengatakan bahwa penggalian lubang tersebut dapat membahayakan bangunan masjid.

Menurut saksi mata, penggalian lubang dan terowongan ini berlangsung siang dan malam, dan ratusan pekerjanya kebanyakan adalah orang asing yang berasal dari Asia Timur yang tidak mengetahui bahasa Ibrani. [sdz/jzr/hidayatullah.com]

 
23 Oktober 2010
Kemenag Akui Kemungkinan Perbedaan Idul Adha
Hidayatullah.com--Kementerian Agama mengakui adanya kemungkinan perbedaan merayakan Idul Adha antara ormas Islam tahun ini, namun dengan intensifnya pertemuan antarormas Islam, diharapkan perbedaan itu bisa disatukan.

"Kami berharap perbedaan metode penetapan tanggal ini bisa disatukan," kata Dirjen Bimas Islam Prof Dr Nasaruddin Umar mengemukakan hal itu kepada wartawan di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Jumat (22/10) sore.

Pihaknya akan menggelar sidang itsbat (penetapan) awal bulan Dzulhijjah 1431 Hijriyah pada 6 November 2010 untuk mengetahui kapan Hari Raya Idul Adha 10 Duzlhijjah.

"Pada hari itu akan dilakukan rukyatul hilal, sekaligus rapat Badan Hisab Rukyat (BHR) penentuan Idul Adha," kata Nasaruddin, didampingi Sekretaris Ditjen Bimas Islam Muhaimin Luthfi, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Rohadi Abdul Fatah, Direktur Penerangan Islam Ahmad Djauhari, Direktur Pemberdayaan Zakat Abdul Karim, dan Direktur Wakaf Mashudi.

Menurut dia, sudah empat tahun ini umat Islam di Indonesia selalu memulai puasa Ramadhan dan merayakan hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha secara bersamaan, kecuali ada sekelompok kecil pengikut tarekat yang merayakannya pada tanggal yang berbeda.

"Selama empat tahun ini tidak ada lebaran ganda," kata Nasaruddin.

Namun tahun ini, ujar dia, posisi hilal di sebagian Indonesia masih di bawah ufuk dan sebagian lain di atas ufuk, tapi di bawah dua derajat. Posisi ini kritis bagi terjadinya perbedaan, khususnya karena metode dua ormas Islam besar di Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah dalam menentukan Idul Adha tidak sama.

"NU berpedoman rukyat sebagai metode utama, sedangkan hisab sebagai konfirmasi. Sebaliknya Muhammadiyah, metode hisab sebagai metode utama dan rukyatul hilal sebagai konfirmasi," jelas Nasaruddin.

Dikatakannya, Muhammadiyah menurut kalender hisab organisasi ini telah menetapkan 1 Dzulhijjah 1431H jatuh pada hari Ahad pada 7 November 2010. Dengan demikian Muhammadiyah memutuskan 10 Dzulhijjah jatuh pada hari Selasa, 16 November.

Sementara, menurut NU, penentuan awal bulan harus dilakukan dengan rukyat, meski di bawah dua derajat, hilal akan sulit terlihat sehingga potensi berbeda pendapat ada, ujar Dirjen.

Ia mengatakan, pihaknya berupaya mempertemukan ormas-ormas Islam agar masalah perbedaan hari raya tidak berkembang lebih luas di masyarakat.

"Lebaran itu sunah, menyatukan umat itu wajib," tandasnya. [ant/hidayatullah.com]

 
22 Oktober 2010
CMNet Bertahan Meski Diserang Peretas
Hidayatullah.com--CMnet singkatan cybermoslem.net, situs jejaring sosial muslim pertama Indonesia yang diciptakan Dolla Indra (25), pemuda Agam, Sumatera Barat, tetap bertahan kendati diserang hingga ribuan kali oleh peretas atau hacker.

"Setiap hari 100 hingga 200 serangan dilancarkan pada CMnet baik oleh peretas profesional maupun pemula untuk membobol situs jejaring sosial muslim yang eksis sejak dirilis 1 Agustus 2010," kata Dolla Indra, di Padang, Kamis (21/10).

Menurut dia, sejak pertama kali dirilis, dari ribuan serangan yang terjadi, CMnet sempat  dua kali lumpuh akibat serangan yang dilancarkan berhasil membobol server CMnet.

"Serangan pertama terjadi pada 13 Agustus 2010 yang menyebabkan CMnet mati total serta tidak bisa diakses selama satu hari, yang dilakukan dengan pola serangan DoS (Denial of Service) yang membuat jaringan menjadi sangat sibuk," kata Dolla.

Dikatakannya, serangan DoS menyerang server CMnet dengan menghabiskan sumber (resource) yang dimiliki oleh server hingga tidak dapat menjalankan fungsinya dengan benar sehingga secara tidak langsung mencegah pengguna lain untuk mengaksesnya.

"Namun CMnet masih mampu bertahan menghadapinya sehingga tidak terjadi kehancuran dan kematian total, dan pada tanggal 14 Agustus 2010 sudah bisa normal kembali," lanjut dia.

Serangan kedua terjadi pada 18 Oktober 2010 dengan memanfaatkan titik lemah berupa lubang yang ada di server, di mana peretas kemudian mengubah tampilan CMnet.

Pada serangan kedua, kata Dolla, motifnya diduga ingin memberi tahu ada titik lemah berupa lubang di server yang bisa disusupi dan peretas hanya mengubah tampilan saja tanpa menghapus data yang ada di server.

"Dari semua serangan ada dua motif, yaitu persaingan di dunia maya yang biasanya dilakukan oleh peretas profesional, serta menguji ketangguhan server yang dilakukan oleh peretas pemula sebagai ajang pembelajaran," kata dia.

Dikatakan, agar CMnet tetap bisa eksis dibutuhkan upgrade (peningkatan) kapasitas server agar lebih kuat dalam menghadapi serangan, yang membutuhkan sedikitnya dana Rp50 juta.

"Untuk melakukan hal itu kita terkendala dana dan sudah coba mencari sponsor namun belum dapat hingga saat ini," lanjut dia.

Hingga saat ini tercatat sekitar 7000 anggota telah bergabung dengan CmNet. Anggota berasal dari seluruh dunia, yang untuk itu telah ditambahkan fitur Bahasa Inggris untuk member berasal dari luar. [ant/hidayatullah.com]

 
22 Oktober 2010
Hamas Ajukan Syarat untuk Menerima Perundingan dengan Israel
Hidayatullah.com--Kepala biro politik Hamas, Khaled Meshaal mengumumkan bahwa Hamas menerima kesepakatan dengan Israel dengan syarat: Israel mau menyetujui negara Palestina dengan batas wilayah tahun 1967; al-Quds menjadi ibukota Palestina; membolehkan kembalinya pengungsi Palestina; mengakui sepenuhnya kedaulatan Palestina atas wilayahnya; serta tidak ada pemukiman Israel. Demikian dilansir Islammemo.cc (21/10).

Dalam komentarnya kepada majalah Amerika, Newsweek, Meshaal mengatakan bahwa Hamas akan menerima kesepakatan dengan Israel jika mayoritas penduduk Palestina juga menyetujuinya. "Kami akan menghormati pilihan rakyat Palestina," tambahnya.

Namun Meshaal merasa terganggu dengan rekomendasi dari Liga Arab kepada Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbad agar tidak menarik diri dari perundingan. Menurutnya, perundingan itu tidak akan menyelesaikan masalah.

"Itu tidak akan mengelesaikan masalah, tetapi hanya menundanya saja," tegas Meshaal.

Newsweek menyebutkan bahwa Meshaal bersedia jadi bagian dalam perundingan damai tersebut. Sementara itu, Washington juga telah melakukan kontak tidak resmi dengan Hamas. [sdz/ismm/hidayatullah.com]

 
22 Oktober 2010
Kembali, Viva Palestina Patahkan Blokade Gaza

Hidayatullah.com--Setelah tertahan selama 18 hari di Latakia, Suriah menunggu izin pemerintah Mesir untuk masuk ke pelabuhan Al-Arish untuk selanjutnya melalui jalan darat menuju Jalur Gaza, akhirnya sore ini kafilah dari 30 negara itu memasuki kawasan pesisir Palestina yang telah diblokade oleh Israel sejak 4 tahun lalu.

Melalui Ipadio, John Hurson, salah seorang relawan kafilah Viva Palaestina 5, melaporkan beberapa menit yang lalu bahwa kafila bantuan kemanusiaan dengan 300 orang relawan dari seluruh dunia, termasuk dari Indonesia, berkendara dengan 150 mobil dan dengan bantuan kemanusiaan senilai 5 juta dolar, telah melewati perlintasan perbatasan Rafah dan memasuki Gaza yang dijajah.

“Kembali kami mematahkan blokade atas Gaza. Free free Gaza, Free free Palestine!” Seru Hurson di Ipadionya.

Hiruk pikuk suara klakson mobil, yel yel “Free Palestine” dan “long live Palestine” terdengar bergemuruh di tengah luapan emosi haru para relawan Viva Palestina dan warga Gaza yang menyambut kafilah ini. terdengar jelas melatari laporan John Hurson dari tanah kelahiran Imam Syafi’i Rahimahullah itu. [SA/Hidayatullah.com
 

 
   Berita Terkini
  Belum Pindah Rumah, PM Jepang Takut Hant...
  Bos IMF Cuma Jadi 'Saksi' Terkait Kasus ...
  WHO Bantu Saudi Atasi Coronavirus Sebelu...
  Pengusaha Arab Berjanji Investasi Di Gaz...
  Dewan Hisbah Persis: Gadai Juga Harus Se...
  Adebolajo Penjagal London dari Keluarga ...
  Pramuka Homo Amerika, Jadi Anggota Boleh...
  Keajaiban Datang Ketika Hati Mengingat A...
  Babi Amerika Diberi Pakan Ganja Agar Gem...
  Sukseskan Sya’ban Menuju Kemenangan Rama...
  Kasus Keracunan di Al-Azhar Kemungkinan ...
  Penculik Bebaskan Personel Keamanan Mesi...
  Diteror Ular, Puluhan Warga Iraq Tewas
Kontak Kami   |  Tentang Kami   |  Iklan   |  
© 2010 Hidayatullah.Com, All Rights Reserved