Palestina Terkini
04 Juni 2010
Aktivis Yunani: Tidak Akan Berhenti Selama Palestina Dijajah

Hidayatullah.com--Dari dalam penjara Israel, 22 aktivis warga Yunani yang menumpang kapal "Eleftheri Masogeois", kapal barang berbendera Yunani yang menjadi bagian dalam misi Freedom Flotilla, mengeluarkan sebuah pernyataan bahwa mereka mengalami pembajakan oleh pasukan komando Israel di perairan internasional pada Senin 31 Mei dini hari.

Dalam pernyataannya disebutkan, serangan brutal yang sama juga terjadi di atas kapal Yunani "Sfendoni" dan empat kapal lainnya.

"Dalam peristiwa itu Israel menggunakan live ammunition (amunisi yang mengandung bahan peledak atau bahan kimia aktif, berbeda dengan drill ammunition) dan orang-orang tak bersenjata dibunuh. Pasukan komando Israel dengan senjata-senjatanya yang terkokang, secara brutal menyerang para penumpang berkebangsaan Yunani dengan menggunakan kekerasan fisik dan tongkat-tongkat listrik.  Mereka memborgol para penumpang, menyeretnya dengan kasar ke atas dek. Tentara Israel terus menggunakan kekerasan ketika tiba di Pelabuhan Ashdod, di mana kapal-kapal dan penumpangnya digiring, tempat di mana orang-orang Yunani dipukuli secara brutal dengan kekerasan yang belum pernah dialami sebelumnya dan tiga orang di antara mereka dibawa ke rumah sakit, sementara yang lainya dibawa ke penjara yang berbeda."

"Kami semua adalah pria dan wanita warga Yunani yang secara ilegal dikurung dalam penjara-penjara Israel. Kami dengan tegas menolak untuk menandatangani pernyataan apapun yang dipaksakan oleh negara teroris Israel. Kami mengecam serangan mematikan atas misi internasional kami ini." Demikian bunyi pernyataan tersebut.

Mereka juga menuntut agar pemerintah Yunani mengakhiri semua hubungan diplomatik dengan Israel, negara teroris yang menghapuskan sejarah 5.000 tahun pelayaran bebas di Laut Mediterania.

"Kami menyatakan bahwa selama Gaza diblokade, selama Palestina dijajah, selama komunitas internasional tidak berani menekan legitimasi internasional Israel dan kebijakan internasional, kami akan terus mempersiapkan misi-misi baru dan berlayar ke perairan Gaza. Hingga kamp konsentrasi terbesar yang diciptakan Israel pada abad 21 ini tidak ada lagi," pungkas penyataan para aktivis kemanusiaan untuk Gaza dari Yunani. [di/psol/www.hidayatullah.com]
 
04 Juni 2010
IHH: ”Mereka yang Hilang Masih Banyak”
Hidayatullah.com--Sebagaimana dilansir oleh AFP (3/6), Bülent Y?ld?r?m, Kepala Yayasan Bantuan Kemanusiaan (IHH) menyatakan bahwa angka kematian lebih tinggi daripada yang diumumkan.
 
"Kami hanya menerima sembilan syuhada, tapi kami memiliki daftar panjang orang yang hilang. Dokter kami mendapatkan lebih dari 38 terluka, padahal, saat kami kembali, mereka (Israel) mengatakan hanya ada 21 luka-luka." Sebagaimana dilansir oleh AFP Kamis (3/6).
 
Y?ld?r?m juga menyoroti kematian salah seorang wartawan di kapal bernama Cevdet. "Dia hanya mengambil gambar. Dia ditembak dari jarak satu meter dan otaknya meledak. Salah satu teman kami bahkan ditembak, setelah dia menyerah," ucapnya, kepada wartawan di bandara Istanbul.
 
Yaldirm juga menyebutkan kepada para wartawan bahwa pasukan Israel melempar beberapa temannya ke laut.
 
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, 466 aktivis dan 9 jenazah telah tiba Istanbul. Kedatangan mereka disambut sekitar seribu orang yang mengumandangkan yel-yel mengutuk Israel. [tho/afp/hidayatullah.com]


 
04 Juni 2010
IHH: ”Mereka yang Hilang Masih Banyak”

Hidayatullah.com--Sebagaimana dilansir oleh AFP (3/6), Bülent Y?ld?r?m, Kepala Yayasan Bantuan Kemanusiaan (IHH) menyatakan bahwa angka kematian lebih tinggi daripada yang diumumkan.

"Kami hanya menerima sembilan syuhada, tapi kami memiliki daftar panjang orang yang hilang. Dokter kami mendapatkan lebih dari 38 terluka, padahal, saat kami kembali, mereka (Israel) mengatakan hanya ada 21 luka-luka." Sebagaimana dilansir oleh AFP Kamis (3/6).

Y?ld?r?m juga menyoroti kematian salah seorang wartawan di kapal bernama Cevdet. "Dia hanya mengambil gambar. Dia ditembak dari jarak satu meter dan otaknya meledak. Salah satu teman kami bahkan ditembak, setelah dia menyerah," ucapnya, kepada wartawan di bandara Istanbul.

Yaldirm juga menyebutkan kepada para wartawan bahwa pasukan Israel melempar beberapa temannya ke laut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, 466 aktivis dan 9 jenazah telah tiba Istanbul. Kedatangan mereka disambut sekitar seribu orang yang mengumandangkan yel-yel mengutuk Israel. [tho/afp/hidayatullah.com]
 
04 Juni 2010
Allahu Akbar! Baru Saja Kami Berbicara Lewat Telepon dengan Surya Fachrizal
 
Hidayatullah.com & Sahabat Al-Aqsha--Amman, Yordania--Duta Besar RI di Amman, Zainulbahar Noor, dua jam yang lalu berhasil berbicara langsung dengan Surya Fachrizal yang saat ini dirawat di rumah sakit Rambam Healthcare Campus, Haifa, melalui telepon milik Duta Besar Yordania di Tel Aviv Ali Al-Ayyed yang sedang mengunjungi Surya.
 
Duta Besar Zainulbahar meminta kepada Duta Besar Yordania agar melihat segala kemungkinan untuk segera mengevakuasi Surya ke Amman, "Kami jauh lebih percaya kepada dokter-dokter di Amman."
 
Duta Besar Yordania kemudian menjelaskan bahwa ada perintah langsung dari Raja Abdullah II untuk melakukan segala cara demi merawat dan menyelamatkan semua korban yang luka dari manapun bangsanya, kalau perlu dengan helikopter.
 
Sesaat setelah Zainulbahar berhasil berbicara langsung dengan Surya, spontan beberapa sahabat Surya sesama relawan langsung melakukan sujud syukur lalu memekikkan takbir.
 
Dalam pembicaraannya dengan Surya, Zainulbahar menanyakan secara detil keadaan wartawan Hidayatullah Media Groups. "Masih merasa lemah," katanya mengulangi perkataan Surya.
 
Seusai pembicaraannya, Zainulbahar kemudian menyerahkan teleponnya kepada Dzikrullah W Pramudya, pendiri Sahabat Al-Aqsha. Berikut ini pembicaraan mereka:
 
"As-Salaamu'alaykum Sur!"
 
"Ya Mas... wa 'alaykumussalaam," suara Surya terdengar lemah diujung sambungan.
 
"Elo di situ ditemani siapa?"
 
"Nggak ada Mas.."
 
"Satu kamar sendiri atau ramai-ramai?"
 
"Satu kamar berempat Mas.. Tadi satu orang Turki sudah pulang.."
 
"Waktu dievakuasi dari kapal elo naik boat atau helikopter?"
 
"Helikopter.."
 
"Elo diperlakukannya gimana?"
 
"Baik aja alhamdulillah.."
 
"Perawatan di rumah sakit mereka gimana?"
 
"Baik aja..."
 
"Allah yasyfika... (Allah menyembuhkan kamu). Kita semua nungguin elo.."
 
Lalu pembicaraan terputus. [Dzikrullah, Santi Soekanto/hidayatullah.com]
 
 
04 Juni 2010
Kondisi Terakhir Surya Fachrizal Kian Membaik

Hidayatullah.com -- Kondisi terakhir wartawan Hidayatullah Media Groups, Surya Fachrizal, yang kini masih berada di Haifa, kawasan Palestina yang dijajah Israel, semakin membaik.

Kabar tersebut disampaikan Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad, melalui pesan singkatnya kepada Hidayatullah.com, Kamis malam (03/06/2010) ini.

"Kabar dari Tel Aviv, keadaan Surya Fachrizal sudah semakin membaik," kata dr. Sarbini. Melalui seorang dokter di sebuat RS Israel, ia mengirim SMS pendek kepada Sarbini yang isinya mengatakan kondisi terakhir Surya.

"Dont listen 2 the news, both r well, 1 ws deprted, one i visited is good enough 2 be deported. tx."

Selain itu, Surya juga menyampaikan pesan yang bertuliskan, "I'm fine, and I'm getting better".  Pesan ini disampaikan informan Kemenlu yang berada di Israel.

Surya Fachrizal
merupakan jurnalis Hidayatullah yang mengalami luka tembak di bagian dada akibat penyerangan Israel ke kapal Mavi Marmara. Surya termasuk dalam 700  sukarelawan kemanusiaan dari seluruh dunia yang tergabung dalam misi Freedom Flotilla untuk menyalurkan bantuan 10.000 ton kepada masyarakat Palestina di Jalur Gaza.

Delegasi Indonesia dalam Kafilah Kemanusiaan Freedom Flotilla untuk Gaza mengirim pres rilis, bahwa Surya Fachrizal masih ada di Israel. Kabar ini sangat berbeda dengan berita sebelumnya yang mengatakan, Surya Fachrizal sudah berada di Turki bersama relawan KISPA yang terluka Okvianto Emil Baharuddin.

Kondisinya sekarang stabil. Perdarahan sudah berhenti. Tube yang fungsinya mengeluarkan darah atau udara di luka dalam sudah dicabut. Tekanan darah normal. Pernapasan normal. Rencananya, hari ini akan dilakukan pemeriksaan x-ray untuk memastikan kondisi terakhir. Bila baik saja maka akan dievakuasi ke Yordania hari ini.

"Saya sangat gembira mendengar kabar langsung dari Pak Dubes (RI di Amman) ini, karena dilepasnya tube menandakan keadaan Surya sudah berbeda dengan saat kita terpaksa meninggalkan dia," demikian dr Arief Rachman, MER-C. [ain/cha/www.hidayatullah.com]

 
03 Juni 2010
Okvianto Sudah di Istanbul, Surya Membaik di Haifa

Hidayatullah.com-- Delegasi Indonesia dalam Kafilah Kemanusiaan Freedom Flotilla untuk Gaza mengirim pres rilis, bahwa Surya Fachrizal masih ada di Israel. Kabar ini sangat berbeda dengan berita sebelumnya yang mengatakan, Surya Fachrizal sudah berada di Turki bersama relawan KISPA yang terluka Okvianto Emil Baharuddin.

Surya Fachrizal, yang juga  wartawan Hidayatullah Media Groups, kini masih berada di Haifa, kawasan Palestina yang dijajah Israel.

Kabar ini datang dari Zainulbahar Noor, Duta Besar RI di Amman, Yordania, yang mengabarkan kepada seluruh anggota delegasi, bahwa beberapa saat yang lalu menjelang jam 11 waktu Yordania (jam 3 sore WIB) ia berbicara dengan Muhammad Siraj, Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Yordania.

Siraj menyampaikan informasi kepada Zainulbahar Noor yang telah diterimanya dari Konsul Kerajaan Yordania di Tel Aviv yang berbicara langsung dengan dokter yang merawat Surya di rumah sakit Ramban, Haifa. Menurut laporan Siraj, Surya sudah menjalani operasi atas luka di dada dekat pundak kanannya kemarin.

Kondisinya sekarang stabil. Perdarahan sudah berhenti. Tube yang fungsinya mengeluarkan darah atau udara di luka dalam sudah dicabut. Tekanan darah normal. Pernapasan normal. Rencananya, hari ini akan dilakukan pemeriksaan x-ray untuk memastikan kondisi terakhir. Bila baik saja maka akan dievakuasi ke Yordania hari ini.

"Saya sangat gembira mendengar kabar langsung dari Pak Dubes (RI di Amman) ini, karena dilepasnya tube menandakan keadaan Surya sudah berbeda dengan saat kita terpaksa meninggalkan dia," demikian dr Arief Rachman, MER-C.

Mencoba Rafah

Kabar baik mengenai kedua relawan peserta kafilah Armada Kebebasan dari delegasi Indonesia ini melengkapi kabar baik tentang bebasnya 10 orang warga Indonesia lainnya kemarin pagi dari penjara Israel bernama Bir Sheva dan kini sedang berada di Amman, Yordania.

Seluruh anggota delegasi sepakat mereka akan menunggu Surya dievakuasi ke Amman baru akan memutuskan langkah selanjutnya. "Kemungkinan besar kita akan ke Istanbul. Namun keputusan terakhir akan kita sampaikan nanti sesudah bermusyawarah," kata Dzikrullah W Pramudya dari Sahabat Al-Aqsha.

Menurut Ferry Nur (KISPA), kembalinya delegasi kemanusiaan Indonesia untuk Gaza ke Istanbul sangat penting. "Untuk melakukan koordinasi dengan pihak IHH sebagai penyelenggara utama misi kemanusiaan ke Gaza, sekaligus mengambil barang-barang yang masih tertinggal di Istanbul. Kami juga harus menemui sahabat kami Okvianto."

Pada saat yang sama, delegasi Indonesia menerima kabar dari berbagai sumber yang dipercaya, bahwa pintu perbatasan Rafah, Mesir menuju Gaza saat ini sudah dibuka oleh pemerintah Mesir. Kabar ini memunculkan keinginan para anggota delegasi untuk mencoba lagi masuk ke Gaza melalui Rafah.

"Amanah dari masyarakat Indonesia belum selesai dilaksanakan. Kami terus bermusyawarah mengenai hal ini dengan melibatkan pihak KBRI di Amman," demikian kesepakatan seluruh anggota delegasi.

Seluruh anggota delegasi juga menyampaikan terima kasih kepada ayah dan ibunya masing-masing, seluruh anggota keluarga, tetangga, sahabat, rekan dan seluruh rakyat Indonesia yang tak henti-hentinya mendoakan dan mendukung mereka dalam segala situasi.

Seluruh anggota delegasi juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah memberi perhatian dan tindakan serius untuk memastikan keselamatan seluruh anggota delegasi. Pernyataan terima kasih ini disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, dan seluruh jajarannya di Departemen Luar Negeri, Duta Besar RI di Amman Zainulbahar Noor beserta seluruh stafnya yang bekerja keras membentuk Unit Penanggulanga Krisis Korban Insiden Mavi Marmara di lantai 2 gedung KBRI Amman. [hidayatullah.com & Sahabat al Aqsha]

 
03 Juni 2010
Giliran Berikut, Pelayaran Freedom Flotilla 2

Hidayatullah.com--Pembantaian yang dilakukan Israel terhadap para aktivis yang tergabung dalam Freedom Flotilla pada Senin tanggal 31/5 dini hari lalu, tidak menyurutkan semangat para aktivis melakukan pelayaran kembali, guna membuka blokade Gaza.

Hai’ah Al Arabiyah Ad Dauliyah lil I’mari Ghazah (Organisasi Arab Internasional untuk Pembangunan Gaza) yang berkantor di London, telah menerima banyak tawaran bantuan guna penyaluran bantuan dan partisipasi dalam pelayaran yang akan datang.

Saat ini penyediaan tambahan 3 kapal sudah terpenuhi, untuk menambah 3 kapal yang sebelumnya sudah disiapkan.

Direncanakan, armada baru ini akan berlayar beberapa pekan mendatang dengan armada yang lebih besar dari armada sebelumnya. Yang akan bergabung di dalamnya sejumlah tokoh dan anggota parlemen, serta para wartawan dari berbagai media di dunia, sebagaimana dilansir Markas Filisthin li Al I’lam, Kamis (3/6).

Namun, menurut keterangan Rami Abduh, salah satu aktivis yang terlibat dalam persiapan ini, nama-nama para tokoh yang hendak bergabung masih dirahasiakan. [tho/mfi/hidayatullah.com]
 
03 Juni 2010
Hari Ini Syeikh Raid Shalah Dibebaskan

Hidayatullah.com--Sebagaimana dinyatakan oleh pihak Israel, Syeikh Raid Shalah beserta para peserta Freedom Flotilla yang berasal dari Palestina 48, akan dibebaskan hari ini, Kamis (3/6). Sebelumnya, Pengadilan Asqalan menyatakan bahwa para aktivis tersebut akan ditahan selama 8 hari, sebagaimana dilansir Al Jazeera (3/6).

Sebagian sumber dari kalangan politikus Arab menyebutkan bahwa Turki menekan Israel agar melepaskan Syeikh Shalah dan para pendampingnya.

Pembebasan seluruh aktivis Palestina 48 tersebut diputuskan oleh rapat Kabinet Israel dengan dihadiri penasehat hukum pemerintah.

Anggota Knesset Syeikh Ibrahim Sharshur telah melakukan kontak dengan beberapa sumber dari petinggi Israel bahwa Syeikh Raid Shalah dan para aktivis dari Palestina akan dibebaskan pada hari Kamis pukul 10 waktu setempat. [tho/jzr/hidayatullah.com]
 
03 Juni 2010
Surya dan Oktavianto Rawat Jalan di Turki

Hidayatullah.com & Sahabat Al Aqhsa--Oktavianto Emil Baharudin dan Surya Fachrizal, yang menderita akibat serangan Israel dikabarkan telah berangkat menuju Turki untuk mendapatkan perawatan. Kabar ini disampaikan Nasrul (45) kakak kandung Oktavianto kepada hidayatullah.com.

“Setengah jam yang lalu ( pukul 09.20 WIB), ibu menelpon kepada saya, bahwa Oktaviano sudah menuju Turki untuk rawat jalan, “ ujar Nasrul.

Menurut Nasrul, Oktavianto bersama Surya saat itu menelpon di atas pesawat sebelum berangkat menuju Turki.

“Menurut ibu, dia menelpon tidak terlalu lama. Meski demikian, yang penting keluarga lega, dan bisa keluar dari Israel dahulu, itu yang penting, “ tambahnya.

Meski demikian, Nasrul tetap berharap ada berita lebih lanjut dari pihak Deplu atau perwakilan Indonesia di Turki menyangkut kedua warga Indonesia tersebut.

Sebagaimana diketahui,  Oktavianto mewakili KISPA dan Surya Fachrizal adalah jurnalis dari Hidayatullah Media Groups yang berangkat bersama Sahabat Al Aqsha.[cha/hidayatullah.com]

 
02 Juni 2010
Wartawan Hidayatullah.com Terluka di Israel

Hidayatullah.com & Sahabat al-Aqsha—Surya Fachrizal, wartawan hidayatullah.com yang ikut melakukan kegiatan jurnalistik di kafilah Mavi Marmara dikabarkan salah satu dari dua orang Indonesia yang terluka akibat serangan Zioinis-Israel.

Kabar ini disampaikan Tim Medical Emergency Rescue Comittee (MER-C) setelah mendapat kabar dari seorang dokter yang menangani keduanya.

Oktavianto Emil Baharudin dikabarkan masih dirawat di RS Barzilay, Askelon dan Surya Fachrizal di RS Ramba, Haifa," ujar Presidium MER-C dr Joserizal Jurnalis, SpOT kepada Hidayatullah.com.

Jose menambahkan kedua orang itu menderita luka tembak. Sementara untuk WNI yang sebelumnya diberitakan di RS London, Haifa, Joserizal belum bisa memberikan identitasnya.

Sementara untuk evakuasi WNI lain yang ditahan di penjara Be'er Sheva, Joserizal mengatakan MER-C belum mendapatkan informasi. "Kita akan memberangkatkan relawan lagi ke sana (Jordania) untuk penjemputan," kata Joserizal.

Sebagaimana diketahui Surya Fachrizal ikut bergabung dengan 12 WNI yang ikut dalam Kapal Mavi Marmara bersama 700 relawan lain dari 50 negara untuk melakukan kegiatan jurnalistik.

Istri Surya Fachrizal, Euis Hidayati binti Abdul Hamid, mengaku tegar menghadapi berita ini dan tetap memantau perkembangan dan situasi.

“Istrinya terus berkoordinasi dengan kami, dan mengaku sangat tegar, “ujar Pimpinan Hidayatullah Media Group, Mahladi.  

Menurut Mahladi, dalam waktu dekat, Hidayatullah juga akan berkoordinasi dengan Deplu dan akan melakukan penjemputan. [cha/hidayatullah.com]
 
02 Juni 2010
Santi: “Dzikru Sehat, Kami Beda Penjara”

Hidayatullah.com & Sahabat al-Aqsa—Di tengah kesimpang-siuran berita tentang 12 warga Indonesia yang tengah dipenjara Zionis-Israel, salah satu relawan Sahabat Al Aqsa Santi Soekanto menelpon pihak keluarganya di Jakarta dan mengabarkan dalam kondisi baik.

Santi menghubungi salah satu kerabatnya di Jakarta, Amirul Iman dari  penjara Beshreva pada Rabu, (2/6) dini hari.

“Om, saya dalam keadaan baik. Salam untuk bapak, ibu dan lain-lain,” ujarnya dalam bahasa Inggris sebagaimana diakui Amirul.

Saat itu Amirul bertanya bagaimana keadaan Dzikrullah, Santi menjawab lagi bahwa kondisinya sehat, namun mereka berbeda lokasi.

“Alhamdulillah, beliau sehat, kami berbeda seksi. InsyaA llah akan saya hubungi lagi besok dari jalur lain,” ujarnya kepada Hidayatullah.com.

Sebagaimana diketahui pasangan suami-istri Dzikrullah W Pramudya dan Santi Soekanto adalah wakil relawan kemanusiaan Sahabat al-Aqsa yang bekerjasama dengan hidayatullah.com turut serta bersama 700 relawan lain dari 50 negara untuk berangkat ke Gaza. [cha/hidayatullah.com]
 
02 Juni 2010
Dua Terluka, Deplu Belum Keluarkan Pernyataan Resmi

Hidayatullah.com--Juru Bicara (Jubir) Departemen Luar Negeri (Deplu), Teuku Faizasyah, mengatakan pihaknya belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kondisi terakhir 12 relawan asal Indonesia yang ikut dalam rombongan kafilah bantuan kemanusiaan menuju Ghaza, Palestina.

Dia juga menegaskan, adanya kabar 2 WNI yang menjadi korban dalam serangan Israel beberapa waktu lalu, belum ada kepastian dan Deplu belum mengeluarkan keterangan resmi.

"Itu dari MER-C, kita belum mengeluarkan stetement. Yang jelas 12 orang semua selamat. Tapi kami belum mengeluarkan statemen terkait 2 nama WNI yang menjadi korban tembakan.," kata Teuku Faizasyah, saat dihubungi hidayatullah.com, Selasa (2/6).

Meski demikian, pemerintah tetap melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait sampai sejauh ini. Termasuk terus mengerahkan kepada seluruh Kedubes negara perbatasan.

Sebagaimana diketahui, Medical Emergency Rescue Comittee (MER-C) mendapatkan data ada 2 warga negara Indonesia (WNI) yang dirawat di rumah sakit di Israel. 2 WNI itu bernama Oktavianto dari KISPA dan Surya Fahrizal jurnalis hidayatullah.com.  [ain/www.hidayatullah.com]
 

 
   Berita Terkini
  Bos IMF Cuma Jadi 'Saksi' Terkait Kasus ...
  WHO Bantu Saudi Atasi Coronavirus Sebelu...
  Pengusaha Arab Berjanji Investasi Di Gaz...
  Dewan Hisbah Persis: Gadai Juga Harus Se...
  Adebolajo Penjagal London dari Keluarga ...
  Pramuka Homo Amerika, Jadi Anggota Boleh...
  Keajaiban Datang Ketika Hati Mengingat A...
  Babi Amerika Diberi Pakan Ganja Agar Gem...
  Sukseskan Sya’ban Menuju Kemenangan Rama...
  Kasus Keracunan di Al-Azhar Kemungkinan ...
  Penculik Bebaskan Personel Keamanan Mesi...
  Diteror Ular, Puluhan Warga Iraq Tewas
  Suka Duka Perjuangan Da’I di Daerah Pelo...
Kontak Kami   |  Tentang Kami   |  Iklan   |  
© 2010 Hidayatullah.Com, All Rights Reserved