Mengapa Sering Terjadi Kesalahpahaman Umat?

Mari memohon petunjukNya…Menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain!

Mengapa Sering Terjadi Kesalahpahaman Umat?

Terkait

Oleh: Abdullah Sholeh Hadrami

SEGALA puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah, keluarga, para sahabat dan pengikutnya yang setia.
Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang hak kecuali Allah yang Maha Esa tiada sekutu bagiNya dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba dan RasulNya –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam. Amma ba’du;

Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam telah memberitahukan kepada kita bahwa sepeninggal Beliau akan terjadi perbedaan dan bahkan perpecahan yang sangat banyak…

Apalagi zaman sekarang, lebih banyak lagi fitnah yang timbul. Bahkan sesama teman, sahabat, sesama penuntut ilmu syar’I, sesama da’I, sesama ulama, sSesama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang rujukannya adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman Salafush Sholeh..

Latar belakang perbedaan dan perpecahan serta fitnah itu macam-macam. Bisa jadi karena pemahaman tentang Islam yang sepotong-sepotong dan tidak seutuhnya. Karena kejahilan. Karena kurang ilmu. Karena hawa nafsu. Karena faktor duniawi. Karena beda pendapatan (beda ‘pendapatan’, dengan ‘an’). Bisa juga karena hasad, iri dan dengki. Karena niat jelek, hati rusak, fanatik kepada seseorang atau karena merasa benar sendiri dan dada yang sempit serta jiwa yang kerdil. Dan masih banyak faktor-faktor lainnya….

Dalam menyikapi seseorang –siapapun orang tersebut- hendaklah kita menimbangnya dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Jangan terbalik, menimbang Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan ucapan manusia…

Imam Malik –Rahimahullah mengatakan: “Semua manusia bisa diambil pendapatnya dan bisa pula ditolak kecuali Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam”

Saudara-saudaraku yang saya cintai karena Allah, mari kita sibukkan diri kita dengan hal-hal yang bermanfaat, membaca Al-Qur’an, Al-Hadits, mempelajari, menghafalkan dan mengamalkan…Kita tiru kehidupan beragama para Sahabat Nabi –Radhiallahu ‘Anhum dan Salafush Sholeh -Rahimahumullah…Bangun pada malam hari, shalat, berdoa dan bermunajat kepadaNya…Memohon petunjukNya…Menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain…Janganlah kita sibukkan diri kita dengan hal-hal yang tidak bermanfaat yang akan menjadikan penyesalan kita dalam kehidupan dunia dan akhirat…SELAMAT BERKARYA!

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah, keluarga, para sahabat dan pengikutnya yang setia dan segala puji hanya bagi Allah.*

Semoga Bermanfaat dan Mencerahkan.

Penulis adalah Pendiri dan Pengasuh Majelis Taklim dan Dakwah Husnul Khotimah Malang

Rep: Admin Hidcom

Editor: Cholis Akbar

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !