Lentera Hidup – Hidayatullah.com http://www.hidayatullah.com Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran Thu, 30 Aug 2018 22:00:59 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.9.6 61797197 Islam: Akidah, Syari’ah, Tashawuf http://www.hidayatullah.com/kajian/lentera-hidup/read/2018/02/19/135850/islam-akidah-syariah-tashawuf.html Sun, 18 Feb 2018 19:33:00 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=135850

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَارِزًا يَوْمًا لِلنَّاسِ فَأَتَاهُ جِبْرِيلُ فَقَالَ: مَا الْإِيمَانُ؟ قَالَ: الْإِيمَانُ […]

The post Islam: Akidah, Syari’ah, Tashawuf appeared first on Hidayatullah.com.

]]>

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَارِزًا يَوْمًا لِلنَّاسِ فَأَتَاهُ جِبْرِيلُ فَقَالَ: مَا الْإِيمَانُ؟ قَالَ: الْإِيمَانُ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَبِلِقَائِهِ وَرُسُلِهِ وَتُؤْمِنَ بِالْبَعْثِ. قَالَ: مَا الْإِسْلَامُ؟ قَالَ: الْإِسْلَامُ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ وَلَا تُشْرِكَ بِهِ وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ وَتُؤَدِّيَ الزَّكَاةَ الْمَفْرُوضَةَ وَتَصُومَ رَمَضَانَ. قَالَ: مَا الْإِحْسَانُ؟ قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ. رواه البخاري

Artinya: Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam suatu hari keluar menuju khalayak, lalu datanglah Jibril dan ia berkata,”Apakah iman itu?” Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,”Iman adalah, Engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, pertemuan dengan-Nya, para rasul-Nya, dan engkau beriman dengan hari kebangkitan.” Jibril pun berkata,”Apakah Islam?” Rasulullah Shalallalahu Alaihi Wasallam bersabda,”Islam adalah, Engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat yang diwajibkan dan melaksanakan puasa Ramadhan.” Jibril pun berkata,”Apakah ihsan?” Rasulullah Shallallahu Alalihi Wasallam bersabda,”Engkau beribadah kepada Allah seaakan akan Engkau melihat-Nya, dan jika engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Ia melihatmu,” (Riwayat Al Bukhari)

Mengenai hadits di atas, Imam Tajuddin As Subki berkata,”Ilmu-ilmu syari’at pada hakikatnya ada tiga: Fiqih, yang diisyaratkan dengan Islam. Ushuluddin yang diisyaratkan dengan iman. Tashawuf yang diisyaratkan dengan ihsan. Selain ilmu-ilmu itu, kalau ia tidak kembali kepada ilmu-ilmu tersebut, ia di luar syari’ah.” (Thabaqat Asy Syafi’iyah Al Kubra, 1/117)

Al Munawi juga menyampaikan,”Asal dari tashawuf adalah ihsan, yang ditafsirkan dari hadits Jibril Alaihis Salam,’Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan Engkau melihat-Nya. Dan jika Engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Ia melihatmu.’”(Irgham Auliya Asy Syayathin bi Dzikri Auliya Ar Rahman, 4/46)

 

 

 

The post Islam: Akidah, Syari’ah, Tashawuf appeared first on Hidayatullah.com.

]]>
135850
Melakukan Dosa, Menyesallah! http://www.hidayatullah.com/kajian/lentera-hidup/read/2017/11/29/129190/melakukan-dosa-menyesallah.html Tue, 28 Nov 2017 21:56:52 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=129190

(عن ابن عباس قالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم: كَفَّارَةُ الذَّنْبِ النَّدَامَةُ (الطبراني  Artinya: Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhu bahwasannya […]

The post Melakukan Dosa, Menyesallah! appeared first on Hidayatullah.com.

]]>

(عن ابن عباس قالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم: كَفَّارَةُ الذَّنْبِ النَّدَامَةُ (الطبراني

 Artinya: Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhu bahwasannya Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda,”Penutup dosa adalah penyesalan.” (Riwayat Ath Thabarani, dihasankan oleh Imam As Suyuthi)

Dalam hal ini Ibnu Razin berkata,”Bagian dari kekhususan umat ini, bahwasaanya penyesalan merupakan bentuk pertaubatan. Sedangkan di kalangan Bani Israil, jika salah satu dari mereka melakukan kesalahan, maka diharamkan kepadanya seluruh macam makanan yang baik dan kesalahaannya akan tertulis di pintunya rumahnya. (Faidh Al Qadir, 5/8)

Penyesalan merupakan bagian yang tidak terpisah dari pertaubatan. Imam An Nawawi menyatakan bahwasannya taubat memiliki beberapa syarat. Dalam perkara dosa yang berhubungan dengan hak Allah, maka syarat taubat adalah beristighfar, menyesal, dan berazam untuk tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut. Jika berkenaan dengan hak sesama manusia, maka tiga syarat tersebut ditambah dengan mengembalikan haknya atau meminta kerelaanya dan maafnya. (Al Adzkar, hal. 309. 310)

The post Melakukan Dosa, Menyesallah! appeared first on Hidayatullah.com.

]]>
129190
Minum Air Zamzam dengan Siapkan Niat http://www.hidayatullah.com/kajian/lentera-hidup/read/2017/08/30/122560/minum-air-zamzam-dengan-niat.html Wed, 30 Aug 2017 10:59:26 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=122560

عَنْ جَابِر قالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم:  مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ -ابن ماجه Dari Jabir Radhiyallahu anhu, […]

The post Minum Air Zamzam dengan Siapkan Niat appeared first on Hidayatullah.com.

]]>

عَنْ جَابِر قالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم:  مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ -ابن ماجه

Dari Jabir Radhiyallahu anhu, bahwasannya  Rasulullah Shallallahu Ailihi Wasallam bersabda, yang artinya, ”Air zamzam, diminum sesuai dengan tujuannya.” (Riwayat Ibnu Majah, dihasankan oleh Al Hafidz Ad Dimyathi dan lainnya)

Al Munawi menjelasakan bahwasannya air zamzam merupakan air minum dan sarana pertolongan dari Allah untuk putra kekasih-Nya, yakni Ibrahim Alaihissalam, maka ia tetap menjadi sarana pertolongan bagi orang-orang setelahnya. Barang siapa meminumnya dengan ikhlas maka ia memperoleh pertolongan. (Faidh Al Qadir, 5/404)

Dan hadits itu berlaku umum, maka barang siapa meminumnya dengan niat agar hilang dahaga, maka hilanglah dahaga, barang siapa minum dengan tujuan terhindar dari lapar, maka hilanglah lapar, barang siapa minum agar sembuh dari penyakit, maka sembuhlah ia. (Nawadir Al Ushul, hal. 341)

 

 

The post Minum Air Zamzam dengan Siapkan Niat appeared first on Hidayatullah.com.

]]>
122560
Bersihkan Jalan untuk Umat Islam! http://www.hidayatullah.com/kajian/lentera-hidup/read/2017/07/27/120543/120543.html Thu, 27 Jul 2017 12:27:05 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=120543

قال صلى الله عليه وسلم: اَعْزِل الْأَذَى عَنْ طَرِيْقِ الْمُسْلِمِيْنَ -مسلم Artinya: Rasulullah Shallalahu Alaihi Wasallam bersabda,”Hilangkan gangguan dari jalan […]

The post Bersihkan Jalan untuk Umat Islam! appeared first on Hidayatullah.com.

]]>

قال صلى الله عليه وسلم: اَعْزِل الْأَذَى عَنْ طَرِيْقِ الْمُسْلِمِيْنَ -مسلم

Artinya: Rasulullah Shallalahu Alaihi Wasallam bersabda,”Hilangkan gangguan dari jalan umat Islam. (Riwayat Muslim)

Maknanya, hendaklah seorang Muslim menyingkirkan dari jalan mereka segala sesuatu yang menyebabkan gangguan, seperti duri dan bebatuan. Perintah di sini sifatnya sunnah, namun terkadang bisa menjadi perkara yang wajib.

Hadits di atas juga merupakan perintah untuk menyingkirkan segala bentuk gangguan, baik terhadap manusia maupun hewan. Juga menunjukkan keutamaan bagi siapa saja yang menjaga umat Islam dari mara bahaya, meski hal itu berkaitan dengan perbuatan yang ringan. (Faidh Al Qadir, 1/560)

The post Bersihkan Jalan untuk Umat Islam! appeared first on Hidayatullah.com.

]]>
120543
Ancaman Allah Jika Hamba Enggan Berdoa http://www.hidayatullah.com/kajian/lentera-hidup/read/2017/06/01/117734/ancaman-allah-jika-hamba-enggan-berdoa.html Wed, 31 May 2017 18:27:28 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=117734

قال صلى الله عليه وسلم:إِنَّهُ مَنْ لَمْ يَسْأَلٍ اللَّه يَغْضَبْ عَلَيْهِ-الترمذي Artinya: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,”ٍSesungguhnya mengenai sebuah urusan, […]

The post Ancaman Allah Jika Hamba Enggan Berdoa appeared first on Hidayatullah.com.

]]>

قال صلى الله عليه وسلم:إِنَّهُ مَنْ لَمْ يَسْأَلٍ اللَّه يَغْضَبْ عَلَيْهِ-الترمذي

Artinya: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,”ٍSesungguhnya mengenai sebuah urusan, barang siapa tidak meminta kepada Allah, maka Allah murka atasnya. (Riwayat At Tirmidzi, dan ia menyatakan “hasan”)

Sesungguhnya ketika seorang hamba enggan berdoa untuk memohoan kepada Allah, maka Allah murka atasnya. Hal ini karena ada dua kemungkinan, pertama hamba tersebut putus asa, dan yang kedua ia sombong, dan kedua-duanya adalah perbuatan yang dimurkai Allah Ta’ala.

Sebab itulah Al Halimi berpendapat bahwasannya hendaklah setiap hamba dalam sehari semalam jangan sampai tidak berdoa sama sekali, maka ia akan memperoleh murka dari Allah Ta’ala. Minimal jika seorang hamba meninggalkan amalan doa dalam sehari semalam, maka hal itu termasuk perkara makruh.

Hal inilah yang membedakan antara sifat Allah dengan sifat manusia. Jika Allah tidak diminta, maka Ia pun murka, sebaliknya manusia justru marah ketika ia diminta. (lihat, Faidh Al Qadir, 3/12)

The post Ancaman Allah Jika Hamba Enggan Berdoa appeared first on Hidayatullah.com.

]]>
117734
Raih Ampunan di Malam Nisfu Sya’ban http://www.hidayatullah.com/kajian/lentera-hidup/read/2017/05/05/116039/raih-ampunan-di-malam-nisfu-syaban.html Thu, 04 May 2017 21:44:58 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=116039

عن معاذ بن جبل عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: يَطْلَعُ اللهُ إِلَى خَلْقِهِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ […]

The post Raih Ampunan di Malam Nisfu Sya’ban appeared first on Hidayatullah.com.

]]>

عن معاذ بن جبل عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: يَطْلَعُ اللهُ إِلَى خَلْقِهِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ-الطبراني

Artinya: Dari Muadz bin Jabal dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, bersabda,”Allah melihat kepada ciptaan-Nya di malam pertengahan Sya’ban, lalu mengampuni semua ciptaan-Nya, kecuali bagi orang musyrik atau yang bermusuhan. (Riwayat Ath Thabarani, dishahihkan oleh Ibnu Hibban, Al Hafidz Al Haitsami menyatakan bahwa rijalnya tsiqat.)

Ibnu Rajab Al Hanbali berkata mengenai menghidupkan malam nisfu Sya’ban,”Hendaklah bagi orang beriman untuk meluangkan diri di malam itu untuk berdzikir kepada Allah, berdoa, meminta ampunan atas dosa-dosa, meminta agar ditutup aibnya dan meminta ager diberikan jalan keluar dari kesusahan, dan yang paling diutamakan dari hal itu adalah taubat. Sesungguhnya Allah Ta’ala membuka pintu taubat, bagi siapa yang bertaubat.” (Lathaif Al Maa’rif, hal. 265)

The post Raih Ampunan di Malam Nisfu Sya’ban appeared first on Hidayatullah.com.

]]>
116039
Yang Didengar Tidak Semua Bisa Disampaikan http://www.hidayatullah.com/kajian/lentera-hidup/read/2017/03/27/113889/jangan-sampaikan-semua-yang-didengar.html Mon, 27 Mar 2017 00:55:27 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=113889

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم: كَفَى بِالْمَرْءِ كَذَبًا أَنْ يَحْدُثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ- رواه مسلم Artinya: Rasulullah Shallallahu […]

The post Yang Didengar Tidak Semua Bisa Disampaikan appeared first on Hidayatullah.com.

]]>

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم: كَفَى بِالْمَرْءِ كَذَبًا أَنْ يَحْدُثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ- رواه مسلم

Artinya: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah bersabda,”Cukuplah seorang disebut berbohong (jika) menyampaikan semua yang telah ia dengar.” (Riwayat Muslim)

Seseorang disebut melakukan kebohongan jika ia menyampaikan semua yang telah ia dengarkan, tanpa memastikan kebenarannya. Karena biasanya, ia akan mendengar berita yang  jujur atau bohong. Jika ia menyampaikan semua yang ia dengar maka tentu ia tidak akan terhindar dari kebohongan.

Sedangkan berbohong adalah mengabarkan sesautu yang tidak sesuai dengan realita, meski yang melakukan tidak sengaja. Adanya kesengajaan merupakan syarat bahwa kebohongan itu dicatat sebagai dosa. (Faidh Al Qadir, 5/2)

The post Yang Didengar Tidak Semua Bisa Disampaikan appeared first on Hidayatullah.com.

]]>
113889
Waspadai! Benci Arab, Benci Rasulullah http://www.hidayatullah.com/kajian/lentera-hidup/read/2017/01/25/110363/waspadai-benci-arab-benci-rasulullah.html Wed, 25 Jan 2017 02:28:12 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=110363

سَلْمَانَ، قَالَ: قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَا سَلْمَانُ لَا تَبْغَضْنِي فَتُفَارِقَ دِينَكَ، قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ […]

The post Waspadai! Benci Arab, Benci Rasulullah appeared first on Hidayatullah.com.

]]>

سَلْمَانَ، قَالَ: قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَا سَلْمَانُ لَا تَبْغَضْنِي فَتُفَارِقَ دِينَكَ، قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ أَبْغَضُكَ وَبِكَ هَدَانَا اللَّهُ؟

.قَالَ: تَبْغَضُ العَرَبَ فَتَبْغَضُنِي

Artinya: Dari Salman Radhiyallahu ‘anhu, “Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah bersabda,’Wahai Salman, janganlah engkau membenciku, dengan begitu maka engkau akan meninggalkan dien-mu’. Aku berkata,’Wahai Rasulullah, bagaimana aku membenci paduka sedangkan melalui paduka Allah memberi petunjuk kepada kami?’ Rasulullah bersabda,’Engkau membenci Arab, maka engkau membenciku'”. (Riwayat At Tirmidzi, hadits hasan gharib)

Ketika seseorang membenci bangsa Arab secara umum, maka ia telah membenci Rasulullah secara khusus atau ketika ia membenci bangsa Arab, maka hal itu bisa membuatnya membenci Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam. Maka hendaklah kita mewaspadai akan hal ini (lihat, Tuhfah Al Ahwadzi, 9/398).

The post Waspadai! Benci Arab, Benci Rasulullah appeared first on Hidayatullah.com.

]]>
110363
Misk, Rajanya Parfum http://www.hidayatullah.com/kajian/lentera-hidup/read/2016/12/25/108333/misk-rajanya-parfum.html Sat, 24 Dec 2016 21:30:29 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=108333

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: مِنْ خَيْرِ طِيْبِكُمْ المِسْكُ –النسائي Artinya: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,”Yang terbaik dari […]

The post Misk, Rajanya Parfum appeared first on Hidayatullah.com.

]]>

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: مِنْ خَيْرِ طِيْبِكُمْ المِسْكُ –النسائي

Artinya: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,”Yang terbaik dari wewangian kalian adalah (minyak) misik.” (Riwayat An Nasa’ai dan dishahihkan oleh Al Hafidz As Suyuthi)

Al Munawi menjelaskan bahwasannya sebaik-baik wewangian bagi laki-laki adalah minyak misik, sesungguhnya minyak misik itu warnanya tidak terlihat namun harumnya semerbak.

Bahwasannya minyak misik adalah wewangian yang paling harum secara mutlak menurut beberapa khabar. (Faidh Al Qadir. (6/14)

The post Misk, Rajanya Parfum appeared first on Hidayatullah.com.

]]>
108333
Memperindah Shaf Shalat http://www.hidayatullah.com/kajian/lentera-hidup/read/2016/11/24/106060/berbaikilah-shaf-shalat.html Wed, 23 Nov 2016 21:38:44 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=106060

 قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أَحْسِنُوا إِقَامَةَ الصُّفُوْفِ فِى الصَّلَاةِ -ابن حبان Artinya: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,”Perbaguslah […]

The post Memperindah Shaf Shalat appeared first on Hidayatullah.com.

]]>

 قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أَحْسِنُوا إِقَامَةَ الصُّفُوْفِ فِى الصَّلَاةِ -ابن حبان

Artinya: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,”Perbaguslah dalam pembentukan shaf-shaf dalam shalat.” (Riwayat Ibnu Hibban dalam Ash Shahih)

Maksudnya adalah, sempurnakanlah shaf dan tutuplah celahnya. Sedangkan perintah mengenai hal ini sifatnya sunnah.

Dan disunnahkan pula jika masjid berukuran besar, maka imam memerintahkan kepada seorang laki-laki untuk meluruskan shaf, berkeliling memeriksa dan menyeru akan hal itu. Demikian pula disunnahkan kepada siapa saja yang hadir untuk ikut menyeru akan hal itu, karena termasuk bagian dari amar ma’ruf dan dan tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan.

Dalam Al Majmu’ disebutkan bahwa maksud dari menyelaraskan shaf adalah menyempurnakan shaf  yang terdepan kemudian shaf-shaf setelahnya serta menutup celah dan penjagaan akan hal itu oleh siapa saja yang berdiri di shaf, dimana posisinya tidak lebih maju dibanding siapa saja yang berada di sampingnya. (Lihat, Faidh Al Qadir, 1/192)

 

The post Memperindah Shaf Shalat appeared first on Hidayatullah.com.

]]>
106060