Hikmah – Hidayatullah.com http://www.hidayatullah.com Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran Wed, 01 Nov 2017 15:28:51 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.8.3 Berlomba Manghafal Kitab antara Imam An Nawawi dengan Al Baji http://www.hidayatullah.com/kajian/hikmah/read/2017/10/31/126828/berlomba-manghafal-kitab-antara-imam-nawawi-dengan-al-baji.html Mon, 30 Oct 2017 19:32:48 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=126828

IMAM AN NAWAWI dan Imam Alauddin Al Baji merupakan sahabat karib dalam menuntut ilmu, dan kedua-duanya berlomba-lomba dalam keilmuan. Hingga […]

(Sholah Salim,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

IMAM AN NAWAWI dan Imam Alauddin Al Baji merupakan sahabat karib dalam menuntut ilmu, dan kedua-duanya berlomba-lomba dalam keilmuan. Hingga suatu saat kedua ulama tersebut sama-sama menghafal kitab At Tanbih karya Imam Abu Ishaq Asy Syirazi.

Imam  Alauddin  Al Baji pun berkisah,”Suatu saat aku dan An Nawawi memulai untuk menghafal kitab At Tanbih, ia pun mendahului aku hafal setengah awal kitab,  namun kemudian aku mendahuluinya hingga khatam.” (Thabaqat Asy Syafi’iyyah Al Kubra, 10/341)

(Sholah Salim,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Ulama Perlakukan Benda Mati Seperti Makhluk Hidup http://www.hidayatullah.com/kajian/hikmah/read/2017/10/14/125671/ulama-perlakukan-benda-mati-seperti-makhluk-hidup.html Sat, 14 Oct 2017 14:55:15 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=125671

SYEIKH ALI AL KHAWWAS menyatakan,”Termasuk syarat berakhlak dengan kasih sayang adalah memperlakukan benda-benda mati seperti makhluk hidup.” Dengan demikian, Syeikh […]

(Sholah Salim,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

SYEIKH ALI AL KHAWWAS menyatakan,”Termasuk syarat berakhlak dengan kasih sayang adalah memperlakukan benda-benda mati seperti makhluk hidup.”

Dengan demikian, Syeikh Ali Al Khawwas selalu meletakkan gerabah air pelan-pelan, sebagaimana ia memperlakukan makhluk hidup.

Selain itu, guru dari Imam Asy Sya’rani ini selalu memenuhi bejana minum anjing-anjing di kampungnya, dimana ia berkata,”Mereka makhluk-makhluk malang, tidak mampu mememenuhi air minum mereka sendiri dari sumur, sedangkan ketika mereka haus, manusia pun menghalangi mereka masuk rumah dan masuk ke kandang ternak untuk minum air dari minuman ternak, karena taku terkena najis. (Lawaqih Al Anwar Al Qudsiyyah, hal. 401).

 

(Sholah Salim,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Ulama Menghindarkan Semut Dari Mara Bahaya http://www.hidayatullah.com/kajian/hikmah/read/2017/10/11/125420/ulama-menghindarkan-semut-dari-mara-bahaya.html Tue, 10 Oct 2017 19:19:11 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=125420

SYEIKH ALI AL KHAWWAS adalah ulama sufi yang tidak hanya memperhatikan interaksi dengan manusia, namun interkasi dengan hewan pun amat […]

(Sholah Salim,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

SYEIKH ALI AL KHAWWAS adalah ulama sufi yang tidak hanya memperhatikan interaksi dengan manusia, namun interkasi dengan hewan pun amat diperhatikan. Syeikh Ali Al Khawwas sering mencari-cari lubang semut di rumahnya dan menaruh remah-remah roti di depannya.

Sautu saat Syeikh Ali Al Khawwas berkata mengenai perbuatannya itu,”Semut jika ia lapar, maka ia terpaksa keluar dari sarangnya mencari makanan. Dalam keadaan demikian ia berada dalam mara bahwa, terkadang ia jatuh ke liang, terkadang ia terinjak hingga ia mati atau kakinya patah. Dengan memberinya makanan di depan sarangnya maka semut itu tidak perlu keluar untuk menantang bahaya karena mencari makanan.” (Lawaqih Al NAwar Al Qudsiyyah, hal. 401).

(Sholah Salim,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Memeriksa Seluruh Anggota Badan untuk Minta Ampun http://www.hidayatullah.com/kajian/hikmah/read/2017/10/09/125353/memeriksa-seluruh-anggota-badan-untuk-minta-ampun.html Mon, 09 Oct 2017 11:23:40 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=125353

SYEIKH ALI AL KHAWWAS sellau memeriksa seluruh anggota badannya, dari kepala hingga telapak kaki. Hal itu dilakukannya setiap hari, pagi […]

(Sholah Salim,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

SYEIKH ALI AL KHAWWAS sellau memeriksa seluruh anggota badannya, dari kepala hingga telapak kaki. Hal itu dilakukannya setiap hari, pagi dan petang. Kemudian ia bertaubat kepada Allah dari dosa yang dilakukan anggota-anggota tersebut di hari dan malam itu, lebih-lebih maksiat yang dilakukan oleh telinga, mata, lisan dan hati.

Syeikh Ali Al Khawwas menyatakan bahwa istighfar memperlambat murka Allah Ta’ala. Syeikh Ali Al Khawwas juga berkata behawa dengan sitighfar maka tidak ada sisa dosa dalam diri seseorang, terlebih-lebih bagi orang yang dekat dengan kematian sedangkan tidak memiliki amalan yang banyak, maka yang paling bermanfaat adalah istighfar. (Lawaqih Al ANwar Al Qudsiyah, hal. 273).

 

(Sholah Salim,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Nuruddin Zanki, Dengar Hadits Langsung Diamalkan http://www.hidayatullah.com/kajian/hikmah/read/2017/10/05/124969/nuruddin-zanki-dengar-hadits-langsung-diamalkan.html Thu, 05 Oct 2017 14:06:48 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=124969

SYEIKH ABU BARAKAT HASAN BIN HIBATULLAH suatu saat datang bersama pamannya di majelis hadits Al Hafidz Ibnu Asakir, yang juga […]

(Sholah Salim,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

SYEIKH ABU BARAKAT HASAN BIN HIBATULLAH suatu saat datang bersama pamannya di majelis hadits Al Hafidz Ibnu Asakir, yang juga dihadiri oleh sulthan Nuruddin Zanki.

Saat itu pembacaan sampai kepada hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah Shalllahu Alaihi Wasallam menyelempangkan tali pedang di pundak. Nuruddin pun berkata,”Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menyelempangkan tali pedang”, dengan menampakkan rasa takjubnya akan hal itu, karena itu bertolak belakang dengan kebiasaan tentara saat itu yang mengaitkan pedang di pinggang.

Keesokan harinya Syeikh Abu Barakat melihat Nuruddin Zanki keluar dari bentengnya dengan menunggang kuda dan tali pedangnya diselempangkan, demikian juga pasukan mengikutinya dengan pedang yang diselempangkan talinya ke pundak. (Ar Raudhatain fi Akhbari Ad Daulatain, 1/12)

(Sholah Salim,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
2 Penguasa yang Malakukan Rihlah Menyima’ Hadits http://www.hidayatullah.com/kajian/hikmah/read/2017/09/29/124566/2-penguasa-yang-malakukan-rihlah-menyima-hadits.html Thu, 28 Sep 2017 18:32:37 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=124566

AL QADHI AL FADHIL dalam salah satu risalahnya menyampaikan,”Aku tidak mengetahui adanya seorang raja yang melakukan rihlah dalam menuntut ilmu, […]

(Sholah Salim,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

AL QADHI AL FADHIL dalam salah satu risalahnya menyampaikan,”Aku tidak mengetahui adanya seorang raja yang melakukan rihlah dalam menuntut ilmu, kecuali Ar Rasyid. Sesungguhnya ia melakukan perjalanan bersama kedua puteranya Al Amin dan Al Ma’mun untuk menyima’ Al Muwaththa’ dari Imam Malik.”

Kemudian AL Qadhi Al Fadhil berkata,”Kemudian Sulthan Shalahuddin bin Ayyub melakukan rihlah ke Iskandariyah untuk menyima’ Al Muwaththa’ dari Ubnu Thahir bin ‘Auf  dan aku belum mengetahui orang ke tiga dari keduanya. (Tarikh Al Khulafa’ li As Suyuthi, hal. 249)

(Sholah Salim,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Shalahuddin Sima’ Hadits Diantara Dua Barisan Pasukan yang Siap Berperang http://www.hidayatullah.com/kajian/hikmah/read/2017/09/26/124400/shalahuddin-sima-hadits-diantara-dua-barisan-pasukan-yang-siap-berperang.html Mon, 25 Sep 2017 20:38:09 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=124400

SHALAHUDDIN AL AYUBI adalah seorang pemimpin yang amat mencintai hadits.Shalahuddin tetap berusaha untuk menyima’ hadits meski dalam kondisi genting. Shalahuddin […]

(Sholah Salim,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

SHALAHUDDIN AL AYUBI adalah seorang pemimpin yang amat mencintai hadits.Shalahuddin tetap berusaha untuk menyima’ hadits meski dalam kondisi genting.

Shalahuddin sendiri pernah menyima’ hadits di antara dua barisan pasukan, pasukan musuh dan pasukannya sendiri. Saat itu Shalahuddin mengatur pasukannya, ia berdiri di hadapan pasukannya membelakangi pasukan musuh. Baha’uddin Syaddad pun berkata kepada Shalahuddin,”Hadits telah dibaca di tempat-tempat mulia, belum ada kabar ia dibaca di antara dua shaff, kalau Paduka mau memulainya, maka hal itu perkara yang baik.” Akhirnya Shalahuddin pun mengeluarkan juz’ hadits dan menghadirkan siapa yang memiliki periwayatan mengenai juz’ itu, hingga hadits dibaca di antara dua shaff, sedangkan mereka berada di atas pelana kuda, kadang berhenti dan kadang berjalan. (An Nawadir Ash Shulthaniyah, hal. 54)

(Sholah Salim,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Shalahuddin Al Ayubi Tolong “Wanita Salib” Temukan Anaknya http://www.hidayatullah.com/kajian/hikmah/read/2017/09/21/124087/shalahuddin-al-ayubi-tolong-wanita-salib-temukan-anaknya.html Thu, 21 Sep 2017 12:04:22 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=124087

SHALAHUDDIN AL AYUBI ketika berhadapan dengan pasukan Salib, ia ditemui oleh prajurit garis depan, yang membawa seorang wanita yang terlihat […]

(Sholah Salim,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

SHALAHUDDIN AL AYUBI ketika berhadapan dengan pasukan Salib, ia ditemui oleh prajurit garis depan, yang membawa seorang wanita yang terlihat amat ketakutan, dan terus-menerus menangis. Prajurit itu pun menyampaikan,”wanita ini keluar dari kamp pasukan Salib, dan memohon untuk bisa menghadap Anda.”

Melalui penerjemah, wanita itu menyatakan bahwa para penculik dari umat Islam memasuki tendanya tadi malam dan menculik anak perempuannya yang masih kecil. Karena peristiwa itu wanita tersebut meminta pertolongan kesana-kemari selama seharian. Hingga ada dari mereka yang berkata kepada perempuan itu,”Sultan Shalahuddin adalah orang yang baik hati, kami akan mengeluarkanmu agar engkau bisa bertemu dengan Sultan untuk menemukan anaknya.” Akhirnya pasukan Salib pun membawa wanita itu keluar wilayah yang mereka kuasai. Wanita itu pun berkata,”aku tidak tahu mengenai keadaan anakku, kacuali dari Anda.”

Saat itu Shalahuddin pun meneteskan air matanya, setelah mengetahu apa yang terjadi. Ia pun segera memerintahkan seseorang untuk ke pasar dan mencari anak kecil itu, dan siapa yang telah membelinya, kemudian menebusnya, lalu mendatangkan anak itu kepadanya.

Esok harinya datanglah seorang penunggang kuda dengan anak perempuan di pundaknya saat melihatnya wanita tersebut pun jatuh menangis, membiarkan wajahnya menggesek tanah. Orang-orang yang ada di sekitarnya pun ikut menangis, lalu anita itu pun mengangkat kedua tangannya ke langit, seraya berucap kata-kata yang tidak dimengerti oleh mereka.

Kemudian, diserahkanlah anak kecil itu pada wanita itu, lalu pun diantar kembali oleh para prajurit menuju perkemahan pasukan Salib. (An Nawadir Ash Shulthaniyah, hal. 68,69)

 

(Sholah Salim,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Ayah Menulis Kitab, Putrinya Menghafalnya, Menantu Mensyarahnya http://www.hidayatullah.com/kajian/hikmah/read/2017/09/16/123747/ayah-menulis-kitab-putrinya-menghafalnya-menantu-mensyarahnya.html Fri, 15 Sep 2017 21:02:22 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=123747

ABU BAKR AL KASYANI adalah seorang ulama besar madzhab Hanafi, penulis karya Bada`i` Ash Shana`i`. Al Al Kasyani membaca kitab […]

(Sholah Salim,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

ABU BAKR AL KASYANI adalah seorang ulama besar madzhab Hanafi, penulis karya Bada`i` Ash Shana`i`. Al Al Kasyani membaca kitab sebagian besar At Tuhfah kepada gurunya Ala`uddin As Samarqandi, yang tidak lain merupakan pemulis kitab itu sendiri. Sang guru sendiri memiliki seorang puteri yang cantik jelita, yang berhasil hafal kitab At Tuhfah tersebut.

Setelah mensyarah At Tuhfah, dengan nama Bada`i` Ash Shana`i`, Al Kasyani pun menunjukkan syarhnya itu kepada gurunya. Sang guru pun semakin senang, hingga akhirnya ia dinikahkan dengan puterinya, dengan kitab Bada`i` Ash Shana`i` sebagai maharnya. Hal ini menyebabkan banyak orang berkata,”Mensyarah kitabnya, dinikahkan dengan puterinya.” (Thabaqat Al Hanafiyah, 2/244)

(Sholah Salim,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Ammah Al Wahid, Ulama Wanita yang Berfatwa http://www.hidayatullah.com/kajian/hikmah/read/2017/09/12/123504/ammah-al-wahid-ulama-wanita-yang-berfatwa.html Tue, 12 Sep 2017 12:52:28 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=123504

AMMAH AL WAHID merupakan puteri dari ulama besar Asy Syafi’iyah yang merupakan puteri dari Al Qadhi Al Mahamili. Ammah Al Wahid […]

(Sholah Salim,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

AMMAH AL WAHID merupakan puteri dari ulama besar Asy Syafi’iyah yang merupakan puteri dari Al Qadhi Al Mahamili. Ammah Al Wahid hafal akan Al Qur`an, demikian juha ilmu fiqih, al faraidh, nahwu dan ilmu-ilmu lainya.

Karena kemampuan ilmu madzhab Asy Syafi’i dimiliki Ammah Al Wahid saat itu termasuk jajaran ulama yang berfatwa. Saat itu, selain Ammah Al Wahid, Abu Ali bin Abi Hurairah juga berfatwa. (Syadzrat Adz Dzahab, 33/88)

(Sholah Salim,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>