Saintek – Hidayatullah.com http://www.hidayatullah.com Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran Thu, 07 Sep 2017 13:29:53 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.8.1 Shalat Meteor, Mengapa Tidak? http://www.hidayatullah.com/iptekes/saintek/read/2017/03/23/113707/shalat-meteor-mengapa-tidak.html Thu, 23 Mar 2017 02:19:49 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=113707

Bayangkan jika itu semua harus diikuti dengan shalat, maka setiap detik kita akan dianjurkan shalat karena terjadinya fenomena kebesaran Allah tersebut

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Oleh: Catur Sriherwanto

 

TANGGAL 4 April 2015 lalu terjadi Gerhana Bulan. Kaum Muslimin diajak oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menunaikan Shalat Gerhana. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah Muhammad Shalallahu alaihi Wassallam. 

“ … kemudian Beliau (SAW) berbalik badan dan matahari mulai terang, lalu dia berkhutbah di hadapan manusia, beliau memuji Allah dengan berbagai pujian, kemudian bersabda: Sesungguhnya (gerhana) matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah, keduanya terjadi bukan karena wafatnya seseorang dan bukan pula lahirnya seseorang. Jika kalian menyaksikannya, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, shalat, dan bersedehkahlah.” (HR. Bukhari No. 1044)

Meskipun gerhana ini hanyalah sedikit di antara sekian banyak tanda-tanda kebesaran Allah yang tak terhitung, namun menariknya kita dianjurkan shalat gerhana.

Padahal fenomena meteor yang melintasi bumi, tsunami laut, gunung meletus, hujan badai, dan lain sebagainya juga merupakan tanda-tanda kebesaran Allah. Namun tidak ada yang namanya shalat meteor, shalat vulkanik, shalat hujan badai, dan semacamnya. Mengapa demikian?

Wallaahu a’lam. Yang pasti Jika setiap tanda-tanda kebesaran Allah yang kita saksikan harus diikuti oleh shalat, maka betapa beratnya hidup ini. Karena setiap detak jantung, setiap desah nafas, dan setiap kedipan mata adalah tanda-tanda kebesaran Allah pula.

Baca: Adab Muslim terhadap Fenomena Gerhana Matahari

Bayangkan jika itu semua harus diikuti dengan shalat, maka setiap detik kita akan dianjurkan shalat karena terjadinya fenomena kebesaran Allah tersebut.

Sungguh, betapa tidak nyamannya hidup ini jika harus shalat satu kali setiap detik, atau setara dengan shalat 60 kali setiap menit, 3.600 kali setiap jam, dan 86.400 kali setiap 24 jam alias sehari semalam. Manusia mana yang sanggup? Sungguh, Allah Yang Maha Penyayang tidak membebani hamba-Nya dengan sesuatu yang tidak sanggup dipikulnya.

Yang jelas, ada hal istimewa seputar gerhana bulan dan matahari, di mana kaum Muslimin dianjurkan untuk shalat sunnah dalam rangka mengagungkan Allah atas  tanda-tanda kebesaran-Nya tersebut.

Yah, fenomena yang terkait erat dengan bumi, bulan, matahari besarta pergerakannya. Tentang hal ini Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, jika Dialah yang kamu hendak sembah.” (QS. Fushilat: 41).

Baca: Bijak dengan Peristiwa Alam Gerhana Matahari Total

Saat seseorang menulis karya untuk dibaca orang lain, apakah itu cerpen, essay, karya ilmiah, skripsi, surat resmi maupun artikel, maka sang penulis pastilah memilih kata dengan hati-hati. Setiap kata dipilih, ditempatkan, dan dirangkaikan dengan kata lain agar memiliki makna tertentu.

Demikian halnya, setiap kata dalam Al Qur’an sudah pasti memiliki makna mendalam yang luar biasa, karena Allah-lah yang merangkai huruf demi huruf, dan kata demi kata dalam Al Qur‘an.

Kata “malam“ dan “siang“ dalam ayat yang dinukil sebelumnya sudah pasti bukanlah fenomena biasa, bukan sekadar perlambang gelap dan terang. Malam dan siang terjadi karena rotasi bumi, yakni perputaran bumi pada porosnya. Pernahkah kita merenung, fenomena apa saja yang bakal terjadi jika Allah secara mendadak menghentikan rotasi bumi?

Jika Allah tiba-tiba memerintahkan bumi berhenti berputar pada sumbunya, maka planet yang kita huni ini akan berhenti mendadak dari kecepatan berputarnya  ± 1670 km/jam (sekitar 460 m/detik di wilayah khatulistiwa). Bayangkan jika kita berada di kendaraan bak terbuka dengan kecepatan seperti itu, lalu sang supir menginjak rem secara tiba-tiba sehingga kendaraan yang kita tumpangi mendadak berhenti, apa yang terjadi? Sudah pasti seluruh isi mobil bak akan terlempar keluar.

Yah benar, jika bumi mendadak berhenti berotasi, maka seluruh yang ada di permukaan bumi akan terlempar berhamburan ke atmosfer. Semua manusia, binatang, tumbuhan, tanah, air laut, danau, sungai, bangunan, dan apa pun yang ada di muka bumi, yang tidak tertancap kuat pada kerak bumi, akan terlempar ke udara. Air laut terlempar ke daratan, terjadi gelombang laut tsunami mahadahsyat dalam waktu singkat. Setelah beterbangan di udara sekian lama, maka semua benda itu akan jatuh kembali  dan luluh lantak menghantam bumi. Yang tampak adalah kebinasaan dan kehancuran di seantero bumi.

Baca:  Ada Pesan Allah di Setiap Kejadian Alam Semesta

Selain itu, malam dan siang tidak lagi masing-masing 12 jam lamanya. Tapi bumi akan mengalami 6 bulan malam dan 6 bulan siang. Hanya ada sekali siang dan sekali malam dalam satu tahun. Permukaan bumi yang mengalami siang selama 6 bulan akan dipanggang oleh sinar matahari selama itu. Tetumbuhan dan permukaan bumi akan mengering. Sebaliknya, malam selama 6 bulan akan menjadikan separuh permukaan bumi lainnya gulita dan sedingin es.

Berhenti berputarnya bumi berarti pula hilangnya bentuk bulat telur bumi. Daerah equator yang menonjol akibat rotasi, akan kehilangan tonjolannya sehingga bumi akan berbentuk bulat bola. Akibatnya air laut di daerah equator akan surut dan mengalir membanjiri wilayah sekitar kutub utara dan selatan, sehingga kota-kota, daratan, dan benua di wilayah paling utara dan paling selatan bumi akan tenggelam. Sebaliknya terdapat benua raksasa ibarat sabuk daratan tunggal yang mengitari wilayah equator.

Sinar matahari yang kita nikmati ini adalah sinar yang sebenarnya bercampur dengan sinar dan radiasi berbahaya. Namun sinar dan radiasi berbahaya ini telah disaring oleh sabuk Van Allen yang menyelimuti bumi, sehingga tidak bisa masuk ke atmosfer bumi. Hanya sinar-sinar yang aman dan dibutuhkan kehidupan di bumi saja yang bisa tembus dan sampai ke kita.

Baca:  Bukti Sains Dalam Al-Qur’an [1]

Sabuk Van Allen adalah medan magnet raksasa yang membungkus bumi, yang terjadi akibat rotasi bumi. Berhentinya rotasi bumi akan melemahkan lapisan Van Allen, yang selama ini melindungi kehidupan di bumi dari radiasi kosmik dan pancaran partikel-partikel berenergi tinggi berbahaya lainnya yang berasal dari aktifitas benda-benda ruang angkasa. Singkat kata, jika bumi berhenti mengitari sumbunya, maka tidak ada lagi perlindungan sabuk Van Allen terhadap bumi, dan kehidupan di bumi bakal musnah oleh hantaman sinar dan radiasi berbahaya dari matahari maupun benda angkasa lainnya.

Singkat kata, “malam dan siang“ bukanlah sekedar dua kata sederhana perlambang gelap dan terang. “Malam dan siang“ adalah fenomena mahadahsyat, dua di antara sekian banyak tanda-tanda Kebesaran Sang Pencipta, Allah Subhanahu Wata‘ala. Tanpa malam dan siang, takkan ada kehidupan di bumi senyaman sekarang. Mahasuci Allah, Pencipta satu-satunya yang patut kita sembah.*

Penulis doctor of natural sciences dari Universität Hamburg, Germany. Kini bekerja di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Jejak Urine di Kolam Renang Bisa Mencapai Puluhan Liter http://www.hidayatullah.com/iptekes/saintek/read/2017/03/06/112884/jejak-urine-di-kolam-renang-bisa-mencapai-puluhan-liter.html Mon, 06 Mar 2017 02:31:14 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=112884

Ternyata ACE muncul di dalam semua sampel yang diteliti sehingga para peneliti bisa memperkirakan secara kasar berapa banyak urine yang terkandung di dalam kolam renang

(Panji Islam,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com–Sejumlah peneliti di Kanada telah menemukan cara untuk mengetahui seberapa banyak urine di dalam kolam renang.

Pada kolam renang berisi 833.000 liter air, misalnya, para peneliti memperkirakan rata-rata ada sekitar 75 liter air seni. Adapun di kolam renang berisi 416.000 liter air, sebanyak 30 liter di antaranya merupakan urine.

Estimasi tersebut muncul setelah para peneliti dari Universitas Alberta, Kanada, menganalisa lebih dari 250 sampel air di 31 kolam renang dan pemandian air panas yang terdapat di dua kota yang tidak disebutkan namanya.

Untuk mengetahui keberadaan jejak urine, para peneliti mencari acesulfame potassium (ACE) di dalam sampel air kolam renang. Zat itu merupakan pemanis buatan yang umum dikonsumsi khalayak dan dikeluarkan tubuh manusia melalui air seni.

Ternyata ACE muncul di dalam semua sampel yang diteliti sehingga para peneliti bisa memperkirakan secara kasar berapa banyak urine yang terkandung di dalam kolam renang.

Baca: Apa Jadinya jika Semua Orang Pipis di Laut?

Lindsay Blackstock, salah satu ilmuwan yang terlibat dalam penelitian tersebut, mengatakan bahwa “satu-satunya penjelasan logis mengapa itu (zat ACE) muncul dalam taraf yang tinggi di dalam kolam renang dan pemandian air panas ialah karena urine,” kutip BBC.

Asumsi itu kemudian dikuatkan oleh hasil survei berisi pengakuan sejumlah responden.

“Meskipun dipandang tabu, 19% orang dewasa mengaku telah buang air kecil di dalam kolam renang setidaknya satu kali,” tulis para peneliti dalam catatan kajian mereka.

Imbas kesehatan

Meski kadar urine dalam beberapa kasus hanya mencapai 0,01%, hal itu cukup membahayakan bagi kesehatan.

Ketika bercampur dengan klorin atau kaporit di dalam kolam renang atau pemandian air panas, urine bisa turut membentuk ‘produk sampingan’ seperti zat trichloramine yang bisa membahayakan.

Baca: India akan Gunakan Air Kencing Sapi untuk Bersihkan Gedung Pemerintah

Zat tersebut berpotensi menyebabkan iritasi mata, masalah pada pernapasan, dan ditengarai terkait dengan asma yang diderita orang-orang yang menghabiskan waktu selama berjam-jam di kolam renang, seperti pembersih kolam dan perenang profesional.

Lindsay Blackstock mengatakan cairan kimia di kolam renang, seperti klorin yang membantu mencegah penularan penyakit di dalam air, bukanlah masalah. Problem yang sebenarnya, menurutnya, adalah manusia.

“Jika Anda buang air kecil di dalam kolam, Anda turut menimbulkan potensi risiko kesehatan,” tutupnya.*

(Panji Islam,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Astronom Temukan 60 Planet Baru http://www.hidayatullah.com/iptekes/saintek/read/2017/02/16/111904/astronom-temukan-60-planet-baru.html Thu, 16 Feb 2017 01:48:21 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=111904

Salah satu dari planet itu dikenal Gliese 411b, planet yang dianggap jauh lebih panas dari bumi dan keempat paling dekat Matahari

(Panji Islam,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com–Para astronom dipimpin sekelompok peneliti dari University of Hertfordshire menemukan 60 buah planet baru yang mengorbit bintang.

Melalui penelitian yang dilakukan, salah satu dari planet itu dikenal sebagai Gliese 411b yaitu planet yang dianggap jauh lebih panas dari bumi dan keempat paling dekat dengan Matahari.

Kepala peneliti itu, Dr. Mikko Tuomi mengatakan, sangat menakjubkan ketika melihat bintang-bintang yang dekat tata surya memiliki planet sendiri untuk mengorbit.

Mencari Sains Islam

“Ia adalah salah satu dari hal yang sulit untuk diyakinkan oleh astronom sebelum ini meskipun dalam waktu singkat yaitu sekitar lima tahun lalu,” katanya dikutip dari Independent, Selasa (14/2/2017).

Selain menemukan planet baru, mereka juga menemukan bukti keberadaan 54 buah planet lain pada waktu yang sama.

Situasi itu membuat jumlah keseluruhan planet yang berhasil dideteksi dalam sistem alam semesta sejauh ini adalah sebanyak 114 buah.

Mengungkap Kebenaran Wahyu Melalui Fakta Ilmiah

Meskipun begitu, hasil penelitian tersebut hanya diperoleh dalam waktu lebih 20 tahun ketika 61.000 individu diperlukan untuk mengamati sekitar 1.600 bintang oleh sekelompok astronom Amerika Serikat (AS) di Hawaii.

Proses pengamatan merupakan bagian dari Tinjauan Lick-Carnegie exoplanet,  dikatakan dimulai sejak tahun 1996 dengan melibatkan dua astronom dari University of California yaitu Steve Vogt dan Geoffrey Marcy.*

(Panji Islam,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Riset: Gen Y Australia Paling Tak Bahagia http://www.hidayatullah.com/iptekes/saintek/read/2017/02/09/111452/riset-gen-y-australia-paling-tak-bahagia.html Thu, 09 Feb 2017 04:35:39 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=111452

Mayoritas mereka berpandangan negatif. Hanya 4% percaya dapat menikmati kehidupan bahagia

(Panji Islam,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com–Generasi Y di Australia dikategorikan sebagai generasi paling tidak bahagia di dunia, demikian menurut laporan penelitian global yang dirilis Deloitte pada Rabu, dikutip kantor berita China Xinhua hari Rabu.

Penelitian ini juga menemukan kekhawatiran tentang masa depan turut meningkat dalam kalangan Generasi Y di seluruh dunia namun tetap optimis mereka berupaya untuk melakukan perubahan.

Sebanyak 7.900 Generasi Y dari 30 negara terlibat dengan penelitian itu, 300 tinjauan dilakukan di Australia.

Generasi “Y” dan Generasi “554”

Di Australia ditemukan generasi itu tidak senang berhubungan dengan karir mereka dan terlihat cendurung untuk bertukar pekerjaan dalam waktu dua tahun.

Jika dibandingan dengan teman sebaya di tempat lain 58 persen darinya mengatakan hal sama dibandingkan putara dunia adalah 38 persen.

Mereka tergolong dalam generasi Y di Australia adalah yang lahir antara tahun 1982 sampai 1999. Mereka adalah kelompok anak muda yang juga disebut generasi milenium usianya di bawah 37 tahun.

Aksi 212 dan 5 Fenomena Lahirnya Generasi Baru

Kebanyakan mereka berpandangan negatif dan hanya delapan persen saja percaya yang keluarga mereka memiliki posisi keuangan teguh dan empat persen lagi percaya dapat menikmati kehidupan bahagia.

COO Deloitte David Hill mengatakan, kebanyakan pandangan negatif dari generasi itu karena ketidakmampuan untuk memasuki pasar properti yang mana rekan mereka terdahulu mampu lakukan sebelum ini.

Selain itu, kekhawatiran lain yang diutarakan Generasi Y adalah masalah terorisme mencakup 30 persen, pidana 27 persen dan perubahan iklim 26 persen.*

(Panji Islam,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Vatikan Rilis Sindr, App untuk Menemukan Tempat Pengakuan Dosa http://www.hidayatullah.com/iptekes/saintek/read/2016/11/24/106074/vatikan-rilis-sindr-app-untuk-menemukan-tempat-pengakuan-dosa.html Thu, 24 Nov 2016 00:17:33 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=106074

App itu diluncurkan di depan Basilika St. Peter di Vatikan pada hari Selasa (22/11/2016) dan akan bisa dipakai khalayak mulai awal 2017.

(Ama Farah,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com—Gereja-gereja semakin sepi jemaat, tetapi Vatikan tidak kehilangan akal. Agar jemaatnya bisa mudah menemukan gereja terdekat dirilislah sebuah aplikasi yang disebut “Sindr”.

Catholic App, nama resmi aplikasi itu, menggunakan teknologi GPS untuk membimbing para pelaku dosa dan jiwa orang yang tersesat menemukan kembali arahnya, menuju gereja terdekat untuk mengikuti misa atau mengungkapkan pengakuan dosa.

Sindr dikembangkan dan dirilis oleh Keuskupan Agung St. Andrews dan Edinburgh. App itu diyakini sebagai “confession finder” (alat untuk menemukan tempat pengakuan dosa, alias gereja) pertama di dunia. Istilah Sindr merupakan istilah tidak resmi untuk aplikasi tersebut, yang terdiri dari gabungan kata “sin” (dosa) dan “finder” (alat untuk menemukan tempat, dsb)

App itu diluncurkan di depan Basilika St. Peter di Vatikan pada hari Selasa (22/11/2016) dan akan bisa dipakai khalayak mulai awal 2017.

“Idenya benar-benar inspirasi oleh Bapa Suci sendiri,” kata Uskup Agung Edinburgh Leo Cushley kepada Vatican Radio seperti dikutip RT.

“Beliau (Paus Fransiskus) mengatakan berimajinasilah tentang apa yang akan dilakukan untuk Holy Year of Mercy,” imbuhnya, merujuk tahun khusus pengampunan segala dosa bagi umat Katolik, yang baru berakhir Ahad lalu (20/11/2016).

App tersebut menggunakan teknologi buatan Musemantik, sebuah firma software Skotlandia, dan akan tersedia di perangkat iPhone dan tablet.

Data yang dibenamkan dalam app itu berupa seluruh 110 paroki yang berada dalam wilayah kerja keuskupan St. Andrews dan Edinburgh, yang mencakup daerah seluas kira-kira 2.000 mil persegi.

Lima keuskupan lain di Skotlandia kabarnya juga tertarik membeli aplikasi buatan Musematik itu.*

(Ama Farah,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Orang Tua Inggris Yakini Media Sosial ‘Rusak’ Perkembangan Moral http://www.hidayatullah.com/iptekes/saintek/read/2016/07/20/97951/orang-tua-inggris-yakini-media-sosial-rusak-perkembangan-moral.html Wed, 20 Jul 2016 02:28:27 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=97951

Hanya 15% menyatakan situs seperti Facebook berpengaruh positif pada karakter anak muda, sementara 40% khawatir

(Ahmad,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com–Sebagian besar orang tua di Inggris meyakini media sosial merusak perkembangan moral anak-anak mereka, seperti terungkap dalam sebuah laporan.

Lebih setengah (55%) dari 1.700 orang tua dengan anak berumur 11 sampai 17 tahun sangat sepakat bahwa media sosial menghambat atau bahkan merusak perkembangan moral, kutip BBC, Selasa (19/07/2016).

Jajak ini merupakan bagian dari proyek Uiversitas Birmingham, Inggris tengah.

Salah seorang penelitinya, Blaire Morgan, mengaku sebagian temuan tersebut mengejutkan.

“Bukan hanya tingkat kesepakatan yang rendah bahwa media sosial dapat meningkatkan atau mendukung perkembangan karakter atau moral anak muda.”

“Sementara orang tua mengakui kebijaksanaan moral seperti cinta, keberanian, dan kebaikan, didukung oleh situs jaringan sosial, namun mereka enggan menyepakati bahwa situs-situs ini membawa pengaruh positif pada sifat anak.”

Hanya 15% menyatakan situs seperti Facebook berpengaruh positif pada karakter anak muda, sementara 40% khawatir atau sangat khawatir bahwa media sosial kemungkinan bisa membawa pengaruh merusak pada anak-anak.

Penelitian BBC permulaan tahun ini mengisyaratkan anak berumur 10 tahun telah memiliki akun media sosial meskipun batas waktu umur umumnya adalah 13 tahun.*

(Ahmad,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Berpuasa Membangun Sistem Kekebalan Tubuh http://www.hidayatullah.com/iptekes/saintek/read/2016/06/23/96919/berpuasa-membangun-sistem-kekebalan-tubuh.html Thu, 23 Jun 2016 09:16:47 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=96919

Berpuasa dapat membangkitan sel induk untuk memproduksi sel darah putih baru guna melawan infeksi.

(Insan Kamil,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

SELURUH sistem kekebalan tubuh seseorang dapat diremajakan dengan berpuasa, sedikitnya tiga hari karena dapat memicu tubuh untuk mulai memproduksi sel-sel darah putih baru, studi menunjukkan.

Puasa dapat meregenerasi seluruh sistem kekebalan tubuh, bahkan pada orang tua. Para ilmuwan menyebutkan, penemuan ini merupakan terobosan “luar biasa”.

Meskipun diet berpuasa dikritik oleh ahli gizi karena dianggap tidak sehat, penelitian baru ini menunjukkan kondisi, berpuasa dapat membangkitan sel induk untuk memproduksi sel darah putih baru guna melawan infeksi.

Dilaporkan The Telegraph, para ilmuwan di University of Southern California mengatakan, penemuan ini bisa sangat bermanfaat bagi orang yang menderita gangguan sistem kekebalan tubuh, seperti pada pasien kanker kemoterapi.

Hal ini juga bisa membantu orang tua yang sistem kekebalan tubuh sudah kurang efektif dengan bertambahnya usia mereka, sehingga sulit bagi mereka untuk melawan penyakit, bahkan pada penyakit yang umum.

Para peneliti mengatakan, puasa “menghidupkan saklar regeneratif”, yang mendorong sel-sel induk menciptakan kondisi baru sel darah putih, khususnya regenerasi sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan.

“Ini memberikan sinyal ‘OK’ agar sel-sel induk terus maju dan mulai berkembang biak, dan membangun kembali seluruh sistem,” kata Prof Valter Longo, Profesor of Gerontology dan Biological Sciences di University of California.

“Dan kabar baiknya bahwa tubuh menyingkirkan bagian-bagian dari sistem yang mungkin rusak atau tua, bagian-bagian yang tidak efisien, selama puasa.”

“Sekarang, jika Anda mulai mengalami sistem yang rusak berat akibat kemoterapi atau penuaan, siklus berpuasa dapat menghasilkan, secara harfiah sistem kekebalan tubuh yang baru.”

Berpuasa yang lebih banyak memaksa tubuh menggunakan simpanan glukosa dan lemak, serta menyebarkan sebagian besar sel-sel darah putih.

Selama siklus berpuasa, penipisan sel darah putih menyebabkan perubahan yang memicu sel induk melakukan regenerasi atas sel-sel sistem kekebalan baru.

Dalam uji coba, sejumlah orang diminta untuk secara teratur berpuasa antara dua sampai empat hari selama periode enam bulan.

Para ilmuwan menemukan, puasa yang lebih banyak juga bisa mengurangi enzim PKA, yang terkait dengan penuaan dan hormon yang meningkatkan risiko kanker dan pertumbuhan tumor.

“Kita tidak bisa memprediksi bahwa puasa terus menerus akan memiliki efek yang luar biasa dalam mendorong regenerasi sel induk pada sistem hematopoietik,” tambah Prof Longo.

“Ketika Anda lapar, sistem mencoba untuk menghemat energi, dan salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menghemat energi adalah dengan mendaur ulang banyak sel kekebalan yang tidak diperlukan, terutama yang mungkin telah rusak,” kata Longo.

“Apa yang kita lihat, baik sistem manusia atau hewan, jumlah sel darah putih turun dengan puasa yang terus-menerus. Kemudian ketika kita kembali makan, sel-sel darah kembali lagi. Jadi kita mulai berpikir, bagaimana kok bisa begitu?”

Puasa selama 72 jam melindungi pasien penderita kanker dari dampak racun kemoterapi.

“Sementara kemoterapi menyelamatkan nyawa, tetapi hal itu juga menyebabkan kerusakan secara signifikan terhadap sistem kekebalan tubuh.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa puasa dapat mengurangi beberapa efek berbahaya dari kemoterapi,” kata co-author Tanya Dorff, asisten profesor kedokteran klinis di USC Norris Comprehensive Cancer Center and Hospital.

“Diperlukan lebih banyak lagi studi klinis, dan setiap pelaksanaan diet tersebut sebaiknya hanya dilakukan di bawah bimbingan dokter.”

“Kami sedang menyelidiki kemungkinan bahwa efek ini dapat diterapkan pada berbagai sistem dan organ, bukan hanya sistem kekebalan tubuh,” tambah Prof Longo.

Namun, beberapa ahli Inggris skeptis terhadap penelitian tersebut. Dr Graham Rook, profesor emeritus imunologi di University College London, mengatakan bahwa penelitian tersebut terdengar “mustahil”.

Namun bagi umat Islam cukup yakin dengan kebenaran dari Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam bahwa berpuasa itu menyehatkan.*

(Insan Kamil,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Tips Praktis Puasa Gadget Selama Ramadhan http://www.hidayatullah.com/iptekes/saintek/read/2016/06/08/96112/tips-praktis-puasa-gadget-selama-ramadhan.html Wed, 08 Jun 2016 09:07:13 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=96112

Lakukan apapun yang Anda bisa agar tidak membiarkan smartphone mendikte Anda

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com–Cobalah me-nonaktifkan Facebook selama 72 jam dan lihat apa yang terjadi. Saya terkadang mencoba memaksakan diri untuk tidak men-tweet selama 24-48 jam (bahkan jika saya sedang mengecek Twitter).

Jika Anda mengikuti saya di Twitter, Anda mungkin tidak percaya, tapi itu benar. Hapus aplikasi-aplikasi tersebut dari smartphone Anda.

Jika Anda tidak bisa berkomitmen untuk detoks secara penuh, cobalah untuk detoksifikasi ponsel Anda. Hapus Facebook, Tumblr, Instagram, Webtoon, atau apa pun yang Anda rasa banyak menghabiskan waktu di aplikasi tersebut. Anda boleh menggunakan semua media tersebut di laptop, cukup hapus yang ada di smartphone Anda.

Ini saja, sudah akan memberikan hasil yang besar. Matikan semua pemberitahuan. Jika Anda merasa pilihan di atas terlalu ekstrim, matikan saja notifikasi Anda. Nonaktifkan semua push notification, peringatan bergetar, -lakukan apapun yang Anda bisa agar tidak membiarkan smartphone mendikte Anda untuk segera mengeceknya.

Kunci dari semua tips di atas adalah untuk fokus memiliki sistem yang diterapkan. Jangan hanya mengandalkan niat dan tekad Anda untuk berjanji tidak mengecek itu semua.

Secara pribadi, saya bahkan hampir tidak punya tekad sama sekali. Jika tidak diatur secara sistematis, hal itu tak akan terjadi. Jika saya mencoba memaksakan diri untuk tidak memeriksa Twitter, setelah beberapa saat, saya akan menyerah, dan kembali ke kebiasaan lama yang sama. Kemalasan yang sama dapat digunakan untuk mendukung Anda juga.

Setelah saya menghapus aplikasi Facebook, ketika saya merasa ingin install ulang lagi, saya akan membayangkan betapa repotnya  untuk mengunduhnya lagi, dan mengetikkan email dan password lagi. Ya, mungkin terdengar sepele dan agak bodoh, tapi ini berhasil. Pahami bagaimana pikiran Anda bekerja, dan kemudian buatlah sistem untuk memanfaatkannya agar Anda mendapatkan keuntungan darinya.

Cobalah untuk mengganti waktu luang yang ada dengan memperbanyak do’a atau membaca al-Quran. Memang tidak semua orang butuh detoksifikasi digital. Ada beberapa orang yang menggunakan internet dengan bijak. Tetapi jika Anda merasa bagian ini perlu ada perbaikan, Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memberikan diri Anda sedikit motivasi.

Baca juga Panduan untuk Puasa Jejaring Sosial selama Ramadhan

Apa yang Bisa Anda Raih

Ada dua kata (atau frase) saya rasa tepat dalam hal ini (keduanya adalah istilah yang saya dapatkan dari Michael Hyatt);

Menjadi intensional (menyengaja) berarti mengambil kontrol waktu Anda. Masalahnya bukan pada alat itu sendiri (entah itu ponsel atau jaringan sosial) – bukan, masalahnya adalah ketika kita membiarkan alat tersebut tanpa sengaja mengisi waktu kita.

Jika Anda pernah menutup akun Facebook, lalu kemudian segera membukanya lagi karena kebiasaan tanpa menyadari bahwa baru saja Anda menutupnya – maka Anda tahu apa yang saya maksud.

Untuk menghentikan kebiasaan atau siklus ini, pikiran Anda harus kembali fokus dan menyengaja untuk mengatur bagaimana dan kapan media sosial digunakan.

Membuat batas (creating margin) dapat didefinisikan sebagai “ruang antara beban dan batas-batas kita… Margin (batas) adalah jarak antara istirahat dan lelah, ruang antara bebas bernapas dan perasaan menyesakkan.”

Pada tahun 2012, orang Amerika rata-rata mengkonsumsi 13,6 jam media setiap hari. Pada tahun 2015, angka itu diperkirakan akan meningkat menjadi 15,5. Angka-angka ini meliputi media multitasking, misalnya, mendengarkan musik sambil memeriksa email Anda, sehingga memungkinkan untuk mengkonsumsi lebih dari satu jam media dalam waktu 60 menit itu.

Yang mengejutkan, 13,6 jam itu belum termasuk media yang dikonsumsi di tempat kerja. Pada dasarnya, kebanyakan kita setiap harinya mengkonsumsi arus deras media, setara dengan waktu kita selama terjaga. Jika kita sudah bangun, otomatis kita tersambung langsung dengan media.

Kita sudah kehilangan nilai sejati dari nikmatnya keheningan. Kita perlu menemukan kembali kekuataan jiwa untuk merenung. Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk merenung dan memberikan diri kita batas dalam hidup. Kita semua melalui hari dengan kesibukan, pulang ke rumah kelelahan, dan merebahkan diri di atas kasur sedang jiwa kita juga penat. Namun, jika mau jujur dengan diri sendiri, sebenarnya kita tidak sibuk-sibuk amat seharian itu.  Itu hanyalah rasa lelah karena berkutat dengan serbuan email, sms, jejaring sosial yang menumpuk di ponsel kita.

Gunakan langkah-langkah praktis di atas untuk mencari tahu bagaimana cara detoksifikasi diri dari media sosial. Tetapkan tujuan jangka pendek. Mungkin 24 jam, mungkin sepekan, atau jika hal itu mungkin, sampai 30 hari.

Lihat apa saja hal yang Anda lakukan untuk mengisi kekosongan itu. Mungkin dengan berdiam diri. Atau dengan menghabiskan waktu dengan keluarga. Atau dengan membaca Quran, berdzikir, atau berdoa. Apa saja hal positif yang Anda pilih, lihatlah bagaimana hal itu mempengaruhi Anda.

Untuk jangka panjang – cobalah untuk membuat jadwal untuk istirahat dari media sosial dan atur ulang. Ini bukanlah hal yang dilakukan satu waktu, tapi bulan Ramadhan adalah alasan yang baik untuk mencobanya.*/Artikel ditulis Omar Usman di  fiqhofsocial.media. Penulis adalah anggota pendiri dari MuslimMatters.org dan konsultan IT. Artikel diterjemahkan Karina Chaffinch

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Panduan untuk Puasa Jejaring Sosial selama Ramadhan http://www.hidayatullah.com/iptekes/saintek/read/2016/06/07/96021/panduan-untuk-puasa-jejaring-sosial-selama-ramadhan.html Tue, 07 Jun 2016 03:00:38 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=96021

Ini bukan mengatakan bahwa semua media sosial adalah omong kosong, tetapi tujuannya adalah untuk memberikan keseimbangan dalam hidup Anda

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com–Sudah semestinya setiap kali menemui bulan Ramadhan, kita membuat target yang berorientasi untuk meningkatkan kualitas diri untuk menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya. Ada dua cara untuk memenuhi target ini, apakah dengan meningkatkan kebiasaan baik atau dengan menurunkan kebiasaan buruk.

Kita berusaha mendapatkan itu dengan membangun kebiasaan dengan memperbanyak shalat sunnah, pergi ke masjid, membaca al-Quran, memperbanyak doa, menghabiskan waktu dengan keluarga, dan bahkan berolahraga. Begitu pula kita berusaha menurunkan kebiasaan buruk kita. Dengan mengurangi jam kita menonton TV, bergosip, bermain game, menghindari makanan yang tidak sehat, dan pada dasarnya, apa saja yang kita anggap hal tersebut salah dan berusaha untuk menghindarinya.

Alasan mengapa Ramadhan menjadi titik fokus dari semua kebiasaan ini adalah karena Ramadhan adalah waktu selama 30 hari di mana rutinitas normal kita dirombak seketika. Momentum bulan ini membuat kita lebih mudah untuk melakukan perubahan lainnya (dan tentu saja karena syaithan dibelenggu pada bulan ini).

Nah, beberapa orang merasa bahwa media sosial pada dasarnya jahat dan oleh karena itu harus segera dihentikan penggunaannya. Bagi yang lain, mereka mengaku dengan media sosial, banyak waktu yang terbuang karenanya, dan mereka perlu fokus untuk beribadah selama 30 hari ini. Yang terpenting ialah, untuk tidak memperhitungkan adanya semacam superioritas spiritual antara satu dengan lainnya. Sangat mudah untuk melihat orang melakukan puasa media sosial karena alasan relijius semata dan kemudian merasa bersalah karena tidak mengambil bagian.

Apakah Perlu Saya Puasa dari Media Sosial?

Jawaban singkat untuk pertanyaan ini adalah “ya”. Seberapa banyak dan dalam kapasitas seperti apa, tentu berbeda antara satu orang dengan lainnya.

Beberapa orang menolak untuk puasa media sosial karena merasa kalau mereka bakal ketinggalan sesuatu yang penting (kurang update). Di tempat di mana perkumpulan atau komunitas lokal tidak begitu kuat, media sosial memberikan cara untuk menikmati bulan ini dengan komunitas-komunitas online yang ada. Ini tidak biasa bagi orang yang bersama-sama membentuk kelompok tertentu dan membuat majelis tafsir atau hal seperti itu. Di media sosial, juga ada nasihat pengingat dan amar maruf nahi munkar yang selalu muncul terus-menerus untuk para penggunanya, – dan tentu saja, acara-acara di Facebook selalu mengumumkan program-program yang menarik.

Puasa media sosial selama Ramadhan bukanlah sesuatu yang baru bagi komunitas relijius. Disebutkan dalam berbagai media, bahwa terdapat penurunan jumlah pengguna media sosial atau teknologi di antara umat Kristiani pada saat pra Paskah.

Saya merupakan pendukung ajakan untuk berpuasa dari media sosial (meski tidak harus 30 hari penuh). Ini bukan karena saya menganggap media sosial itu buruk, melainkan sebagai cara untuk menghidupkan kembali jiwa saya. Ramadhan memberikan kesempatan untuk me-reboot fisik dan spiritual, dan media sosial, bagi banyak orang adalah penghalang terbesar untuk menghidupkan kembali jiwa mereka.

Banyak orang yang memiliki rutinitas tak berguna yang bahkan mereka sendiri tidak menyadarinya. Beberapa bulan yang lalu, sambil menunggu dalam antrean di toko, saya keluarkan ponsel. Saya mengecek Twitter, Facebook, email, dan sms. Saya kemudian mendongak, sadar kalau jalur antrian masih panjang, kemudian saya kembali menunduk memelototi ponsel saya. Lalu saya melakukannya lagi, dan lagi. Yang menyedihkan adalah, saya bahkan tidak menyadari apa yang saya lakukan. Apa yang kira-kira terjadi di sana yang tidak ada di sana saat sudah saya cek 45 detik yang lalu?

Beberapa orang mungkin menyebutnya kecanduan, tetapi dalam arti yang lebih umum, sebenarnya kita sedang mengisi waktu luang kita. Ini bagian dari rutinitas kita. Adalah hari biasa di perusahaan Amerika bagi banyak orang dimulai dengan siklus berulang, dari email kantor, email pribadi, Facebook, ESPN, CNN, Reddit, email pribadi, Facebook, sarapan, mulai bekerja, cek Reddit lagi…

Kita  meremehkan korban kognitif yang telah menguasai kita. Rasanya sulit ketika bangun, kemudian membaca doa sebelum tidur dan bangun tidur, ketika justru kita bangun dan tidur dengan kebiasaan yang sama: bangun setengah tidur, mematikan alarm, periksa email, Facebook, Twitter, bangkit dari tempat tidur … Email, Facebook, Twitter, atur alarm, berangkat tidur sambil me-refresh news feed sampai akhirnya kita terlelap…

Berpuasa atau  melakukan detox terhadap media sosial adalah cara yang bagus untuk berhubungan kembali dengan dunia di sekitar Anda. Kita tidak lagi dipenuhi pikiran yang macam-macam (karena saking takutnya kita dengan kesepian, bahkan menempatkan nyawa kita dalam resiko dengan mengetik pesan sambil berkendara hanya untuk mengucap salam ke orang lain). Rangkullah rasa kesepian itu. Bahkan, itu adalah cara yang bagus untuk memperkuat hubungan Anda dengan Allah dengan mengingat-Nya di saat-saat Anda mengalami hal itu (kesepian).

Fokus jiwa kita, juga memainkan peran langsung bagi kesehatan jiwa kita. Waktu kosong yang kita miliki dapat digunakan untuk tadabbur, atau untuk merenungkan hubungan kita dengan Allah, atau bahkan dengan memanjatkan doa kepadaNya.

Ada aspek yang lebih dalam yang berkaitan dengan nafs (jiwa) kita sendiri. Istirahat sejenak dari media sosial adalah cara terbaik untuk menurunkan ego Anda. Internet adalah pengingat bahwa dunia ini akan terus bergerak tanpa Anda. Ini adalah cara yang bagus untuk melakukan introspeksi diri- mengapa saya posting ini? Siapa yang saya targetkan? Harapan apa yang ingin saya capai dari postingan tersebut? Prioritas pribadi, dalam konteks ini, tidak bisa Anda tinjau kembali jika Anda terus-menerus dalam siklus tanpa pikir panjang di media sosial Anda beberapa kali dalam sehari.

Ketakutan terbesar yang banyak dimiliki orang saat ini adalah KUDET alias Kurang Update berita atau kabar terbaru. Oh, jika saya tidak mengecek Facebook, tiba-tiba saya tidak akan tahu apa yang sedang terjadi, ada acara keren apa, siapa yang sudah bertunangan, siapa yang sudah punya anak, siapa yang sedang makan malam di tempat ini-itu, begitu seterusnya. Anda mungkin merasa seperti orang bodoh ketika semua orang sedang membicarakan foto keren minuman syrup Rooh Afza dengan susu dalam plastik kertas yang diposting teman Anda di Instagram, dan hanya Anda satu-satunya yang belum lihat. Itu tidak masalah. Terlewat momen tertentu tidak mengapa. Biarkan hal itu terjadi, dan setelah beberapa saat, Anda akan menyadari bahwa Anda tidak begitu ketinggalan juga.

Ini bukan mengatakan bahwa semua media sosial adalah omong kosong, tetapi tujuannya adalah untuk memberikan keseimbangan dalam hidup Anda. Jika sebagian besar dalam setahun Anda menuruti kemauan menghabiskan waktu dalam media sosial, maka meninggalkannya untuk sementara merupakan jalan yang sehat.

Cobalah untuk mengganti waktu kosong itu dengan sesuatu yang bermanfaat. Beberapa kenangan terbaik saya tentang masjid di bulan Ramadhan, adalah membuat makanan berbuka dengan teman-teman saya, mengobrol dan bersenang-senang dengan mereka. Bahkan jika Anda tidak mengenal siapa pun, cobalah untuk memulai percakapan dan ciptakan pengalaman sendiri di masjid.

Jangan hanya terpaku di ponsel Anda saat waktu berbuka sedang Anda berada di tengah-tengah kerumunan banyak orang.*/Artikel ditulis Omar Usman di  fiqhofsocial.media. Penulis adalah anggota pendiri dari MuslimMatters.org dan kolsultan IT. Artikel diterjemahkan Karina Chaffinch

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Aktivitas Digital Tingkatkan Kecemasan pada Ibu http://www.hidayatullah.com/iptekes/saintek/read/2016/05/25/95357/aktivitas-digital-tingkatkan-kecemasan-pada-ibu.html Wed, 25 May 2016 13:21:20 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=95357

Para peneliti menyarankan para ibu bisa mencoba "detoks digital" dengan membatasi waktu layar mereka.

(Insan Kamil,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

PARA peneliti Australia mendorong ibu-ibu yang memiliki anak-anak kecil menghindari segala bentuk aktivitas berbasis layar (tablet, smartphone, dan lain-lain) untuk mengurangi tingkat kecemasan, yang umumnya kecemasan ibu sudah tinggi karena kesibukannya dan terganggunya saat tidur malam.

Satu studi yang diterbitkan dalam jurnal, Plos, kemudian dilansir oleh AFP dan FMT News, Rabu (25/5/2016), telah meneliti jumlah waktu yang dihabiskan untuk kegiatan berbasis layar dengan risiko bertambahnya kecemasan. Wanita berusia antara 25 dan 34 umumnya mengalami risiko tertinggi, karena kelompok usia ini lebih banyak terhubung ke internet dan jaringan sosial.

Para peneliti dari Deakin University mempelajari 528 ibu di Australia dengan usia rata-rata 37 dan dengan anak-anak berusia antara dua sampai lima tahun. Hampir 30% dari mereka menunjukkan tanda-tanda kecemasan.

Para ibu diberi kuesioner, meminta mereka menyebutkan berapa jam menghabiskan aktivitas menggunakan layar (TV, komputer, smartphone, tablet, dan lain-lain) selama waktu luang mereka dan pada akhir pekan. Tingkat kecemasan mereka untuk minggu sebelumnya diukur menggunakan skala yang telah ditetapkan untuk kriteria kecemasan.

Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan jelas antara jangka waktu yang lama dihabiskan di komputer atau perangkat genggam dan tingkat kecemasan yang lebih tinggi. Terlebih lagi, tingkat kecemasan diketahui meningkat dengan setiap jam yang dihabiskan menggunakan perangkat tersebut. Namun, penelitian ini tidak menemukan hubungan antara menonton TV dan gejala kecemasan.

Para peneliti juga menemukan bahwa latihan fisik tidak mengurangi efek negatif dari teknologi baru tersebut. Bahkan ibu-ibu yang melakukan banyak latihan fisik, tetapi juga menghabiskan waktu yang lama pada perangkat komputer atau genggam, tetap berisiko lebih tinggi terhadap kecemasan.

Sungguh ini merupakan suatu yang sulit untuk mengubah perilaku terhadap populasi yang memiliki keterbatasan waktu yang ketat tersebut. Namun, para peneliti menyarankan para ibu bisa mencoba “detoks digital” dengan membatasi waktu layar mereka.

Bahkan bisa diciptakan sebuah tantangan di antara kalangan dengan mendorong keberanian para ibu mematikan perangkat tersebut.

Para ilmuwan menyarankan para ibu “beristirahat” terhadap gaya hidup yang menyita banyak waktu di depan layar, dengan pergi berjalan-jalan atau melakukan beberapa kegiatan peregangan, misalnya. Atau juga menetapkan batas waktu maksimum menggunakan perangkat genggam tersebut, antara 20 sampai 30 menit, kemudian beralih ke aktivitas lain atau beristirahat.

Akhirnya, untuk mengurangi tingkat stres dan meningkatkan kualitas hidup keluarga, para ahli merekomendasikan menghindari menggunakan perangkat layar saat di tempat tidur, pada waktu makan, di perjalanan atau kunjungan, atau ketika berlibur.*

(Insan Kamil,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>