frontpage hit counter

Ketum Fatayat NU: Indonesia Kehilangan Satu Generasi Akibat Stunting

Sanitasi yang higienis, menggunakan jamban sehat, menghindari asap rokok, serta perilaku sehat lainnya dangat efektif dapat menekan angka stunting.

Ketum Fatayat NU: Indonesia Kehilangan Satu Generasi Akibat Stunting
andi/hidayatullah.com
Acara Diseminasi dan Refleksi Advokasi Nasional Program Kampanye Gizi Nasional Cegah Stunting, Kamis (22/02/2018) di Gedung PBNU lantai 8, Jakarta, gelaran Fatayat NU.

Terkait

Hidayatullah.com– Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU), Anggia Ermarini M.KM. prihatin dengan kasus stunting yang menimpa anak Indonesia.

Stunting adalah kondisi kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama yang menyebabkan anak gagal tumbuh kembang dan mengalami gangguan metabolisme. Akibatnya, anak stunting secara fisik lebih pendek dari anak seusianya, imunitasnya juga rendah sehingga mudah sakit, dan IQ-nya rendah.

Anggia menyebut, 37 persen anak Indonesia mengalami stunting.

Dampak dari stunting akan terlihat ketika anak berusia 18 tahun. Biasanya anak stunting rentan menderita PTM (Penyakit Tidak Menular) seperti diabetes, darah tinggi, dan stroke serta mengalami obesitas di usia dewasanya.

Baca: Gizi Buruk, Bayi Fitri di Tanjungbalai Meninggal, DPR Prihatin

“Kita ini hidup di negeri yang katanya gemah ripah loh jinawi, tapi ya prihatin kenapa tercatat ada 9 juta anak Indonesia yang mengalami kurang gizi kronis atau stunting,” ujar Anggia dalam keterangannya pada acara Diseminasi dan Refleksi Advokasi Nasional Program Kampanye Gizi Nasional Cegah Stunting, Kamis (22/02/2018) di Gedung PBNU lantai 8, Jakarta.

Bangsa ini, kata Anggia, kehilangan satu generasi akibat stunting. Negara juga akan terbebani dengan bengkaknya anggaran untuk kesehatan anak stunting. Kualitas SDM yang rendah akibat stunting membuat mereka tak mampu bersaing di pasar global.

“Secara tidak langsung kondisi stunting ini memang luar biasa mengancam. Nah, kalau 9 juta anak Indonesia saat ini mengalami stunting berarti pada 15-20 tahun ke depan bangsa ini akan dipimpin oleh generasi yang kurang berkualitas,” katanya.

Baca: Gizi Buruk Asmat, KPAI: Saatnya Kemenkes Evaluasi Kubro

Untuk mencegah stunting, terang Anggia, selain soal makanan bergizi yang harus dipenuhi pada 1000 hari pertama kehidupan, faktor keluarga, pola asuh dan lingkungan yang sehat juga menyumbang keberhasilan capaian pencegahan stunting.

Sanitasi yang higienis, menggunakan jamban sehat, menghindari asap rokok, serta perilaku sehat lainnya dangat efektif dapat menekan angka stunting.* Andi

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !