frontpage hit counter

Menkes: Pola Makan Tak Sehat Pencetus Utama Penyakit Kronis

Ia pun berpesan untuk berfokus pada perubahan, baik di tingkat individu masyarakat bahkan hingga industri, agar selalu berfokus untuk menghasilkan dan mengonsumsi makanan yang sehat.

Menkes: Pola Makan Tak Sehat Pencetus Utama Penyakit Kronis

Terkait

Hidayatullah.com– Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek menyatakan, perubahan gaya hidup masyarakat saat ini sangat berdampak pada peningkatan tren penyakit tidak menular (PTM). Hal ini menjadi salah satu indikasi dibutuhkan upaya transformasi pengetahuan dan kebiasaan pola makan masyarakat.

”Makanan dan pola makan yang tidak sehat adalah faktor risiko berbagai penyakit di dunia dan menjadi pencetus utama terjadinya penyakit kronis,” tutur Menkes pada Asia Pasifik Food Forum (APFF) 2017 yang pertama dan dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Indonesia, Senin. APFF berlangsung Senin-Selasa (30-31/10/2017).

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 mengungkapkan, angka kejadian PTM mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dan menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia. Penyakit itu antara lain Hipertensi (25,8%), Obesitas (15,4%), Stroke (12,1%), Diabetes melitus (2,3%), Penyakit jantung koroner (1,5%), dan Gagal ginjal kronis 0,2%. Penyakit ini tidak hanya diderita oleh kelompok lanjut usia, namun juga mulai banyak ditemukan pada kelompok usia muda dan produktif.

Menurut Menkes, tantangan ini menjadi semakin berat mengingat saat ini dunia tengah menghadapi tantangan dalam memberi makan kepada seluruh populasi dunia yang akan berjumlah setidaknya sembilan miliar jiwa pada tahun 2050 secara berkelanjutan.

Baca: Gaya Hidup dan Pemubaziran

Sistem pangan berkelanjutan menghubungkan tiga dunia, yakni kesehatan, pertanian, dan lingkungan hidup yang tidak terpisahkan.

Sebuah analogi, data Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) menunjukkan, dari 723 juta orang di dunia yang menderita kelaparan kronis, 490 juta orang di antaranya hidup di kawasan Asia Pasifik. Karena itu, kawasan ini menjadi rentan penduduk dunia yang kurang gizi. Sementara itu, dalam upaya manusia untuk mencukupi kebutuhan pangannya, tanpa disadari juga menjadi penyebab kerusakan bumi yang tidak bisa diperbaiki.

 

Menkes juga mengutarakan, ada tiga permasalahan pangan yang sering dibicarakan di tingkat global, antara lain adalah food security, obesity dan food-waste (makanan yang dibuang-buang). Sementara itu, Indonesia tengah mengalami double burden yakni masih ditemukannya permasalahan malnutrition dan stunting di samping permasalahan obesitas dan food-waste yang juga mulai mengemuka.

Ia pun berpesan untuk berfokus pada perubahan, baik di tingkat individu masyarakat bahkan hingga industri, agar selalu berfokus untuk menghasilkan dan mengonsumsi makanan yang sehat.

Menkes Nila menegaskan, perubahan pola makan yang aman dan sehat serta upaya produksi yang berkelanjutan mampu mengubah status pangan yang semula merupakan tantangan global justru menjadi solusi kunci dari permasalahan.

”Masyarakat harus mengkonsumsi pangan yang sehat, demi sumber daya manusia yang lebih baik,” tandas Menkes.

Diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK), menekankan pentingnya perubahan pola makan di Indonesia sebagai salah satu upaya mencapai ketahanan pangan. Ia pun mengingatkan warga masyarakat agar jangan mubazir makanan.

Wapres JK mengatakan bahwa sering kali orang membuang-buang makanan karena porsi yang disediakan terlalu besar.

”Di beberapa tempat di dunia ini, orang menyediakan makan berlebihan. Kadang-kadang yang dimakan hanya 70 persen. Bahkan di Timur Tengah hanya 50 persen,” ujar Kalla pada pembukaan APFF tersebut.

Baca juga: Wapres JK: Jangan Mubazir Makanan, Kalau Kebaikan Boleh

Forum Pangan Asia Pasifik dihadiri oleh lebih dari 700 peserta dari negara-negara di kawasan Asia Pasifik yang terdiri dari para menteri baik kesehatan maupun sektor lain seperti keuangan, perencanaan pembangunan, pertanian, lingkungan hidup dan perikanan; para pelaku bisnis nasional maupun multinasional; akademisi; masyarakat sipil; dan media di kawasan Asia Pasifik.

Dengan kerja sama antar pemangku kepentingan dan keterlibatan yang luas dari sektor swasta dalam industri yang berkaitan dengan kesehatan, pangan, serta teknologi dan inovasi sistem pangan, Forum Pangan Asia Pasifik diharapkan akan mendorong meningkatnya realisasi investasi dan alih teknologi di bidang pangan dari negara-negara di kawasan kepada Indonesia.*

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !