Hidayatullah.com http://www.hidayatullah.com Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran Wed, 13 Dec 2017 09:04:16 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.9.1 MK Akan Putuskan Gugatan Pasal Kesusilaan Besok http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2017/12/13/130442/mk-akan-putuskan-gugatan-pasal-kesusilaan-besok.html Wed, 13 Dec 2017 09:02:05 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=130442

Pasal-pasal yang digugat para akademisi adalah Pasal 284 berbunyi: 1. Diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan: a. seorang pria yang telah kawin yang melakukan gendak (overspel), padahal diketahui bahwa pasal 27 BW berlaku baginya. b. seorang wanita yang telah kawin yang melakukan gendak, padahal diketahui bahwa pasal 27 BW berlaku baginya.

(Yahya G Nasrullah,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Mahkamah Konstitusi (MK) akan memutuskan putusan gugatan Judicial Review (JR) atau Uji Materi terhadap 3 pasal yakni 284, 285, 292 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Kesusilaan pada Kamis (14/12/2017) besok.

Berdasarkan jadwal sidang yang dikutip dari website resmi MK, putusan nomor perkara 46/PUU-XIV/2016 tersebut akan digelar pukul 09.00 WIB.

Ketua Tim Pemohon Uji Materil, Prof Euis Sunarti yang juga guru besar ketahanan keluarga Institut Pertanian Bogor (IPB) membenarkan hal itu.

“Ya, besok jam 9 (sidang dimulai, Red),” ujarnya kepada hidayatullah.com di Jakarta, Rabu (13/12/2017) melalui pesan Whatsapp saat dikonfirmasi.

Baca juga: Sidang Uji Materi 3 Pasal Kesusilaan telah Usai, Ini Harapan Tim Pemohon

Sebagaimana diketahui, gugatan tersebut diajukan oleh Euis bersama 11 pemohon lainnya yang juga para akademisi. Seperti Rita Hendrawaty Soebagio SpPsi MSi, Dr Dinar Dewi Kania, Dr Sitaresmi Sulistyawati Soekanto, Nurul Hidayati Kusumahastuti Ubaya SS MA, Dr Sabriaty Aziz. Fithra Faisal Hastiadi SE MA MSc PhD, Dr Tiar Anwar Bachtiar SS MHum, Sri Vira Chandra D SS MA, Qurrata Ayuni SH, Akmal ST MPdI, dan Dhona El Furqon SHI MH.

Adapun pasal-pasal yang digugat para akademisi adalah Pasal 284 berbunyi: 1. Diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan: a. seorang pria yang telah kawin yang melakukan gendak (overspel), padahal diketahui bahwa pasal 27 BW berlaku baginya. b. seorang wanita yang telah kawin yang melakukan gendak, padahal diketahui bahwa pasal 27 BW berlaku baginya.

Pasal 284 KUHP itu dinilai tidak mampu mencakupi seluruh pengertian arti dari kata zina, karena zina dalam konstruksi pasal 284 KUHP hanya terbatas bila salah satu pasangan atau kedua-duanya terikat dalam hubungan pernikahan.

Baca: Anggota DPR: Uji Materiil Pasal Kesusilaan Upaya Wujudkan Cita-cita Reformasi

Selain itu, Pasal 292 KUHP tentang homoseksual dimana pemohon meminta agar homoseksual haruslah dilarang tanpa membedakan batasan usia korban, baik masih belum dewasa atau sudah dewasa. Sehingga para pelaku lesbian, homoseksual, biseksual, dan transgender atau dikenal LGBT dikenakan dipenjara maksimal 5 tahun.

Selain itu, mereka juga memohon perluasan makna pasal pemerkosaan juga berlaku bagi korban perkosaan adalah laki-laki serta pelaku kumpul kebo dipenjara.*

(Yahya G Nasrullah,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Laskar Bali Minta Maaf, Berharap Hindu-Muslim Saling Menjaga http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2017/12/13/130437/laskar-bali-minta-maaf-berharap-hindu-muslim-saling-menjaga.html Wed, 13 Dec 2017 08:55:25 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=130437

"Kami berpelukan sama Pak Ustadz, boleh ditanyakan sama Pak Ustadz, kami betul-betul tidak mengetahui bahwa Pak Ustadz itu adalah NKRI," ungkap Ismaya.

(SKR,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Laskar Bali menyampaikan secara resmi permintaan maaf ormas itu kepada Ustadz Abdul Somad (UAS) dan umat Muslim di seluruh Indonesia dan khususnya di Pekanbaru, Riau.

Dalam pernyataan permintaan maafnya di Sanur, Bali, Sekretaris Jenderal Laskar Bali I Ketut Ismaya kemarin mengatakan, pihaknya sangat menghormati saudara-saudara Melayu mereka khususnya di Riau.

“Kami umat hindu, umat warga Bali, sangat cinta damai, kami sangat cinta toleransi, tidak ada maksud kami untuk mengintimidasi Ustadz (Abdul Somad),” ujarnya selain kepada wartawan permintaan maaf itu juga disampaikan kepada publik di media sosialnya.

Ismaya mengaku, justru Laskar Bali ingin menjaga keberadaan UAS dalam safari dakwah pada Jumat-Ahad (08-10/12/2017) tersebut. Namun, terkait kejadian penolakan atas UAS yang terjadi pada Jumat di Hotel Aston, Denpasar, Ismaya mengaku ada kesalahpahaman.

“Malah kami ingin menjaga ustadz karena salah paham, kami tidak tahu, makanya kami minta maaf,” ujarnya yang dalam penyampaian maaf itu ditemani sejumlah jajarannya berseragam Laskar Bali.

Baca: UAS ‘Dipersekusi’, Pemerintah-Kepolisian Diminta Terapkan UU Ormas

Diketahui, saat terjadinya aksi penolakan dan pengadangan atas UAS oleh massa termasuk elemen ormas di Hotel Aston, dilakukan mediasi antara pihak massa dengan pihak UAS. Pasca mediasi yang berjalan alot dan panjang itu, UAS pun dibolehkan bersafari dakwah di Bali. Dalam mediasi itu pula Ismaya berpelukan dengan UAS setelah ia tahu bahwa UAS bukan sosok yang anti NKRI.

“Kami berpelukan sama Pak Ustadz, boleh ditanyakan sama Pak Ustadz, kami betul-betul tidak mengetahui bahwa Pak Ustadz itu adalah NKRI,” ungkap Ismaya.

“Setelah tahu, kami jaga Pak Ustadz, sampai saya bilang, ‘Pak Ustadz, saya tameng badannya, kalau Pak Ustadz berani ada yang nyentuh di Bali’. Itu saya sampaikan di forum dan ada saksi Kapolresta (Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo, Red)-Dandim Badung, ada tokoh ulama juga ada di situ, dan Pak Ustadz juga ada di situ, sebelum beliau keluar setelah mencium bendera merah putih,” tutur Ismaya.

Selain menyampaikan permintaan maaf, Ismaya mewakili Laskar Bali pun berharap agar warga Bali termasuk umat Hindu dan warga Riau terkhusus kaum Muslim saling menjaga.

“Mohon warga kami, saudara kami umat Muslim di Riau, mohon maaf. Kami minta jagalah kami, umat Hindu yang ada di Riau juga, dan kami akan terbuka menjaga umat Riau yang datang ke Bali,” harapnya.

“Hubungi saya, saya akan melakukan penjagaan. Persaudaraan kami, kami ingin dipererat lagi,” pungkasnya.

Baca: Disambut Tokoh Riau di Pekanbaru, UAS Tegaskan Cinta NKRI

Selasa (12/12/2017) itu, lewat akun Facebook-nya, seraya mengunggah video pernyataannya Ismaya menulis:

“Salam NKRI..!!! Saya meyampaikan secara resmi meminta maaf kepada Ustadz Somad dan umat Muslim di seluruh Indonesi dan kususnya PEKANBARU RIAU.

Kami tidak tergabung dengan ORMAS KRB atau Ormas yang mengatas namakan ormas bali yang menyuruh Ustadz Somed mengikuti apa kemauannya tersebut, kami nyatakan LASKAR BALI tidak pernah ikut rapat pertemuan apapun itu untuk menolak Ustadz Somad, kami datang karna tergerak rasa kebangsaan kami mendengar Ustadz Somed meremehkan BENDERA MERAH PUTIH, dengan tidak mau mencium bendera.

Kami juga bukan Preman Nasi Bungkus.

Kami kesatria dan Ormas paling terkenal di dunia, merasa kami salah paham kami langsung meminta maaf di Hotel Aston dalam saturuwangan pertemuan ada Ustad Somad juga disana.

Mari akhiri kesalahan kami dan mari bersama sama menjaga INDONESIA kalau Negara kita diserang oleh Negara lain maka siapakah yang akan melawan Negara tersebut, pastinya seluruh Rakyat Indonesia kita tidak akan lagi meliat AGAMA apa dan SUKU apa yang ada adalah pejuang Indonesia Merdeka!!!”*

Baca: Raja Bali: Persatuan Kita Jangan Dirusak Segelintir Orang Berambisi

 

(SKR,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Tindak Lanjut Aksi, PKS Kirimkan Surat Protes ke Pemerintah AS http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2017/12/13/130431/tindak-lanjut-aksi-pks-kirimkan-surat-protes-ke-pemerintah-as.html Wed, 13 Dec 2017 06:59:55 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=130431

PKS berharap, agar langkah diplomatik ini dapat diindahkan oleh Presiden Trump.

(Yahya G Nasrullah,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas keputusannya mengakui Baitul Maqdis (Al-Quds) sebagai ibu kota Israel.

Surat protes tersebut diberikan oleh Ketua Badan Pengembangan dan Pembinaan Luar Negeri (BPPLN) DPP PKS, Sukamta, kepada Konsil Politik Kedutaan Besar Amerika David Greenberg, di Kantor Kedubes AS, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (13/12/3017).

“Pagi ini saya mengantarkan surat Protes kepada Kedubes Amerika Serikat, untuk meminta Presiden Trump mencabut keputusannya,” ujarnya kepada hidayatullah.com usai penyampaian surat tersebut.

Baca: Puluhan Ribu Kader PKS Gelar Aksi Bela Palestina

Sukamta mengatakan, pemberian surat terbuka itu merupakan tindak lanjut dari sikap PKS yang sebelumnya telah melakukan Aksi Bela Palestina pada Ahad (11/12/2017) lalu di depan Gedung Kedubes AS di Jakarta.

Ia berharap, agar langkah diplomatik ini dapat diindahkan oleh Presiden Trump.*

(Yahya G Nasrullah,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Diduga Kuat Memersekusi UAS, Arya Wedakarna Dipolisikan Lagi http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2017/12/13/130427/diduga-kuat-memersekusi-uas-arya-wedakarna-dipolisikan-lagi.html Wed, 13 Dec 2017 04:21:57 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=130427

Pihak MKD DPD RI juga telah membuat keputusan final atas Arya Wedakarna dan memberikan berupa sanksi permintaan maaf di media massa dan pemberhentian sementara.

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Tim Advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama akan melaporkan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) dari dapil Bali, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, ke Bareskrim Mabes Polri di Jakarta.

Arya diduga kuat melakukan persekusi/pengancaman dan ujaran kebencian serta penolakan atas kehadiran Ustadz Abdul Somad (UAS) untuk bersafari dakwah di Bali.

Baca: UAS ‘Dipersekusi’, Pemerintah-Kepolisian Diminta Terapkan UU Ormas

“Hari ini kami akan melaporkan Arya Wedakarna yang diduga kuat melakukan persekusi/pengancaman dan ujaran kebencian serta penolakan Ustadz Abdul Somad di Bali,” ujar Tim Advokasi GNPF Ulama Kapitra Ampera kepada hidayatullah.com Rabu (13/12/2017) pagi jelang siang saat dihubung melalui sambungan telepon.

Pelaporan itu akan dilakukan siang nanti selepas zuhur.

Diketahui, pihak Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPD RI juga telah membuat keputusan final atas Arya Wedakarna dan memberikan berupa sanksi permintaan maaf di media massa dan pemberhentian sementara.

“(Terkait) hal tersebut kami hanya menindaklanjuti secara pidana, dan agar segera ditindak sesuai hukum yang ada,” tutur Tim Advokasi GNPF lainnya, Ahmad Ardiyansyah, secara terpisah.

Baca: Pengacara Riau akan Laporkan Dalang Pengadangan UAS di Bali

Arya kembali dipolisikan setelah sebelumnya, Tim Advokasi GNPF diwakili oleh Ismar Syafrudin juga telah melaporkan Arya. Laporan diterima Bareskrim Polri dengan nomor LP 1356/XII/Bareskrim tanggal 12 November 2017. Para terlapor diduga melakukan tindak pidana provokasi, persekusi, dan ujaran kebencian.

Arya telah membantah bahwa ia terlibat dalam aksi persekusi atas UAS di Bali. Ia pun kabarnya siap melakukan tuntutan balik atas Ismar. Arya mengklaim tidak ada bukti kuat yang dapat menjelaskan bahwa ia memang terlibat dalam aksi persekusi atas UAS.* Zulkarnain

Baca: GNPF Bali akan Laporkan Dalang Pengadangan UAS ke Mabes Polri

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
KPAI akan Panggil Penerbit Buku Cantumkan Yerusalem Ibu Kota Israel http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2017/12/13/130423/kpai-akan-panggil-penerbit-buku-cantumkan-yerusalem-ibu-kota-israel.html Wed, 13 Dec 2017 03:53:30 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=130423

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti menyatakan, penulisan buku ajar yang ada kekeliruan isi bahkan substansi bukanlah kejadian pertama.

(SKR,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti terbitnya buku ajar sekolah dasar (SD) yang mencantumkan nama ‘negara Israel’ dengan ‘ibu kota Yerusalem’ (Baitul Maqdis, Red).

Untuk mengumpulkan data dan penjelasan yang utuh dalam proses penyusunan buku hingga lolos penilaian buku itu, KPAI berencana memanggil penerbit Yudistira untuk dimintai keterangan pertama terkait kekeliruan dalam buku IPS SD tersebut.

“Pemanggillan dijadwalkan pada Senin, 18 Desember 2017, jam 13.30 WIB di KPAI,” ujar Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti kepada hidayatullah.com, Rabu (13/12/2017).

Baca: Buku ‘Yerusalem Ibu Kota Israel’, MUI Desak Penerbit Minta Maaf

Apa tidak ‘kelamaan’ jika dipanggil pekan depan?

“Kan, ada proses pengiriman surat, Mas. Karena besok Kamis, kami memanggil Bupati Serang jam 14. Terkait kasus SDN Sadah,” jawab Retno saat ditanya hidayatullah.com di Jakarta melalui pesan WhatsApp.

KPAI mengungkapkan, penulisan buku ajar yang ada kekeliruan isi bahkan substansi bukanlah kejadian pertama. “Ini sudah terjadi kesekian kalinya,” imbuh Retno.

Baca: ‘Tarik Buku IPS Kelas 6 yang Mencantumkan Yerusalem Ibu Kota Israel’

KPAI menilai, kasus-kasus itu menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap buku-buku ajar, terutama buku SD.

“Mulai dari adanya konten kekerasan sampai pornografi, dan sekarang kekeliruan penulisan ibu kota Israel adalah Yerusalem,” imbuhnya.

Pengawasan buku ajar dinilai mestinya menjadi kewenangan Pusbukur Kemdikbud RI.

KPAI pun akan meminta keterangan kepada Kemdikbud terkhusus Pusbukur, terkait lolosnya buku ini dalam penilaian perbukuan di Pusbukur.

“Jika dalam proses penilaian buku tersebut ada kelalaian Kemdikbud, maka tentu saja Kemdikbud menjadi pihak yang bertanggung jawab,” tambahnya.*

Baca: Penerbit Buku ‘Yerusalem Ibu Kota Israel’ Mohon Maaf

(SKR,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
MUI Dorong RI Jadi Pelopor Kemerdekaan Palestina http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2017/12/13/130418/mui-dorong-ri-jadi-pelopor-kemerdekaan-palestina.html Wed, 13 Dec 2017 03:31:07 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=130418

Kiai Ma'ruf juga mengimbau masyarakat dunia khususnya Indonesia, untuk memberikan apa yang bisa diberikan sesuai kebutuhkan warga Palestina saat ini.

(Yahya G Nasrullah,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin, mendorong pemerintah Indonesia untuk berbuat lebih jauh dalam penyelesaian klaim sepihak Presiden AS Donald Trump atas Baitul Maqdis sebagai ibu kota Israel.

Termasuk dalam penyelesaian persoalan umum penjajahan Zionis Israel atas Palestina, dimana Palestina diharapkan segera meraih kemerdekaan.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, sangat diharapkan perannya. Apalagi Indonesia juga pernah menjadi tuan rumah KTT OKI yang membahas perihal isu Palestina.

“Karena itu kita dorong pemerintah agar berbuat lebih jauh lagi,” ujar Kiai Ma’ruf kepada hidayatullah.com di Kantor MUI, Jakarta, Selasa (12/12/2017).

 Baca: Aksi Besar-besaran MUI Bela Palestina, GNPF Ajak Umat Hadir

Kiai Ma’ruf optimistis, jika Indonesia mempelopori untuk mengambil langkah menghentikan keputusan Trump, maka negara-negara yang tergabung dalam OKI akan memberi perhatian.

“Kita minta kepada pemerintah terutama Presiden supaya menyuarakan hal ini,” tandasnya.

Kiai Ma’ruf juga mengimbau masyarakat dunia khususnya Indonesia, untuk memberikan apa yang bisa diberikan sesuai kebutuhkan warga Palestina saat ini.

MUI akan menggelar aksi besar-besaran menolak keputusan AS tersebut.

Baca: Bela Palestina, MUI Pimpin ‘Aksi Terbesar Sepanjang Sejarah di Indonesia’

Kiai Ma’ruf mengatakan, aksi yang akan dilakukan bersama berbagai ormas Islam, majelis taklim dan dzikir, tokoh agama, bahkan perwakilan duta besar negara-negara Islam tersebut diadakan di kawasan Monumen Nasional (Monas) dekat Kedutaan Besar AS, Jakarta Pusat pada Ahad (17/12/2017) beberapa hari lagi.

Aksi ini dinilai akan menjadi ‘aksi terbesar sepanjang sejarah Indonesia’.*

(Yahya G Nasrullah,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Aa Gym Nilai Pasca Aksi Bela Islam, Bela Palestina Satukan Umat Lagi http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2017/12/13/130420/aa-gym-nilai-pasca-aksi-bela-islam-bela-palestina-satukan-umat-lagi.html Wed, 13 Dec 2017 03:26:00 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=130420

"Umat Islam harus menyadari satu amanah besar yaitu kebebasan bangsa Palestina."

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– KH Abdullah Gymnastiar merasa terusik dengan keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengklaim Baitul Maqdis (al-Quds) sebagai ibu kota Israel. Ia berharap ini menjadi momentum persatuan umat membela Palestina.

“Kalau pernyataan Donald Trump ini bisa memperkuat iman, maka kita beruntung,” tuturnya saat memberikan tausiyah pada acara Orasi Kemanusiaan, Indonesia Bersatu Bela Palestina di Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (12/12/2017).

Aa Gym, sapaannya, menambahkan, apapun yang terjadi bisa menguatkan iman kita.

Ia pun menilai, Trump adalah salah satu makhluk ciptaan Allah yang ditakdirkan membuat Islam bersatu lagi, pasca kejadian besar yang menyatukan umat Islam di Indonesia pada tahun lalu, yaitu Aksi Bela Islam (Aksi 212, Red).

Baca: Aksi Besar-besaran MUI Bela Palestina, GNPF Ajak Umat Hadir

Lebih lanjut, pantauan hidayatullah.com, Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid ini menuturkan, Allah menakdirkan seseorang menjadi pemicu tergugahnya iman dan kemanusiaan. Bukan hanya atas umat Islam, akan tetapi seluruh dunia pun terusik dengan keputusan Trump.

“Umat Islam harus menyadari satu amanah besar yaitu kebebasan bangsa Palestina. Bumi Palestina adalah milik Allah, kejadian ini akan menguntungkan kita semua, kalau menyadari dengan menjadi ladang amal, kita merugi kalau dengan kejadian ini tidak menambah bersih hati kita, tidak menambah amal kita,” jelas Aa Gym.

 

Aa Gym pun berharap, mudah-mudahan dengan kejadian ini umat melihat kekuasaan Allah.

Serta membuat umat saling menasihati dalam kebenaran, dengan cara mensosialisasikan kepada sanak keluarga akan keberadaan penjajah Israel di Palestina.

Serta saling menasihati dalam kesabaran; sabar dalam hal apa pun agar doa terijabah.

“Memerdekakan adalah kekuasaan Allah, tapi kita harus ambil bagian karena itu merupakan keburuntungan bagi kita,” tegas Aa Gym.

Baca: Bela Palestina, MUI Pimpin ‘Aksi Terbesar Sepanjang Sejarah di Indonesia’

Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menggelar aksi besar-besaran menolak keputusan AS tersebut.Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin mengatakan, aksi yang akan dilakukan bersama berbagai ormas Islam, majelis taklim dan dzikir, tokoh agama, bahkan perwakilan duta besar negara-negara Islam tersebut diadakan di kawasan Monumen Nasional (Monas) dekat Kedutaan Besar AS, Jakarta Pusat pada Ahad (17/12/2017) beberapa hari lagi.

Aksi ini dinilai akan menjadi ‘aksi terbesar sepanjang sejarah Indonesia’.* Zulkarnain

 

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Penerbit Buku ‘Yerusalem Ibu Kota Israel’ Mohon Maaf http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2017/12/13/130415/penerbit-buku-yerusalem-ibu-kota-israel-mohon-maaf.html Wed, 13 Dec 2017 03:17:43 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=130415

Menurut Yudhistira, sumber data buku itu diambil dari internet world population data sheet 2010.

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Kepala Penerbitan Yudhistira, Dedi Hidayat, memohon maaf atas isi buku IPS kelas VI terbitannya yang mencantumkan ‘Yerusalem’ (Baitul Maqdis, Red) sebagai ibu kota ‘Israel’.

“Kami mohon maaf apabila sumber yang kami ambil dianggap keliru. Kami akan melakukan perbaikan atau revisi isi buku tersebut pada cetakan berikutnya,” ujarnya dalam surat resmi pemberitahuan Yudhistira tertanggal 12 Desember 2017 diterima hidayatullah.com Jakarta, Rabu (13/12/2017).

Baca: Buku ‘Yerusalem Ibu Kota Israel’, MUI Desak Penerbit Minta Maaf

Menurut Dedi, sumber data buku itu diambil dari internet world population data sheet 2010. Pihaknya tidaknya mengetahui kalau data tersebut masih menjadi perdebatan dan belum diakui secara internasional.

“Perlu kami sampaikan juga beberapa sumber di internet juga mencantumkan hal yang sama,” klaimnya.

Diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Amirsyah Tambunan, mengaku kecewa dengan beredarnya buku ajar Sekolah Dasar yang mencantumkan Yerusalem (Baitul Maqdis, Red) sebagai ibu kota Israel.

Baca: ‘Tarik Buku IPS Kelas 6 yang Mencantumkan Yerusalem Ibu Kota Israel’

Ia mengatakan, penerbit buku tersebut harus meminta maaf karena telah menyakiti masyarakat Indonesia khususnya umat Islam.

“Itu harus minta maaf. Kalau tidak, akan ada tindakan hukum berikutnya dari masyarakat,” ujarnya kepada hidayatullah.com di Kantor MUI, Jakarta, Selasa (12/12/2017).* Andi

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
MUI Sesalkan Seminar ‘Jejak Pelacur Arab dalam Seni Baca al-Qur’an’ http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2017/12/13/130411/mui-sesalkan-seminar-jejak-pelacur-arab-dalam-seni-baca-al-quran.html Wed, 13 Dec 2017 03:08:04 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=130411

"Kementerian Agama agar mengambil langkah-langkah cepat dan tepat agar masalah ini tidak menimbulkan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat."

(Yahya G Nasrullah,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menyesalkan diselenggarakannya acara seminar berjudul ‘Jejak Pelacur Arab dalam Seni Baca al-Qur’an’ di Gedung Pusat Bahasa Arab Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) dalam rangka Dies Natalis UIN SU ke-44, Senin (11/12/2017).

Anwar mengatakan, judul seminar tersebut jelas sangat tendensius dan merendahkan kitab suci umat Islam.

“Kita menyerahkan penyelesaian masalah ini kepada pihak yang terkait terutama Kementerian Agama agar mengambil langkah-langkah cepat dan tepat agar masalah ini tidak menimbulkan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya kepada hidayatullah.com, Rabu (13/12/2017).

Baca: Gurita Liberalis di Kampus UIN Jakarta

Sementara itu, Sekretaris MUI Sumatera Utara Ardiansyah menyampaikan, pihaknya sudah bergerak cepat dan berkoordinasi dengan Rektor UIN SU Prof Saidurrahman serta Dekan Fakultas Ilmu Sosial untuk memproses kasus yang menimbulkan keresahan itu.

“Melalui rektor sudah diproses, apakah nantinya yang bersangkutan akan diberikan sanksi kita menunggu. Apakah pemecatan atau yang lain,” tuturnya saat dihubungi hidayatullah.com melalui sambungan telepon, pagi ini.

“Alhamdulillah rektor cukup tegas dalam hal ini. Mungkin hari ini ada rapat internal untuk menindaklanjuti. Tapi Pak Menteri sudah menegur Pak Rektor atas kasus ini,” tambah Ardiansyah.

Berdasarkan informasi yang diperoleh MUI Sumut, ia mengatakan, kontroversi terkait judul seminar tersebut sudah menjadi perdebatan, termasuk di kalangan dosen.

“Tapi tiba-tiba sudah ada kegiatan itu, dan yang disayangkan Dekan membuka acara itu masalahnya,” ungkapnya.

Baca: Dekan Fakultas Ushuluddin UINSA Menampik Dianggap Ajarkan Paham Liberal

Adapun pihak UIN SU dalam keterangan resminya menyampaikan permohonan maaf atas adanya seminar tersebut. Dalam surat nomor B.57/IS/KP.00/12/2017 pihak kampus mengaku akan bersikap tegas terhadap kekeliruan topik kontroversial dan akan memanggil Yasir Arafat sebagai narasumber untuk memberikan keterangan secara tertulis dari materi yang dibawakan.

Termasuk, dalam surat itu dikatakan, pihak kampus memberikan teguran secara lisan kepada panitia acara lembaga Riset Agama dan Masyarakat (RESAM) untuk tidak mengulangi kegiatan diskusi ilmiah yang berorientasi kontroversial.

“Meminta kepada Saudara yang bersangkutan untuk meminta maaf kepada publik khususnya umat Islam dan memberikan klarifikasi secara tertulis,” bunyi poin surat tersebut.

Untuk diketahui, Yasir Arafat merupakan dosen UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, yang pernah membacakan tilawah dengan langgam Jawa pada perayaan Isra Miraj yang berlangsung di Istana Negara, Jumat (15/05/2015) lalu.*

(Yahya G Nasrullah,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
[Foto] Dua Mujahidin in Jihad Islam Gugur; Zionis akan Membayar Mahal! http://www.hidayatullah.com/berita/palestina-terkini/read/2017/12/13/130406/foto-dua-mujahidin-jihad-islam-gugur-zionis-akan-membayar-mahal.html Wed, 13 Dec 2017 03:01:33 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=130406

ihad Islam teguh pada ikrarnya bahwa tidak akan surut seincipun dari jalan jihad sampai tidak tersisa sejengkalpun tanah Palestina yang terjajah

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com–Bumi Gaza kembali tersiram darah mujahidin in. Kali ini dua pemuda yang merupakan mujahidin in dari Brigadir Jihad Islam, salah satu fraksi perjuangan kemerdekaan di Palestina gugur dalam sebuah operasi militer.

Hari Selasa siang (13/12/2017), dua mujahidin  yang kemudian diketahui namanya Husein Ghazi Nasrullah (25 th) dan Musthofa Mufid Sulthon (29 th). Keduanya gugur saat sebuah operasi persiapan di daerah Baitu Lahiya, Gaza.

Saat mereka sedang mengendarai sepeda motor, sebuah tembakan bom tentara Zionis tepat menghantam mereka. Serangan dilancarkan oleh zionis dengan pesawat.

Baca: Mengintip Mujahidin Gaza Memperlakukan Tawanan Zionis

Serangan udara semacam ini pertama kali terjadi sejak genjatan senjata pada 2014 silam pasca Pertempuran Asful Ma’kul (Dedaunan Dimakan Ulat) yang sangat bersejarah itu.

Motor yang dikendarai oleh As-Syahid hancur gosong terbakar akibat serangan udara pesawat Zionis (Palinfo)

Atas serangan ini korban tewas di Gaza sejak hari Jum’at lalu menjadi 6 orang, dan luka-luka sebanyak 600 korban.

Baca: Intelijen ‘Israel’ Cemas Hamas dan Jihad Islami

Penduduk sempat membawa keduanya ke rumah sakit, namun setibanya di rumah sakit keduanya sudah tidak lagi bernyawa karena mengalami luka bakar yang membuat sekujur tubuhnya gosong. Demikian keterangan dari Jubir Kementrian Kesehatan, lansir The Palestinian Information Centre (PIC), Rabu (13/12/2017).

Bekas bom pesawan Zionis (Palinfo)

Atas gugurnya dua pejuangnya, Jihad Islami menyatakan bahwa apa yang telah dipersiapkan oleh kedua mujahidin nya itu adalah bagian dari perencanaan panjang terhadap sebuah serangan yang akan membuat kerugian besar bagi Zionis-Israel.

Sedangkan Jihad Islam teguh pada ikrarnya bahwa tidak akan surut seincipun dari jalan jihad sampai tidak tersisa sejengkalpun tanah Palestina yang terjajah.*/MR Utama

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>