Hidayatullah.com http://www.hidayatullah.com Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran Tue, 23 May 2017 04:26:02 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.7.4 DPP IMM Desak Polri Tangkap Fasilitator Pesta Homoseks http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2017/05/23/117214/dpp-imm-desak-polri-tangkap-fasilitator-pesta-homoseks.html Tue, 23 May 2017 04:26:02 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=117214

"Sudah selayaknya pesta-pesta semacam 'The Wild One' diberantas."

(SKR,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) menyesali masih terdapatnya aktivitas lesbian, homoseksual, biseksual, dan transgender atau LGBT di Indonesia. Terutama pasca terungkapnya pesta homoseks bertajuk ‘The Wild One’ di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

“DPP IMM mengutuk keras, karena hubungan sesama jenis tidak sesuai dengan falsafah bangsa,” ungkap Sekretaris DPP IMM Fitrah Bukhari kepada wartawan, Senin (22/05/2017) di Jakarta.

Baca: Risi dengan Pengunjung Ruko Tempat Pesta Homoseks, Tetangga Pria Pernah Digoda Pria

Ditemui di sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) DPP IMM, Fitrah mengungkapkan, salah satu rekomendasi Rakornas IMM bahwa IMM menolak segala bentuk kegiatan LGBT karena tidak sesuai dengan falsafah bangsa.

“Negara Republik Indonesia berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, sehingga nilai-nilai yang tidak sesuai berlaku di NKRI harus diberantas, sudah selayaknya pesta-pesta semacam ‘The Wild One’ diberantas.

Penegak hukum tidak boleh berhenti hanya pada para peserta pesta, tapi juga harus meringkus jaringan serta komunitas gay yang memfasilitasi acara tersebut,” ungkap Fitrah sebagaimana rilisnya kepada hidayatullah.com.

Baca: Pesta Homoseks Digerebek, Polres: Operasi Cipta Kondisi Jelang Ramadhan

“Jangan pelakunya saja, tapi pemilik usaha, hingga komunitas yang sering meresahkan masyarakat harus ditangkap,” tambahnya.

Pesta homoseksual tersebut digelar di Ruko Kokan Permata Blok B 15-16 Kelapa Gading RT 15 / RW 03, Kelapa Gading Barat. Polisi melakukan penggerebekan pada pukul 19.30 WIB Ahad (21/05/2017) malam.

Sebanyak 141 pria diamankan dari pesta itu. Sejumlah barang bukti juga disita, di antaranya kondom dan uang tip untuk tarian striptis.*

(SKR,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
AILA Apresiasi Kepolisian Gerebek Pesta Homoseks Kelapa Gading http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2017/05/23/117212/aila-apresiasi-kepolisian-gerebek-pesta-homoseks-kelapa-gading.html Tue, 23 May 2017 03:50:36 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=117212

"Khususnya tindakan yang dilakukan oleh Polres Jakarta Utara yang membubarkan kegiatan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila."

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia bersama 12 pemohon judicial review (JR) pasal kesusilaan memberikan apresiasi terhadap aparat kepolisian, yang melakukan penggerebekan pesta homoseks di ruko PT Atlantis Jaya Gym, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Ahad (21/05/2017) malam lalu.

“Khususnya tindakan yang dilakukan oleh Polres Jakarta Utara yang membubarkan kegiatan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kemanusiaan yang adil dan beradab,” kata Ketua AILA Rita Soebagio melalui keterangan tertulis diterima hidayatullah.com di Jakarta, Selasa (23/05/2017).

Baca: Risi dengan Pengunjung Ruko Tempat Pesta Homoseks, Tetangga Pria Pernah Digoda Pria

AILA bersama 12 pemohon tersebut, sambungnya, meyakini, sebagai makhluk Tuhan, manusia dituntut untuk senantiasa menunjukan sikap yang sesuai dengan fitrah manusia sebagai makhluk yang beradab.

“Karena manusia yang beradab adalah manusia yang terikat dengan nilai-nilai dan norma budaya dan agama yang diyakini,” imbuhnya.

Juga, imbuh Rita, tidak melakukan kerusakan moral yang akan menjatuhkan harga diri sendiri dan bangsa.

Baca: Pesta Homoseks Digerebek, Polres: Operasi Cipta Kondisi Jelang Ramadhan

Sebagaimana diketahui, AILA Indonesia bersama 12 pemohon tersebut telah mengajukan JR melalui Mahkamah Konstitusi mengenai pasal kesusilaan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), salah satunya adalah Pasal Perbuatan Cabul Sesama Jenis.

“Diajukannya uji materi ini salah satunya dengan harapan bahwa pihak penegak hukum mendapat penguatan hukum di samping pasal perundangan yang sudah ada seperti UU Pornografi,” pungkasnya.* Ali Muhtadin

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Situs Humas Polri Tidak Bisa Diakses, Polisi Sebut dalam Perbaikan http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2017/05/23/117209/situs-humas-polri-tidak-bisa-diakses-polisi-sebut-dalam-perbaikan.html Tue, 23 May 2017 02:56:33 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=117209

Sebelumnya, akun @army_anons yang menyatakan diri sebagai Anonymous mengklaim pihaknya melakukan peretasan terhadap situs Humas Polri tersebut.

(Yahya G Nasrullah,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Situs Humas Mabes Polri tidak bisa diakses sejak Senin sore (22/05/2017). Pantauan hidayatullah.com hingga Selasa pagi (23/05/2017), pada laman humas.polri.go.id tersebut hanya tertulis “mohon maaf Website http://humas.polri.go.id sedang dalam perbaikan rutin database mohon bersabar….”

Persoalan ini sendiri ramai diperbincangkan di media sosial. Dikabarkan situs Humas Polri tersebut diretas oleh Anonymous yang menyampaikan pengakuan melalui akun Instagram @army_anons.

Sebelumnya, akun @army_anons yang menyatakan diri sebagai Anonymous mengklaim pihaknya melakukan peretasan terhadap situs Humas Polri tersebut.

Dalam unggahannya, @army_anons menuliskan bahwa kelompoknya menyampaikan pesan kepada kepolisian Indonesia agar tidak menyalahkan mereka atas kasus “chat seks” yang menjadi perbincangan belakangan ini.

Bahkan, @army_anons juga mengancam akan menargetkan untuk meretas server transaksi bank.

Sementara, Kepala Divisi Humas Polisi Republik Indonesia, Irjen Pol Setyo Wasisto, membantah adanya serangan siber terhadap situs resmi Humas Polri tersebut. Setyo mengatakan, website sudah bisa diakses kembali seperti biasa.

“Sekarang sudah oke kok (bisa diakses kembali),” ujarnya dikutip ROL, semalam, Senin.

Serangan siber atau peretasan situs milik Polri, kata dia, tidak pernah ada. Terkait gangguan, Setyo mengungkapkan situs Humas Polri sedang dalam perbaikan sebelumnya.

“Enggak, tadi itu ada perbaikan, enggak pernah ada (peretasan) itu,” katanya.*

(Yahya G Nasrullah,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
MUI Berharap, Ada Kesamaan Pandangan dan Pergerakan Organisasi Pemuda Islam http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2017/05/23/117200/mui-berharap-ada-kesamaan-pandangan-dan-pergerakan-organisasi-pemuda-islam.html Tue, 23 May 2017 01:00:30 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=117200

Silaturahim Ormas Pemuda Islam se-Indonesia digelar Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI pada tanggal 20-21 Mei 2017 di Jakarta Pusat.

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Komisi Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat berharap akan adanya kesamaan pandangan dan aktivitas organisasi-organisasi pemuda Islam.

“Yang dalam istilah dari fatwa MUI adalah taswiatul manhaj wa tansiqul harokah (kesatuan pandangan dan kesatuan gerak),” ungkap Ketua Panitia Silaturahim Ormas Pemuda Islam se-Indonesia, Saiful Bahri, dalam keterangan tertulis yang diterima hidayatullah.com di Jakarta, Senin (22/05/2017).

Diketahui, Silaturahim Ormas Pemuda Islam se-Indonesia digelar Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI pada tanggal 20-21 Mei 2017 di Hotel Sofyan Cut Meutia, Jakarta Pusat.

Baca: Pemuda Islam Harus Bersiap Menjadi Pelanjut Dakwah

Sementara itu, Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI, Adnan Harahap juga berharap adanya kegiatan bersama ormas pemuda seluruh Indonesia. Guna menjawab tantangan bangsa ke depan, sehingga lahir pemuda-pemuda pemersatu bangsa.

Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid Sa’adih juga menyampaikan agar umat Islam memiliki potensi besar, baik dari jumlah dan segalanya.

“Sebab Indonesia termasuk umat Islam terbesar dan memiliki potensi besar baik dari kuntitas dan kita harus optimalkan kualitasnya,” ungkapnya dalam sambutannya pada acara itu.

Silaturahim bertema “Satukan Visi dan Misi Ormas Pemuda Islam untuk mengokohkan NKRI menuju Negeri Baldatun Thayibatun Warobbun Ghafur” itu dihadiri oleh 38 ormas seluruh Indonesia.* Ali Muhtadin

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Ahok Cabut Banding, Pakar Hukum Pidana: Hal yang Tidak Lazim http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2017/05/23/117201/ahok-cabut-banding-pakar-hukum-pidana-hal-yang-tidak-lazim.html Tue, 23 May 2017 00:15:32 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=117201

Kata Chair, Perlu untuk diperhatikan tentang upaya Jaksa untuk banding pula. Bandingnya Jaksa semakin menarik untuk dikritisi, jika
dimaksudkan agar Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memvonis sesuai tuntutan Penuntut Umum, yakni 1 tahun pemidanaan dengan masa percobaan selama 2 tahun.

(SKR,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Terdakwa penista agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mencabut permohonan banding yang dilakukannya pasca divonis hukuman penjara 2 tahun oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Ahli Hukum Pidana DR Abdul Chair Ramadhan, SH, MH menilai pencabutan itu sebagai sesuatu yang tidak lazim.

“Pencabutan banding sebagaimana dimaksudkan oleh Ahok telah menuai spekulasi, ada apa gerangan? Tentu suatu hal yang tidak lazim dilakukan, terlebih lagi sebelumnya yang bersangkutan demikian semangat untuk banding,” ujar Chair di Jakarta, Selasa (23/05/2016).

Jika alasan Ahok menunjuk pada suatu pengalaman sebelumnya bahwa putusan Pengadilan Tinggi justru menambah hukuman pidana, tentu, menurut Chair, dapat dibenarkan.

Namun, jelasnya, perlu untuk diperhatikan tentang upaya Jaksa untuk banding pula. Bandingnya Jaksa semakin menarik untuk dikritisi, jika
dimaksudkan agar Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memvonis sesuai tuntutan Penuntut Umum, yakni 1 tahun pemidanaan dengan masa percobaan selama 2 tahun.

“Kita berasumsi, jika terjadi hal demikian dapat kita katakan telah terjadi ‘mutasi banding’. Sekali lagi ini suatu hal yang tidak lazim. Telah terjadi pergeseran paradigma banding yang tentu tidak sesuai dengan makna dan tujuan banding,” papar Ahli Hukum Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ini dalam penjelasan tertulisnya kepada hidayatullah.com.

Baca: JPU Kasus Ahok Banding, Pakar Hukum: Ini Logika Hukum Macam Apa?

Chair pun menyampaikan analisisnya terhadap mutasi banding tersebut.

Pertama, jelasnya, seandainya upaya banding Jaksa gagal, maka hampir dapat dipastikan Jaksa tidak akan kasasi. Dengan demikian putusan menjadi inkraht (berkekuatan hukum yang tetap).

Kedua, tambahnya menganalisa, terhadap putusan yang telah inkraht tersebut, Ahok akan mengajukan peninjauan kembali (PK) dan/atau grasi. Disini akan terlihat, apakah PK terlebih dahulu atau grasi terlebih dahulu atau keduanya dimajukan berbarengan.

Menjadi pertanyaan, ungkapnya, bagaimana jika grasi terlebih dahulu atau grasi dan PK disampaikan berbarengan? Akankah salah satunya mampu merubah “nasib” Ahok?

“Jawaban atas pertanyaan ini tentu tidaklah sesulit jika Ahok mengajukan upaya banding,” pungkasnya.

Baca: Syafii Maarif Tegaskan Putusan Hakim atas Ahok Harus Dihormati

Diketahui, terdakwa penista agama yang juga Gubernur (nonaktif) DKI Jakarta, Ahok, memastikan telah mencabut permohonan banding atas vonis dua tahun penjara PN Jakarta Utara dalam perkara penistaan agama.

Menurut kuasa hukum Ahok, I Wayan Sudirta, Senin siang kemarin (22/05/2017) ia bersama tiga anggota tim kuasa hukumnya mendatangi PN Jakarta Utara untuk memasukkan memori banding.*

(SKR,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Risi dengan Pengunjung Ruko Tempat Pesta Homoseks, Tetangga Pria Pernah Digoda Pria http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2017/05/23/117196/risi-dengan-pengunjung-ruko-tempat-pesta-homoseks-tetangga-pria-pernah-digoda-pria.html Mon, 22 May 2017 23:49:02 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=117196

“Saya aja pernah digodain sama laki-laki (pengunjung Atlantis) pas ke kantin. Saya balik kerja aja, (melihat) mohon maaf cium pipi cowok sama cowok."

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Sejumlah karyawan kantor yang bertetangga ruko dengan ruko PT Atlantis Jaya Gym tempat penggerebekan pesta homoseks, Ahad (21/05/2017) malam, merasa risi dengan kehadiran sejumlah pengunjung ruko Atlantis selama ini. Ruko berkedok tempat gimnastik dan fitness ini terletak di Ruko Kokan Permata Blok B 15-16, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Amal, misalnya. Karyawan sebuah perusahaan pengiriman barang yang bekerja di samping persis ruko Atlantis itu mengaku punya pengalaman buruk, saat bertemu dengan laki-laki pengunjung Atlantis.

“Saya aja pernah digodain sama laki-laki (pengunjung Atlantis) pas ke kantin. Saya balik kerja aja, (melihat) mohon maaf cium pipi cowok sama cowok,” tuturnya saat ditemui hidayatullah.com, Senin (22/05/2017) sore di sana.

Amal mengaku awalnya tahu ruko Atlantis sebagai tempat fitness. Baru belakangan ia tahu tempat itu jadi lokasi pesta homoseks. Aktivitas ruko itu, kata Amal, berlangsung pada sore dan malam hari. Pria ini bercerita, di lantai dua kantornya pernah kedengaran musik disko dari ruko Atlantis.

Baca: Pesta Homoseks Digerebek, Polres: Operasi Cipta Kondisi Jelang Ramadhan

Nanda, rekan kerja Amal, juga merasa risi kalau berjumpa dengan laki-laki pengunjung Atlantis yang kelihatan homoseksual.

Selain itu, ia kadang merasa terganggu dengan banyaknya sepeda motor pengunjung Atlantis yang menggunakan lahan parkir kantor tempat Nanda bekerja.

“Kadang saya suka markir di sini (di depan kantor). Kalau malem enggak bisa keluar,” ujarnya.

Sementara itu, kemarin siang hidayatullah.com dan wartawan lain menemukan sebungkus kemasan alat kontrasepsi cukup dekat dari ruko Atlantis, tergeletak di pinggir jalan, bersama sampah-sampah lainnya, berjarak selemparan batu dari pintu ruko tersebut. Kemasannya yang berwarna merah sudah terbuka menandakan isinya kemungkinan sudah dipakai. Di kemasannya tampak tulisan “kondom laki-laki”.

Bungkusan kondom laki-laki dekat ruko PT Atlantis Jaya Gym. [Foto: Andi/hidayatullah.com]

Petugas kepolisian dari Polres Metro Jakut kemarin malam meringkus 141 orang pria di tengah berlangsungnya pesta homoseks di ruko Atlantis. Hingga kemarin sore, sepuluh di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka pelaku pornografi.

Baca: Polisi Gerebek Pesta Homoseksual, 141 Pria Diringkus

Pengamatan media ini, ruko TKP itu sudah disegel oleh pengelola ruko. Selembar kertas pengumuman ditempel di depan pintu ruko yang berwarna cokelat itu. Isi pengumumannya, bangunan itu disegel berdasarkan teguran No.BP003-V/K/17. Surat bertanggal 22 Mei 2017 itu ditandatangani oleh Ketua Badan Pengelola Kokan Permata Kelapa Gading, Laksda TNI (Purn) R Djumartono.

Garis polisi juga sudah dipasang di depan sana. Tampak puluhan unit kendaraan berbagai merek terpakir di sana ikut diberi garis polisi. Tidak ada papan nama PT Atlantis Jaya Gym di depan ruko itu. Dan tidak ada seorang pun pihak Atlantis di sana yang bisa ditemui untuk dikonfirmasi oleh media ini.* Andi

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Pesta Homoseks Digerebek, Polres: Operasi Cipta Kondisi Jelang Ramadhan http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2017/05/22/117192/pesta-homoseks-digerebek-polres-operasi-cipta-kondisi-jelang-ramadhan.html Mon, 22 May 2017 13:46:28 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=117192

Modus operandi PT Atlantis Jaya, ungkapnya, berkedok usaha gimnastik (fitness) untuk menutupi jasa pornografi kaum homoseks.

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Kabag Humas Polres Metro Jakarta Utara (Jakut), Muhamad Sungkoni, membenarkan adanya tindakan pornografi dan homoseksual di Ruko PT Atlantis Jaya Gym, Ruko Kokan Permata Blok B15-16 Kelapa Gading Barat, Jakut.

Kepolisian mendapatkan informasi kasus itu dari masyarakat sejak dua pekan yang lalu. Sebanyak 141 orang sudah diamankan di Mapolres Metro Jakut.

“10 (orang) sudah dinyatakan tersangka. Kalau yang lainnya masih dalam penyidikan,” terang Sungkoni saat ditemui hidayatullah.com di ruang Humas Polres Jakut sekitar pukul 15.00 WIB, Senin (22/05/2017).

Ditanya lebih lanjut soal kasus tersebut, Sungkoni mengaku belum tahu perkembangan kasusnya.

Sementara itu, sebelumnya, dalam jumpa pers di Mapolres Jakut, Senin, Kasat Reskrim AKBP Nasriadi menyebut 10 tersangka tersebut.

Masing-masing ungkapnya berinisial CD (selaku pemilik PT Alantis Jaya Gym), N dan D (kasir), RA (petugas keamanan), SA, BY, R, dan TT (penari striptis), A dan S (tamu yang melakukan [maaf] oral seks bersama penari striptis).

Baca: Polisi Gerebek Pesta Homoseksual, 141 Pria Diringkus

Nasriadi juga menjelaskan, penggerebekan dilakukan dalam rangka Operasi Cipta Kondisi jelang bulan Ramadhan, untuk mencegah dan menghukum tindak pidana asusila, perjudian, dan premanisme.

Modus operandi PT Atlantis Jaya, ungkapnya, berkedok usaha gimnastik (fitness) untuk menutupi jasa pornografi kaum homoseks.

Jelasnya, lantai satu menyediakan fasilitas fitness untuk mengelabui petugas yang mengecek tempat tersebut. Pengunjung Atlantis Jaya dipungut biaya Rp 135.000-Rp 185.000. Dengan biaya itu, pengunjung mendapatkan semua fasilitas dan jasa pornografi.

Penari striptis sebutnya dibayar oleh manajemen Rp 700.000-Rp 1.000.000. Dan dalam menerima tamu, manajemen menyiapkan petugas keamanan untuk memeriksa tamu guna mengantisipasi tamu yang bukan pelaku homoseks.

Sementara itu, hingga berita ini jelang dimuat, Senin malam, belum ada pihak Atlantis Jaya yang bisa dihubungi media ini. Ruko Atlantis Jaya tampak disegel. Hingga sore tadi, tak ada stafnya di lokasi yang bisa ditemui.* Andi

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Syaikh Aaq Syamsuddin Sang Penakluk Maknawi Konstantinopel http://www.hidayatullah.com/kajian/sejarah/read/2017/05/22/117189/syaikh-aaq-syamsuddin-sang-penakluk-maknawi-konstantinopel.html Mon, 22 May 2017 13:25:25 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=117189

Syaikh Aaq Syamsuddin mengajarkan ilmu-ilmu mendasar kepada Sulthan Muhammad Al-Fatih. Ilmu-ilmu tersebut adalah Al-Qur’an, As-Sunnah An-Nabawiyah, fikih, ilmu-ilmu keislaman, dan beberapa bahasa.

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

MUHAMMAD bin Hamzah Ad-Dimasyqi Ar-Rumi melakukan perjalanan bersama orang tuanya ke Romawi, mempelajari berbagai disiplin ilmu dan mampu menguasainya dengan baik sehingga menjadi salah satu tokoh peradaban Islam pada zaman pemerintahan Utsmani. Dia adalah guru dan pendidik Sulthan Muhammad Al-Fatih.

Nasabnya bersambung dengan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. Lahir di Damaskus pada tahun 792 H (1389 M), telah hafal Al-Qur’an pada saat usianya baru tujuh tahun, belajar di Amasia, kemudian di Aleppo, dan setelah itu di Ankara dan meninggal pada tahun 1459 M.

Syaikh Aaq Syamsuddin mengajarkan ilmu-ilmu mendasar kepada Sulthan Muhammad Al-Fatih. Ilmu-ilmu tersebut adalah Al-Qur’an, As-Sunnah An-Nabawiyah, fikih, ilmu-ilmu keislaman, dan beberapa bahasa (Arab, Persia, dan Turki). Dia juga mengajarkan ilmu matematika, astronomi, sejarah, dan seni berperang. Syaikh Aaq Syamsuddin termasuk salah satu ulama yang membimbing Sulthan Muhammad Al-Fatih ketika berkuasa di Magnesia untuk belajar administrasi pemerintahan dan tata negara.

Syaikh Aaq Syamsuddin mampu meyakinkan pangeran kecil itu bahwa dialah yang dimaksud dengan hadits Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam berikut:

“Sungguh, Konstantinopel akan ditaklukkan. Sebaik-baik pemimpin adalah pemimpin (yang menaklukkan)nya dan sebaik-baik tentara adalah tentaranya.”

Ketika pangeran itu menjadi Sulthan bagi Daulah Utsmaniyah, ia masih berusia sangat muda. Syaikh Aaq Syamsuddin menasehatinya agar Sulthan segera bergerak bersama pasukannya untuk merealisasikan hadist Nabi di atas. Pasukan Utsmani kemudian mengepung Konstantinopel dari darat maupun dari laut. Pecahlah perang dahsyat selama 54 hari.

Pasukan Byzantum sempat meraih kemenangan sementara. Penduduk Byzantium pun bersuka cita dengan kedatangan empat kapal perang yang dikirimkan Paus kepada mereka. Semangat perang mereka meningkat. Ketika itu, para pemimpin pasukan dan menteri Utsmani mengadakan pertemuan. Mereka lalu mendatangi Sulthan Muhammad Al-Fathi dan mengatakan, “Sesungguhnya Anda telah menggerakkan sejumlah besar pasukan Utsmani untuk melakukan pengepungan ini karena menuruti perkataan salah seorang syaikh (maksud mereka adalah Syaikh Aaq Syamsuddin). Banyak tentara binasa dan peralatan perang pun rusak. Bahkan lebih dari itu, datanglah kemudian bantuan dari negara-negara Eropa untuk orang-orang kafir yang berada di dalam benteng. Keinginan untuk menaklukkan Konstantinopel belum bisa diperkirakan.”

Sulthan Muhammad Al-Fatih kemudian mengutus seorang menterinya, Waliyuddin Ahmad Pasha kepada Syaikh Aaq Syamsuddin di kemahnya untuk menanyakan solusi masalah tadi. Syaikh menjawab, “Pasti Allah akan mengabulkan penaklukkan ini.”

Sulthan tidak puas dengan jawaban ini. Dia mengutus menterinya sekali lagi untuk memohon Syaikh Aaq Syamsuddin menjelaskan lebih banyak. Syaikh kemudian menuliskan surat kepada muridnya, Muhammad Al-Fatih. Surat itu berbunyi, “Sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Maha memberi kemuliaan dan kemenangan bagi beberapa orang muslim, kedatangan bantuan kapal perang itu telah menimbulkan patah hati dan cercaan. Sebaliknya bagi orang-orang kafir, peristiwa tersebut menimbulkan perasaan senang dan gembira. Yang pasti, seorang hamba hanya bisa merencanakan, Allah-lah yang menentukan. Keputusan ada di tangan Allah, ketika telah berserah diri kepada Allah dan telah membaca Al-Qur’an. Semua itu tidak lain adalah seperti rasa kantuk. Kelembutan Allah Ta’ala telah terjadi sehingga muncullah berita-berita gembira yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Wejangan Aaq Syamsuddin dalam suratnya ini menimbulkan perasaan tenang dan tenteram di dalam hati para pemimpin pasukan dan tentara Utsmani. Dengan segera, dewan para Utsamani memutuskan agar peperangan untuk menaklukkan Konstantinopel dilanjutkan. Kemudian Sulthan Muhammad pergi ke kemah Aaq Syamsuddin. Dia mencium tangan gurunya. Lantas, dia berkata, ‘Wahai guruku! Ajari saya sebuah doa agar saya bisa berdoa kepada Allah dengannya supaya Dia memberikan taufik kepadaku.” Syaikh Aaq Syamsuddin lalu mengajarinya sebuah doa. Kemudian, Sulthan keluar dari kemah gurunya untuk memerintahkan pasukannya melakukan serangan umum.

Sulthan menginginkan agar gurunya itu berada di sampingnya ketika melakukan serangan. Oleh karena itu, dia mengutus seseorang untuk memanggilnya. Akan tetapi, Syaikh Aaq Syamsuddin telah memerintahkan para penjaga kemah untuk melarang seorang pun memasuki kemahnya. Para penjaga kemah itu juga melarang utusan Sulthan memasuki kemah.

Sulthan Muhammad Al-Fathi pun marah. Kemudian, dia pergi sendiri ke kemah Syaikh Aaq Syamsuddin untuk memanggilnya. Para penjaga kemah melarang Sulthan untuk memasuki kemah berdasarkan perintah Syaikh Aaq Syamsuddin. Sulthan mengambil belatinya dan menyobek salah satu bagian dinding kemah. Dia lalu melihat ke dalam kemah. Ternyata gurunya sedang bersujud kepada Allah sangat lama. Sorbannya sampai terlepas dari kepalanya dan rambutnya memantul cahaya. Kemudian Sulthan melihat gurunya bangkit dari sujudnya dengan berlinangan air mata di kedua pipinya. Dia bermunajat dan berdoa kepada Allah agar menurunkan pertolongan dan memberi kemenangan dalam waktu dekat.

Setelah itu, Sulthan Muhammad Al-Fatih kembali ke markas komandonya. Dia melihat pagar-pagar Konstantinopel yang terkepung. Pasukan Utsmani telah mampu membuat celah di pagar-pagar itu. Dari tempat ini, pasukan Utsmani ‘membanjir’ ke dalam kota Konstantinopel. Sulthan merasa sangat gembira dengan peristiwa itu. Dia berkata, “kegembiraanku bukan karena penaklukan kota Konstantinopel. Akan tetapi, kegembiraanku adalah karena adanya laki-laki ini pada zamanku.”

Dalam buku Al-Badr Ath-Thali’, Asy-Syaukani menyebutkan bahwa berkah dan keutamaan Syaikh Aaq Syamsuddin terlihat jelas. Dia menentukan kepada Sulthan Muhammad Al-Fatih hari penaklukkan Konstantinopel oleh tangannya.

Ketika pasukan Utsmani membanjiri kota Konstantinopel dengan penuh kekuatan dan semangat, Syaikh Aaq Syamsuddin menghadap Sulthan Muhammad Al-Fatih untuk mengingatkannya mengenai peraturan Allah dalam peperangan dan hak-hak bangsa yang ditaklukkan seperti yang terdapat dalam syariat Islam.

Sulthan Muhammad Al-Fatih memuliakan para tentara muslim yang telah menaklukkan Konstantinopel dengan memberi mereka hadiah. Dia mengadakan perjamuan dan pesta yang berlangsung selama tiga hari. Tempat-tempat umum dihias dengan indah. Sulthan sendiri yang melayani para tentara itu sebagai pelaksanaan sabda Nabi Muhammad, “Pemimpin suatu kaum adalah pelayan mereka.”

Kemudian Syaikh yang alim dan wara’ tersebut, yaitu Syaikh Aaq Syamsuddin, bangkit menyampaikan pidato di hadapan mereka. Dia berkata, “Wahai tentara Islam! Ketahuilah dan ingatlah bahwa Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda mengenai kondisi kalian: ‘Sungguh, Konstantinopel akan ditaklukkan. Sebaik-baik pemimpin adalah pemimpin (yang menaklukkan)nya dan sebaik-baik tentara adalah tentaranya.’ Kita memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala semoga Dia memberi kita taufik dan mengampuni kita. Ingatlah, kalian tidak boleh berlebih-lebihan terhadap harta ghanimah yang kalian dapatkan. Kalian tidak boleh menghambur-hamburkannya. Gunakanlah harta tersebut untuk urusan kebaikan penduduk kota ini. Dengarkan, taati, dan cintailah Sulthan kalian.”

Kemudian Syaikh Aaq Syamsuddin menoleh kepada Sulthan Muhammad Al-Fatih. Dia berkata, “Wahai Sulthanku! Anda telah menjadi penyejuk mata keluarga Utsman. Oleh karena itu, jadilah selalu mujahid fi sabilillah.” Kemudian dia meneriakkan takbir dengan suara sangat keras.

Setelah penaklukkan Konstantinopel, Syaikh Aaq Syamsuddin menemukan kuburan seorang sahabat yang mulia, Abu Ayyub Al-Anshari r.a. di sebuah tempat dekat pagar-pagar kota itu. Syaikh Aaq Syamsuddin adalah orang yang pertama menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Aya Shopia.*/Sudirman STAIL (dari buku Muhammad Al-Fatih Sang Penakluk, penulis Dr. Ali Muhammad Ash-Shalabi)

(Admin Hidcom,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
Ranu Dinilai Terkategori Melakukan Tugas Jurnalistik http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2017/05/22/117187/ranu-dinilai-terkategori-melakukan-tugas-jurnalistik.html Mon, 22 May 2017 13:20:15 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=117187

Mahladi menyayangkan, pihak kepolisian yang menganggap Ranu bagian dari ormas LUIS yang melakukan sweeping terhadap tempat maksiat Social Kitchen di Solo, Jawa Tengah.

(Yahya G Nasrullah,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Jurnalis Muslim, Ranu Muda Adi Nugroho, terkategori melakukan tugas jurnalistik saat terjadi sweeping sebuah tempat hiburan malam oleh ormas Laskar Umat Islam Solo (LUIS) beberapa waktu lalu.

Demikian menurut Pemimpin Redaksi Kelompok Media Hidayatullah (Pemred KMH), Mahladi, dalam diskusi bertema ‘Ranu dan Ancaman Kriminalisasi Jurnalis’ di Hotel Sofyan Inn, Tebet, Jakarta, kemarin.

Baca: Tantangan Kerja Jurnalis Tak Hanya Kekerasan dan Kriminalisasi di Lapangan

Ia menjelaskan, definisi jurnalistik adalah kegiatan mencari, mengedit berita, yang dipublikasikan di media baik cetak maupun elektronik.

Dari definisi tersebut Ranu termasuk kategori jurnalis, ujar Mahladi.

Hal itu, sambungnya, karena Ranu bekerja di sebuah media yang memiliki legalitas, melakukan aktivitas jurnalistik, dan apalagi juga sebagai redaktur pelaksana dalam struktur redaksi.

Terkait pertanyaan apakah dibenarkan seorang jurnalis mengikuti rapat dengan narasumber sebagaimana Ranu yang diundang oleh LUIS sebelum melaksanakan aksinya, Mahladi mengatakan, hal itu adalah suatu yang wajar.

Baca: Pemuda Muhammadiyah: Kriminalisasi Ranu Potret Ketidakadilan yang Menyayat Hati

Mantan jurnalis Harian Republika ini mencontohkan, bagaimana biasanya jurnalis juga mengikuti pengarahan dari kepolisian ketika akan melakukan penggerebekan suatu tindak kejahatan.

Termasuk, lanjutnya, ikut bersama dalam satu kendaraan dengan narasumber.

Hanya saja, setelah tiba di lokasi sang jurnalis melakukan tugasnya dalam peliputan seperti memotret, mencari informasi sebanyak mungkin, yang mana membuat jurnalis tidak sempat membantu korban.

Karena memang biasanya wartawan mendahulukan tugas jurnalistiknya. Itu juga yang dilakukan Ranu, imbuhnya.

Baca: Ketika Zafa Memendam Rindu kepada Ranu

Selain itu, Mahladi menegaskan, apa yang dilakukan Ranu adalah aktivitas jurnalistik karena usai kejadian Ranu telah membuat dan mempublikasi hasil liputannya.

Paginya sudah membuat artikel tentang liputannya semalam. Jelas Ranu melakukan tugas jurnalistik, tandasnya.

Namun, Dewan Syuro Jurnalis Islam Bersatu (JITU) ini menyayangkan, pihak kepolisian yang menganggap Ranu bagian dari ormas LUIS yang melakukan sweeping terhadap tempat maksiat Social Kitchen di Solo, Jawa Tengah.

Baca: Ranu Muda: Para Saksi Tak Temukan Bukti Saya Lakukan Kekerasan

Untuk diketahui, saat ini kasus Ranu sedang bergulir di persidangan. Ranu dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan hukuman 6 bulan penjara. Sedangkan pembacaan putusan akan dibacakan oleh hakim pada 29 Mei mendatang.

Diskusi Publik soal Ranu itu digelar JITU pada Ahad (21/05/2017) kemarin.*

(Yahya G Nasrullah,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>
IKADI-Baznas Tekankan Peran Penting Dai dalam Kebangkitan Zakat http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2017/05/22/117181/ikadi-baznas-tekankan-peran-penting-dai-dalam-kebangkitan-zakat.html Mon, 22 May 2017 11:30:10 +0000 http://www.hidayatullah.com/?p=117181

“Salah satu peran dai adalah memberikan tau’iyah (kesadaran. Red) kepada masyarakat terkait kewajiban zakat ini," tutur Ketua Umum PP IKADI Ahmad Satori.

(Yahya G Nasrullah,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>

Hidayatullah.com– Pengurus Pusat Ikatan Dai Indonesia (PP IKADI) menyelenggarakan seminar zakat nasional bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), bertempat di ruang rapat Hotel Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Ahad (21/05/2017).

Seminar yang mengambil tema “Peran Dai dalam Pemberdayaan Pengelolaan Zakat untuk Kemakmuran Bangsa” ini diikuti oleh utusan Pengurus Wilayah (PW) IKADI tingkat provinsi se-Indonesia.

Baca: Mensesneg Dorong BAZNAS Himpun Zakat ke BUMN dan Perusahaan Besar

Direktur Koordinator Baznas, Mohammad Nasir Tajang memaparkan, zakat mempunyai posisi yang sangat penting, strategis, dan multi aspek dari sudut pandang keagamaan, ekonomi, dan sosial.

Karenanya, kata dia, jika zakat tidak dikelola secara baik, maka dampaknya akan sistemik.

“Dana zakat ini sangat besar jumlahnya, harus dikelola secara profesional. Kalau tidak maka akan berbahaya,” ujar Nasir dalam rilis yang diterima hidayatullah.com kemarin.

Baca: Kasus Cak Budi, BAZNAS Imbau Umat Berzakat-Infak Lewat Pengelola Resmi

Sementara itu, pembicara lainnya, Ketua Umum PP IKADI, Prof Ahmad Satori Ismail menekankan pentingnya peran dai dalam mewujudkan kebangkitan zakat di Indonesia.

“Salah satu peran dai adalah memberikan tau’iyah (kesadaran. Red) kepada masyarakat terkait kewajiban zakat ini,” tuturnya.

Satori mengungkapkan, masih banyak Muslim yang sudah paham zakat, namun belum mau membayarnya. “Apalagi yang belum paham,” pungkasnya.*

(Yahya G Nasrullah,Hidayatullah.com - Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran )

]]>