frontpage hit counter

Pasar Ahad Islamabad di Hari Jumat

Selain murah, pedagang menggunakan timbangan tradisional menjadi ciri khas tersendiri di bazar tersebut.

Pasar Ahad Islamabad di Hari Jumat
Ali Muhtadin/hidayatullah.com
Itwar Bazar (Pasar Ahad) di daerah Khasmir Highway, Islamabad, Pakistan, Jumat (09/02/2018).

Terkait

“DO sho…!”

Teriakan itu terdengar di sebuah pasar di Islamabad, ibu kota Pakistan.

Usai shalat Jumat (09/02/2018) tepatnya pukul 14.25 waktu setempat, saya pergi menuju Itwar Bazar (Pasar Ahad) yang berada di daerah Khasmir Highway.

Itwar Bazar merupakan pasar yang menyajikan beberapa keperluan dengan harga yang sedikit miring. Di sana terdapat segala macam pakaian, bahan pokok makanan, sembako, hingga peralatan dapur dan rumah tangga tersedia semua.

“Ini menjadi tempat para mahasiswa Indonesia khususnya untuk belanja kebutuhan sehari-hari,” tutur Topan Amirullah, mahasiswa Ushuludin asal Medan, dalam perjalanan menggunakan transportasi online.

“Do sho… do sho… do sho…,” teriak penjual jaket menawarkan dagangannya begitu saya dan teman-teman masuk ke dalam bazar.

Rupee merupakan mata uang negara Pakistan. Satu rupee setara dengan 120 rupiah di Indonesia saat ini. Saya yang asing dengan bahasa urdu, awalnya tidak paham dengan tawaran tersebut. Bahasa urdu merupakan bahasa nomor satu yang digunakan warga Pakistan dalam berkomunikasi.

Jaket musim dingin yang secara kualitas termasuk kategori bagus dijual rata-rata kisaran 200 rupee, sebagaimana teriakan “do sho” yang artinya “dua ratus rupee”.

Meski sudah di penghujung musim dingin, jaket tersebut masih laku di pasaran dan diburu para konsumen.

Baca: Subuh yang “Telat” di Islamabad

Perjalanan kami menyusuri bazar berlanjut mencari bahan makanan dan sembako. Meski lebih simple beli makan di kantin, kami biasa memasak sendiri di dapur Hostel (tempat tinggal mahasiswa) yang disediakan. Selain lidah kami yang tidak terlalu cocok dengan masakan Pakistan, berhemat menjadi alasan utamanya.

Eg kg kidna bhai (satu kilo berapa, Pak)?” tanya Abdurahman, temanku yang lain, kepada pedagang beras.

Sixty bhai (60 rupee),” jawab pedagang berkumis dan berjenggot tebal itu kepada kami menggunakan campuran bahasa Inggris. Setelah urdu, Pakistan memang menetapkan bahasa Inggris sebagai bahasa nomor dua.

Suasana di Itwar Bazar (Pasar Ahad) di daerah Khasmir Highway, Islamabad, Pakistan, Jumat (09/02/2018). [Foto: Ali Muhtadin/hidayatullah.com]

Setelah tawar menawar, akhirnya terjadi kesepakan harga per kilo beras itu 55 rupe. Kami akhirnya membeli 10 kilogram dengan harga 550 rupee. Jika dirupiahkan sekitar Rp 6.600 per kg. Sangat jauh berbeda dengan harga beras di Indonesia saat ini yang bisa mencapai sekitar Rp 13.000 per kg. Apalagi saat ini harga beras sedang naik-naiknya.

Selain murah, pedagang menggunakan timbangan tradisional menjadi ciri khas tersendiri di bazar tersebut.

Uniknya, bazar tersebut tidak buka setiap harinya. Meski bernama Itwar (Ahad), bazar tersebut, selain hari Ahad, juga buka pada hari Selasa dan Jumat. Buka mulai pukul 08.00 sampai pukul 18.00 waktu setempat.* Ali Muhtadin/hidayatullah.com

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !