frontpage hit counter

Tentara ini di Luar Ramadhan pun Bisa Khatam Qur’an 10 Hari [2]

Suharyanto merasa sedih atas kasus penistaan al-Qur'an oleh seorang pejabat yang menghebohkan Indonesia belakangan ini. “Saya memang tak berkapasitas berbicara ini,” tetapi sebagai seorang Muslim, katanya sambil berdiri, “Hati saya menangis,” lantas ia memegang dadanya.

Tentara ini di Luar Ramadhan pun Bisa Khatam Qur’an 10 Hari [2]
skr/hidayatullah.com
Serka Suharyanto di Stasiun Bojonggede, Bogor, Jawa Barat.

Terkait

Sambungan dari kisah pertama

Bekal Menjaga NKRI

Suatu kesyukuran jika seseorang punya hobi membaca, baik majalah, koran, dan sebagainya. “Itu bisa menambah wawasan,” ungkap Suharyanto kepada hidayatullah.com.

Namun, lebih dari itu, ia mengaku lebih suka membaca wahyu-wahyu Allah, “karena di dalam al-Qur’an itu semua itu ada.”

Termasuk di dalamnya terdapat panduan dan bekal untuk menjalani kehidupan di dunia. Ini diyakini Suharyanto. Apalagi, selaku anggota TNI yang bertugas di garda terdepan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebagai tentara, menjaga kedaulatan NKRI memang tak cukup hanya bermodalkan teori, ilmu, senjata, pun kedisiplinan militer.

Sebagai seorang Muslim, Suharyanto mengakui, menjaga bangsa ini membutuhkan bekal spiritual, termasuk dengan membaca, memahami, apalagi mengamalkan al-Qur’an.

Dan tentunya, al-Qur’an juga mesti dijaga kesuciannya. Karena itulah, Suharyanto merasa sedih atas kasus penistaan al-Qur’an oleh seorang pejabat yang menghebohkan Indonesia belakangan ini.

“Saya memang tak berkapasitas berbicara ini,” tetapi sebagai seorang Muslim, katanya sambil berdiri, “Hati saya menangis,” lantas ia memegang dadanya.

Salah satu bekal menuju akhirat adalah membaca al-Qur’an, kata Suharyanto. [Foto: Syakur/hidayatullah.com]

Omong-omong, apa resepnya punya kebiasaan alias hobi membaca al-Qur’an?

Ditanya demikian, Suharyanto bukannya langsung menjawab. Pria berdarah Jawa ini malah bilang, “Mendengar sampeyan barusan jadi merinding sendiri saya.”

Loh?

Rupanya, saat disebut perihal kebiasaannya itu tergolong langka di era saat ini, Suharyanto malah teringat ‘kampung halamannya’ di masa depan. Dimana saat ini, kata dia, sudah memasuki akhir zaman.

“Bekal apa yang akan kita bawa untuk di hari esok?” ungkapnya. Pertanyaan ini menggugah jiwanya.

Laksana seorang ustadz, ia bertutur bahwa semua manusia di dunia pasti akan mengalami hari pembalasan. Karena itu, selama hidup, harus disiapkan bekal menuju akhirat dengan memperbanyak amal shaleh.

Seperti sedekah jariyah, membaca al-Qur’an, dan sebagainya, “Yang bisa kita bawa ke alam akhirat itu,” ungkap tentara yang mengaku tak pernah mengenyam pendidikan di pesantren ini.

Renungan itulah yang menjadi salah satu alasan atau resep Suharyanto sehingga tekun membaca al-Qur’an.

Selain itu, alasan lainnya, karena terilhami oleh wahyu pertama yang diturunkan Allah Subhanahu Wata’ala kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. “Itu apa? Iqra’! Iqra’!, Baca! Baca!” terangnya.

Baca: Masihkah Ada Alasan…

Sekali Jalan 1 Juz

Beberapa saat setelah membaca bagian akhir Surat Luqman, Suharyanto menutup al-Qur’an dan memasukkannya ke dalam tas. Sejurus kemudian, ia menutup wajahnya dengan topi lorengnya, lalu tidur sejenak sebelum tiba di stasiun tujuannya.

“Saya istirahatkan pikiran dan badan saya,” ungkapnya, yang mengaku siang itu juga sedang sangat mengantuk dan lelah.

“Pekerjaan lagi penuh, dan alhamdulillah hari ini, hari Kamis, saya lagi melaksanakan puasa (sunnah) juga,” akunya tersenyum kepada hidayatullah.com, seturunnya di Stasiun Bojonggede, tujuannya.

Memang, hari saat diwawancarai itu belum tiba bulan Ramadhan. Namun begitu, kedekatan Suharyanto dengan al-Qur’an saat itu, kalau dirata-rata, seperti Muslim kebanyakan yang jadi (tambah) dekat dengan al-Qur’an saat Ramadhan.

Bayangkan saja. Setiap satu kali perjalanan dengan KRL, pergi ke kantor, misalnya, ia mengaku bisa melahap satu juz al-Qur’an. Pulangnya pun begitu. Berarti, setiap PP minimal 2 juz ia baca. Belum selama di rumah atau kantor. Sebulan kira-kira ia bisa 2 kali khatam.

“Kalau cepat bisa selesai (khatam dalam) 10 hari,” ungkap Suharyanto.

Jika di luar Ramadhan saja bisa begitu akrab dengan al-Qur’an, saat Ramadhan tentu meningkat ya? Pria beristri satu dan dua anak ini tersenyum….*

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !